Urgensi Penerapan Doktrin Market Shared Liability di Indonesia pada Wilayah Aglomerasi Guna Mengatasi Unidentified Polluter
DOI:
https://doi.org/10.61722/jinu.v3i3.10051Keywords:
Market Shared Liability, unidentified polluter, agglomeration areas, environmental law.Abstract
Environmental pollution in agglomeration areas creates challenges in environmental law enforcement because the source of pollution is often difficult to identify specifically (unidentified polluter). Conventional liability mechanisms that require proof of an individual causal relationship make it difficult for victims to obtain legal protection, even though environmental and public health damages are clearly evident. The Market Shared Liability (MSL) doctrine is considered relevant because it allows liability to be imposed proportionally based on the market share or contribution level of each corporation to the pollution. The implementation of this doctrine is important to overcome evidentiary deadlocks in collective pollution cases within agglomeration areas and to ensure the protection of the public’s right to a good and healthy environment. Therefore, explicit regulation regarding Market Shared Liability in Indonesia’s environmental procedural law is necessary.
Keywords: Market Shared Liability, unidentified polluter, agglomeration areas, environmental law.
Abstrak. Pencemaran lingkungan di wilayah aglomerasi menimbulkan kesulitan dalam penegakan hukum karena sumber pencemar sering kali tidak dapat diidentifikasi secara spesifik (unidentified polluter). Mekanisme pertanggungjawaban konvensional yang mensyaratkan pembuktian hubungan kausal secara individual menyebabkan korban kesulitan memperoleh perlindungan hukum, meskipun kerugian lingkungan dan kesehatan masyarakat nyata terjadi. Doktrin Market Shared Liability (MSL) menjadi relevan diterapkan karena memungkinkan pembebanan tanggung jawab secara proporsional berdasarkan pangsa pasar atau tingkat kontribusi masing-masing korporasi terhadap pencemaran. Penerapan doktrin ini penting untuk mengatasi kebuntuan pembuktian dalam kasus pencemaran kolektif di wilayah aglomerasi serta menjamin perlindungan hak masyarakat atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. Oleh karena itu, diperlukan pengaturan eksplisit mengenai Market Shared Liability dalam hukum acara lingkungan di Indonesia.
References
Ahdiat, A. (2024). Intensitas emisi industri RI naik, makin tak ramah lingkungan. Databoks Katadata. https://databoks.katadata.co.id/produk-konsumen/statistik/b0a5e697020c1c9/intensitas-emisi-industri-ri-naik-makin-tak-ramah-lingkungan
Alfiansyah. (2024). Skema pertanggungjawaban perdata atas pencemar yang tidak teridentifikasi (Studi kasus di Sungai Karang Mumus Kota Samarinda). Universitas Mulawarman.
Anand, G. (2024). Market shared liability: Alternatif pembebanan kesalahan dalam gugatan perdata degradasi lahan sekapur sirih. UNAIR News. Universitas Airlangga. https://unair.ac.id/market-shared-liability-alternatif-pembebanan-kesalahan-dalam-gugatan-perdata-degradasi-lahan-sekapur-sirih/
Astuti, E. W., & Utomo, Y. W. (2025). Polusi udara kian parah, pemerintah didesak terapkan baku mutu nasional. Kompas.com. https://lestari.kompas.com/read/2025/06/25/200700886/polusi-udara-kian-parah-pemerintah-didesak-terapkan-baku-mutu-nasional
Azzahra, T. A. (2022). Pemprov DKI cabut izin lingkungan PT KCN buntut polusi batu bara Marunda. detikNews. https://news.detik.com/berita/d-6137135/pemprov-dki-cabut-izin-lingkungan-pt-kcn-buntut-polusi-batu-bara-marunda
Banafsaj, M. (2026). Market share liability sebagai kerangka dalam menentukan pertanggungjawaban atas degradasi hutan dan banjir di Sumatra. Leks&Co Lawyer Blog. https://blog.lekslawyer.com/market-share-liability-degradasi-hutan-banjir-sumatra/
Butar Butar, Y., Satria, C. A., & Rahman, A. A. (2025). Kasus Sindell v. Abbott Laboratories: Lahirkan doktrin market share liability dalam perkara lingkungan hidup. Dandapala. https://www.dandapala.com/article/detail/kasus-sindell-v-abott-loboratories-lahirkan-doktrin-market-share-liability-dalam-perkara-lingkungan-hidup
CNN Indonesia. (2024). UU DKJ atur pembentukan kawasan aglomerasi, apa itu? CNN Indonesia. https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20240430132354-92-1092230/uu-dkj-atur-pembentukan-kawasan-aglomerasi-apa-itu
Edrika, P. S. (2026). Efektivitas pengawasan sebagai instrumen penegakan hukum lingkungan di Indonesia: Analisis regulasi dan praktik pengawasan. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(2), 6765–6777.
Environmental Law Institute. (2015). State v. Exxon Mobil Corp. Environmental Law Reporter, 45 ELR 20191. https://www.elr.info/litigation/45/29/state-v-exxon-mobil-corp
Faza, Q. N., Fitriani, R. A. N., & Rajib, R. K. (2024). Penegakan hukum terhadap kasus pencemaran PT. Greenfields di Blitar Jawa Tengah. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, 1(3), 135–143.
Firda Dwi Mulyawati. (2025, July 30). KLH ungkap kerugian akibat polusi udara Jakarta capai Rp 45 T. CNBC Indonesia. https://www.cnbcindonesia.com/news/20250730165347-4-653649/klh-ungkap-kerugian-akibat-polusi-udara-jakarta-capai-rp-45-t
Gunawan Sembiring. (2025). Memenangkan kasus lingkungan: Pembuktian kausalitas tambang. Legalinfo.id. https://legalinfo.id/memenangkan-kasus-lingkungan-pembuktian-kausalitas-tambang/
Hanum, N. R., Widyaningsih, M., & Rajib, R. K. (2024). Implikasi penegakan hukum lingkungan upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan (Studi kasus kebakaran hutan). Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(24), 223–234.
Institute for Essential Services Reform (IESR). (2026). Webinar transisi industri Indonesia di tahun 2025: Sektor-sektor yang sulit dikurangi emisinya dan progres menuju net-zero. IESR. https://iesr.or.id/agenda-iesr/webinar-transisi-industri-indonesia-di-tahun-2025-sektor-sektor-yang-sulit-dikurangi-emisinya-dan-progres-menuju-net-zero/
Karnita. (2025). Udara tak kenal tapal batas: Saat Jakarta butuh aglomerasi bertanggung jawab. Kompasiana. https://www.kompasiana.com/karnitakar4943/68776ea8ed64155fef2c8712/udara-tak-kenal-tapal-batas-saat-jakarta-butuh-aglomerasi-bertanggung-jawab
Laili, A., & Fadhila, A. R. (2023). Teori hukum progresif (Prof. Dr. Satjipto Rahardjo, S.H.). Comprehensive Journal of Islamic Social Studies.
Mahardhika, Z. M., Hapsari, I. M., & Rajib, R. K. (2024). The urgency of environmental law reform in response to climate change in Indonesia. JKP, 19(2). https://doi.org/10.47441/jkp.v19i2.376
Majid, N. S., Setyaningsih, R., & Rajib, R. K. (2024). Penyelesaian sengketa lingkungan ditinjau dari hukum perdata melalui gugatan class action. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, 1(3), 263–268.
Nadia Sheila Majid, Rustiyah Setyaningsih, & Rayi Kharisma Rajib. (n.d.). Penyelesaian sengketa lingkungan ditinjau dari hukum perdata melalui gugatan class action. Universitas Negeri Semarang.
Neksidin, N., Mardiana, M., Ardian, K., Gebril, G., Hariyansah, D., & Novelisa, B. (2025). Implikasi penegakan hukum lingkungan upaya mewujudkan berkelanjutan. Jurnal Kajian Hukum dan Kebijakan Publik, 3(1), 24–29. Ocean Week. (2019). 2019, Marunda mentarget layani 60 juta ton. Ocean Week. https://oceanweek.co.id/2019-marunda-mentarget-layani-60-juta-ton/
Pramitha, E., & Haryanto, B. (2019). Pengaruh paparan partikulat dalam ruangan 2,5 μm terhadap fungsi paru-paru orang dewasa di Jakarta. Osong Public Health and Research Perspectives, 10(2), 51–55.
Purnamasari, D. M., & Arbi, I. A. (2022). Terdampak polusi abu batu bara, warga Marunda derita iritasi hingga gangguan pernapasan. Kompas.com. https://megapolitan.kompas.com/read/2022/03/21/10184611/terdampak-polusi-abu-batu-bara-warga-marunda-derita-iritasi-hingga?page=all#page2
Putri, F. E. A., Damayanti, N. A., & Rajib, R. K. (2024). Urgensi perlindungan ekosistem terumbu karang di Indonesia guna menyongsong program Sustainable Development Goals (SDGs) point 14. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(24.2), 385–393. https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/9203
Riau Editor. (2018). Cemari lingkungan, YLBHR gugat izin lingkungan PKS PT Risman Scham Palm Indonesia. Riaueditor.com. https://www.riaueditor.com/detail/Lingkungan/Cemari-Lingkungan--YLBHR-Gugat-Izin-Lingkungan-PKS-PT-Risman-Scham-Palm-Indonesia-
Sulistyowati. (2022). Disfungsional proses dismissal pada Peradilan Tata Usaha Negara: Studi kasus putusan Nomor 41/G/LH/2018/PTUN.PBR. Jurnal APHTN-HAN.
UNEP. (n.d.). Law and Environment Assistance Platform (LEAP). United Nations Environment Programme. https://leap.unep.org/zh-hant/taxonomy/term/4135
Wahyuni, W. (2024). Mengenal aglomerasi wilayah DKI Jakarta setelah ibu kota pindah ke Kalimantan. Hukumonline. https://www.hukumonline.com/berita/a/mengenal-aglomerasi-wilayah-dki-jakarta-setelah-ibu-kota-pindah-ke-kalimantan-lt65b78ab8edbd3/?page=all
Wisnu Bagus Prayoga, Manullang, N. A., & Rajib, R. K. (2024). Kesehatan masyarakat dalam kerusakan lingkungan: Upaya mengatasi polusi dalam kerusakan lingkungan dan keberagaman hayati di Jakarta. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(24.2), 810–817. https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/9306
Yoel, S. M., Priyono, F. J., & Samekto, F. A. (2025). Pembaharuan hukum lingkungan nasional dalam perspektif keadilan lingkungan. DIVERSI: Jurnal Hukum, 10(2), 490–523.
Zuhrah, P. F. (2025). Penilaian kontribusi sumber emisi PM2,5 di Kota Jakarta Timur pada musim kemarau menggunakan model Chemical Mass Balance (CMB) dan Positive Matrix Factorization (PMF). Institut Teknologi Bandung. https://digilib.itb.ac.id/gdl/view_data/penilaian-kontribusi-sumber-emisi-pm2-5-di-kota-jakarta-timur-pada-musim-kemarau-menggunakan-model-chemical-mass-balance-cmb-dan-positive-matrix-factorization-pmf/
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










