PENGEMBANGAN PERANGKAT LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL BERBASIS PROSHARE UNTUK MENINGKATKAN SIKAP PROSOSIAL PESERTA DIDIK MTs RARE MUCHTARY
DOI:
https://doi.org/10.61722/jinu.v3i6.11935Keywords:
bimbingan klasikal, PROSHARE, sikap prososial, ADDIE, pengembanganAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat layanan bimbingan klasikal berbasis PROSHARE yang layak, praktis, dan berindikasi efektif awal untuk meningkatkan sikap prososial peserta didik MTs Rare Muchtary Tahun Pelajaran 2025/2026. Produk yang dikembangkan terdiri atas Rencana Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan Konseling (RPL BK) Berbasis PROSHARE dan media pendukung berupa PROSHARE Card. Penelitian menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Subjek uji coba terbatas terdiri atas 18 peserta didik kelas VII–VIII dan 1 guru BK, sedangkan validasi produk dilakukan oleh ahli bimbingan dan konseling serta ahli media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RPL BK Berbasis PROSHARE memperoleh persentase kelayakan 89,6% dengan kategori sangat layak, sedangkan PROSHARE Card memperoleh persentase kelayakan 90,0% dengan kategori sangat layak. Kepraktisan produk ditunjukkan oleh respons guru BK sebesar 93,2% dan respons peserta didik sebesar 93,0%, keduanya dalam kategori sangat baik atau praktis. Hasil analisis N-Gain menunjukkan peningkatan sikap prososial peserta didik dari persentase pretest 63,6% menjadi posttest 82,0% dengan nilai rata-rata 0,51 berkategori sedang. Dengan demikian, perangkat layanan bimbingan klasikal berbasis PROSHARE dinyatakan layak, praktis, dan berindikasi efektif awal untuk digunakan dalam meningkatkan sikap prososial peserta didik MTs Rare Muchtary.
References
Aiken, L. R. (1985). Three coefficients for analyzing the reliability and validity of ratings. Educational and Psychological Measurement.
Arsyad, A. (2019). Media pembelajaran.Bandura, A. (1977). Social learning theory.
Borg, W. R., & Gall, M. D. (2003). Educational research: An introduction.
Branch, R. M. (2009). Instructional design: The ADDIE approach.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches.
Dick, W., & Carey, L. (2009). The systematic design of instruction.
Eisenberg, N., & Mussen, P. H. (1989). The roots of prosocial behavior in children.
Feist, J., & Feist, G. J. (2017). Theories of personality.
Gysbers, N. C., & Henderson, P. (2014). Developing and managing your school guidance and counseling program.
Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development.
Permendikbud Republik Indonesia Nomor 111 Tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
Prayitno, & Amti, E. (2015). Dasar-dasar bimbingan dan konseling.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D.
Supriatna, M. (2018). Bimbingan dan konseling berbasis kompetensi: Orientasi dasar pengembangan profesi konselor.
Susilana, R., & Riyana, C. (2018). Media pembelajaran: Hakikat, pengembangan, pemanfaatan, dan penilaian.
Tegeh, I. M., Jampel, I. N., & Pudjawan, K. (2014). Model penelitian pengembangan.
Wardati, & Jauhar, M. (2019). Implementasi bimbingan dan konseling di sekolah.
Yusuf, S., & Nurihsan, A. J. (2016). Landasan bimbingan dan konseling.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











