EMPATI DAN SOLIDARITAS: KUNCI MENGAKHIRI BULLYING DI SEKOLAH
DOI:
https://doi.org/10.61722/japm.v4i1.8073Keywords:
Empati, Solidaritas, Bullying, Pendidikan Karakter, PKMAbstract
Bullying merupakan permasalahan sosial yang masih sering terjadi di lingkungan sekolah dan berdampak negatif terhadap kesehatan mental serta perkembangan sosial siswa. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan empati dan solidaritas siswa sebagai upaya preventif dalam mencegah perilaku bullying di SMK Purnama 1 Jakarta. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui penyuluhan, diskusi interaktif, simulasi kasus, dan pendampingan edukatif. Tahapan kegiatan meliputi observasi awal, pelaksanaan program, dan evaluasi hasil kegiatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai konsep bullying, empati, dan solidaritas, serta munculnya sikap saling menghargai dan peduli antar siswa. Kegiatan ini berkontribusi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, inklusif, dan kondusif. Dengan demikian, penguatan empati dan solidaritas terbukti menjadi strategi efektif dalam pencegahan bullying di lingkungan pendidikan.
References
Astuti, P. R., & Widodo, A. (2021). Peran dukungan teman sebaya dalam mengurangi perilaku bullying pada siswa sekolah menengah. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 7(2), 85–94.
Fitriani, L., & Hidayat, D. R. (2020). Pengaruh pendidikan karakter terhadap pencegahan perilaku bullying di sekolah. Jurnal Pendidikan Karakter, 10(1), 45–56.
Wahyuni, S., & Lestari, T. (2021). Implementasi nilai empati dan toleransi sebagai strategi pencegahan bullying di sekolah menengah. Jurnal Pendidikan Sosial, 8(1), 14–22.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









