TRANSFORMASI SUNGAI CILIWUNG DI KOTA BOGOR PADA MASA ORDE BARU (1970–1998): STUDI HISTORIS PERUBAHAN LINGKUNGAN DAN SOSIAL

Authors

  • Estevan Adiwiguna Berelaka Universitas Indraprastha PGRI
  • Huddy Husin Universitas Indraprastha PGRI
  • Hendi Irawan Universitas Indraprastha PGRI

DOI:

https://doi.org/10.61722/jinu.v3i6.12031

Keywords:

Bogor, Orde Baru, Perubahan Lingkungan, Perubahan Sosial, Sungai Ciliwung

Abstract

Sungai Ciliwung memiliki peranan penting dalam perkembangan Kota Bogor karena berfungsi sebagai sumber daya alam yang mendukung kehidupan ekologis, aktivitas ekonomi, dan interaksi sosial masyarakat. Memasuki masa Orde Baru (1970–1998), kebijakan pembangunan yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi mendorong perluasan kawasan perkotaan, pembangunan infrastruktur, serta perubahan tata guna lahan yang memberikan dampak terhadap kondisi Sungai Ciliwung dan lingkungan di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi Sungai Ciliwung di Kota Bogor pada masa Orde Baru serta mengkaji dampaknya terhadap perubahan lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat. Penelitian menggunakan metode sejarah melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi dengan pendekatan sejarah lingkungan. Data penelitian diperoleh dari arsip, dokumen pemerintah, buku, jurnal ilmiah, surat kabar, serta berbagai sumber sejarah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan perkotaan menyebabkan berkurangnya kawasan resapan air, meningkatnya alih fungsi lahan menjadi kawasan permukiman dan perdagangan, serta menurunnya kualitas lingkungan sungai akibat pencemaran dan tekanan aktivitas manusia. Perubahan tersebut turut memengaruhi kehidupan masyarakat di sepanjang daerah aliran sungai melalui perubahan mata pencaharian, berkurangnya ketergantungan terhadap sungai sebagai sumber penghidupan, serta melemahnya fungsi sosial dan budaya sungai. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi Sungai Ciliwung pada masa Orde Baru merupakan konsekuensi dari kebijakan pembangunan dan urbanisasi yang mengubah fungsi ekologis sungai sekaligus memengaruhi struktur sosial masyarakat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi bagi kajian sejarah lingkungan serta mendukung upaya pengelolaan sungai yang berkelanjutan.

References

Alfian, F., & Vitaloka, D. (2018). Strategi kerja sama antar daerah dalam penanganan sumber daya air (Studi kasus Sungai Ciliwung). Jurnal Ilmu Pemerintahan: Kajian Ilmu Pemerintahan dan Politik Daerah, 3(1), 55–69. https://doi.org/10.24905/jip.v3i1.898

Ani, N., & Harahap, A. (2022). Kajian kualitas air Sungai. BIOEDUSAINS: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains, 5(1), 322–329. https://doi.org/10.31539/bioedusains.v5i1.3682

Asdak, C. (2012). Reformasi irigasi dalam kerangka pengelolaan terpadu sumber daya air.

Kusnadi, E. (2019). Sejarah Bogor dan sekitarnya.

Martha, I., Nazara, S., & Subaryana, Y. J. (2022). Tjantrik: Jurnal sejarah dan pendidikan sejarah. Tjantrik: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah, 1(1), 32–43.

Maulana, M. I., Utami, S. B., & Karlina, N. (2022). Kelurahan Sukaresmi Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor: Collaborative governance in the ecoriparian development. JANE (Jurnal Administrasi Negara), 13(2), 276–290.

Pemerintah. (2010). Penduduk pinggir sungai: Wajah pengelolaan sungai di Indonesia.

Pusparini, F. D. (2022). Alun-Alun Empang Bogor: Dinamika tata ruang pemerintahan tradisional Bogor pada masa kolonial. Rustic, 2(2), 11–22. https://doi.org/10.32546/rustic.v2i2.1751

Rifka Alkhilyatul Ma'rifat, & Suraharta, I. M. (2024). Konsep dan implementasi infrastruktur bangunan konstruksi hijau, 2, 306–312.

Riyadi, S., Munip, A., Junaidi, A., Buaja, T., Shaddiq, S., Nining, & Andriani. (2025). Sistem perencanaan pengelolaan daerah aliran sungai, 6(0).

Soewandita, H., & Sudiana, N. (2018). Studi dinamika kualitas air DAS Ciliwung. Jurnal Air Indonesia, 6(1), 24–33. https://doi.org/10.29122/jai.v6i1.2449

Suganda, H. (2019). Sejarah Bogor dan sekitarnya. Yogyakarta.

Suryanullah, & Sholehuddin, A. (2024). Perkembangan historiografi lingkungan.

Suwarno, J., Kartodihardjo, H., Pramudya, B., & Rachman, S. (2011). Policy development of sustainable watershed management of Upper Ciliwung, Bogor Regency. Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan, 8(2), 115–131. https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/52942

Tri, R., Saridewi, S., Hadi, A., Fauzi, D. I., Rusastra, W., Saridewi, T. R., Hadi, S., & Fauzi, A. (n.d.). Land use planning of Ciliwung watershed area using an institutional approach through farm management improvement perspective.

Uif, O., Jo, P. G., Bobhfinfou, U. I. F., & Jmjxvoh, P. G. (n.d.). 125998-ID-Meningkatkan peran pemangku kepentingan.

Ulfa, F., Nurhayati, & Arifin, H. S. (2018). Kajian sosial-budaya masyarakat pada lanskap riparian Sungai Ciliwung. Jurnal Lanskap Indonesia, 9(2), 110–119. https://doi.org/10.29244/jli.v9i2.17911

Ulfa, F., Susilo, H., & Tim Peneliti. (n.d.). Kajian sosial-budaya masyarakat pada lanskap riparian Sungai Ciliwung: Study of social-cultural community on riparian landscape Ciliwung River.

Wijaya, H., Rusdiana, O., & Tarigan, S. D. (2017). Environmental carrying capacity of Ciliwung upstream watershed in Bogor District. 2(1), 25–32.

Downloads

Published

2026-07-18