Model Integrasi Hadis dan Tafsir di Era Kontemporer

Authors

  • Fajriah Ridho Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Uswatun Hasanah Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

DOI:

https://doi.org/10.61722/jinu.v3i5.10848

Keywords:

integrasi hadis-tafsir, ulumul Qur’an, ilmu hadis, kritik historis-kontekstual, pendekatan interdisipliner, metodologi integratif.

Abstract

Artikel ini mengkaji urgensi dan kemungkinan integrasi metodologis antara ilmu hadis dan ulumul Qur’an dalam kerangka studi Islam kontemporer. Selama ini, kedua disiplin tersebut berkembang sebagai bidang kajian yang relatif terpisah, meskipun keduanya memiliki hubungan epistemologis yang sangat erat sebagai dua pilar utama dalam memahami wahyu Islam. Pemisahan ini dalam perkembangannya menimbulkan fragmentasi metodologis yang berdampak pada terbatasnya pendekatan holistik dalam penafsiran teks-teks keagamaan. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif-analitis. Sumber data terdiri atas literatur klasik dan kontemporer dalam bidang ilmu hadis, ulumul Qur’an, metodologi tafsir, serta kajian hermeneutika dan ilmu sosial yang relevan. Analisis dilakukan melalui pendekatan interdisipliner dengan menekankan model kritik historis-kontekstual untuk mengidentifikasi titik-titik integrasi antara kedua disiplin tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi ilmu hadis dan ulumul Qur’an dapat dibangun melalui tiga dimensi utama, yaitu integrasi epistemologis, integrasi metodologis, dan integrasi kontekstual. Integrasi ini memungkinkan terjadinya dialog kritis antara otoritas tekstual Al-Qur’an dan hadis dengan pendekatan historis serta analisis kontekstual dalam membaca realitas kontemporer. Berdasarkan temuan tersebut, artikel ini merumuskan model akademik integratif hadis-tafsir yang bersifat sistematis dan bertingkat, yang menggabungkan kritik hadis, perangkat ulumul Qur’an, serta pendekatan interdisipliner dalam satu kerangka metodologis. Model yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi kontribusi konseptual dalam pengembangan studi Islam kontemporer, khususnya dalam membangun pendekatan yang lebih komprehensif, kontekstual, dan responsif terhadap tantangan zaman tanpa mengabaikan otoritas normatif sumber-sumber utama Islam.

References

Septi Aji Fitra Jaya, “Al-Qur’an Dan Hadis Sebagai Sumber Hukum Islam”, INDO-ISLAMIKA, Volume 9, No. 2, 2019.

Kurnia Munir, “ULUMUL HADIS (Aspek Ontologis, Epistemologis dan Aksiologis) MA’HAD ALY JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES” Vol. 2, No. 4, 2025.

Salmah Intan, “Kitab Al-Risalah Imam Al-Syafi’i”, Jurnal Al-Hikmah, Vol. 12, No. 1, 2011.

Astrid Veranita Indah, “EPISTEMOLOGI PENDIDIKAN ISLAM: Analisis Konseptual Terhadap Integrasi Wahyu dan Akal Dalam Pembentukan Karakter Muslim”, Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences Vol. 6, No. 2 (2025), , Vol. 6, No. 2, 2025.

Muhamad Rama Saputra, “Ijtihad Ibnu Hajar Al-Asqalani Dalam Mengkonstruksi Ilmu Hadis”, El-Waraqah, Vol. 7, No. 1, 2023.

Moh. Rifa’i, “Kajian Masyarakat Beragama Perspektif Pendekatan Sosiologis”, Al-Tanzil: Jurnal Pendidikan Islam, Vol. 2, No. 1, 2018.

Muhammad Ihsan Hayatuddin, Lukman Nul Hakim, “Menggali Perkembangan Metode Tafsir dari Zaman Rasulullah hingga Era Modern”, Publishing: Jurnal Pendidikan Islam, Vol: 1, No 2, 2024.

M. Fafiyadi Taftazani, “Pendekatan Modernis Terhadap Al-Qur’an: Antara Inovasi Metodologis Dan Problem Epistemologis”, Iqtishaduna, Vol. 7, No. 2, 2026.

Hamdani, “Ruang Lingkup, Urgensi, Pendekatan Klasik Dan Kontemporer Studi Islam”, Imtiyaz: Jurnal Ilmu Keislaman, Vol. 9, No. 4, 2025.

Fu’ad Arif Noor, “Pendekatan Integratif Dalam Studi Islam”, ISLAMUNA Jurnal Studi Islam, Vol. 5, No. 1, 2018.

Downloads

Published

2026-06-20