Dampak Pestisida Pertanian terhadap Interaksi Antarorganisme pada Ekosistem Sawah : Tinjauan Konseptual Zoologi Lingkungan
DOI:
https://doi.org/10.61722/jinu.v3i2.8869Keywords:
Agroekosistem, Ekosistem Sawah, Interaksi Antarorganisme, Pestisida Pertanian, Zoologi LingkunganAbstract
Penggunaan pestisida pertanian pada ekosistem sawah berpotensi menimbulkan dampak ekologis yang tidak hanya mempengaruhi organisme target, tetapi juga organisme non-target dan struktur interaksi biologis dalam agroekosistem. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara konseptual dampak pestisida terhadap interaksi antarorganisme pada ekosistem sawah dalam perspektif zoologi lingkungan. Penelitian menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan narrative critical review terhadap artikel ilmiah jurnal nasional yang relevan dengan topik pencemaran pestisida dan dinamika fauna sawah. Analisis dilakukan melalui sintesis konseptual terhadap temuan penelitian terkait residu pestisida, struktur komunitas fauna, dan stabilitas interaksi ekologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa residu pestisida berperan sebagai faktor tekanan lingkungan yang mempengaruhi organisme non-target, menurunkan kelimpahan fauna sensitif, serta memodifikasi relasi trofik dalam ekosistem sawah. Perubahan tersebut berimplikasi pada terganggunya stabilitas ekologis dan fungsi ekosistem, termasuk regulasi populasi dan siklus nutrien. Kajian ini menegaskan bahwa pencemaran pestisida merupakan fenomena ekologis multidimensional yang mempengaruhi sistem biologis pada tingkat individu, komunitas, dan fungsi ekosistem. Perspektif zoologi lingkungan memberikan kerangka analitis integratif untuk memahami hubungan antara tekanan kimia dan perubahan interaksi antarorganisme pada agroekosistem sawah.
References
Fitriani, F., & Hadi, S. (2021). Analisis hubungan trofik organisme akuatik pada agroekosistem sawah. Jurnal Biologi Indonesia, 17(2), 155–164. https://jurnalbiologi.lipi.go.id/index.php/jurnal_biologi/article/view/155
Firmansyah, A., Yuliani, E., & Putra, D. (2020). Struktur komunitas fauna pada ekosistem sawah dan implikasinya terhadap keseimbangan ekologis. Jurnal Biologi Tropis, 20(2), 145–154.
Handayani, D., & Putra, R. (2020). Stabilitas ekologis pada sistem pertanian berbasis ekosistem. Jurnal Ilmu Lingkungan, 18(3), 210–218. https://doi.org/10.14710/jil.18.3.210-218
Hidayat, M., & Suryani, E. (2021). Struktur komunitas fauna akuatik sebagai indikator kualitas ekosistem sawah. Jurnal Biologi Tropis, 21(1), 45–54. https://doi.org/10.29303/jbt.v21i1.45
Khatibah. (2011). Penelitian kepustakaan. Jurnal Iqra’, 5(1), 36–39. https://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/iqra/article/view/562
Kusuma, A., Rahayu, T., & Prabowo, H. (2020). Pengaruh pestisida terhadap komunitas serangga predator pada tanaman padi. Jurnal Entomologi Indonesia, 17(2), 89–98. https://doi.org/10.5994/jei.17.2.89
Lestari, P., & Prasetyo, D. (2018). Dampak pestisida organofosfat terhadap zooplankton pada ekosistem sawah. Jurnal Limnologi Indonesia, 26(1), 1–10. https://doi.org/10.14203/limno.v26i1.1
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif dalam kajian ilmiah. Jurnal Ilmu Pendidikan, 23(2), 85–92. https://journal.uny.ac.id/index.php/jip/article/view/10916
Nugraha, A., Santoso, B., & Wibisono, Y. (2020). Keanekaragaman organisme akuatik pada lahan sawah intensif. Jurnal Biodiversitas Indonesia, 21(4), 1345–1352. https://doi.org/10.13057/biodiv/d210421
Pratama, R., Sari, D., & Yuliani, E. (2022). Perspektif zoologi lingkungan dalam kajian agroekosistem. Jurnal Sains Lingkungan, 20(1), 33–42. https://doi.org/10.14710/jsl.20.1.33-42
Rahman, F., Utami, L., & Putri, N. (2022). Pengelolaan pertanian berkelanjutan berbasis ekologi. Jurnal Pengelolaan Lingkungan, 19(2), 101–110. https://doi.org/10.14710/jpl.19.2.101-110
Ramadhani, R., Hidayat, T., & Kurniawati, L. (2022). Integrasi ekologi komunitas dalam analisis pencemaran agroekosistem. Jurnal Biologi Lingkungan, 18(2), 75–84. https://doi.org/10.14710/jbl.18.2.75-84
Sari, M., & Wibowo, A. (2023). Interaksi ekologis sebagai indikator stabilitas agroekosistem. Jurnal Ekologi Terapan Indonesia, 24(1), 1–9. https://doi.org/10.14710/jeti.24.1.1-9
Setyosari, P. (2016). Metode penelitian pendidikan dan pengembangan. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 1(3), 277–285. http://journal.um.ac.id/index.php/jptpp/article/view/6129
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D dalam kajian ilmiah. Jurnal Ilmiah Pendidikan, 7(1), 1–9. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan/article/view/29579
Siregar, H., Lubis, A., & Nasution, R. (2022). Residu pestisida dalam perairan pertanian dan implikasinya terhadap biota akuatik. Jurnal Ilmu Lingkungan, 20(2), 150–158. https://doi.org/10.14710/jil.20.2.150-158
Utari, R., Nugroho, A., & Kurniawan, D. (2021). Zoologi lingkungan dalam studi pencemaran agroekosistem. Jurnal Biologi Indonesia, 17(1), 45–53. https://jurnalbiologi.lipi.go.id/index.php/jurnal_biologi/article/view/45
Utomo, S., & Pranoto, H. (2021). Akumulasi pestisida pada perairan sawah dan dampaknya terhadap organisme non-target. Jurnal Sumberdaya Hayati, 7(2), 85–93. https://doi.org/10.29244/jsdh.7.2.85-93
Wahyuni, S., & Kurniawan, R. (2019). Efek subletal pestisida terhadap organisme akuatik pada ekosistem sawah. Jurnal Ekotoksikologi Indonesia, 14(2), 101–109. https://doi.org/10.24843/jei.2019.v14.i02.p05
Zed, M. (2018). Metode penelitian kepustakaan dalam kajian ilmiah. Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan, 6(2), 123–130. https://jurnal.unpad.ac.id/jkip/article/view/15416
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










