Strategi Pemerintah Desa Dalam Pencegahan Kenakalan Remaja Melalui Karang Taruna di Desa Lumbungsari Kecamatan Lumbung Kabupaten Ciamis
DOI:
https://doi.org/10.61722/jinu.v3i5.11035Keywords:
village government strategy, juvenile delinquency, Karang Taruna, youth development, community participation.Abstract
Juvenile delinquency is a social problem that requires serious attention from various parties, including the village government as the government organizer closest to the community. Karang Taruna as a youth organization has a strategic role in fostering and directing adolescents through various positive activities to prevent the emergence of deviant behavior. This study aims to determine the Village Government's strategy in preventing juvenile delinquency through Karang Taruna in Lumbungsari Village, Lumbung District, Ciamis Regency. The study used a descriptive method with a qualitative approach. The research informants consisted of the Village Head, the Chairperson of Karang Taruna, Bhabinkamtibmas, community leaders, parents of adolescents, and adolescents who are active in Karang Taruna activities. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation, while data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that the village government's strategy in preventing juvenile delinquency is carried out through a joint formulation program with Karang Taruna, the implementation of youth training activities, religious activities, sports, and skills training. The village government also provides support in the form of facilities, mentoring, and cooperation with various parties. However, the implementation of this strategy has not been optimal due to ongoing obstacles such as budget constraints, low youth participation in Karang Taruna activities, and a lack of community support and awareness of the importance of youth development. Therefore, increased collaboration between village governments, Karang Taruna, parents, and the community is needed to strengthen sustainable efforts to prevent juvenile delinquency.
References
Abdussamad, Z. (2021). Metode Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Syakir Media Press.
Allison, M., & Kaye, J. (2013). Perencanaan Strategis Bagi Organisasi Nirlaba. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
David, F. R., & David, F. R. (2020). Strategic management: A competitive advantage approach, concepts and cases. Pearson Education.
Effendy, O. U. (2007). Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi (Cet. 3). Bandung: PT Citra Aditya Bakti.
Hitt, M. A., Ireland, R. D., & Hoskisson, R. E. (2020). Strategic management: Competitiveness and globalization. Cengage Learning.
Jatmiko, B. (2003). Manajemen Strategi. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Hasan, S., Syaifullah, Rukaiyah, S. T., Sihombing, N. S., Laan, R., & Awalia, S. (2021). Manajemen strategi. CV. Pena Persada.
Marpaung, H. (2000). Pengetahuan Kepariwisataan. Bandung: Alfabeta.
Marrus, S. K. (2002). Desain penelitian manajemen strategik. Jakarta: Rajawali Press.
Moleong, L. J. (2006). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Muhadjir, N. (1998). Metodologi penelitian kualitatif. Yogyakarta: Rake Sarasin.
Nashrullah, M., Maharani, O., Rohman, A., Fahyuni, E. F., Nurdyansyah, & Untari, R. S. (2023). Metodologi penelitian pendidikan: Prosedur penelitian, subyek penelitian, dan pengembangan teknik pengumpulan data (Cetakan pertama). UMSIDA Press.
Nawawi, H. (2007). Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Ndraha, Taliziduhu. (2010). Metodelogi Ilmu Pemerintahan. Jakarta, Rineka Cipta.
Nugrahani, F. (2014). Metode Penelitian Kualitatif: Dalam Penelitian Pendidikan Bahasa. Surakarta: Pustaka Cakra.
Pahlevi, C., & Musa, M. I. (2023). Manajemen Strategi (S. M. Baharuddin, Ed.). Penerbit Intelektual Karya Nusantara.
Putri, E. A. (2021). Buku Digital tentang Kenakalan Remaja. Scribd.
Quinn, J. B. (2009). Strategic Change: Logical Incrementalism.
Ramadhan, A. R. (2023). Kenakalan Remaja: Penguatan Peran Keluarga dan Sosial. CV Mega Press Nusantara.
Rangkuti, F. (2009). Analisis SWOT: Teknik membedah kasus bisnis. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Rauf, R., & Munaf, Y. (2015). Lembaga Kemasyarakatan di Indonesia. Zanefa Publishing.
Siagian, Sondang P. (2012). Manajemen Stratejik. Jakarta: Bumi Aksara.
Silalahi, Ulber. (2017). Metode Penelitian Sosial. Bandung: Refika Aditama.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sujarweni, VW (2014). Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Baru Pers.
Supratikno, H. (2003). Advanced Strategic Management: Back to Basic Approach. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Widjaja, H.A.W (2009). Otonomi Desa: Merupakan Otonomi yang Asli, Bulat dan Utuh. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Minarti, M., & Hidayat, N. (2024). Komunikasi Interpesonal Karang Taruna Damarsari Dalam Mencegah Kenakalan Remaja Di Desa Semata Kecamatan Tangaran. Syi’ar: Jurnal Ilmu Komunikasi, Penyuluhan dan Bimbingan Masyarakat Islam, 7(1), 21-28.
Saputra, A. Y., Yanzi, H., & Nurmalisa, Y. (2015). Peranan Karang Taruna dalam Membina Kenakalan Remaja di Desa Bagelen Kabupaten Pesawaran. JURNAL KULTUR DEMOKRASI (JKD), 3(7).
Sugiman, S. (2018). Pemerintahan desa. Binamulia Hukum, 7(1), 82-95.
Tiara, P., & Kanda, A. S. (2024). Peran Karang Taruna dalam Mengatasi Kenakalan Remaja Unit 05 Desa Cimerang. Jurnal Ilmiah Research Student, 1(3), 894-900.
Widyananda, A. J. (2020). Peran Karang Taruna Kelurahan Mangkupalas Kecamatan Samarinda Seberang Kota Samarinda Dalam Menurunkan Angka Kenakalan Remaja. Ejorunal Ilmu Pemerintahan, 8.
Widyawati, I. (2017). Pendidikan karakter di karang taruna: Studi strategi penanaman nilai-nilai karakter pemuda desa melalui Karang Taruna Madya Karya di Desa Sukodadi Wagir Malang (Skripsi, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim).
Keputusan Temu Karya Nasional V Nomor 006/TKN-V/KTI/IV/2005 tentang Pedoman Dasar Karang Taruna.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 5 Tahun 2007 pasal 1 point (14) Tentang Lembaga Karang Taruna
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2014 tentang Upaya Kesehatan Anak
Perpres 87 No . 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











