Kompetensi Sosial Guru Matematika dalam Membangun Interaksi Pembelajaran pada Sistem Boarding School: Studi Kualitatif di Pondok Pesantren Pekanbaru
Studi Kualitatif di Pondok Pesantren Pekanbaru
DOI:
https://doi.org/10.61722/jinu.v3i5.10874Keywords:
Teacher Social Competence, Mathematics Learning, Peer Tutoring, Boarding School, Learning MotivationAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kompetensi guru sosial dalam pembelajaran matematika di salah satu Pondok Pesantren di Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara semi terstruktur terhadap guru matematika di Pondok Pesantren Pekanbaru. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana (2014) yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui teknik triangulasi sumber dan member check.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru matematika di Pondok Pesantren Pekanbaru telah menunjukkan kompetensi sosial yang baik dalam proses pembelajaran. Hal ini tercermin dari: (1) kemampuan guru dalam membangun komunikasi dua arah yang efektif, empatik, dan persuasif dengan siswa; (2) kemampuan guru dalam mengelola dinamika sosial di kelas melalui penerapan sistem kerja kelompok dan metode tutor sebaya; (3) kemampuan guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa melalui sistem yang diberikan berupa pemberian bintang atau poin; serta (4) kemampuan guru dalam menjaga hubungan yang harmonis dengan siswa tanpa mengurangi wibawa sebagai pendidik. Sistem pesantren yang diterapkan di Pondok Pesantren Pekanbaru juga terbukti memberikan kontribusi yang signifikan dalam mendukung pengembangan kompetensi sosial guru karena memungkinkan terjadinya interaksi yang lebih intens dan berkelanjutan antara guru dan siswa. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa tantangan yang perlu mendapat perhatian, di antaranya perbedaan tingkat keaktifan antara siswa laki-laki dan perempuan dalam kegiatan kelompok, rendahnya kepedulian sosial antar siswa, serta dampak negatif sistem yang diberikan terhadap rasa percaya diri sebagian siswa.
References
Bandura, A. (1997). Self-Efficacy: The Exercise of Control. New York, NY: W.H. Freeman and Company.
Berliner, D. C. (2004). Describing the behavior and documenting the accomplishments of expert teachers. Educational Researcher, 33(6), 200–212.
Devito, J. A. (2011). Komunikasi Antarmanusia (Edisi 5). Jakarta: Professional Books.
Goleman, D. (1995). Emotional Intelligence. New York, NY: Bantam Books.
Hudojo, H. (2005). Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Matematika. Malang: Universitas Negeri Malang.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Moleong, L. J. (2014). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Mulyasa, E. (2013). Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.
Rogers, C. R. (1969). Freedom to Learn. Columbus, OH: Charles E. Merrill Publishing Company.
Santrock, J. W. (2011). Educational Psychology (5th ed.). New York, NY: McGraw-Hill.
Slavin, R. E. (2015). Cooperative Learning: Theory, Research, and Practice. Boston, MA: Allyn & Bacon.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Surya, M. (2003). Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran. Bandung: Pustaka Bani Quraisy.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Cambridge, MA: Harvard University Press.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











