Pengalaman Siswa Kelas VIII dalam Berkomunikasi Bahasa Indonesia Ditinjau dari Kepercayaan Diri di SMPN 23 Medan

Authors

  • Helda Emeninta Br Bangun Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Medan
  • Sonia Septiani Br Sembiring Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Medan
  • Ardina Tridewi Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Medan
  • Nita Salsabila Br Tarigan Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Medan

DOI:

https://doi.org/10.61722/jinu.v3i3.10091

Keywords:

self-confidence, student communication, formal Indonesian language, speaking anxiety, junior high school students

Abstract

This study aims to describe the experiences of eighth-grade students at SMP Negeri 23 Medan in communicating using formal Indonesian language viewed from the aspect of self-confidence. This research is motivated by the phenomenon of students’ low confidence in speaking formal Indonesian in the school environment, especially during presentations, answering teachers’ questions, and expressing opinions in front of the class. Many students experience nervousness, fear of making mistakes, lack of self-confidence, and difficulty arranging words when speaking formally. This study employed a descriptive qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews involving six eighth-grade students of SMP Negeri 23 Medan. The data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings revealed that self-confidence has a significant influence on students’ communication fluency. Students with low self-confidence tend to experience communication anxiety, speak hesitantly, lose focus, and choose to remain silent when speaking in front of the class. In addition, the peer environment also influences students’ courage in using formal Indonesian, where ridicule and negative responses make students feel embarrassed and afraid to speak. On the other hand, support from teachers, friends, and regular speaking practice opportunities can help students improve their confidence and communication skills. This research is expected to serve as a reference for Guidance and Counseling teachers in designing services focused on developing students’ self-confidence and communication skills at school.

References

Anita Taylor. (1993). Communicating. New Jersey: Prentice Hall.

Albert Bandura. (1997). Self-Efficacy: The Exercise of Control. New York: W.H. Freeman and Company.

Budi Astuti., & Anggi Idwar Pratama. (2020). “Hubungan antara Efikasi Diri dengan Keterampilan Komunikasi Siswa.” Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan, 13(2), 147–155.

Burhan Bungin. (2017). Penelitian Kualitatif. Jakarta: Kencana.

Deddy Mulyana. (2015). Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Desmita. (2014). Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Diah Utami., Yusmansyah., & Diah Utaminingsih. (2015). “Hubungan antara Percaya Diri dengan Kemampuan Komunikasi Interpersonal pada Siswa SMA.” Jurnal Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Lampung, 4(2), 1–12.

Elizabeth B. Hurlock. (2011). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.

Henry Guntur Tarigan. (2008). Berbicara sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.

Jalaluddin Rakhmat. (2018). Psikologi Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

John W. Santrock. (2011). Psikologi Pendidikan (Edisi Kedua). Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Joseph A. DeVito. (2016). The Interpersonal Communication Book (14th ed.). New York: Pearson Education.

Lauster. (2012). Tes Kepribadian. Jakarta: Bumi Aksara.

Lexy J. Moleong. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Linda Lestari., Muswardi Rosra., & Shinta Mayasari. (2020). “Hubungan Kepercayaan Diri dengan Komunikasi Interpersonal Siswa SMP.” ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling), 8(3).

Matthew B. Miles., & A. Michael Huberman. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook (2nd ed.). California: Sage Publications.

Muhibbin Syah. (2017). Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

N. A. Hidayati. (2015). “Pengaruh Tingkat Pendidikan Orang Tua terhadap Self Esteem Remaja.” Jurnal Psikologi Perkembangan, 3(1), 45–53.

Onong Uchjana Effendy. (2017). Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Prayitno., & Erman Amti. (2013). Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta.

Rita Eka Izzaty., dkk. (2013). Perkembangan Peserta Didik. Yogyakarta: UNY Press.

Siska., Sudardjo., & Esti Hayu Purnamaningsih. (2003). “Kepercayaan Diri dan Kecemasan Komunikasi Interpersonal pada Mahasiswa.” Jurnal Psikologi, 30(2), 67–71. DOI: 10.22146/jpsi.7024.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suranto Aw. (2011). Komunikasi Interpersonal. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Suharsimi Arikunto. (2013). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Tohirin. (2015). Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah. Jakarta: Rajawali Pers.

Vivin Bolu Eoh., & Monika. (2023). “Analisis Korelasi antara Kepercayaan Diri dengan Komunikasi Interpersonal pada Siswa SMA.” Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(3), 29822–29826.

Wendari, W. N. (2016). “Perkembangan Remaja Awal pada Siswa SMP.” Jurnal Psikologi Pendidikan, 5(2), 33–41.

Wulandari. (2014). “Peran Orang Tua dalam Pembentukan Karakter Anak.” Jurnal Pendidikan Keluarga, 2(1), 15–24.

Downloads

Published

2026-05-16

Issue

Section

Articles