DINAMIKA KESEJAHTERAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM KELUARGA HARAPAN: PERSPEKTIF FENOMENA KEMISKINAN STRUKTURAL FUNGSIONAL DI DESA GRABAGAN, KABUPATEN TUBAN

Authors

  • Putri Dewi Widiastutik Universitas Negeri Surabaya
  • Nurul Hanifa Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.61722/jiem.v4i7.12257

Keywords:

Program Keluarga Harapan, kesejahteraan masyarakat, kemiskinan struktural-fungsional, fenomenologi, kapabilitas

Abstract

Penelitian ini mengkaji dinamika kesejahteraan masyarakat penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Grabagan, Kabupaten Tuban, yang masih menghadapi tingkat kemiskinan tinggi meskipun bantuan sosial telah berjalan, sehingga diperlukan telaah mendalam melalui perspektif kemiskinan struktural-fungsional untuk menganalisis implementasi program, perubahan kesejahteraan, serta faktor pendukung dan penghambat keberhasilannya. Dengan pendekatan kualitatif-fenomenologis, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap 23 informan (20 Keluarga Penerima Manfaat dan 3 petugas PKH), kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan Teori Fungsionalisme Struktural Talcott Parsons (AGIL) dan Capability Approach Amartya Sen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKH telah memberi manfaat nyata dalam meningkatkan akses pendidikan, kesehatan, dan pemenuhan kebutuhan dasar, namun belum mampu mengatasi akar kemiskinan struktural secara menyeluruh akibat kendala kepemilikan lahan sempit, ketergantungan terhadap tengkulak, kesalahan data kependudukan dan DTKS, serta budaya ketergantungan terhadap bantuan sosial; dari sisi kapabilitas, program ini berhasil memperkuat kemampuan dasar di bidang pendidikan dan kesehatan tetapi belum optimal mendorong kapabilitas ekonomi karena bantuan lebih banyak digunakan untuk kebutuhan konsumtif, dengan faktor pendukung berupa peran aktif pendamping, integrasi lintas program, dan infrastruktur desa yang memadai, sementara faktor penghambat mencakup persoalan administratif, lemahnya kelembagaan ekonomi desa, serta hambatan sosial-kultural terhadap kemandirian ekonomi masyarakat, sehingga PKH terbukti berperan penting sebagai jaring pengaman sosial namun efektivitasnya dalam mendorong transformasi kesejahteraan jangka panjang masih memerlukan penguatan melalui pemberdayaan ekonomi, perbaikan validitas data penerima manfaat, dan sinergi antarprogram pembangunan desa.

References

Becker, G. S. (1964). Human Capital: A Theoretical and Empirical Analysis, with Special Reference to Education. University of Chicago Press.

Kementerian Sosial Republik Indonesia. (2024). Data Perluasan Program PKH dan BPNT. Jakarta: Kementerian Sosial RI.

Merton, R. K. (1968). Social Theory and Social Structure. New York: The Free Press.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook. Sage Publications.

Parsons, T. (1951). The Social System. Milton Park: Routledge.

Sen, A. (1999). Development as Freedom. Oxford University Press.

United Nations. (2015). Transforming Our World: The 2030 Agenda for Sustainable Development. New York: United Nations.

Downloads

Published

2026-07-27

Issue

Section

Articles