PRO-KONTRA WACANA PEMINDAHAN GERBONG PEREMPUAN DI KRL PASCA INSIDEN BEKASI TIMUR: ANALISIS WACANA KRITIS DALAM PERSPEKTIF FEMINISME BELL HOOKS

Authors

  • Rifdha Maristha Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
  • Ristya Eka Auliya Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
  • Rifma Ghulam Dzaljad Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

DOI:

https://doi.org/10.61722/jinu.v3i6.11833

Keywords:

Bell Hooks, gerbong perempuan, representasi perempuan, transportasi publik, analisis wacana kritis.

Abstract

Insiden kecelakaan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur memunculkan perdebatan mengenai usulan pemindahan gerbong khusus perempuan ke bagian tengah rangkaian kereta. Perdebatan tersebut memperlihatkan perbedaan pandangan antara pemerintah yang mendukung usulan tersebut dan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) yang menolak dengan alasan seluruh gerbong memiliki standar keselamatan yang sama. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi perempuan dalam wacana kedua pihak melalui perspektif feminis Bell Hooks. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan paradigma kritis. Data diperoleh dari pemberitaan Liputan6 dan Metro TV, kemudian dianalisis menggunakan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough serta diinterpretasikan melalui teori Bell Hooks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah merepresentasikan perempuan sebagai kelompok yang memerlukan perlindungan khusus, sedangkan PT KAI menekankan prinsip kesetaraan pelayanan bagi seluruh penumpang. Perspektif Bell Hooks memperlihatkan bahwa kedua wacana tersebut sama-sama berpusat pada pengelolaan tubuh dan posisi perempuan, bukan pada penindakan terhadap pelaku kekerasan gender, serta mendepolitisasi isu kekerasan seksual menjadi sekadar persoalan teknis tata letak gerbong, sementara suara perempuan pengguna KRL sendiri absen dari kedua pemberitaan. Temuan ini menegaskan perlunya kebijakan transportasi yang lebih inklusif, berkeadilan gender, dan melibatkan perempuan secara langsung sebagai subjek perumus kebijakan.

References

Ceccato, V., & Loukaitou-Sideris, A. (2022). Fear of sexual harassment and its impact on safety perceptions in transit environments: a global perspective. Violence against Women, 28(1), 26–48.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2016). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches. Sage publications.

Gultom, Y. C. V., Safitri, N. J., Muhammad, M., & Doho, Y. D. B. (2025). Peran Media Massa dalam Membentuk Opini Publik terhadap Kebijakan Pemerintah. LOKAKOTA Jurnal Kajian Komunikasi, 1(01), 61–70.

Hooks, B. (2000). Feminist theory: From margin to center. Pluto press.

Kincheloe, J. L., & McLaren, P. (2011). Rethinking critical theory and qualitative research. In Key works in critical pedagogy (pp. 285–326). SensePublishers Rotterdam.

Komnas. (2023). Catahu 2023: Peluang Penguatan Sistem Penyikapan di Tengah Peningkatan Kompleksitas Kekerasan terhadap Perempuan. https://komnasperempuan.go.id/catatan-tahunan-detail/catahu-2023-peluang-penguatan-sistem-penyikapan-di-tengah-peningkatan-kompleksitas-kekerasan-terhadap-perempuan

Liputan6, 2026TY - VIDEO, Video, T.-Y., Channel, A.-U., 2026, P.-, Https://www.youtube.com/watch?v=u2g4C00305Y, U.-, & -, E. (2026). Menteri PPPA Usul Gerbong Perempuan Dipindah ke Tengah Usai Insiden Tabrakan Kereta | Liputan 6. https://youtu.be/57WoSRyyBO8?si=izzm4OwDhdJ1Wf6d

Downloads

Published

2026-07-09