Pertanggungjawaban Hukum Atas Pencemaran Mikroplastik di teluk Jakarta

Authors

  • Noor Hamzah Syihabuddin Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang
  • Anggia Khalidi Sriadiputra Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang
  • Rayi Kharisma Rajib Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang

DOI:

https://doi.org/10.61722/jinu.v3i3.10012

Keywords:

Microplastic pollution, legal liability, environmental law, Jakarta Bay, law enforcement

Abstract

Microplastic pollution in Jakarta Bay has become an increasingly complex environmental issue, posing serious threats to marine ecosystems and human health. Microplastics originating from domestic waste, industrial activities, and urban runoff are persistent and difficult to degrade, allowing them to accumulate within the food chain. This study aims to analyze the forms of legal liability for microplastic pollution and to identify the challenges in its law enforcement in Indonesia. This research employs a normative legal method using statutory and conceptual approaches. The results indicate that the regulation of microplastic pollution within Indonesian environmental law remains general and lacks specific provisions addressing this type of pollution. This condition leads to weak legal certainty in determining liability for polluters. Furthermore, law enforcement faces several obstacles, including difficulties in scientific proof, the complexity of pollution sources, and weak institutional coordination and supervision. From an environmental law perspective, legal liability for microplastic pollution should be implemented through the principles of strict liability and the polluter pays principle. However, the application of these principles remains suboptimal in practice. Therefore, it is necessary to reform existing regulations, strengthen law enforcement capacity, and improve waste management systems to enhance the effectiveness of legal accountability for microplastic pollution in Jakarta Bay.

References

Anggraeni, P. A., Uzaimah, L., & Rajib, R. K. (2024). Implementasi Hukum Lingkungan Dalam Pengelolaan Sampah Pasca Banjir Untuk Pemulihan Lingkungan Yang Berkelanjutan. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(24), 386-395.

Ayuingtyas, WC, Yona, D., Julinda, SH, & Iranawati, F. (2019). KELIMPAHAN MIKROPLASTIK PADA PERAIRAN DI BANYUURIP, GRESIK, JAWA TIMUR. JFMR-Jurnal Penelitian Perikanan dan Kelautan , 3 (1), 41–45.

Cahyani, M. P. L., Kurniasari, E., & Rajib, R. K. (2024). Penegakan Hukum Lingkungan Guna Menanggulangi Pencemaran Air Akibat Limbah Industri Minuman Beralkohol di Sungai Bengawan Solo. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(24), 90-99.

Chandra, F., Yulia, T., Sapriani, G., Laura, Z. G., & Amirullah, M. A. (2024). Tinjauan Yuridis Limbah Sampah Pasar Baru Bangko dalam Kajian Hukum Lingkungan di Indonesia. Adagium: Jurnal Ilmiah Hukum, 2(2), 72-80.

Faza, Q. N., Fitriani, R. A. N., & Rajib, R. K. (2024). Penegakan hukum terhadap kasus pencemaran PT. Greenfields di Blitar Jawa Tengah. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, 1(3), 135–143.

Fuad, MB (2020). Tanggung Jawab Negara dan Korporasi Terhadap Kasus Impor Limbah Plastik di Indonesia (Perspektif Konvensi Basel dan Prinsip-Prinsip Panduan Bisnis dan HAM). Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia , 6 (1), 97–125.

Haidar, M. R. A., Wasistha, A. N. P., & Rajib, R. K. (2024). Implementasi Hukum Lingkungan Terhadap Pengelolaan Limbah Industri Di Indonesia. Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa, 2(3), 60-64.

Hanum, N. R., Widyaningsih, M., & Rajib, R. K. (2024). Implikasi Penegakan Hukum Lingkungan Upaya Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan (Studi Kasus Kebakaran Hutan). Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(24), 223-234.

Hasanah, A. W., Oktaviana, A., & Rajib, R. K. (2024). ANALISIS DAMPAK PENGESAHAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2023 TENTANG CIPTA KERJA TERHADAP PERMASALAHAN LINGKUNGAN BIDANG PERTAMBANGAN DI KALIMANTAN. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, 1(3), 288-298.

Irnidayanti, Y., Soegianto, A., Brabo, A. H., et al. (2023). The presence of microplastics in the gills and gastrointestinal tract of mackerel (Rastrelliger kanagurta Cuvier, 1816) from Jakarta Bay, Indonesia. Bulletin of Environmental Contamination and Toxicology, 111, 37

Jamika, F. I. (2023). Dampak pencemaran mikroplastik di wilayah pesisir dan kelautan. Jurnal Pasir Laut, 7(1), 1-5.

Khairunnisa, R., Utomo, K. P., & Sulastri, A. (2024). Identifikasi mikroplastik pada limbah laundry di Kota Pontianak. Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah, 12(3), 671-680.

Mahardhika, Z. M., Hapsari, I. M., & Rajib, R. K. (2024). Urgensi reformasi hukum lingkungan terhadap perubahan iklim di Indonesia. Jurnal Kebijakan Pembangunan, 19(2), 235-244.

M. B. Fuad, "Tanggung Jawab Negara dan Korporasi terhadap Kasus Impor Limbah Plastik di Indonesia (Perspektif Konvensi Basel dan Prinsip-Prinsip Panduan Bisnis dan HAM)," Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia 6, no. 1 (2020): 97–125.

Putro, H., Rosadi, D. I., Pebriananta, R., & Rajib, R. K. (2024). Melangkah menuju lingkungan yang berkelanjutan: Tantangan dan solusi untuk masa depan bumi. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, 1(3), 111-120.

Setyawan, I. H., Kurnia, M. E., & Rajib, R. K. (2024). Dinamika Hukum Lingkungan Didalam Konsep Pelaksanaan Berkelanjutan Di Indonesia. Politika Progresif: Jurnal Hukum, Politik dan Humaniora, 1(2), 193-201.

Wicaksono, E. A. (2022). Ancaman pencemaran mikroplastik dalam kegiatan akuakultur di Indonesia. Journal of fisheries and marine science, 5(2), 77-91.

W. C. Ayuingtyas, D. Yona, S. H. Julinda, dan F. Iranawati, "Kelimpahan Mikroplastik pada Perairan di Banyuurip, Gresik, Jawa Timur," JFMR-Journal of Fisheries and Marine Research 3, no. 1 (2019): 41–45,

Downloads

Published

2026-05-11

Issue

Section

Articles