Religiusitas Sebagai Coping Spiritual Dewasa Awal Dalam Menghadapi Kecemasan Akibat Penggunaan Media Sosial

Authors

  • Fily Aurelia Adha Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Nayla Fayza Chairia Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Zahwa Khoridatul Maula Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Devi Aulia Septiana Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Yokha Latief Ramadhan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Sururin Sururin Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.61722/jinu.v3i5.10890

Keywords:

Kecemasan Digital, Dewasa Awal, Religiusitas

Abstract

Penggunaan media sosial yang berlebihan pada dewasa awal memicu kecemasan digital berupa kegelisahan, penurunan konsentrasi, kesulitan berhenti scrolling, serta kekhawatiran terhadap informasi yang tidak terverifikasi. Penelitian ini bertujuan memahami pengalaman kecemasan digital tersebut serta peran religiusitas sebagai coping spiritual. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan wawancara mendalam. Hasil menunjukkan bahwa kecemasan digital mendorong responden memaknai religiusitas sebagai kebutuhan eksistensial, bukan sekadar rutinitas. Praktik spiritual seperti doa, dzikir, istighfar, dan mendengarkan murattal terbukti meredakan ketegangan psikologis serta mengembalikan kesadaran penuh diri. Namun responden juga menyadari bahwa religiusitas memiliki keterbatasan; ketika kecemasan mencapai tingkat parah, bantuan profesional kesehatan mental tetap diperlukan. Kesimpulannya, kecemasan digital pada dewasa awal dapat direspons secara adaptif melalui coping spiritual berbasis religiusitas, tetapi pendekatan holistik yang mengintegrasikan aspek spiritual dan psikologis profesional merupakan pilihan paling ideal.

References

Amir, P. (n.d.). Peran Agama dalam Menghadapi Stres dan Kesejahteraan Psikologis. 2020, 34–44.

darmayanti dkk. (2023). FOMO Kecemasan Digital dikalangan Pengguna TikTok. 6, 198–215.

Fitrianti dkk. (2025). Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman. 11, 155–168. https://doi.org/10.31602/jbkr.v11.i1.18763

Dwilianto, R., Matondang, A. U., & Yarni, L. (2024). Perkembangan masa dewasa awal. 7, 8816–8827.

Gea, W. P., Paskah, M., & Hulu, S. (2024). Mengatasi Kecemasan dalam Perspektif Jean Paul Sartre. 2(4), 1–12.

Giono, E., & Surawan, S. (2025). Coping Religius Sebagai Strategi Penanggulangan Stress dan Kecemasan pada Mahasiswa Tingkat Akhir. 04(02), 393–400.

Hanif, S. I., & Widiasari, A. R. (2024). Peran Spiritualitas dalam Meningkatkan Kesejahteraan Psikologis Pada Generasi Z. 8(2), 139–146.

Linarti & Nirmala. (2025). Uses and Gratifications dalam Media Sosial Algoritmik : Tantangan dan Kesenjangan antara Gratifications Sought dan Gratifications Obtained. 2025, 15(2).

Murniasih. (2023). Jurnal Diversita. 9(1), 93–103. https://doi.org/10.31289/diversita.v9i1.8899

Nugraha, A. D. (2020). Memahami Kecemasan : Perspektif Psikologi Islam . 2(1), 1–22.

Ramadika, E., Ramadhani, S., Ramadhana, R., Hariry, S., Sulthan, U. I. N., & Saifuddin, T. (2025). Peran Agama dalam Menghadapi Stres dan Kesejahteraan Psikologis. 02(02), 224–232.

Downloads

Published

2026-06-13