SETU TUJUH MUARA SAWANGAN SEBAGAI RUANG BUDAYA: STUDI FOLKLOR TENTANG MITOS DAN SEJARAH ASAL USUL
DOI:
https://doi.org/10.61722/jinu.v3i4.10707Keywords:
Folklore; Myth; Cultural space; The seven lakes of muara sawangan; Oral tradition.Abstract
Penelitian ini membahas Setu Tujuh Muara Sawangan sebagai ruang budaya yang menyimpan beragam folklor, mitos, serta narasi sejarah yang diwariskan secara lisan oleh masyarakat Sawangan, Depok. Meskipun selama ini setu lebih sering dikaji dari aspek ekologis, penelitian ini menunjukkan bahwa setu juga memegang fungsi penting sebagai ruang simbolik dan spiritual. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik observasi lapangan dan wawancara semi-terstruktur bersama dua narasumber utama, yaitu Pak Abu dan Pak Syarif, yang merupakan warga asli dan penjaga ingatan kolektif mengenai setu. Hasil penelitian mengungkap sejumlah folklor yang masih bertahan, seperti larangan berbicara kasar di area setu, cerita buaya putih dan buaya buntung sebagai penunggu gaib, serta berbagai fenomena supranatural yang dipercaya menjadi pengingat bagi masyarakat agar menghormati alam. Selain itu, setu juga berfungsi sebagai ruang sosial tempat warga memancing, bermain, berkumpul, dan membangun hubungan antarwarga. Temuan ini menunjukkan bahwa Setu Sawangan bukan hanya entitas geografis, tetapi juga ruang budaya yang kaya nilai, simbol, dan praktik sosial. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendokumentasian folklor lokal untuk menjaga memori budaya yang semakin terdesak oleh modernisasi, sekaligus memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian folklor dan antropologi budaya di Indonesia.
References
Budiman, A. (2011). Ruang budaya dan identitas sosial. Jakarta: Pustaka Pelajar.
Danandjaja, J. (2007). Folklor Indonesia: Ilmu gosip, dongeng, dan lain-lain. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
Endraswara, S. (2013). Metodologi penelitian folklor: Konsep, teori, dan aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Widyatama.
Hapsari, D. (2015). Tradisi lisan sebagai memori kolektif masyarakat. Yogyakarta: Ombak.
Herusatoto, B. (2008). Simbolisme dalam Budaya Jawa. Yogyakarta: Hanindita Graha Widya.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Lestari, P. (2016). Mitos dan identitas budaya masyarakat Nusantara. Bandung: Humaniora Press.
Rahardjo, A. (2010). Ekologi setu dan tata ruang lingkungan. Jakarta: Balai Pustaka.
Sedyawati, E. (2007). Keberagaman budaya Indonesia. Jakarta: Pustaka Jaya.
Subagyo, A. (2012). Pelestarian folklor lokal di era modernisasi. Bandung: Alfabeta.
Suharno, S. (2008). Legenda dan keterikatan masyarakat terhadap ruang lokal. Yogyakarta: Aditya Media.
Wiryomartono, B. (2013). Kebudayaan dan ruang hidup masyarakat Nusantara. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











