A LEARNING MEDIA DEVELOPMENT FOR CHILDREN WITH DOWNSYNDROME FOR JUNIOR HIGH SCHOOL-SENIOR HIGH SCHOOL

Authors

  • siwi Anjarsari Telkom University
  • Arry Mustikawan Universitas Telkom
  • Fariha Eridani Naufalina Universitas Telkom
  • Hilda Nuraliza Universitas Telkom
  • Fajar Rosyid Universitas Telkom

DOI:

https://doi.org/10.61722/japm.v4i4.11011

Keywords:

down syndrome, media pembelajaran digital, website interaktif, user-centered design, pendidikan inklusif

Abstract

Karakteristik anak downsyndrom sangat berbeda dengan anak pada umumnya. Hal utamanya pada motorik, kognitif, afektif, dan kecenderungan belajar visual-auditori. Media belajar yang terbatas menjadi kendala bagi guru, dan orang tua di SLB Negeri Cinta Asih, khususnya pada jenjang SMP. Media belajar yang dibutuhkan adalah medi belajar yang menarik perhatian, mudah digunakan, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Media pembelajaran konvensional sering kali belum mampu memberikan pengalaman belajar yang interaktif, terstruktur, dan adaptif. Oleh karena itu, program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan media pembelajaran digital berbasis website interaktif yang dirancang khusus bagi siswa dengan sindrom Down. Metode yang digunakan adalah User-Centered Design (UCD), dengan tahapan meliputi analisis kebutuhan melalui wawancara dan observasi, perancangan prototipe bersama guru, terapis, dan orang tua, uji coba terbatas kepada siswa, revisi berdasarkan umpan balik, serta pelatihan penggunaan website bagi guru dan orang tua. Website yang dikembangkan memuat materi sederhana dan tematik yang disesuaikan dengan kurikulum SLB, serta dilengkapi fitur navigasi sederhana, ikon besar, tampilan ramah warna, gambar, audio, animasi, latihan interaktif, dan umpan balik langsung. Temuan awal menunjukkan bahwa kebutuhan utama pengguna mencakup kemudahan akses, tampilan visual yang jelas, instruksi yang sederhana, serta aktivitas belajar yang menyenangkan dan berulang. Implikasi dari kegiatan ini adalah meningkatnya dukungan terhadap proses pembelajaran siswa dengan sindrom Down, baik di sekolah maupun di rumah, melalui media yang lebih inklusif, adaptif, dan mudah digunakan. Program ini juga berpotensi menjadi model pengembangan media pembelajaran digital yang dapat direplikasi di SLB lain di Indonesia. 

References

Accessibility Guidelines Working Group. (2024). Web content accessibility guidelines (WCAG) 2.2. World Wide Web Consortium. https://www.w3.org/TR/WCAG22/

Alnahdi, G. H. (2014). Assistive technology in special education and the universal design for learning. Turkish Online Journal of Educational Technology, 13(2), 18–23. https://eric.ed.gov/?id=EJ1022880

Andriani, R., Nurhasanah, N., & Rosita, D. (2023). Peran orang tua dalam

menumbuhkan kemandirian anak Down syndrome. JPK (Jurnal Pendidikan Khusus), 19(2), 72–81. https://doi.org/10.21831/jpk.v19i2.52944

Brock, J., & Jarrold, C. (2005). Serial order reconstruction in Down syndrome:

Evidence for a selective deficit in verbal short-term memory. Journal of Child Psychology and Psychiatry, 46(3), 304–316. https://doi.org/10.1111/j.1469- 7610.2004.00352.x

CAST. (2024). Universal design for learning guidelines version 3.0.

CAST. https://udlguidelines.cast.org/

Centers for Disease Control and Prevention. (2026, January 8). Down syndrome. U.S. Department of Health and Human Services. https://www.cdc.gov/birth- defects/about/down-syndrome.html

Gould, J. D., & Lewis, C. (1985). Designing for usability: Key principles and what designers think. Communications of the ACM, 28(3), 300–

https://doi.org/10.1145/3166.3170

International Organization for Standardization. (2019). Ergonomics of human-system interaction—Part 210: Human-centred design for interactive systems (ISO Standard No. 9241-210:2019). https://www.iso.org/standard/77520.html

Rizqi, A., Ulya, R., Zulhulaifah, & Hijriati. (2024). Analisis perkembangan kognitif anak berkebutuhan khusus Down syndrome di Flexi School Banda Aceh. Jurnal Warna, 8(1), 43–56. https://doi.org/10.52802/warna.v8i1.1045

UNESCO. (1994). The Salamanca statement and framework for action on special needs education. UNESCO.

World Health Organization. (2023, February 27). Congenital

disorders. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/birth-defects

Downloads

Published

2026-06-19

Issue

Section

Articles