DINAMIKA PERADABAN BUDAYA ISLAM (DINAMIKA SEJARAH PERADABAN ISLAM DAN TANTANGAN MODERITAS) FENOMENA MANDI BALIMAU
DOI:
https://doi.org/10.61722/jinu.v3i5.11066Keywords:
Mandi Balimau, akulturasi budaya, peradaban Islam, modernitas, budaya Melayu, RamadanAbstract
Tradisi Mandi Balimau adalah bagian dari budaya Melayu yang menunjukkan campuran antara ajaran Islam dan budaya setempat di Nusantara. Tradisi ini dilakukan sebelum bulan suci Ramadan sebagai tanda untuk membersihkan diri secara lahiriah dan batiniah, agar bisa siap menjalani ibadah puasa. Artikel ini ingin membahas sejarah bagaimana Mandi Balimau berkembang, bagaimana Islam dan budaya setempat saling memengaruhi, arti yang terkandung dalam ritual tersebut secara agama, sosial, dan budaya, serta dampak dari kemajuan zaman terhadap cara melaksanakannya dan maknanya. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan mempelajari berbagai buku dan sumber tertulis yang membahas tradisi Mandi Balimau serta perkembangan peradaban Islam di wilayah Nusantara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mandi Balimau adalah bentuk adaptasi budaya lokal yang digabungkan dengan ajaran Islam, khususnya konsep kebersihan dan persiapan spiritual menjelang Ramadan. Tradisi ini digunakan untuk membersihkan diri, memperkuat tali persaudaraan, persaudaraan Islam, serta menjaga budaya masyarakat Melayu. Namun, modernitas membuat makna dari tradisi yang sakral berubah menjadi lebih fokus pada hiburan dan pariwisata. Selain itu, adanya campuran antara laki-laki dan perempuan dalam pelaksanaannya juga menimbulkan perdebatan dari sudut pandang budaya dan nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya pelestarian agar tradisi tersebut tetap relevan dan sesuai dengan nilai keislaman serta kearifan lokal.
References
Afrianti. (2023). Mandi Balimau dalam Tradisi Kenduri Sko di Semurup sebagai Bentuk Interaksi Sosial Masyarakat Islam Nusantara. 2, 31–47. https://doi.org/10.37252/jpkin.v2i1.510
Alndari, D., Pratama, Y. U., Siregar, I., Sejarah, P., & Jambi, U. (2025). Tradisi Mandi Balimau sebagai Wujud Akulturasi Kebudayaan Islam di Kabupaten Kerinci. 9, 36831–36837.
Ayatullah, Syahriyah, F., & Sari, R. (2024). TRADISI BULIMAU PADA MASYARAKAT MAKGHA WAY LIMA , KABUPATEN PESAWARAN , LAMPUNG. 3(2), 49–58.
Edres, B., Jimmy, C., & Yustina. (2024). PERSPEKTIF FENOMENOLOGI TERHADAP TRADISI POTANG MOGANG MANDI BALIMAU KASAI DI KELURAHAN LANGGAM ,. 12, 85–89.
Lopa, S. A., Beyete, E., & Maulana, D. (2023). Mandi Balimau Sebagai Tradisi Masyarakat di. 1(1), 16–20.
Rodiah, & Jimmi, C. (2025). FENOMENOLOGI EDMUND HUSSERL DALAM MEMAHAMI TRADISI MANDI BALIMAU KASAI DI LUBUK BENDAHARA ,. 13, 29–38.
Sawedi, M., Nur, H., & Nada, N. S. (2022). Keberadaan Perempuan di Ruang Publik (Analisis Hadis Persepektif Heremenutika Yusuf Al-Qardhawi). 6, 1281–1296. https://doi.org/10.29240/alquds.v6i3.4696
Wulandari, S., & Ismail, P. (2023). TRADISI MANDI BALIMAU KASAI DI DESA BATU BELAH KEC . BANGKINANG KAB . KAMPAR PROV . RIAU : Tinjauan Historis Hingga Dampaknya Bagi Masyarakat. 3(2), 133–141.
Vadisa, V., Putri, R. Q. A., & Istiyanto, S. B. (2024). Ritual balimau menyambut Ramadhan: Makna dan relevansinya bagi masyarakat Minangkabau.
Iballa, D. K. (2016). Tradisi mandi balimau di masyarakat Kuntu: Living hadis sebagai bukti sejarah. Jurnal Living Hadis,1(2).
Irfanda, M., & Warti, M. (2024). Tradisi saisuak balimau sebagai local wisdom masyarakat Pariaman dalam menyambut bulan suci ramadhan: Kajian Masyarakat dan Budaya, 2(1), 45–58.
Unanda, M. (2024). Dampak pergeseran nilai dalam tradisi balimau terhadap melemahnya nilai-nilai religius: Studi sekuensial eksplanatori di Kabupaten Lima Puluh Kota.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











