Model Pembelajaran Drilling dan Tasking Pada Penyelesaian Soal Tes Kompetensi Akademik

Authors

  • Kuswahyuningsih Kuswahyuningsih Madrasah Aliyah Negeri Sukoharjo
  • Suyadi Suyadi Madrasah Aliyah Negeri Sukoharjo
  • Takbir Rianto Madrasah Aliyah Negeri Sukoharjo
  • Suparmin Suparmin Madrasah Aliyah Negeri Sukoharjo
  • Wiyono Wiyono Madrasah Aliyah Negeri Sukoharjo
  • Sri Suciatun Madrasah Aliyah Negeri Sukoharjo

DOI:

https://doi.org/10.61722/jinu.v3i2.8321

Keywords:

Model Pembelajaran Drilling, Tasking, Tes Kompetensi Akademik

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Drilling dan Tasking dalam penyelesaian soal Tes Kompetensi Akademik, serta mengidentifikasi kendala dan upaya guru dalam mengimplementasikan kedua model tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Aliyah Negeri Sukoharjo dengan pendekatan kualitatif melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Drilling dan Tasking dilakukan melalui empat langkah utama, yaitu: (1) pemilihan materi pembelajaran yang relevan dan esensial sesuai dengan kompetensi akademik yang diuji; (2) penerapan latihan intensif melalui model drilling untuk memperkuat penguasaan keterampilan dasar siswa; (3) penerapan model tasking melalui pemberian tugas yang menantang dan kontekstual untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah; serta (4) evaluasi dan pemberian umpan balik secara berkelanjutan untuk memperbaiki pemahaman dan kemampuan siswa. Selain itu, penelitian ini menemukan beberapa kendala dalam implementasi model pembelajaran Drilling dan Tasking, meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, keterbatasan sumber daya pembelajaran, kurangnya kesiapan siswa dalam menerima tugas yang menantang, serta adanya resistensi terhadap pendekatan pembelajaran baru dari guru maupun siswa. Adapun upaya yang dilakukan oleh guru untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan menyusun latihan soal berulang melalui model drilling dan memberikan tugas-tugas menantang melalui model tasking secara bertahap dan terstruktur. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Drilling dan Tasking mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal Tes Kompetensi Akademik. Model ini tidak hanya memperkuat penguasaan konsep dasar, tetapi juga mendorong pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi, sehingga layak dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang efektif.

References

Arief, S. (2015). Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi. Yogyakarta: Penerbit Pendidikan Indonesia.

Bungin, B. (2013). Metodologi Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana.

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Hamalik, O. (2014). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.

Junaidi, M. (2017). Pembelajaran Aktif untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Siswa. Bandung: Penerbit Pendidikan Mandiri.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook. Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Moleong, L. J. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mulyasa, E. (2013). Implementasi Kurikulum 2013 di Sekolah Menengah Pertama. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Patton, M. Q. (2002). Qualitative Research & Evaluation Methods. Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Prastowo, A. (2014). Panduan Kreatif Membuat RPP. Yogyakarta: DIVA Press.

Sanjaya, W. (2010). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Downloads

Published

2026-01-10