PANTANG LARANG KEPEMIMPINAN DALAM ALAM MELAYU

Authors

  • Hermandra Hermandra Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Universitas Riau
  • Elmustian Elmustian Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Universitas Riau
  • Putri Endang Kemalasari Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Universitas Riau

DOI:

https://doi.org/10.61722/jinu.v3i3.9867

Keywords:

pantang larang, kepemimpinan Melayu, etika, kearifan lokal

Abstract

Pantang larang dalam budaya Melayu merupakan sistem nilai tradisional yang berperan penting dalam mengatur kehidupan sosial, termasuk dalam praktik kepemimpinan. Nilai-nilai tersebut tidak hanya berfungsi sebagai larangan normatif, tetapi juga sebagai mekanisme kultural yang membentuk karakter dan etika pemimpin. Dalam konteks ini, pantang larang menjadi bagian dari proses internalisasi nilai yang berlangsung secara turun-temurun dalam masyarakat Melayu. Kajian ini berfokus pada pemahaman mengenai bentuk, makna, serta fungsi pantang larang dalam kepemimpinan Melayu, terutama dalam kaitannya dengan dinamika kepemimpinan masa kini. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menitikberatkan pada studi kepustakaan, melalui pemanfaatan berbagai sumber seperti buku ilmiah, jurnal, serta karya sastra Melayu klasik.. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan pendekatan analisis isi, dengan tujuan untuk menemukan serta memahami berbagai nilai yang terkandung dalam pantang larang. Hasil kajian menunjukkan bahwa pantang larang dalam kepemimpinan Melayu mencakup dimensi moral, sosial, dan spiritual yang saling terintegrasi. Nilai-nilai seperti keadilan, kebijaksanaan, kesantunan, dan tanggung jawab menjadi fondasi utama dalam membangun kepemimpinan yang berintegritas. Di sisi lain, dalam konteks modern, nilai-nilai tersebut tidak selalu dapat diterapkan secara literal, sehingga memerlukan reinterpretasi yang kontekstual agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Dengan demikian, Pantang larang tidak hanya dipahami sebagai warisan budaya, tetapi juga dapat menjadi sumber nilai etis yang tetap adaptif dalam praktik kepemimpinan masa kini.

References

Abdullah, T. (2021). Budaya Melayu dan Kearifan Lokal. Jakarta: Rajawali Press.

Ahmad, Z. (2022). Nilai budaya dalam kepemimpinan Melayu. Jurnal Budaya Nusantara, 6(2), 112–125.

Azra, A. (2020). Tradisi dan Modernitas dalam Perspektif Melayu. Jakarta: Kencana.

Bakar, O. (2021). Ethics in Malay leadership. Asian Culture Journal, 12(1), 45–60.

Effendy, T. (2020). Tunjuk Ajar Melayu. Pekanbaru: Lembaga Adat Melayu.

Hamid, A. (2023). Local wisdom and leadership ethics. Journal of Social Studies, 8(1), 55–70.

Hasanah, U. (2022). Pantang larang sebagai kontrol sosial. Jurnal Sosiologi Indonesia, 10(2), 101–115.

Iskandar, M. (2021). Kepemimpinan berbasis budaya lokal. Jurnal Ilmu Sosial, 9(1), 33–47.

Karim, A. (2023). Nilai moral dalam tradisi Melayu. Jurnal Humaniora, 11(2), 89–104.

Latif, Y. (2020). Kearifan Lokal dalam Kepemimpinan. Jakarta: Kompas.

Mahmud, R. (2024). Pantang larang dan etika sosial. Jurnal Antropologi, 14(1), 67–82.

Nasution, H. (2021). Budaya dan kepemimpinan. Jurnal Pendidikan, 7(2), 120–134.

Putra, D. (2022). Local wisdom in leadership practices. International Journal of Culture, 5(1), 77–90.

Rahman, F. (2023). Kepemimpinan Melayu modern. Jurnal Kepemimpinan, 3(2), 50–65.

Sari, N. (2021). Tradisi dan nilai sosial. Jurnal Sosial Budaya, 8(1), 22–36.

Syafii, M. (2024). Transformasi nilai budaya. Jurnal Kebudayaan, 15(1), 91–105.

Wahyuni, S. (2022). Etika kepemimpinan berbasis lokal. Jurnal Pendidikan Karakter, 6(2), 140–155.

Yusoff, M. (2020). Malay leadership values. Asian Leadership Review, 9(1), 30–44.

Zulkarnain. (2023). Pantang larang dalam masyarakat Melayu. Jurnal Antropologi Indonesia, 12(2), 66–80.

Zainal, R. (2024). Budaya Melayu dalam era globalisasi. Jurnal Global Culture, 4(1), 15–29.

Downloads

Published

2026-05-05

Issue

Section

Articles