Kekerasan Berbasis Gender Online Sebagai Manifestasi Kenakalan Remaja di Media Sosial
DOI:
https://doi.org/10.61722/jinu.v3i4.10262Keywords:
kekerasan berbasis gender online, kenakalan remaja, media sosial, patologi sosial, remajaAbstract
Perkembangan media sosial di kalangan remaja tidak hanya membawa dampak positif terhadap interaksi sosial, tetapi juga memunculkan berbagai bentuk perilaku menyimpang, salah satunya Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis KBGO sebagai manifestasi kenakalan remaja di media sosial dalam perspektif patologi sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan subjek penelitian remaja yang aktif menggunakan media sosial dan pernah terlibat maupun terpapar KBGO. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk KBGO yang dialami remaja meliputi body shaming, komentar seksual, penghinaan berbasis gender, pelecehan verbal, dan penyebaran foto tanpa izin. Praktik tersebut sering kali dinormalisasi sebagai candaan dalam lingkungan pertemanan media sosial sehingga batas antara humor dan kekerasan digital menjadi kabur. Faktor yang mendorong terjadinya KBGO meliputi pengaruh kelompok sebaya, kebutuhan memperoleh pengakuan sosial, kondisi emosional remaja yang belum stabil, serta rendahnya literasi digital. Selain berdampak pada menurunnya kepercayaan diri dan tekanan psikologis korban, fenomena ini menunjukkan bahwa kenakalan remaja telah mengalami transformasi ke bentuk digital yang lebih kompleks. Oleh karena itu, penguatan literasi digital, pendidikan etika bermedia sosial, serta pengawasan keluarga dan sekolah menjadi penting dalam upaya pencegahan KBGO pada remaja.
References
Arianto, B. (2021). Media sosial sebagai ruang baru kekerasan berbasis gender online di Indonesia. Persepsi: Communication Journal, 4(2), 129–141. https://doi.org/10.30596/persepsi.v4i2.7628
Fadillah, N. (2022). Kekerasan berbasis gender online di era digital: Bentuk dan dampaknya terhadap korban. Jurnal Kajian Gender Dan Teknologi, 4(2), 45–58.
Kamal, M., & Orindevisa. (2024). Constructing sexism: Sociocultural dynamics in the Mandar community. Al-Maiyyah: Media Transformasi Gender Dalam Paradigma Sosial Keagamaan, 17(2). https://doi.org/10.35905/almaiyyah.v17i1.9502
Miles, M. B., & Huberman, M. (1992). Analisis Data Kualitatif. Penerbit Universitas Indonesia.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (ed. revisi). PT Remaja Rosdakarya.
Munawwarah, S. (2025). Kekerasan berbasis gender di era digital: Tantangan baru bagi perempuan. Jurnal Tsaqafah Dan Masyarakat, 3(1).
Prahastiwi, W. T., & Prasetyoaji, A. (2025). Dampak media sosial terhadap maraknya kenakalan remaja klitih di Yogyakarta. Jurnal Mahasiswa BK An-Nur: Berbeda, Bermakna, Mulia, 11(2).
Pramudita, N., Rafa, N., Utomo, P., Hussein, K., & Ayu, K. (2025). Dampak penggunaan media sosial terhadap tingkat perilaku kenakalan remaja di era digital saat ini. Dialogika: Jurnal Penelitian Komunikasi Dan Sosialisasi, 1(3), 231–244. https://doi.org/10.62383/dialogika.v1i3.533
Pratiwi, H. D., Sunarto, S., & Lukmantoro, T. (2024). Kekerasan berbasis gender online pada jurnalis perempuan di Semarang. AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional, 6(1).
Putri, A., & Andriani, L. (2021). Media sosial sebagai ruang baru patologi sosial pada remaja. Jurnal Sosial Dan Perilaku Remaja, 3(2), 89–101.
Resdati, R., & Hasanah, R. (2021). Kenakalan remaja sebagai salah satu bentuk patologi sosial (penyakit masyarakat). Jurnal Cakrawala Ilmiah, 1(3), 343–354. https://doi.org/10.53625/jcijurnalcakrawalaindonesia.v1i3.614
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











