Digital Buddhism: Demokratisasi dan Komodifikasi Spiritualitas di Era Media Digital

Authors

  • Tonny Wijono Institut Nalanda
  • Lauw Acep Institut Nalanda
  • Edi Priyono Institut Nalanda

DOI:

https://doi.org/10.61722/jinu.v3i2.9358

Keywords:

Digital Buddhism, Demokratisasi spiritualitas, Komodifikasi, Media digital, Agama digital

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena Digital Buddhism sebagai transformasi praktik keagamaan Buddhis di era digital dengan fokus pada dinamika demokratisasi dan komodifikasi spiritualitas. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka sistematis, penelitian ini mengkaji literatur ilmiah terkait digital religion, media sosial, dan praktik Buddhisme kontemporer yang dipublikasikan dalam periode 2019-2024. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif-kritis dengan sintesis tematik. Hasil penelitian menunjükkan bahwa media digital mendorong demokratisasi spiritualitas melalui akses luas terhadap ajaran Buddha, praktik meditasi, dan komunitas virtual tanpa batasan geografis dan institusional. Namun demikian, fenomena yang sama menghadirkan tantangan komodifikasi spiritualitas, di mana praktik keagamaan dikemas sebagai produk digital komersial yang mereduksi makna spiritual mendalam. Selain itu, arus informasi yang cepat berpotensi menimbulkan distorsi pemahaman ajaran tanpa bimbingan guru yang kompeten. Kesimpulan menekankan perlunya pemanfaatan teknologi digital secara bijaksana sebagai sarana pendukung, bukan pengganti praktik spiritual yang memerlukan pengalaman langsung dan refleksi batin mendalam. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam memperkaya pemahaman tentang interaksi antara agama dan teknologi dalam konteks Buddhisme. Indonesia.

References

Andika, A. (2022). Agama dan perkembangan teknologi di era modern. Studi Agama-Agama, 2(2), 129-139. https://doi.org/10.22373/arj.v2i1.12556

Bartlett, L., Martin, A. J., Kilpatrick, M., Otahal, P., Sanderson, K., Neil, A. L., & Bartlett, L. (2022). Effects of a mindfulness app on employee stress in an Australian public sector workforce: Randomized controlled trial. JMIR mHealth and uHealth, 10, e30272. https://doi.org/10.2196/30272

Boyd, D. M., & Ellison, N. B. (2007). Social network sites: Definition, history, and scholarship. Journal of Computer-Mediated Communication, 13(1), 210-230. https://doi.org/10.1111/j.1083-6101.2007.00393.x

Campbell, H. A. (2013). Digital religion: Understanding religious practice in new media worlds (2nd ed.). Routledge. https://doi.org/10.4324/9780429295683

Campbell, H. A., & Evolvi, G. (2019). Contextualizing current digital religion research on emerging technologies. Human Behavior and Emerging Technologies, 1(1), 9-17. https://doi.org/10.1002/hbe2.149

Carrette, J., & King, R. (2005). Selling spirituality: The silent takeover of religion. Routledge.

Culkin, J. M. (1967). A schoolman's guide to Marshall McLuhan. The Saturday Review, 50, 70-72.

Ergen, Y. (2023). Framing the study of digital religion: Waves of academic research, theoretical approaches and themes. Media and Religion Studies, 6(2), 137-166. https://doi.org/10.47951/mediad.1363608

Evolvi, G. (2022). Religion and the internet: Digital religion, (hyper)mediated spaces, and materiality. Zeitschrift für Religion, Gesellschaft und Politik, 6(1), 9-25. https://doi.org/10.1007/s41682-021-00087-9

Hasan, K., Husna, A., Muchlis, Fitri, D., & Zulfadli. (2023). Transformasi komunikasi massa era digital antara peluang dan tantangan. Jurnal Politik dan Pemerintahan, 8(1), 41-55.

Helland, C. (2005). Online religion as lived religion: Methodological issues in the study of religious participation on the internet. Heidelberg Journal of Religions on the Internet, 1(1), 1-16.

Hoover, S. M. (2016). The media and religious authority. Pennsylvania State University Press.

Hutchings, T. (2017). Creating church online: Ritual, community and new media. Routledge.

Nathania, A., Octovian, F. M., & Simanjuntak, Z. V. (2024). Pengaruh perkembangan teknologi digital terhadap praktik keagamaan di kalangan Generasi Z. Lentera: Jurnal Manajemen, 2(3), 1-10.

Ningrum, A. J., & Kholis, M. A. (2024). Modernisasi kehidupan spiritual: Studi literatur terhadap agama digital di ruang digital. Partisipatoris: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 41-51.

Possamai, A. (2015). Religion and popular culture (2nd ed.). Peter Lang.

Runggeari, W., & Deak, V. (2025). Spiritual growth in the digital age. Jurnal Pengabdian Masyarakat Formosa, 4(3), 161-170. https://doi.org/10.55927/jpmf.v4i3.26

Sugiyantoro, S., Zahir, T., & Victorynie, I. (2025). Peran keterampilan kepemimpinan kepala dan wali keasramaan dalam pencegahan bullying di boarding school TBZ. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 3(4), 3183-3190. https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.1032

Zhang, L., Zhang, L., & Religion, D. (2025). The digital age of religious communication: The shaping and challenges of religious beliefs through social media. Studies on Religion and Philosophy, 1(1), 25-41. https://doi.org/10.71204/de63mn10

Zheng, Y. (2024). Buddhist transformation in the digital age: AI and humanistic Buddhism. Religions, 15(3), 345. https://doi.org/10.3390/rel15030345

Downloads

Published

2026-03-30