https://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/issue/feedJURNAL ILMIAH NUSANTARA2026-07-12T13:42:29+00:00Hendri Rasmintohendri@kampusakademik.co.idOpen Journal Systems<p><strong>JURNAL ILMIAH NUSANTARA</strong> <strong>( JINU)</strong>, E- ISSN: <strong>3047-7603 (online) P-ISSN: 3047-9673</strong> (Cetak) adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah jurnal Karya suatu hasil penelitian orisinil atau tinjauan Pustaka yang ditulis oleh dosen atau mahasiswa. Ruang lingkup karya yang diterbitkan mencakup Multidisiplin diantaranya yaitu: Manajemen, Ekonomi, Ekonomi Syariah, Akuntansi, Kewirausahaan, Bisnis, Ilmu Sosial Humaniora, Sastra, Bahasa, Pertanian, Kesehatan, Psikologi, Peternakan, perikanan, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Sistem Informasi, Teknik Elektro dan Informatika, Desain Komunikasi Visual, multimedia, Hukum, . Jurnal ini terbit 1 tahun<br />6 kali <strong>(Januari, Maret, Mei, Juli, September dan November)</strong></p>https://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11597PERBEDAAN KESIAPAN MENIKAH PADA EMERGING ADULTHOOD DITINJAU DARI WILAYAH PEDESAAN DAN PERKOTAAN2026-06-29T11:44:55+00:00Khansa Talita Azahrakhansatalita406@gmail.comIstiqomah Istiqomahkhansatalita406@gmail.comAnggraeni Swastika Sarikhansatalita406@gmail.com<p><em>Emerging adulthood </em>adalah periode transisi dari masa remaja ke masa dewasa yang berada dalam rentang usia 18-29 tahun (Arnett, 2014). Pada fase ini, individu mulai mengambil keputusan jangka panjang, salah satunya adalah pernikahan. Namun, pada masa ketidakstabilan ini, kesiapan menikah menjadi faktor penting. Menurut Blood (1969) kesiapan menikah adalah kemampuan seseorang untuk memenuhi tanggung jawab dan komitmen dalam pernikahan. Salah satu faktor yang berpengaruh adalah wilayah tempat tinggal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kesiapan menikah pada individu <em>emerging adulthood </em>berdasarkan wilayah tempat tinggal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif dengan teknik <em>Non-Probability Sampling </em>dalam pengambilan sampel. Sampel terdiri dari 270 responden yang berasal dari wilayah pedesaan dan perkotaan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Skala Kesiapan Menikah yang disusun berdasarkan enam aspek kesiapan menikah menurut Blood (1969), terdiri dari 38 item dengan reliabilitas sebesar 0,901. Data dianalisis menggunakan Uji T untuk melihat perbedaan kesiapan menikah antara individu di wilayah perkotaan dan pedesaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam kesiapan menikah antara individu <em>emerging adulthood </em>di wilayah perkotaan dan pedesaan, dengan nilai <em>Sig. (2-tailed) </em>= 0.000 (p < 0.05). Temuan ini mengindikasikan bahwa Faktor sosial dan budaya di setiap wilayah berkontribusi terhadap kesiapan menikah. Implikasi penelitian ini dapat digunakan dalam program edukasi dan konseling pranikah yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah. Penelitian lanjutan disarankan untuk memperluas cakupan sampel dan mempertimbangkan faktor lain, seperti sosial ekonomi dan nilai budaya</p>2026-07-04T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11599Dilema Etika BYOD antara Perlindungan Aset Digital Organisasi dan Privasi Karyawan2026-06-29T11:52:41+00:00Evy Nurmiatievy.nurmiati@uinjkt.ac.idMuhammad Adha Darojatmuhammad.adha24@mhs.uinjkt.ac.id<p>Paradigma kerja Bring Your Own Device (BYOD) telah menjadi tren global yang menawarkan efisiensi operasional serta fleksibilitas tinggi bagi organisasi modern. Namun, integrasi perangkat pribadi ke dalam jaringan perusahaan menimbulkan tantangan keamanan informasi yang serius serta dilema etika terkait privasi data. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk menganalisis tantangan keamanan BYOD dan dilema etika yang muncul dalam konteks kepatuhan terhadap regulasi pelindungan data pribadi. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun BYOD terbukti meningkatkan produktivitas, banyak organisasi masih minim dalam menerapkan kebijakan keamanan yang komprehensif. Selain itu, terdapat ketegangan antara tuntutan perusahaan untuk memonitor aset data melalui perangkat lunak manajemen perangkat seluler dan hak privasi individu karyawan. Temuan juga menyoroti aspek lingkungan di mana penggunaan perangkat BYOD yang tidak terkontrol berpotensi meningkatkan jejak karbon secara signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan kerangka kerja yang tidak hanya mengandalkan kontrol teknis, tetapi juga mengintegrasikan etika profesi serta kepatuhan hukum sangatlah penting. Perumusan kebijakan yang transparan serta pembangunan budaya keamanan siber yang kuat menjadi kunci utama dalam menyeimbangkan perlindungan aset korporat dengan penghormatan penuh terhadap hak privasi pekerja di era transformasi digital.</p>2026-07-04T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11603Pelaksanaan Fungsi-Fungsi Manajemen di Lembaga Pendidikan dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan2026-06-29T12:44:53+00:00Delfira SulfiawanDdelfira351@gmail.comAhmad Faqih Aminfaqihamin44@gmail.comSulkifli Sulkiflisulkifli@staialgazalisoppeng.ac.id<p>Manajemen yang efektif dan efisien sangat penting bagi lembaga pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikannya. Artikel ini menggunakan metode literature review untuk membahas implementasi fungsi manajemen di lembaga pendidikan. Fungsi perencanaan meliputi perencanaan strategis, operasional, dan pengembangan kurikulum. Fungsi pengorganisasian meliputi pengelompokan tugas, tenaga kerja, dan penataan ruang kelas dan laboratorium. Fungsi pelaksanaan meliputi pengajaran, penilaian, dan pengembangan siswa. Sedangkan fungsi pengawasan mencakup kegiatan pemantauan dan pengendalian untuk memastikan tujuan yang telah ditetapkan tercapai secara efektif dan efisien. Melalui pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen tersebut, lembaga pendidikan dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan lulusan yang siap menghadapi tantangan masa depan. Oleh karena itu, para pengambil keputusan di lembaga pendidikan harus memperhatikan pelaksanaan fungsi manajemen agar tujuan pendidikan dapat maksimal.</p>2026-07-04T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11629THE DEVELOPMENT OF CONFLICT THROUGH PLOT IN EDGAR ALLAN POE’S THE TELL-TALE HEART2026-06-30T11:05:35+00:00Kezia Meily Nicharisa Skeziameily42@gmail.comAprilia Anzaniapriliaanzani5@gmail.comEunike Anastasya Manurungeunikemanurung13@gmail.comNurhayati Purbanurhayatipurba07@gmail.com<p><em>This study analyzes the development of conflict through plot structure in The Tell-Tale Heart by Edgar Allan Poe. The research aims to identify the types of conflict presented in the story and explain how the plot contributes to the progression of these conflicts. This study employs a qualitative descriptive method using the short story as the primary data source. The analysis is based on Freytag’s Pyramid Theory to examine plot stages such as exposition, rising action, climax, falling action, and resolution, and Stanton’s Conflict Theory to classify conflicts into internal and external types. The findings reveal that internal psychological conflict dominates the narrative, reflected in the narrator’s obsession, fear, guilt, and paranoia, while external conflict appears between the narrator, the old man, and the police. The plot structure gradually intensifies these conflicts at each stage, culminating in the narrator’s confession and psychological collapse. The interaction between plot and conflict strengthens narrative tension and reinforces the theme of madness. Therefore, plot and conflict function interdependently in shaping the psychological and structural development of the story.</em></p>2026-07-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11631PENERAPAN FISIOTERAPI DADA TERHADAP BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF PADA ANAK DENGAN PNEUMONIA2026-06-30T11:10:50+00:00Bunga Karina Zulfabungakarina06@gmail.comArmenia Diahsaribungakarina06@gmail.comDwi Prasetyorinibungakarina06@gmail.com<p><em>Pneumonia is an acute infection of the lung parenchyma characterized by inflammation of the alveoli due to bacterial, viral, or fungal infection. This condition often leads to increased secretion production, resulting in ineffective airway clearance problems in children. This study aims to determine the effectiveness of the application of chest physiotherapy combined with suctioning on ineffective airway clearance problems in children with pneumonia in the East Aster Ward of Dr. Sardjito General Hospital. This study used a qualitative descriptive method with a case study approach. The research subject was a 1-year-old child with a medical diagnosis of pneumonia. Data were collected through interviews with the patient's parents, observation, physical examination, and medical record documentation studies. The interventions provided were chest physiotherapy, percussion, and vibration for three consecutive days, as well as suctioning on the third day. The assessment results showed that the patient experienced ineffective airway clearance, characterized by secretion accumulation in the nose and throat accompanied by coughing. After chest physiotherapy for three days and suctioning on the third day, there was a decrease in secretion accumulation, improved airway patency, and better airway clearance. The patient appeared more comfortable and secretions became easier to expel. The application of chest physiotherapy combined with suctioning is effective in facilitating secretion mobilization and expulsion, thereby improving ineffective airway clearance problems in children with pneumonia. This intervention can be used as a nursing measure to support the management of pneumonia patients with airway clearance impairment.</em></p>2026-07-04T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11633FAKTOR PENYEBAB KERENGGANGAN HUBUNGAN ORANG TUA DAN ANAK DI ERA DIGITAL2026-06-30T11:23:42+00:00Nessa Surianinessasuriani5@gmail.comRara Dipa Arestanessasuriani5@gmail.comSiti Nadhiranessasuriani5@gmail.comNetti Lubisnessasuriani5@gmail.comMelsa Susantinessasuriani5@gmail.comNurul Inayah Hutasuhutnessasuriani5@gmail.com<p><em>Digital technology development has changed family life, especially communication patterns between parents and children. The increasing use of gadgets provides both positive and negative impacts on family relationships. This study aims to identify the factors causing strained relationships between parents and children in the digital era. The research used a qualitative method with questionnaires distributed to 13 parent respondents. The results show that most respondents use gadgets or social media every day. In addition, most respondents believe that gadget use during family gatherings reduces communication between parents and children. Meanwhile, work-related busyness is not considered the main cause of strained family relationships. Therefore, excessive gadget use during family time is the most dominant factor causing strained relationships between parents and children.</em></p>2026-07-04T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11744ANALISIS YURIDIS TERHADAP MARAKNYA PHK DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF PERLINDUNGAN TENAGA KERJA2026-07-03T15:41:03+00:00Muhammad Darish Alfi Putra Nurhadymdarishputra@gmail.comMuhammad Sahriadi Lubismuhammadsahriadilubis@gmail.comMuhammad Yazid Al Hikam Batubaraalhikamyazid@gmail.comNajla Mutia Thahernajlamutiathaher.116@gmail.comRevani Iswandarevaniiswanda2292005@gmail.comSyafa Tria Putrisyafatriaputri@gmail.com<p>Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) merupakan salah satu permasalahan penting dalam hukum ketenagakerjaan di Indonesia yang berdampak terhadap kondisi ekonomi dan sosial pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaturan hukum mengenai PHK, bentuk perlindungan hukum terhadap tenaga kerja yang mengalami PHK, serta faktor penyebab meningkatnya kasus PHK di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan PHK di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, dan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021. Perlindungan hukum terhadap pekerja yang mengalami PHK diwujudkan melalui pemberian pesangon, uang penghargaan masa kerja, uang penggantian hak, serta mekanisme penyelesaian perselisihan hubungan industrial dan program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Namun, dalam praktiknya masih terdapat berbagai kendala, seperti lemahnya penegakan hukum, kondisi ekonomi yang tidak stabil, perkembangan teknologi, dan perubahan regulasi ketenagakerjaan yang menyebabkan meningkatnya kasus PHK. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan dan penegakan hukum yang lebih efektif guna menciptakan hubungan industrial yang adil dan seimbang antara pekerja dan pengusaha.</p>2026-07-04T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11770MEMBANGUN INTEGRITAS DAN PROFESIONAL PENEGAK HUKUM UNTUK MEWUJUDKAN KARAKTER ANTI KORUPSI2026-07-04T16:38:31+00:00Navaro Dzakynavaro123@gmail.comKanda Pratama Saputrakanda342@gmail.comPandu Pramudya Prawirapandu45@gmail.com<p>Membangun integritas dan profesionalisme penegak hukum merupakan langkah strategis dalam mewujudkan sistem hukum yang adil, transparan, dan berkeadilan. Integritas mencerminkan kejujuran, konsistensi, serta komitmen moral dalam menjalankan tugas, sedangkan profesionalisme berkaitan dengan kompetensi, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap kode etik. Di tengah tantangan globalisasi dan kompleksitas tindak kejahatan, penegak hukum dituntut tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga karakter yang kuat, khususnya karakter anti korupsi. Upaya mewujudkan karakter anti korupsi dapat dilakukan melalui pendidikan, pelatihan berkelanjutan, penegakan kode etik yang tegas, serta pengawasan internal dan eksternal yang efektif. Selain itu, penanaman nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan keberanian menjadi faktor penting dalam membentuk pribadi penegak hukum yang berintegritas. Dengan adanya sinergi antara integritas, profesionalisme, dan karakter anti korupsi, diharapkan tercipta aparat penegak hukum yang bersih dan berwibawa. Hal ini akan berdampak pada meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga hukum serta terwujudnya supremasi hukum yang berkeadilan di Indonesia.</p>2026-07-04T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11605GAMBARAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI DI KOTA TARAKAN2026-06-29T13:20:11+00:00Novi Ardianti Pratama Putrinovinov590@gmail.com<p>Masa remaja merupakan masa dimana peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa, yang telah melalui semua perkembangan yang dialami sebagai persiapan memasuki masa dewasa perubahan psikologis,dan perubahan sosial. Merokok pada usia remaja memiliki dampak yang serius. Nikotin dalam rokok bersifat adiktif dan dapat mengganggu perkembangan otak yang berlangsung hingga usia 25 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku merokok pada siswa Sekolah Menegah Pertama Negeri di Kota Tarakan, dengan fokus pada karakteristik usia, jenis kelamin, frekuensi merokok, perilaku merokok. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan sampel 355 responden yang dipilih secara <em>random sampling.</em> Hasil penelitian menujukan mayoritas responden memiliki perilaku kurang (65,6%). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa perilaku merokok pada remaja Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kota Tarakan berada pada katagori kurang. Oleh karna itu sekolah perlu menerapkan kebijakan kawasan tanpa rokok, mengadakan program edukasi anti rokok yang melibatkan siswa, serta menyelenggarakan penyuluhan rutin bagi guru dan orang tua tentang strategi pencegahan merokok pada remaja.</p>2026-06-04T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11606STRATEGI BELA NEGARA NON-MILITER DALAM MENJAGA KETAHANAN BUDAYA PENGRAJIN TENUN IKAT BANDAR KIDUL2026-06-29T13:25:32+00:00Serli Wandawatiserliwandawati886@gmail.comBella Meylinabellameylina@gmail.comFiralda Kirana Putrifiraldakiranaputrike2@gmail.comNadia Cintya Anggraeninadiaanggraenii14@gmail.comArimby Ristantiarimbyristanti10@gmail.comIrawan Hadi Wiranatawiranata@unpkdr.ac.id<p>Pada era globalisasi, ancaman kedaulatan bergeser pada aspek sosiokultural. Penelitian ini dilatarbelakangi kontradiksi di lapangan. Tenun Ikat Bandar Kidul merupakan warisan budaya kebanggaan Kota Kediri namun menghadapi gempuran industri tekstil modern dan kain tiruan mesin (printing) murah. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi bela negara non-militer dalam menjaga ketahanan budaya dari sudut pandang pelaku usaha lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan informan pemilik UMKM tenun, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas produktif pemilik UMKM merupakan wujud civic virtue dan rekonstruksi bela negara kontemporer non-militer. Ketahanan budaya dibangun melalui tiga taktik adaptasi mandiri. Pertama, strategi edukatif melalui transfer keterampilan menenun pada tenaga kerja lokal. Kedua, strategi inovatif melalui diversifikasi produk dan pemasaran digital. Ketiga, strategi ekonomi dengan mempertahankan keaslian proses Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Kegigihan pemilik UMKM mempertahankan budaya dan menolak menyerah pada kain tiruan pabrik adalah implementasi konkret nilai kebangsaan yang memperkokoh ketahanan nasional.</p>2026-07-04T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11607PENERAPAN MEKANISME PENGAKUAN BERSALAH (PLEA BARGAINING) DALAM KUHAP BARU TERHADAP TINDAK PIDANA KEIMIGRASIAN2026-06-29T13:45:02+00:00Edward HaposanEdward.haposan92@gmail.comJasmin Fadillajasminefadilla06@gmail.comRizki Yanarizkiyana06@gmail.comWinda Prameswari Prabowowindaprameswari171@gmail.com<p>Pembaharuan hukum acara pidana di Indonesia menghadirkan konsep pengakuan bersalah (<em>plea bargaining</em>) sebagai salah satu mekanisme penyelesaian perkara pidana yang bertujuan menciptakan asas peradilan cepat, sederhana, dan biaya ringan. Konsep ini menjadi penting dalam menghadapi tingginya beban perkara pidana, termasuk tindak pidana keimigrasian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan <em>plea bargaining</em> dalam KUHAP Baru dan penerapannya terhadap perkara pidana keimigrasian, khususnya kasus masuknya warga negara asing secara ilegal ke wilayah Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan (<em>statute approach</em>) dan pendekatan kasus (<em>case approach</em>), dengan menggunakan kasus masuknya tiga warga negara Australia secara ilegal melalui Merauke sebagai bahan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme pengakuan bersalah berpotensi diterapkan dalam tindak pidana keimigrasian karena sebagian besar perkara keimigrasian memiliki karakteristik pembuktian sederhana dan ancaman pidana yang relatif terbatas. Penerapan <em>plea bargaining</em> dinilai dapat meningkatkan efektivitas penyelesaian perkara, mengurangi penumpukan perkara di pengadilan, dan mempercepat proses penegakan hukum terhadap warga negara asing. Namun demikian, penerapan mekanisme tersebut tetap memerlukan pengawasan hakim guna menjamin perlindungan hak tersangka dan mencegah adanya paksaan dalam pengakuan bersalah.</p>2026-07-04T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11610STRATEGI MANAJEMEN PEMBIAYAAN PENDIDIKAN: MENGOPTIMALKAN EFESIENSI, AKUNTABILITAS, DAN KUALITAS PENDIDIKAN2026-06-29T14:15:25+00:00Nurul AnnisaNurulannisa70886@gmail.comSulkifli Sulkiflisulkifli@staialgazalisoppeng.ac.id<p>Manajemen pembiayaan pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan sistem pendidikan yang efektif dan berkelanjutan. Pembiayaan pendidikan mencakup perencanaan, pengalokasian, pengendalian, dan evaluasi sumber daya finansial untuk menjamin tercapainya tujuan pendidikan. Studi ini membahas berbagai strategi manajemen pembiayaan pendidikan, baik dari sektor publik maupun swasta, serta tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan dana pendidikan. Penelitian menunjukkan bahwa efektivitas manajemen pembiayaan sangat bergantung pada perencanaan yang matang, transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Selain itu, pengelolaan dana yang efisien dapat meningkatkan aksesibilitas pendidikan, kualitas pembelajaran, dan pemerataan kesempatan belajar bagi seluruh peserta didik. Studi ini juga menyoroti peran inovasi finansial, seperti kemitraan publik-swasta, beasiswa, dan dana abadi pendidikan, sebagai alternatif untuk menghadapi keterbatasan anggaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pembiayaan yang profesional dan terstruktur mampu meminimalkan pemborosan, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan pendidikan nasional. Dengan demikian, penguatan kapasitas manajemen pembiayaan pendidikan menjadi kunci dalam menciptakan sistem pendidikan yang berkelanjutan, adil, dan berkualitas tinggi.</p>2026-07-04T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11621ANALISIS HIERARKI KEBUTUHAN PADA TOKOH LENA DALAM NASKAH DRAMA LENA TAK PULANG KARYA MURAM BATUBARA2026-06-30T06:01:30+00:00Zahra Zhafirah Permanazzhafirah03@gmail.comElsa RahmaditaElsa@gmail.com<p><em>This study aims to determine the hierarchy of needs experienced by the character Lena in the manuscript Lena Tak Pulang by Muram Batubara. Through a qualitative descriptive approach, this study classifies five hierarchies of needs according to Maslow including: physiological needs, needs for security, needs for love and belonging, needs for self-esteem, and needs for self- actualization. The results of the analysis found that the physiological needs of Lena's character were fulfilled or achieved while the other four needs were still not achieved or even not fulfilled, as a result Lena's character felt a lack of attention and recognition from her parents. From the conflict experienced by Lena's character, she has to struggle with her inner self to achieve other needs in the midst of emotional inability and a less favorable social environment. This research provides new things in the application of psychological theory in analyzing drama scripts, especially in understanding the emotional and social dimensions of the main character.</em></p>2026-07-04T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11613PENGALAMAN TRANSPERSONAL PADA DEWASA AWAL: KAJIAN STUDI LITERATUR TENTANG KRISIS PSIKOLOGIS, PENGALAMAN SPIRITUAL, DAN TRANSFORMASI DIRI 2026-06-29T14:26:12+00:00Helwina Ananda Ronaya202360001@std.umk.ac.idNaili Sayyidah Mardliyah202360001@std.umk.ac.id<p>Pengalaman transpersonal merupakan fenomena psikologis yang melampaui identitas personal biasa dan sering kali muncul dalam konteks krisis kehidupan, penderitaan mendalam, serta pencarian makna. Artikel ini merupakan kajian studi literatur yang bertujuan untuk menganalisis dinamika pengalaman transpersonal pada individu dewasa awal yang pernah mengalami krisis psikologis berat, dengan merujuk pada temuan dari berbagai sumber literatur akademis dan studi kasus empiris. Kajian ini menemukan bahwa pengalaman transpersonal mencakup beberapa dimensi utama, yaitu: (1) krisis eksistensial dan kehilangan makna hidup; (2) munculnya pengalaman spiritual di tengah kondisi kritis; (3) proses post-traumatic growth dan transformasi diri; serta (4) pencapaian penerimaan diri dan kebijaksanaan melalui refleksi spiritual. Literatur menunjukkan bahwa kondisi krisis psikologis yang ekstrem justru dapat menjadi katalis bagi perubahan kesadaran yang mendalam. Kajian ini menegaskan relevansi pendekatan psikologi transpersonal dalam memahami proses pertumbuhan manusia yang holistik.</p>2026-07-04T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11581INOVASI BASRENG IKAN GABUS (Channa striata) DENGAN PENAMBAHAN JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus)2026-06-29T10:14:37+00:00Aulia Fatihah Hidayatauliafatihah.22017@mhs.unesa.ac.idIta Fatkhur RomadhoniIta@gmail.comLilis SulandariLilis@gmail.comQorry’ AinaQorry@gmail.com<p><em><span style="font-weight: 400;">This study aims to determine the sensory characteristics of basreng snakehead fish (Channa striata) with the addition of oyster mushrooms (Pleurotus ostreatus) and determine the most preferred formulation. The study used a quantitative experimental method with the addition of oyster mushrooms at 10%, 20%, and 30%. Organoleptic tests on color, aroma, texture, taste, and preference were carried out by 35 panelists (30 semi-trained panelists and 5 trained panelists). Data were analyzed using the One-Way ANOVA test at a significance level of 5%. The results showed that the addition of oyster mushrooms significantly affected the color attribute, but did not significantly affect the attributes of aroma, texture, taste, and preference. The addition of 20% oyster mushrooms obtained an average color value of 4.43 (light brown but there are a few brown parts), aroma 3.89 (typical snakehead fish and oyster mushrooms are quite balanced), texture 3.86 (crunchy outer and inner textures, the surface is starting to become less even), taste 4.06 (quite balanced, but one of the flavors (snakehead fish or mushrooms) is slightly more pronounced), and preference 4.11 (like). Based on the results of the study, it can be concluded that the addition of 20% oyster mushrooms produces the best sensory characteristics. </span></em><em><span style="font-weight: 400;"><br><br></span></em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em><span style="font-weight: 400;">: basreng; snakehead fish; oyster mushrooms; sensory quality; organoleptic test</span></em></p>2026-07-04T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11634Pengaruh Modifikasi Aktivitas Pemanasan Khusus Pembelajaran Sepak Bola Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII2026-06-30T11:28:22+00:00Muhammad Rizky Auliya Pratamamuhammad.21138@mhs.unesa.ac.idMoh. Fathur Rohmanmohrohman@unesa.ac.id<p><em>This study was motivated by the low level of students’ learning motivation in Physical Education, particularly in soccer learning. One effort to improve students’ learning motivation is by providing engaging learning activities, one of which is through the modification of warm-up activities. This study aims to determine the effect of modified warm-up activities in soccer learning on the learning motivation of eighth-grade students at SMP Negeri 46 Surabaya. This research employed a quantitative method with a quasi-experimental design. The sample consisted of 33 eighth-grade students. The research instrument used was a student learning motivation questionnaire. Data analysis techniques included descriptive statistics, normality testing, and hypothesis testing using the paired sample t-test with the assistance of SPSS software. The results showed that the average score of students’ learning motivation increased from 60.48 in the pretest to 82.21 in the posttest. The normality test indicated that the data were normally distributed. Furthermore, the hypothesis test showed a significance value of 0.000 < 0.05, indicating a significant difference between the pretest and posttest scores. In addition, the effectiveness test using the N-Gain Score showed an average value of 0.59, which falls into the moderate effectiveness category. Based on these findings, it can be concluded that the modification of warm-up activities in soccer learning has a significant effect on improving the learning motivation of eighth-grade students at SMP Negeri 46 Surabaya.</em></p>2026-07-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11752STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU MELALUI SUPERVISI AKADEMIK: STUDI KUALITATIF DI SEKOLAH MENENGAH2026-07-04T05:04:40+00:00Khairiyah Khairiyahkhryh.2356@gmail.comNabila Yusraeninabilayusraeni@gmail.comSuriani Surianirianisuriani2@gmail.comRahmad Rapolo Siregarrahmadrapolosiregar@gmail.comShandy Maulana Fikri SimatupangSandysmtng12@gmail.comMansyur Hidayat Pasaribumansyurhidayatpasaribu@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan cara kepala sekolah meningkatkan performa guru dengan melakukan supervisi akademik di tingkat sekolah menengah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian ini adalah studi kasus. Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini termasuk kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan beberapa guru yang dipilih secara khusus. Data diperoleh dengan cara wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Proses analisis data meliputi pengurangan data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan, sementara keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah melaksanakan supervisi akademik dengan cara yang terorganisir melalui pembuatan program supervisi, mengamati proses belajar di kelas, memberikan umpan balik yang membangun, serta tindakan lanjutan berupa pembinaan, pelatihan, dan pendampingan untuk guru. Strategi ini membantu meningkatkan kemampuan mengajar, profesionalisme, disiplin, serta mutu proses pembelajaran. Namun, pelaksanaan supervisi masih menemui beberapa masalah, seperti kurangnya waktu, beban kerja administrasi guru, dan perbedaan dalam kesiapan guru untuk menerima supervisi. Oleh karena itu, diperlukan komitmen yang kuat dari kepala sekolah serta kerjasama semua anggota sekolah agar supervisi akademik dapat dilaksanakan secara terus menerus dan memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan</p>2026-07-04T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11635PENERAPAN TERAPI RELAKSASI FOOT MASSAGE DAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KELETIHAN PADA ANAK DENGAN CHRONIC KIDNEY DISEASE 2026-06-30T11:32:43+00:00Nanda Mutiara Sholikhahnandamutiara292@gmail.comArmenia Diahsarinandamutiara292@gmail.comDwi Prasetyorininandamutiara292@gmail.com<p><em>Small vessel vasculitis (SVV) is a group of autoimmune diseases affecting small blood vessels that can lead to serious complications, often requiring hospitalization in pediatric patients. However, hospitalization can trigger anxiety, pain, and psychological regression in children. Play therapy is one non-pharmacological intervention to reduce anxiety related to hospital care. The aim of this study was to determine the effect of play therapy on reducing anxiety levels in children with small vessel vasculitis in the West Aster Ward of Dr. Sardjito General Hospital. This study used a qualitative descriptive case study design on a 13-month-old child diagnosed with small vessel vasculitis. Data were collected through interviews with parents, observation, and medical records. The intervention was carried out for 4 days with a duration of ±15 minutes per session, including hand puppet play therapy and nursing interventions according to the identified diagnoses. The results of this study showed that the patient presented with main symptoms of pain, anxiety, and ineffective peripheral perfusion. The initial anxiety score based on the anxiety rating scale was 6, and after the application of puppet play therapy, it decreased to 5. Although implementation was temporarily hindered by severe pain (FLACC 8–9), play therapy still had a positive effect on reducing anxiety, even though it was not fully resolved. In conclusion, puppet play therapy in children with small vessel vasculitis has been shown to help reduce anxiety levels during hospitalization. However, the success of the intervention is influenced by physiological factors such as pain, clinical condition, and the therapeutic relationship between nurses, patients, and families.</em></p>2026-07-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11636NILAI-NILAI DALAM LEGENDA WARATADA DI DESA EIMADAKE KECAMATAN SABU TENGAH KABUPATEN SABU RAIJUA2026-06-30T11:43:42+00:00Oktovian Mira Mangngiviamiramangngi@gmail.comArnol A. Kolnelarnoldkolnel@gmail.comSanhedri Boimauhetris123@gmail.com<p><em>This study aims to describe the values contained in the Waratada legend in Eimadake Village, Sabu Tengah District, Sabu Raijua Regency. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. The theory used in this research is the theory of literary anthropology. Data collection techniques were carried out through interviews, observation, and documentation. The data analysis technique in this research uses qualitative descriptive analysis, namely by reducing data, presenting data, and drawing conclusions based on research findings. The results of the study indicate that the values contained in the Waratada Legend in the Eimadake Village community, Sabu Tengah District are: (1) Religious Values; (2) Moral Values; (3) Social Values; and (4) Cultural Values. The Waratada Legend not only functions as a folktale but also as a medium for instilling life values that are passed down from generation to generation by the local community.</em></p>2026-07-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11816Hubungan Tingkat Stres Akademik dengan Prokrastinasi Belajar Mahasiswa di Kabupaten Kudus2026-07-06T16:56:29+00:00Resti Dwiana Marsellarestimarsella85@gmail.comKarina Vebrina IslamicaKarina@gmail.comFareel Aby FirnandiFareel@gmail.comSahrul Amin MuhanifSahrul@gmail.comFina FakhriyahFina@gmail.comErik Aditiya IsmayaErik@gmail.com<p><em>This study aimed to examine the relationship between academic stress and learning procrastination among university students in Kudus Regency. A quantitative correlational research design was employed. The study involved 40 students selected through accidental sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire consisting of 32 items, including 16 items measuring academic stress and 16 items measuring learning procrastination. Data were analyzed using descriptive statistics, reliability testing, the Shapiro–Wilk normality test, and Spearman rank correlation analysis with the assistance of IBM SPSS Statistics. The reliability test yielded a Cronbach’s Alpha value of 0.848, indicating excellent internal consistency of the instrument. The correlation analysis showed a correlation coefficient of rₛ = 0.292 with a significance value of 0.068 (p > 0.05), indicating a positive but weak and statistically insignificant relationship between academic stress and learning procrastination. These findings suggest that academic stress is not the primary factor influencing learning procrastination among university students. Other factors, such as self-regulation, time management, learning motivation, self-efficacy, and the ability to manage distractions, are likely to contribute to procrastination behavior. Therefore, efforts to reduce learning procrastination should emphasize the development of self-regulation and effective learning skills in addition to managing academic stress.</em></p>2026-07-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11753KAFA'AH SEBAGAI JUSTIFIKASI PERJODOHAN: Kajian atas Fatwa Ulama dan Yurisprudensi Pengadilan Agama dalam Perspektif Kesetaraan Gender2026-07-04T05:08:26+00:00Aghni Auhainaa Yasiirauhainaaaghni@gmail.comIlham Huduriilhamhuduri20@gmail.comHafid Hambali Rafsanjanihambalihafid301@gmail.com<p>Kafa’ah (kesekufuan) merupakan salah satu konsep <em>fiqih munakahat </em>yang kerap dijadikan pertimbangan, bahkan <em>justifikasi, </em>dalam praktik perjodohan pada masyarakat muslim Indonesia. Artikel ini bertujuan menelaah bagaimana konsep kafa'ah dikonstruksi dalam fatwa ulama dan diserap ke dalam pertimbangan hukum (yurisprudensi) Pengadilan Agama, serta bagaimana konstruksi tersebut dibaca dari perspektif kesetaraan gender. Penelitian ini menggunakan metode yuridis-normatif dengan pendekatan kepustakaan (library research), yang menelaah kitab-kitab fikih klasik, regulasi positif seperti Kompilasi Hukum Islam (KHI), serta literatur akademik mengenai praktik peradilan agama dan wacana kesetaraan gender. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam fikih klasik, kriteria kafa'ah bersifat multitafsir dan sangat dipengaruhi konteks sosial-budaya patriarkal Arab pra-modern, mencakup unsur agama, nasab, kemerdekaan, profesi, dan harta, dengan beban pembuktian kesekufuan yang secara struktural lebih banyak dibebankan pada pihak perempuan. Pasal 61 KHI mempersempit kafa'ah semata pada aspek keagamaan dan menegaskan bahwa ketidaksekufuan bukan alasan pencegahan perkawinan, kecuali karena perbedaan agama. Meskipun demikian, dalam praktik sosial dan sebagian pertimbangan hukum di lingkungan peradilan agama, kafa'ah non-agama (status sosial, ekonomi, pendidikan, nasab) masih dipakai sebagai alasan informal untuk membenarkan intervensi wali dalam menentukan atau membatalkan jodoh anak perempuannya. Dari perspektif kesetaraan gender, penggunaan kafa'ah semacam itu berpotensi melanggengkan relasi kuasa yang timpang antara wali/keluarga dan perempuan sebagai subjek yang seharusnya memiliki otonomi penuh dalam menentukan pasangan hidup. Artikel ini merekomendasikan reinterpretasi kafa'ah yang berbasis maqashid syariah dan prinsip keadilan substantif, sehingga konsep tersebut tidak lagi difungsikan sebagai instrumen pembenar perjodohan yang mengabaikan hak ijbari perempuan..</p>2026-07-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11686KORUPSI PROYEK NEGARA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT2026-07-01T15:08:46+00:00Adrian Agusahkamarja@gmail.comFandi Alif Ahmadfandialifahmad@gmail.comDaryoto Daryototheojakarta2023@gmail.comAlahkam Hanifah SoemardjaAdrianbradskip@gmail.com<p>Korupsi pada sektor infrastruktur dan proyek pembangunan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) merupakan salah satu bentuk tindak pidana korupsi yang paling masif dan berdampak luas terhadap keuangan negara serta kesejahteraan masyarakat. Jurnal ini bertujuan menganalisis secara komprehensif empat aspek utama, yaitu: modus operandi korupsi dalam sektor konstruksi dan proyek PUPR, jenis-jenis tindak pidana korupsi beserta contoh kasus nyata, dampak negatif korupsi terhadap pembangunan nasional, serta dasar hukum dan regulasi yang mengatur pemberantasannya. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan normatif-yuridis dengan mengkaji peraturan perundang-undangan yang berlaku, yurisprudensi, serta studi kasus putusan pengadilan. Hasil kajian menunjukkan bahwa modus korupsi di lingkungan PUPR sangat beragam, mulai dari penggelembungan anggaran, suap dalam proses pengadaan, hingga manipulasi spesifikasi teknis proyek. Dampaknya tidak hanya bersifat finansial, tetapi juga mengganggu kualitas infrastruktur dan kepercayaan publik terhadap pemerintah.</p>2026-07-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11754Dampak Modernisasi dan Digitalisasi terhadap Pergeseran Nilai Gotong Royong di Masyarakat Urban Indonesia2026-07-04T05:14:36+00:00Nani SeptiyaniSeftiyaninany@gmail.comMuhammad Abdullah DarrazSeftiyaninany@gmail.com<p>Gotong royong merupakan budaya bekerja sama antar masyarakat yang dilakukan secara sukarela untuk mencapai tujuan bersama, fungsi dari gotong royong ialah terbentuknya identitas sosial dan budaya solidaritas dalam masyarakat indonesia. Namun, di era sekarang gelombang modernisasi, urbanisasi dan transformasi digital menjadi pemicu reorganisasi tananan sosial yang berdampak signifikan pada eksistensi nilai-nilai budaya masyarakat indonesia. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis pergeseran bentuk, makna, dan hakikat dari gotong royong yang mulai memudar pada masyarakat urban di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian literatur (<em>Library research</em>). Metode ini dipilih karena fokus utamanya adalah menggali, menelaah dan menganalisis berbagai hasil penelitian, teori dan dokumen ilmiah yang relevan dengan nilai gotong royong di masyarakat urban dari pengaruh digitalisasi dengan mengkombinasikan informasi dari berbagai sumber untuk memperoleh informasi yang mendalam dan menyeluruh sesuai dengan tema yang diangkat. Hasil penelitian menunjukan bahwa interaksi sosial tatap muka di ruang publik perkotaan cenderung menurun, penyebabnya adalah peningkatan individualisme, kapitalisme praktis dan padatnya tuntutan kerja. Namun, dari beberapa penyebab tersebut nilai gotong royong tidak sepenuhnya hilang melainkan mengalami transformasi struktural dan dekonstruksi metanarasi tradisional.Fenomena ini berlangsung dari praktik komunal fisik teritorial menjadi pola solidaritas digital. Yang dimana masyarakat urban memanfaatkan platrom digital, media sosial dan teknologi finansial untuk menghimpun aksi kemanusiaan secara cepat, dan fleksibel. Hasilnya menunjukan bahwa integrasi literasi digital berbasis pancasila dan kebijakan mempertahankan ekonomi menjadi syarat utama keberlanjutan esensi gotong royong di masyarakat era modern</p>2026-07-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11757ANALISIS PUTUSAN MUNAS TARJIH MUHAMMADIYAH KE-31 TENTANG BATAS USIA MENIKAH DALAM PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG PERLINDUNGAN ANAK NOMOR 35 TAHUN 20142026-07-04T05:31:18+00:00Nadia Wahyu Puspita Ningrumnadiapuspita019@gmail.comMuhammad Iqbalul Amdadamdadidaw@gmail.comDiana Kamila Rahmadianakamilarahmaaa@gmail.comMuhammad Dzikrillah Sunni Khoiril FikarFikarmuhamad85@gmail.com<p>Penelitian ini menganalisis konstruksi batas usia menikah dalam Putusan Munas Tarjih Muhammadiyah Ke-31 dalam perspektif UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Menggunakan metode yuridis-normatif, penelitian ini menemukan bahwa putusan Muhammadiyah tersebut melakukan rekonstruksi <em>istinbāṭ</em> yang mentransformasikan kewajiban yuridis negara menjadi kewajiban teologis. Pendekatan <em>Maqāṣid asy-Syarī‘ah</em> yang digunakan Muhammadiyah terbukti beririsan dengan asas <em>the best interests of the child</em> dalam hukum positif. Harmonisasi ini memperkuat legitimasi hukum negara di akar rumput dan mempersempit ruang penyelundupan hukum melalui dispensasi kawin</p>2026-07-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11709STRATEGI LIVELIHOOD BERKELANJUTAN MASYARAKAT PADA WILAYAH MULTIHAZARD DI DAS SENGKARANG, KABUPATEN PEKALONGAN2026-07-02T10:40:59+00:00Rita Novianiritanoviani@staff.uns.ac.idAulia Indriritanoviani@staff.uns.ac.idSalsabila Atharitanoviani@staff.uns.ac.idSyahwa Nailaritanoviani@staff.uns.ac.idNina Marlinaritanoviani@staff.uns.ac.idSalsa Sabila Ulfaritanoviani@staff.uns.ac.idAlya Auliaritanoviani@staff.uns.ac.idAnnisaul Hanifahritanoviani@staff.uns.ac.idFarid Abduhritanoviani@staff.uns.ac.idMuhammad Farrellritanoviani@staff.uns.ac.id<p><em>The Sengkarang Watershed in Pekalongan Regency is a multihazard area facing landslide threats in the upstream zone, flooding in the midstream zone, and tidal flooding (rob) in the downstream zone, directly affecting the livelihoods of local communities. This study aims to identify the condition of Livelihood assets, analyze Livelihood strategies, and describe strategy differences across zones using the DFID Sustainable Livelihood Approach (SLA) framework. The research was conducted in six villages within Tirto and Petungkriyono Districts, involving 97 respondents distributed across the flood zone (n=45), tidal-flood zone (n=40), and landslide zone (n=12). A mixed-method approach was applied, combining quantitative scoring and asset-pentagon indices, qualitative in-depth interviews, and simple spatial analysis using ArcGIS. The results show an overall mean Livelihood index of 0.3476 (Medium category), with physical capital as the strongest asset (0.5021) and financial capital as the weakest (0.2541). The landslide zone recorded the highest index (0.4817), driven by a very high natural capital value (0.7917), while the tidal-flood zone recorded the lowest index (0.3143) due to extremely low natural capital (0.1396). Community Livelihood strategies include job diversification, Livelihood adaptation, coping mechanisms, and informal social network mobilization, each varying in intensity across hazard zones. This study recommends zone-specific, cross-sectoral interventions to strengthen financial and social capital across all zones, natural capital in flood and tidal-flood zones, and accessibility in the landslide zone.</em></p>2026-07-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11777Subversi Salib di Papua: Semiotika Kritis Simbol Keagamaan sebagai Instrumen Perlawanan dalam Dokumenter 'Pesta Babi2026-07-05T13:01:08+00:00Muhammad Fadli Hudayahmuhammadfadlihudayah@gmail.comMuhamad Aldiansyah Saputramuhammadfadlihudayah@gmail.comRifma Ghulammuhammadfadlihudayah@gmail.com<p><em>The expansion of Indonesia’s National Strategic Project (PSN) for food and energy estates in Papua has triggered ecological crises and the dispossession of indigenous customary lands. The documentary Pesta Babi: Colonialism in Our Time (2026) captures symbolic resistance through the subversion of the Red Cross symbol. This study investigates how religious and ecological symbols are transformed into instruments of decolonial struggle and advocacy for living space. Employing a qualitative approach within a critical paradigm, Roland Barthes’ semiotic framework (denotation, connotation, myth) is combined with Liberation Theology to uncover the prophetic dimension of the oppressed’s resistance. Findings reveal that the Red Cross and the pig entity are redefined from passive objects into epicenters of collective resistance, customary boundary markers (sasi), and spiritual certificates of legitimacy that challenge state legal hegemony. In conclusion, Papuan indigenous communities liberate these symbols from institutional dogma to construct emancipatory counter-myths, where the defense of land and nature is understood as a sacred act of faith against the structural sins of capitalism.</em></p>2026-07-07T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11778ANALISIS JAWABAN SISWA DALAM KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI MATEMATIS SISWA SMP2026-07-05T13:24:51+00:00Hotma Fifia Lubisfriskaledina12321@gmail.comFriska Ledina Situngkirfriskaledina12321@gmail.com<p><em>This study aims to analyze students' answers regarding their mathematical numeracy literacy skills on the topic of ratio and proportion among seventh-grade students of SMP Budi Murni 2 Medan in the 2025/2026 academic year. This research employed a descriptive qualitative approach in the form of a mini research, involving 30 seventh-grade students selected through purposive sampling. Data were collected through a written test consisting of four numeracy literacy essay questions on ratio and proportion, covering cognitive levels C4 (analyzing), C5 (evaluating), and C6 (creating), followed by semi-structured interviews. Data were analyzed using the Miles and Huberman model, with technique triangulation to ensure validity. The results showed that students' numeracy literacy skills remained low, with only 7 students (23.3%) achieving scores above the minimum learning completion criteria (KKTP), while 23 students (76.7%) scored below it. Based on indicator analysis, the lowest achievement was found in the indicator of communicating and concluding results (very low), followed by analyzing information and applying appropriate mathematical concepts and procedures (low), while the indicator of understanding the problem was categorized as moderate. Three main error patterns were identified: conceptual errors in understanding ratio as a part-whole relationship, procedural errors in applying solution steps, and communicative errors in formulating logical and systematic conclusions. These findings indicate the need for more contextual and student-centered learning innovations, such as Problem Based Learning (PBL), to improve junior high school students' numeracy literacy skills in the topic of ratio and proportion.</em></p>2026-07-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11779Analisis Pragmatik Tindak Tutur Asertif pada Podcast Close The Door Episode “Ayolah Masa Kalian Ga Tau Tujuannya Apa dan Amannya Indonesia!”2026-07-05T13:51:28+00:00Suci Rahmadanisucirahmadani518@student.uir.ac.idAlber Alber alberuir@edu.uir.ac.id<p><em>This study aims to identify the forms, functions, and the most dominant types of assertive speech acts in digital communication. Using a descriptive qualitative approach with content analysis methods, data were collected through observation and note-taking techniques from the Close The Door podcast episode entitled "Ayolah Masa Kalian Ga Tau Tujuannya Apa dan Amannya Indonesia!" ("Come on, Don't You Know What the Goal Is and Indonesia's Security!"). The results found 44 speech data encompassing seven assertive forms: reporting (14 data), stating (12 data), informing (10 data), suggesting (4 data), complaining (3 data), boasting (2 data), and demanding (1 data). The discussion shows that the reporting speech act is highly dominant because the speakers intensively present empirical facts, chronological data, and real field situations to build the validity of arguments related to national stability. The study concludes that assertive speech acts in digital media serve a strategic function to bind the speaker's commitment to truth in order to manage public perception and maintain social harmony.</em></p>2026-07-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11783TRANSFORMASI SAMPLING DI ERA DIGITAL: VALIDITAS PENGGUNAAN BIG DATA SEBAGAI POPULASI DALAM PENELITIAN SOSIAL2026-07-05T14:24:33+00:00Muammar Khaddafikhaddafi@unimal.ac.idNaira Azzahranaira.230420045@mhs.unimal.ac.idArdiana Rahmadaniaardiana.230420056@mhs.unimal.ac.idDevi Aulia Saridevi.230420047@mhs.unimal.ac.idAzizah Muhshana Siregarazizah.230420135@mhs.unimal.ac.id<p>Perkembangan teknologi digital telah mengubah metode pengumpulan data dalam penelitian sosial. Kehadiran Big Data memungkinkan peneliti memperoleh data dalam jumlah yang sangat besar, beragam, dan tersedia secara real-time sehingga mendorong transformasi dari teknik sampling konvensional menuju pemanfaatan data digital sebagai representasi populasi penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi teknik sampling di era digital serta mengkaji validitas penggunaan Big Data sebagai populasi dalam penelitian sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dengan menganalisis berbagai publikasi ilmiah terkini mengenai Big Data, teknik sampling, validitas data, dan metodologi penelitian sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Big Data memiliki keunggulan dalam menyediakan data yang berukuran besar, beragam, dan diperoleh secara cepat sehingga mampu menggambarkan fenomena sosial secara lebih komprehensif. Namun, penggunaan Big Data masih menghadapi berbagai tantangan, seperti representativitas data, bias seleksi, kualitas data, serta perlindungan privasi. Oleh karena itu, pemanfaatan Big Data sebagai populasi penelitian memerlukan pertimbangan metodologis yang tepat agar validitas dan reliabilitas hasil penelitian tetap terjamin</p>2026-07-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11784YURISPRUDENSI SEBAGAI DASAR HUKUM DALAM PENYELESAIAN SENGKETA WARIS BEDA AGAMA DI INDONESIA2026-07-05T14:29:40+00:00Muklis Muklismuklisponpesma@gmail.comAmhar Auladimuklisponpesma@gmail.comSaid Hoerul Fatihinmuklisponpesma@gmail.comChantika Anisatul Azizahmuklisponpesma@gmail.com<p>Studi ini bertujuan untuk mengetahui dasar hukum waris yang digunakan dalam menyelesaikan sengketa waris beda agama yang belum diatur secara jelas di Indonesia. Dalam Kompilasi Hukum Islam tidak ada pasal khusus secara tekstual yang melarang kewarisan beda agama. Namun, dalam Pasal 171 Huruf (b) dan (c) secara tidak lansung dapat kita pahami bahwa salah satu syarat keabsahan waris yaitu antara pewaris dan ahli waris beragama yang sama, dalam hal ini beragama islam. Sedangkan, dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata perbedaan agama tidak menjadi sebab untuk tidak saling mewarisi, melainkan pada Pasal 838 KUH Perdata dimana dalam pasal tersebut menyatakan bahwa yang tidak patut menjadi ahli waris adalah mereka yang dipersalahkan telah membunuh, memfitnah pewaris telah melakukan suatu kejahatan dengan hukuman lima tahun penjara, melakuan kekerasan, dan juga telah menggelapkan, merusak atau memalsukan surat wasiat. Untuk mengantisipasi perbedaan dalam dus jenis hukum positif Indonesia ini, terdapat yurisprudensi melalui Putusan MA No. 172 K/Sip/1974, apabila terjadi sengketa waris, maka penyelesaiannya dapat menggunakan hukum berdasarkan agama yang dianut oleh pewaris. Apabila pewaris seorang muslim dan ahli warisnya non muslim, maka dapat diselesaikan melalui pengadilan agama dengan menggunakan hukum waris islam. Dan jika pewaris seorang non muslim sedangakan ahli warisnya muslim, maka dapat diselesaikan melalui pengadilan negeri dengan menggunakan hukum waris perdata.</p>2026-07-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11726PENGEMBANGAN VIDEO TUTORIAL PEMBUATAN SANDAL BERBAHAN KAIN PERCA PADA ELEMEN TECHNOPRENEUR FASE E DI SMKN 1 SOOKO2026-07-02T23:09:31+00:00Rivi Angeline Permata Anggrainiriviangeline.22008@mhs.unesa.ac.idInty Nahariintynahari@unesa.ac.id<p><em>Amid the development of the creative industry and entrepreneurship in the era of globalization, students of SMKN 1 Sooko still lack skills in processing fabric scraps into fashion products with commercial value. The scarcity of engaging learning media has prompted the development of video tutorial-based media to enhance students' skills while simultaneously fostering their entrepreneurial spirit. This study aims to: (1) describe the feasibility of a video tutorial on making sandals from fabric scraps, and (2) describe the skills of Grade X DPB 1 students at SMKN 1 Sooko after the implementation of the video tutorial media. The research employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model. The research subjects were 33 students selected through simple random sampling, with a one-shot case study design. The instruments included expert validation questionnaires for material experts, media experts, and a psychomotor assessment sheet. The resulting product was a video tutorial lasting more than 8 minutes, created using CapCut, which included an introduction, tools and materials, step-by-step sandal-making procedures, and a closing segment, with adequate audio-visual quality. The results showed that the video tutorial media was declared highly feasible for use, with an average validation score of 3.89. Its implementation with 33 students yielded an average score of 84, with a mastery rate of 90.9%, proving that this media is effective in improving students' conceptual understanding, practical skills, and learning motivation.</em></p>2026-07-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11711PENGEMBANGAN VIDEO TUTORIAL MENJAHIT BELAHAN DUA LAJUR PADA PEMBUATAN BUSANA RUMAH FASE E DI SMK NEGERI 1 KALITENGAH2026-07-02T10:52:30+00:00Wukir Cahyandariwukircahyandari.22020@mhs.unesa.ac.idImami Arum Tri Rahayuwukircahyandari.22020@mhs.unesa.ac.id<p>This study focuses on the development of a tutorial video as a learning medium for sewing a double-bound placket in homewear. The objectives of this study are to (1) describe the feasibility of the tutorial video as a learning medium for sewing a double-bound placket in homewear and (2) determine students' learning outcomes after using the tutorial video. This study employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE development model, which consists of the Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation stages. The subjects of this study were 32 Phase E students of the Fashion Design and Production Program at SMK Negeri 1 Kalitengah. The data collection instruments included material expert validation sheets, media expert validation sheets, and a performance test. The data were analyzed using descriptive quantitative analysis based on the average validation scores. The results showed that (1) the tutorial video obtained an average feasibility score of 3.71, which falls into the highly feasible category, and (2) the students achieved an average score of 87 with 100% learning mastery, meeting the school's Minimum Learning Achievement Criteria (KKTP).</p>2026-07-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11713Implementasi Program Asistensi Mengajar Berbasis Analisis Statistika dalam Meningkatkan Pembelajaran Matematika Kelas IX di SMP Negeri 23 Medan2026-07-02T13:11:43+00:00Raja Van Den Bosch Sihotangrajasihotang01@gmail.comM. Fariz Fadillah Mardianto m.farizfadillah.m@fst.unair.ac.id<p>The Teaching Assistance Program is part of the implementation of the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) policy, which provides opportunities for students to be directly involved in the learning process at educational units. This study aims to describe the implementation of teaching assistance in Grade IX Mathematics and to analyze the improvement in student learning outcomes using descriptive and inferential statistical approaches. The activities were carried out over 27 effective days at SMP Negeri 23 Medan, with research subjects being students from classes 9A, 9B, 9C, 9D, and 9E. The research method used was descriptive quantitative, with analysis of mean, median, variance, and standard deviation on pretest and posttest scores, followed by a Paired Sample T-Test to determine the significance of differences in learning outcomes. The results showed an increase in the average student score from 42.80 (pretest) to 52.42 (posttest), with a difference of 9.62 points. The statistical test results showed a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant difference between pretest and posttest scores. In addition, the descriptive analysis results showed that classes 9B and 9C had the best performance both before and after learning, while class 9E showed high variation in ability. Overall, the results of the study indicate that the instruction implemented during the teaching assistance activities had a significant effect on improving student learning outcomes. This program not only enhances the quality of learning but also provides an objective overview of students' academic conditions and supports data-driven decision-making in learning strategies.</p>2026-07-07T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11714PENERAPAN PEMBELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH2026-07-02T13:20:06+00:00Umi Nur Kholifatunuminur2076@gmail.comRiska Ramadani riskaramadani718@gmail.comSulistiawati sulistiawati10821@gmail.comUlfayanti UlfayantiUlfayantiyanti06@gmail.comWahyu Eka Saputra wahyuekasaputra503@gmail.com<p><em>Character education is a crucial component in the implementation of education at Madrasah Ibtidaiyah (Islamic elementary schools), as it is oriented toward shaping students who are not only cognitively excellent but also possess good morals in accordance with Islamic teachings. In an era of rapid technological development and social change, various moral and behavioral challenges among children have also evolved, necessitating educational efforts capable of instilling character values effectively. In this context, the learning of Islamic Cultural History (Sejarah Kebudayaan Islam – SKI) plays a significant role as a means of character formation through the delivery of exemplary stories of the Prophet Muhammad (PBUH), his companions, and other Islamic figures that embody values of religiosity, honesty, responsibility, discipline, hard work, and tolerance. This study aims to examine the implementation of Islamic Cultural History learning in shaping the character of Madrasah Ibtidaiyah students and to identify the various character values instilled through the learning process. This research employs a library research method with a qualitative descriptive approach. Data were obtained through review and analysis of various relevant literature sources, such as books, scholarly articles, journals, and other supporting documents. The findings indicate that SKI learning, implemented through storytelling methods, role modeling, discussion, reflection, and habituation, can optimally facilitate the internalization of character values among students. Therefore, SKI learning not only serves as a medium for conveying knowledge about the historical development of Islam but also functions as an instrument of character education that supports the formation of Madrasah Ibtidaiyah students who are faithful, morally upright, and capable of applying Islamic values in their daily lives.</em></p>2026-07-07T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11679LEARNING ENGLISH THROUGH YOUR PHONE, MUSIC, AND MIRORR PRACTICE TO BUILD UP CONFIDENCE2026-07-01T13:16:19+00:00Ahmad SunandarAhmadsunandar@gmail.comAficxa Nailatus Sa'adah25.arief.wicaksono@poltekindonusa.ac.idAis Maharani25.arief.wicaksono@poltekindonusa.ac.idAisyah Idzaa Amarta25.arief.wicaksono@poltekindonusa.ac.idAnggun Citra Devi25.arief.wicaksono@poltekindonusa.ac.idArief Wicaksono25.arief.wicaksono@poltekindonusa.ac.id<p><em>English language proficiency has become a crucial skill in today's globalized world, as it can assist with schoolwork, foster career growth, and facilitate communication with people from various countries. However, many English learners still find learning difficult because it requires books and formal classes, thus diminishing their enthusiasm and opportunities to learn. This article explores convenient and easy ways to learn English daily without having to open a book, using mobile phones, songs, and practicing speaking in front of a mirror as part of their daily routine. This study uses a literature review method by exploring and combining various previous studies discussing informal digital English learning (IDLE), mobile-assisted language learning (MALL), motivation in learning, and developing self-confidence. Research shows that digital technology is very helpful in improving the English learning process. Activities such as changing the phone language to English, listening to English songs while reading the text, using language learning apps, interacting with English content on social media, and practicing speaking in front of a mirror can provide meaningful experiences in using the language naturally. These activities help</em><em> to </em><em>improve vocabulary, pronunciation, listening skills, fluency, and overall communication skills. Research also shows that students who frequently participate in digital learning activities typically have a better attitude toward English and greater communication confidence. Therefore, combining digital technology with simple daily habits can be an effective and easy way to continuously improve English skills.</em></p>2026-07-07T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11737STRATEGI KOMUNIKASI INTERPERSONAL GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SDN AREN JAYA VII KOTA BEKASI2026-07-03T07:32:53+00:00Adinda Tiaraadindatiara2104@gmail.comSiti Qona'ahsiti.sqa@bsi.ac.id<p><em>This study was motivated by the decline in students' academic performance from grades 1–6 at SDN Aren Jaya VII Bekasi City during the first semester, which was associated with low learning motivation. In the second semester, students' performance improved after teachers implemented more effective communication strategies. This study aims to describe teachers' interpersonal communication strategies in improving students' learning motivation. A descriptive qualitative approach was employed using Joseph A. DeVito's interpersonal communication theory, which includes openness, empathy, supportiveness, positiveness, and equality. Data were collected through interviews, observations, documentation, and literature review involving six homeroom teachers as key informants and three students as supporting informants. Data were analyzed using the Miles and Huberman model, consisting of data collection, reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that teachers applied interpersonal communication in an open, empathetic, supportive, positive, and fair manner, which enhanced students' participation, self-confidence, and learning motivation. Therefore, teachers' interpersonal communication plays an important role in improving students' learning motivation.</em></p>2026-07-07T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11738Perkembangan dan Dinamika Pendidikan Islam di Malaysia: Analisis Historis dan Kontemporer2026-07-03T07:36:53+00:00Adi Kusuma Pramestaadi.kusuma24@mhs.uinjkt.ac.id<p><em>This article provides a comprehensive overview of the development and contemporary dynamics of Islamic education in Malaysia. It traces the historical origins from the Malaccan Sultanate and the traditional pondok system to the structured madrasah model influenced by Middle Eastern graduates. The study analyzes the significant impact of British colonial policy and the post-independence state-driven centralization, which has progressively integrated Islamic education into the national curriculum. The article further examines the contemporary landscape, highlighting the roles of various types of schools, such as National Secondary Religious Schools (SMKA) and Community Religious Schools (SAR), and the government's policy of centralization. Key contemporary challenges are explored, including the need to balance Islamic values with globalization and digital transformation, the politicization of Islamic education between the ruling UMNO and the opposition PAS, and the imperative for curriculum modernization. The article argues that while Malaysia has been a pioneer in developing a robust and integrated Islamic education system, the future of the system lies in navigating the tensions between preserving its core Islamic identity and adapting to the challenges of modernity and technological change.</em></p>2026-07-07T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11740Karakteristik Sensori Nastar Dengan Proporsi Tepung Terigu Dan Tepung Sagu Aren2026-07-03T10:15:32+00:00Rezza Aulyarezzaaulya27@gmail.comLilis SulandariLilissulandari@gmail.comIla Huda Puspita DewiIlahuda@gmail.comNufimbar Susy Anindita HandayaniNufimbar@gmail.com<p>Nastar merupakan salah satu kue kering yang popular di Indonesia dan umumnya menggunakan tepung terigu sebagai bahan utama. Ketergantungan terhadap tepung terigu impor mendorong perlunya pemanfaatan bahan pangan lokal alternatif, salah satunya tepung sagu aren. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proporsi tepung sagu aren dan tepung terigu terhadap karakteristik sensori nastar serta menentukan formulasi terbaik yang paling disukai panelis. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan empat perlakuan proporsi tepung. Penilaian dilakukan melalui uji organoleptic oleh panelis yang terdiri atas 5 panelis terlatih dan 30 panelis semi terlatih. Parameter yang diamati meliputi warna, bentuk, aroma, rasa, tekstur, dan tingkat kesukaan keseluruhan. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan Uji Duncan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan proporsi tepung sagu aren dan tepung terigu berpengaruh nyata terhadap warna, bentuk, rasa, tekstur, dan tingkat kesukaan keseluruhan, namun tidak berpengaruh nyata terhadap aroma. Formulasi S10 (100% tepung sagu aren) memperoleh skor tertinggi dibanding formulasi lainnya. Berdasarkan hasil tersebut, tepung sagu aren berpotensi digunakan sebagai pengganti tepung terigu dalam pembuatan nastar karena mampu menghasilkan karakteristik sensori yang baik dan diterima oleh panelis.</p>2026-07-07T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11746INOVASI KUE LUMPUR BERBAHAN DASAR LABU SIAM DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG KACANG HIJAU2026-07-04T00:47:06+00:00Putri Andriana Citraputriandriana.22081@mhs.unesa.ac.idLilis SulandariLilis@gmail.comIla Huda Puspita DewiIlahuda@gmail.comAisyah Nurin KamiliyaAisyah@gmail.com<p>Kue lumpur merupakan salah satu jajanan tradisional Indonesia yang umumnya menggunakan kentang sebagai bahan utama. Pemanfaatan labu siam sebagai pengganti kentang dan penambahan tepung kacang hijau sebagai substitusi sebagian tepung terigu merupakan salah satu upaya diversifikasi pangan berbasis bahan lokal yang diharapkan dapat meningkatkan nilai gizi produk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mutu sensori kue lumpur berbahan dasar labu siam dengan penambahan tepung kacang hijau berdasarkan atribut warna, bentuk, aroma, rasa, tekstur, dan kesukaan keseluruhan, serta menentukan formulasi yang paling dapat diterima oleh panelis. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan tiga formulasi, yaitu perbandingan tepung terigu dan tepung kacang hijau sebesar 90%:10%, 80%:20%, dan 70%:30%. Penilaian mutu sensori dilakukan oleh 35 panelis semi terlatih menggunakan uji skoring skala 1–5. Data dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung kacang hijau berpengaruh signifikan terhadap warna, aroma, tekstur, dan kesukaan keseluruhan, tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap bentuk dan rasa. Formulasi terbaik diperoleh pada perbandingan tepung terigu 90% dan tepung kacang hijau 10% yang menghasilkan warna kuning kecoklatan cukup merata, tekstur lunak dan lembut, rasa manis dan gurih, serta tingkat kesukaan panelis tertinggi. Peningkatan proporsi tepung kacang hijau menyebabkan warna produk menjadi lebih gelap, tekstur lebih padat dan sedikit berpasir, serta aroma khas kacang hijau semakin kuat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan tepung kacang hijau sebanyak 10% merupakan formulasi yang paling optimal untuk menghasilkan kue lumpur berbahan dasar labu siam dengan mutu sensori yang baik dan dapat diterima oleh konsumen.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: kue lumpur; labu siam; mutu sensori; tepung kacang hijau; uji sensori.</p>2026-07-07T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11627MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN SEBAGAI PENUNJANG PROSES BELAJAR MENGAJAR2026-06-30T08:44:42+00:00Putri Afika Faradilaputriafika@gmail.comMuhamad Khidry khidry07@gmail.comSulkifli Sulkiflisulkifli@staialgazalisoppeng.ac.id<p><em>Pengelolaan fasilitas dan infrastruktur pendidikan merupakan aspek penting dalam mendukung keberhasilan proses pengajaran dan pembelajaran di sekolah. Ketersediaan fasilitas dan infrastruktur yang lengkap, memadai, dan terkelola dengan baik dapat menciptakan lingkungan belajar yang efektif, efisien, nyaman, dan kondusif bagi siswa dan pendidik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya pengelolaan fasilitas dan infrastruktur pendidikan sebagai pendukung proses pembelajaran di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah riset pustaka dengan mengumpulkan berbagai data dan informasi dari buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan fasilitas dan infrastruktur pendidikan mencakup beberapa tahapan penting, yaitu perencanaan, pengadaan, inventarisasi, penyimpanan, pemeliharaan, dan penggunaan atau pemanfaatan fasilitas pendidikan. Pengelolaan fasilitas dan infrastruktur yang baik dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, memudahkan guru dalam menyampaikan materi, meningkatkan motivasi belajar siswa, dan menciptakan suasana belajar yang lebih efektif dan menyenangkan. Selain itu, kelengkapan fasilitas dan infrastruktur juga merupakan faktor yang memengaruhi kualitas dan citra lembaga pendidikan di masyarakat. Dengan demikian, pengelolaan fasilitas dan infrastruktur pendidikan memainkan peran yang sangat penting dalam mendukung pencapaian tujuan pendidikan secara optimal.</em></p>2026-07-07T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11769TINJAUAN SOSIOLOGIS TENTANG TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM2026-07-04T14:26:36+00:00Muhammad Husni Azmihusniazmi01@gmail.comNada Millatina Dahlannadamilla21@gmail.comMuhammad Abdullah Darrazm_abdullahdarraz@uhamka.ac.id<p>Tujuan pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk individu yang beriman, berakhlak mulia, dan mampu berkontribusi dalam kehidupan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tujuan pendidikan Islam dari perspektif sosiologis guna memahami perannya dalam pembentukan individu dan masyarakat. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (<em>library research</em>) dengan menganalisis berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuan pendidikan Islam tidak hanya berorientasi pada pengembangan aspek spiritual dan intelektual, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pewarisan nilai, pembentukan karakter, serta integrasi sosial. Dengan demikian, pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk manusia yang bertanggung jawab secara pribadi maupun sosial di tengah dinamika masyarakat.</p> <p>Tujuan pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk individu yang beriman, berakhlak mulia, dan mampu berkontribusi dalam kehidupan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tujuan pendidikan Islam dari perspektif sosiologis guna memahami perannya dalam pembentukan individu dan masyarakat. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (<em>library research</em>) dengan menganalisis berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuan pendidikan Islam tidak hanya berorientasi pada pengembangan aspek spiritual dan intelektual, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pewarisan nilai, pembentukan karakter, serta integrasi sosial. Dengan demikian, pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk manusia yang bertanggung jawab secara pribadi maupun sosial di tengah dinamika masyarakat.</p>2026-07-07T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11732Tertib Berbahasa, Teguh Berbangsa: Penggunaan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar sebagai Wujud Bela Negara2026-07-03T05:55:07+00:00Siti Mardatillahsitimardatilla0@gmail.comZahra Raihanahzraihanah3@gmail.comPerawati Perawatiperawati@umri.ac.id<p>Bahasa Indonesia memiliki peran strategis sebagai bahasa nasional yang tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai identitas dan pemersatu bangsa. Di tengah perkembangan era digital, penggunaan bahasa Indonesia yang sesuai kaidah menghadapi berbagai tantangan, seperti kebiasaan komunikasi singkat di media digital, pengaruh bahasa asing, serta rendahnya kesadaran berbahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam konteks bela negara serta mengidentifikasi tantangan yang muncul pada era digital. Metode yang digunakan adalah studi Pustaka (<em>Literature Review</em>) dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penguatan literasi kebahasaan, pembiasaan penggunaan bahasa Indonesia yang baku, serta penumbuhan sikap bangga terhadap bahasa nasional menjadi faktor penting dalam menjaga fungsi bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa sekaligus wujud bela negara.</p>2026-07-07T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/8861APLIKASI MOBILE UNTUK MONITORING REAL-TIME DAN PENJADWALAN SHIFT KERJA DI KAFE SRI RAHAJOE2026-02-07T19:39:45+00:00Ivan Kafi Pradanaivankafipradana@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan aplikasi mobile untuk monitoring dan penjadwalan shift kerja secara real-time di Kafe Sri Rahajoe Jombang guna mengatasi permasalahan yang disebabkan oleh sistem absensi konvensional yang masih mengandalkan buku manual dan pesan grup. Permasalahan utama yang diidentifikasi meliputi ketidakakuratan pencatatan kehadiran, tidak adanya validasi lokasi, konflik jadwal, serta proses rekapitulasi potongan keterlambatan yang memakan waktu. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dikembangkan sistem informasi berbasis mobile menggunakan metode pengembangan perangkat lunak Agile yang terdiri dari tahapan perencanaan, analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, pengujian, dan implementasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi langsung, serta studi dokumentasi terhadap aktivitas operasional kafe.</p> <p>Aplikasi dibangun menggunakan framework Flutter sebagai frontend dan Firebase Realtime Database sebagai backend. Proses absensi dilakukan melalui pemindaian QR Code dinamis yang dikombinasikan dengan geofencing berbasis GPS untuk memastikan karyawan hanya dapat melakukan absensi di area kafe. Selain itu, sistem menyediakan fitur manajemen jadwal shift, pengajuan izin dan tukar shift secara digital, dashboard real-time, serta notifikasi menggunakan Firebase Cloud Messaging (FCM).</p> <p>Pengujian sistem dilakukan menggunakan metode black-box dan evaluasi pengguna berdasarkan Technology Acceptance Model (TAM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh fungsi sistem berjalan sesuai spesifikasi dan tingkat kepuasan pengguna memperoleh nilai rata-rata 4,94 dari 5,00. Implementasi aplikasi ini mampu meningkatkan efisiensi, akurasi, transparansi, dan koordinasi dalam pengelolaan absensi dan shift kerja karyawan di Kafe Sri Rahajoe Jombang.</p>2026-07-07T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11782REDUPLIKASI BAHASA MELAYU RIAU DIALEK KUANTAN SINGINGI2026-07-05T14:06:57+00:00Dhea Altha Finodheaalthafino@student.uir.ac.idAlber Alber alber@edu.uir.ac.id<p><em>This study aims to describe the forms of reduplication found in the Riau Malay Language of the Kuantan Singingi dialect as an effort to document and preserve the regional language. The study employed a descriptive qualitative method. The data were obtained from native speakers of the Riau Malay Language of the Kuantan Singingi dialect who actively use the language in their daily communication. Data were collected through interviews and note-taking techniques, then analyzed by classifying, describing, and drawing conclusions based on the theory of reduplication. The findings reveal three forms of reduplication, namely full reduplication, partial reduplication, and affixed reduplication. Full reduplication is characterized by the complete repetition of the base form without any phonological changes, partial reduplication involves the repetition of only part of the base form, while affixed reduplication combines reduplication with the addition of affixes. These three forms are still productively used in everyday communication by the speech community. The findings indicate that reduplication remains an active morphological process in the Riau Malay Language of the Kuantan Singingi dialect and enriches the description of reduplication patterns in Riau Malay dialects. This study contributes to the development of regional language morphology studies and provides scientific documentation that can serve as a reference for future linguistic research as well as for the preservation of the Riau Malay Language of the Kuantan Singingi dialect.</em></p>2026-07-08T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11917IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SDN 1003 BATANG BULU LAMA2026-07-08T15:22:25+00:00Muhammad Yasiryasirsirgar22@gmail.comDedi Uddin NasutionDedi@gmail.comAyu Juni LestariAyujuni@gmail.comNur Ramadani HasibuanNurramadani@gmail.comRosnida HarahapRosnida@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Kurikulum Merdeka di SDN 1003 Batang Bulu Lama, meliputi pelaksanaan pembelajaran, peran guru, faktor pendukung dan kendala, serta upaya sekolah dalam mengoptimalkan penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka telah berjalan dengan cukup baik melalui penerapan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, penggunaan modul ajar, pembelajaran berdiferensiasi, asesmen berkelanjutan, dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Guru berperan sebagai fasilitator, motivator, inovator, pembimbing, dan evaluator dalam mendukung proses pembelajaran. Keberhasilan implementasi didukung oleh kepemimpinan kepala sekolah, kolaborasi antarguru, dan pengembangan kompetensi guru, sedangkan kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan sarana pembelajaran, adaptasi guru terhadap kurikulum baru, dan perbedaan karakteristik peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi guru dan dukungan berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan agar implementasi Kurikulum Merdeka dapat berlangsung secara optimal.</p>2026-07-08T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11797Transformasi Hukum Keluarga Kontemporer dalam Sistem Hukum Negara Minoritas Muslim: Perspektif Perbandingan Filipina, Vietnam, Singapura, dan Thailand2026-07-06T07:49:33+00:00Lia Yuliasihliayuliasih745@gmail.comSiah Khisyi’ahSiah@gmail.com<p>Transformasi hukum keluarga di negara-negara minoritas Muslim menunjukkan adanya dinamika hubungan antara hukum Islam dengan sistem hukum nasional yang dipengaruhi oleh karakter politik hukum, sejarah, dan pluralisme hukum di masing-masing negara. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi hukum keluarga Islam dalam sistem hukum Filipina, Vietnam, Singapura, dan Thailand, serta mengidentifikasi persamaan, perbedaan, dan faktor-faktor yang memengaruhi implementasinya. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan perbandingan hukum. Bahan hukum diperoleh melalui studi kepustakaan yang meliputi peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, buku, serta artikel ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dengan membandingkan pengaturan mengenai perkawinan, perceraian, poligami, kewarisan, dan perlindungan hak keluarga pada masing-masing negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan hukum keluarga Islam di negara minoritas Muslim tidak bersifat seragam. Filipina memberikan pengakuan khusus terhadap hukum keluarga Islam melalui sistem hukum tersendiri bagi komunitas Muslim, Singapura menerapkan model integrasi melalui lembaga peradilan syariah, sedangkan Vietnam dan Thailand lebih menempatkan hukum negara sebagai hukum yang dominan sehingga penerapan prinsip-prinsip hukum Islam berlangsung secara terbatas. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh konfigurasi politik hukum, tingkat pluralisme hukum, serta kebijakan negara terhadap kebebasan beragama. Penelitian ini menegaskan bahwa transformasi hukum keluarga di negara minoritas Muslim merupakan bentuk adaptasi antara nilai-nilai syariah dengan sistem hukum nasional untuk mewujudkan kepastian hukum, keadilan, dan perlindungan hak masyarakat Muslim.</p>2026-07-08T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11799Hukum Keluarga Kontemporer dalam Sistem Perundang-Undangan di Indonesia: Perspektif Pluralisme dan Pembaruan Hukum2026-07-06T07:59:13+00:00Alkaizha Nuran Hakikialkaizhanuranhakiki@gmail.comSiah Khisyi’ahSiah@gmail.com<p><strong><em>. </em></strong>Contemporary family law in Indonesia has undergone significant transformation due to social change, technological advancement, and increasing awareness of human rights and gender equality. This study aims to analyze the development of contemporary family law within the Indonesian legal system from the perspectives of legal pluralism and legal reform. Employing a normative juridical approach with descriptive-analytical methods, this research examines primary legal materials, including statutory regulations, court decisions, and secondary legal literature. The findings indicate that Indonesian family law reflects a pluralistic legal system integrating state law, Islamic law, and customary law. The interaction among these legal systems has generated various contemporary legal issues, including child marriage, interfaith marriage, domestic violence, children's rights, reproductive technology, gender equality, and legal protection for vulnerable family members. Furthermore, judicial decisions of the Constitutional Court and the Supreme Court have played a significant role in developing new legal norms that promote justice and legal certainty. Nevertheless, challenges remain regarding legal harmonization, gender inequality, and inconsistencies in legal implementation. Therefore, comprehensive family law reform is required to establish a more inclusive, responsive, and justice-oriented legal system capable of addressing contemporary societal developments.</p> <p><em>Contemporary Family Law; Legal Pluralism; Legal Reform; Gender Equality; Indonesian Legal System.</em></p>2026-07-08T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11800Penerapan Fatwa DSN-MUI No. 44/2004 tentang Pembiayaan Multijasa Akad Ijārah Produk Pendidikan2026-07-06T08:06:42+00:00Suci Aurinasuciaurina1@gmail.comMuzayyanah Muzayyanahannisamiswandihasyim@gmail.com<p>This research is motivated by the occurrence of irregularities in the practice of multi-service financing in several Islamic Financial Institutions (IFIs), particularly concerning the disbursement of funds that do not comply with DSN-MUI Fatwa No. 44/DSN-MUI/VIII/2004. The main issue examined is the conformity of multi-service financing practices with sharia principles as well as the implementation of the fatwa in practice. This study employs a qualitative method with a normative-empirical approach through a case study at BMT Al-Fath IKMI, Pamulang District. Primary data were obtained through interviews and observations, while secondary data were collected from institutional documents, the fatwa, and relevant literature on Islamic economic law. The findings reveal, first, that the practice of ijārah multi-service financing in educational products at BMT Al-Fath IKMI complies with the provisions of the fatwa, particularly in terms of service object identification. Second, the determination of ujrah and the contract mechanism also align with sharia principles, thereby maintaining substantive clarity and sharia compliance.</p>2026-07-08T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11796Transformasi Hukum Keluarga Islam di Arab Saudi: Analisis Reformasi Regulasi dalam Perspektif Politik Hukum dan Maqāṣid al-Syarī‘ah2026-07-06T07:40:08+00:00Wahyu Febri Yansahwahyu23@fh.uncen.ac.idSiah Khisyi’ahSiah@gmail.com<p>The reform of family law in Saudi Arabia represents a significant step toward modernizing the national legal system by enhancing legal certainty, family protection, and judicial effectiveness. The enactment of the <em>Personal Status Law </em>in 2022 marked a milestone in the codification of Islamic family law, replacing the previous reliance on judicial interpretations of the Hanbali school. This study aims to analyze the transformation of Islamic family law in Saudi Arabia, identify the driving factors behind legal reform, and examine its implications for the development of contemporary Islamic family law. This research employs normative legal research using statutory, conceptual, historical, and comparative approaches. Legal materials were collected through library research, including legislation, Islamic legal literature, scholarly journals, and official government documents. The data were analyzed descriptively and analytically through the perspectives of legal politics and <em>Maqāṣid al-Sharīʿah</em>. The findings indicate that the reform does not alter the fundamental principles of Islamic law but codifies and standardizes legal norms to strengthen legal certainty, improve the protection of women and children, and enhance the efficiency of family dispute resolution. The reform reflects a process of harmonizing Islamic legal principles with the demands of a modern legal system. This study proposes a codification-based model of Islamic family law transformation as a conceptual contribution to the development of family law in Muslim-majority countries.</p>2026-07-08T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11882PENERAPAN MEDIA VIDEO TUTORIAL PEMBUATAN POLA DASAR SISTEM PORRIE MULIAWAN PADA SISWA KELAS X TATA BUSANA DI SMKN RENGEL TUBAN2026-07-08T00:11:20+00:00Salsabila Rahmadanisalsabilarahmadani.22026@mhs.unesa.ac.idImami Arum Tri Rahayu imamirahayu@unesa.ac.id<p><em>This study aimed to describe the feasibility of a tutorial video as a learning medium for constructing basic patterns using the Porrie Muliawan system and to describe students' learning outcomes after its implementation. This study employed a quantitative descriptive approach involving 36 tenth-grade students of the Fashion Design Program at SMKN Rengel Tuban. The research instruments consisted of media and material validation sheets and a student learning achievement test. The data were analyzed descriptively by calculating the average feasibility scores and the percentage of students achieving learning mastery. The results showed that the tutorial video obtained a feasibility score of 91.33% from the media expert and 94.67% from the material expert, both categorized as highly feasible. The students' learning outcomes showed an average score of 83.6, with a classical learning mastery of 86.11%, indicating that 31 out of 36 students achieved the Minimum Mastery Criterion (MMC). These findings indicate that the tutorial video helped students understand the steps of constructing basic patterns using the Porrie Muliawan system more clearly and systematically, thereby supporting improved learning outcomes. Therefore, the tutorial video can be used as an effective alternative learning medium in pattern-making courses for the Fashion Design Program</em><em>.</em></p>2026-07-09T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11815PERAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP KECANDUAN SMARTPHONE PADA ANAK USIA DINI: STUDI KASUS DI DESA SEI SEMAYANG, KECAMATAN SUNGGAL, KABUPATEN DELI SERDANG2026-07-06T16:29:59+00:00Haratua Aritonangharatuaaritonang@students.usu.ac.idHusni Thamrinhusni@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pola asuh orang tua terhadap kecanduan smartphone pada anak usia dini di Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang. Penggunaan smartphone pada anak usia dini yang tidak terkontrol berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap perkembangan sosial, emosional, dan perilaku anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap keluarga yang memiliki anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh permisif menjadi faktor dominan yang meningkatkan risiko kecanduan smartphone karena rendahnya pengawasan dan minimnya pembatasan penggunaan perangkat. Pola asuh otoriter cenderung menimbulkan perilaku memberontak, sedangkan pola asuh demokratis terbukti lebih efektif dalam mengontrol penggunaan smartphone melalui komunikasi, pendampingan, dan penerapan aturan yang konsisten. Dampak kecanduan smartphone pada anak usia dini meliputi penurunan interaksi sosial, berkurangnya aktivitas fisik, gangguan konsentrasi, serta kecenderungan perilaku emosional. Strategi penanganan yang efektif melibatkan pembatasan waktu layar, peningkatan aktivitas alternatif, serta keterlibatan aktif orang tua dalam proses pengasuhan digital. Penelitian ini menegaskan pentingnya pola asuh yang tepat dalam mencegah kecanduan smartphone dan mendukung perkembangan anak yang sehat di era digital.</p>2026-07-09T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11833PRO-KONTRA WACANA PEMINDAHAN GERBONG PEREMPUAN DI KRL PASCA INSIDEN BEKASI TIMUR: ANALISIS WACANA KRITIS DALAM PERSPEKTIF FEMINISME BELL HOOKS2026-07-07T03:07:08+00:00Rifdha Maristharifdhamarstha@gmail.comRistya Eka Auliyarstyaaulya@gmail.comRifma Ghulam Dzaljadrifmaghulam@uhamka.ac.id<p>Insiden kecelakaan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur memunculkan perdebatan mengenai usulan pemindahan gerbong khusus perempuan ke bagian tengah rangkaian kereta. Perdebatan tersebut memperlihatkan perbedaan pandangan antara pemerintah yang mendukung usulan tersebut dan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) yang menolak dengan alasan seluruh gerbong memiliki standar keselamatan yang sama. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi perempuan dalam wacana kedua pihak melalui perspektif feminis Bell Hooks. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan paradigma kritis. Data diperoleh dari pemberitaan Liputan6 dan Metro TV, kemudian dianalisis menggunakan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough serta diinterpretasikan melalui teori Bell Hooks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah merepresentasikan perempuan sebagai kelompok yang memerlukan perlindungan khusus, sedangkan PT KAI menekankan prinsip kesetaraan pelayanan bagi seluruh penumpang. Perspektif Bell Hooks memperlihatkan bahwa kedua wacana tersebut sama-sama berpusat pada pengelolaan tubuh dan posisi perempuan, bukan pada penindakan terhadap pelaku kekerasan gender, serta mendepolitisasi isu kekerasan seksual menjadi sekadar persoalan teknis tata letak gerbong, sementara suara perempuan pengguna KRL sendiri absen dari kedua pemberitaan. Temuan ini menegaskan perlunya kebijakan transportasi yang lebih inklusif, berkeadilan gender, dan melibatkan perempuan secara langsung sebagai subjek perumus kebijakan.</p>2026-07-09T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11836Penerapan Pembelajaran Mendalam Melalui Small Group Discussion (SGD)2026-07-07T03:29:40+00:00Lilik Zakiyazakiyalilik16@gmail.comTri Nastiti Utamizakiyalilik16@gmail.comCatur Litasarizakiyalilik16@gmail.comDwinita Rosnida Noorzakiyalilik16@gmail.comDhani Wiliantorozakiyalilik16@gmail.comHery Cahyonozakiyalilik16@gmail.com<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode Small Group Discussion (SGD) dalam mendukung pembelajaran mendalam serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. </em><em>Subjek penelitian adalah guru di Madrasah Aliyah Negeri 1 Magelang, MTs Miftahul Ulum Matesih Karanganyar, Madrasah Aliyah Negeri Sukoharjo. Informan penelitian ini adalah guru. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini yaitu </em><em>penerapan SGD dilakukan melalui empat langkah utama, yaitu: (1) pembentukan kelompok dan penyajian masalah bermakna, yang mendorong peserta didik terlibat aktif dan menghadapi masalah kontekstual; (2) diskusi kolaboratif dan eksplorasi gagasan, untuk mengembangkan pemikiran kritis dan pertukaran ide antar peserta didik; (3) sintesis pengetahuan dan perumusan hasil diskusi, agar peserta didik dapat menyusun kesimpulan, peta konsep, atau produk belajar yang memperkuat pemahaman konseptual; dan (4) presentasi, refleksi, dan penguatan pembelajaran, yang memungkinkan peserta didik menerima umpan balik, melakukan refleksi, dan menginternalisasi pengetahuan secara berkelanjutan. Penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan yang mempengaruhi efektivitas SGD, yaitu: (1) partisipasi peserta didik yang tidak merata, sehingga pertukaran gagasan tidak optimal; (2) keterbatasan keterampilan berpikir kritis peserta didik, yang menyulitkan analisis masalah dan refleksi; (3) peran guru yang kurang optimal sebagai fasilitator, sehingga proses scaffolding tidak berjalan maksimal; dan (4) keterbatasan waktu dan pengelolaan kelas, yang membatasi pendalaman materi dan kualitas hasil diskusi. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan SGD sangat bergantung pada strategi guru dalam memfasilitasi diskusi dan upaya peserta didik untuk berpartisipasi aktif, sehingga pembelajaran mendalam dapat tercapai secara efektif</em>.</p> <p> </p>2026-07-09T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11837IMPLEMENTASI MODEL SERVICE LEARNING DALAM KURIKULUM BERBASIS CINTA2026-07-07T03:34:07+00:00Suyoto Suyotosytbuang@gmail.comSenik Seniksytbuang@gmail.comUtami Utamisytbuang@gmail.comMuh As' Adisytbuang@gmail.comEni Purwantisytbuang@gmail.comSarmini Sarminisytbuang@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis penerapan model Service Learning dalam Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah, dengan fokus pada proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, peran guru dalam menanamkan nilai-nilai cinta, serta respon dan sikap peserta didik terhadap pembelajaran berbasis pelayanan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru dan peserta didik yang terlibat langsung dalam pembelajaran Service Learning. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran dan kegiatan pelayanan sosial, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Service Learning dalam Kurikulum Berbasis Cinta madrasah direncanakan dan dilaksanakan secara terstruktur dengan mengintegrasikan tujuan akademik, kegiatan pelayanan sosial, dan internalisasi nilai cinta. Guru berperan sentral sebagai perancang pembelajaran, fasilitator nilai, pendamping refleksi, dan teladan moral bagi peserta didik. Pendampingan reflektif guru terbukti menjadi faktor kunci dalam membantu peserta didik memaknai pengalaman pelayanan sosial sebagai proses pembelajaran nilai. Respon peserta didik terhadap pembelajaran Service Learning berbasis nilai cinta menunjukkan sikap positif, terutama pada aspek afektif dan sosial, yang tercermin dalam meningkatnya empati, kepedulian, dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi Service Learning merupakan strategi pedagogis yang efektif untuk mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta secara kontekstual dan transformatif di Madrasah</p>2026-07-09T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11839Joyful Learning dalam Meningkatkan Kerjasama Tim Dalam Pembelajaran Mendalam2026-07-07T03:47:30+00:00Muttaqiyah Muttaqiyahminmuttaqiyah@gmail.comDimin Diminminmuttaqiyah@gmail.comMusrifah Musrifahminmuttaqiyah@gmail.comWahyu Imaningtyasminmuttaqiyah@gmail.comArdhi Hermawanminmuttaqiyah@gmail.comSiti Nur Azizahminmuttaqiyah@gmail.com<p><em>Joyful Learning merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan suasana belajar yang menyenangkan untuk mendukung tercapainya pembelajaran mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penerapan Joyful Learning dalam proses pembelajaran mendalam serta pengaruhnya terhadap peningkatan kerja sama tim siswa. Subjek penelitian adalah guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Karanganyar, Madrasah Ibtidaiyah Negeri 6 Sukoharjo, Madrasah Aliyah Negeri Sukoharjo. Informan penelitian ini adalah guru. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini yaitu penerapan Joyful Learning dilakukan melalui empat bentuk utama, yaitu pembelajaran berbasis permainan edukatif, pembelajaran kolaboratif dalam kelompok kecil, pembelajaran kontekstual berbasis pengalaman siswa, serta penggunaan media kreatif dan interaktif. Keempat bentuk penerapan tersebut mampu meningkatkan motivasi belajar, keterlibatan aktif siswa, serta pemahaman konseptual secara bermakna. Selain itu, Joyful Learning berpengaruh positif terhadap kerja sama tim siswa, yang ditunjukkan melalui meningkatnya kebersamaan dan kekompakan, sikap saling membantu, komunikasi dan interaksi yang efektif, serta tumbuhnya tanggung jawab bersama dalam kelompok. Suasana belajar yang positif dan tidak menegangkan mendorong siswa untuk lebih terbuka dalam berbagi ide dan pengalaman. Dengan demikian, Joyful Learning dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif dalam memperkuat kerja sama tim dan mendukung terwujudnya pembelajaran mendalam di kelas.</em>.</p>2026-07-09T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11838Strategi Guru Dalam Menerapkan Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta2026-07-07T03:41:24+00:00Siti Sholikhahsholikhahacha@gmail.comSiti Muslikahsholikhahacha@gmail.comUmi Kulsumsholikhahacha@gmail.comMufidatun Khasanahsholikhahacha@gmail.comRima Yantisholikhahacha@gmail.comAgus Hariyantosholikhahacha@gmail.com<p><em>Penelitian ini mengkaji strategi guru dalam menerapkan pembelajaran mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah sebagai upaya membentuk peserta didik yang cerdas dan berkarakter. Kurikulum Berbasis Cinta menekankan nilai-nilai kemanusiaan seperti empati, kasih sayang, dan toleransi yang menjadi fondasi pendidikan karakter, sementara pembelajaran mendalam mendorong pemahaman bermakna, reflektif, dan kontekstual. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus di beberapa madrasah, dengan fokus pada bagaimana guru mengintegrasikan nilai-nilai cinta dalam proses pembelajaran sambil mengaitkan materi dengan kehidupan nyata siswa. Hasil penelitian menunjukkan guru menerapkan strategi pembelajaran yang membangun keterlibatan emosional dan diskusi reflektif, meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan waktu dan pelatihan. Integrasi keduanya berpotensi menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, suportif, dan produktif dalam membangun karakter serta kompetensi peserta didik secara holistik</em>.</p>2026-07-09T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11840Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam dalam Meningkatkan Interaksi Sosial2026-07-07T03:51:33+00:00Lilin Ernawatililinerna76@gmail.comBaryanti Baryantililinerna76@gmail.comSri Hidayatililinerna76@gmail.comSetyorini Setyorinililinerna76@gmail.comFi'adah Fi'adahlilinerna76@gmail.comZenytha Puspita Kartika Sarililinerna76@gmail.com<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi kurikulum berbasis cinta dan pembelajaran mendalam dalam meningkatkan interaksi sosial peserta didik. Kurikulum berbasis cinta menekankan pada nilai-nilai kasih sayang, empati, dan penghargaan terhadap sesama, sedangkan pembelajaran mendalam berfokus pada pemahaman bermakna serta keterlibatan emosional dan kognitif siswa. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan kedua konsep tersebut mampu menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, meningkatkan rasa saling menghargai, serta memperkuat kemampuan komunikasi dan kerja sama antarpeserta didik. Hasil penelitian menegaskan pentingnya integrasi nilai-nilai humanistik dalam desain kurikulum untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter sosial yang kuat</em>.</p>2026-07-09T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11841Explorasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Implikasi Dalam Pembelajaran Mendalam2026-07-07T03:56:20+00:00Nur Siti Zulaikhanursitizulaikhah78@gmail.comIntan Nur Faridanursitizulaikhah78@gmail.comSulkhan Sofyannursitizulaikhah78@gmail.comSiti Nurhayatinursitizulaikhah78@gmail.comNurul Kusmiyatinursitizulaikhah78@gmail.comMuh Guruh Susilo Wicaksononursitizulaikhah78@gmail.com<p><em>Penelitian ini mengeksplorasi penerapan kurikulum berbasis cinta sebagai pendekatan humanistik untuk menciptakan pembelajaran yang mendalam dan bermakna. Kurikulum ini menekankan nilai kasih sayang, empati, dan penghargaan terhadap potensi peserta didik melalui interaksi yang hangat dan reflektif. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus di beberapa sekolah, penelitian menemukan bahwa guru menerapkan kurikulum berbasis cinta melalui penciptaan iklim kelas yang positif, integrasi nilai kemanusiaan dalam materi, dan refleksi bersama. Hasil menunjukkan peningkatan motivasi, keterlibatan, serta pemahaman mendalam siswa. Kendala utama terletak pada keterbatasan waktu dan pemahaman guru yang belum merata, namun pendekatan ini dinilai efektif dan humanis dalam membangun pembelajaran yang transformatif dan berkelanjutan</em>.</p>2026-07-09T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11842Explorasi Pembelajaran Mendalam Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa2026-07-07T04:00:10+00:00Diyah Kesumaningsihkesumakatoro@gmail.comParjono Parjonokesumakatoro@gmail.comSarifah Hidayatikesumakatoro@gmail.comAfifah Thohirohkesumakatoro@gmail.comEtika Kurniawatikesumakatoro@gmail.comRaminah Raminahkesumakatoro@gmail.com<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) dalam meningkatkan motivasi belajar siswa melalui pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta. Pembelajaran mendalam menekankan pemahaman konseptual, refleksi kritis, dan keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen di MAN Sukoharjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran mendalam diterapkan melalui strategi eksplorasi konseptual, kolaborasi reflektif, dan penerapan kontekstual. Strategi tersebut mampu meningkatkan motivasi intrinsik siswa, mendorong kemandirian, serta menumbuhkan rasa percaya diri dan keaktifan dalam proses pembelajaran. Guru berperan sebagai fasilitator yang menciptakan lingkungan belajar yang empatik dan kolaboratif. Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan waktu dan fasilitas, pembelajaran mendalam terbukti efektif dalam menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan berorientasi pada pengembangan karakter. Pendekatan ini relevan untuk diterapkan secara luas sebagai strategi pembelajaran humanis yang menumbuhkan semangat belajar sepanjang hayat</em>.</p>2026-07-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11749ANALISIS PENERAPAN HUKUM ACARA PIDANA DALAM PROSES PENANGKAPAN DAN PERSIDANGAN PADA KASUS FERDY SAMBO2026-07-04T04:41:27+00:00Muhammad Abdurrhaman Ramadhanmzidanharirie@gmail.comMuhammad Zidan HaririeValmels1412@gmail.comMuhamad LafaizarHeavensbe12@gmail.comRensa Septiansyahfoodiewell13@gmail.comMuhammad Zalfa Az-Zahrimuhammad.zalfazzahri@gmail.com<p><em>Kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat yang melibatkan mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo, menjadi ujian penting bagi integritas Hukum Acara Pidana (KUHAP) di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian proses penangkapan/penahanan serta dinamika pembuktian di persidangan berdasarkan UU No. 8 Tahun 1981 tentang KUHAP. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan kasus (case approach) dan perundang-undangan (statute approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penempatan khusus (patsus) di awal kasus sempat mengaburkan batasan penangkapan administratif dan pro-justitia. Namun, dalam proses persidangan, Majelis Hakim berhasil menerapkan asas free evaluation of evidence secara progresif, khususnya dalam menguji validitas kesaksian justice collaborator (Richard Eliezer) dan kesesuaian alat bukti elektronik (CCTV). Jurnal ini menyimpulkan bahwa meskipun terdapat hambatan obstruction of justice, peradilan perkara ini pada akhirnya memenuhi asas due process of law.</em>.</p>2026-07-09T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11751STRATEGI PEMASARAN SANGGAR TARI SEKAR PUTRI KERTOSONO DALAM MENJAGA KETAHANAN BUDAYA DI ERA GLOBALISASI2026-07-04T04:53:27+00:00Iqbal Eka Kurniawaniqbalek8@gmail.comSelina Alifia Fayara Putriselinaalivia@gmail.comKarina Prasantikarinaprasanti82@gmail.comNigitania Aprillia Karinasarikarinasari1404@gmail.comM. Khos Ghozi Gemilanggoshigemilang@gmail.comIrawan Hadi Wiranatawiranata@unpkdr.ac.id<p>Globalisasi dan perkembangan teknologi informasi membawa dampak yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat, termasuk dalam bidang sosial dan budaya. Masuknya budaya asing yang semakin mudah diakses berpotensi menggeser minat generasi muda terhadap budaya lokal, khususnya seni tari tradisional. Dalam situasi tersebut, keberadaan sanggar tari menjadi salah satu upaya penting dalam menjaga kelestarian budaya sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter kepada generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran yang diterapkan Sanggar Tari Sekar Putri Kertosono dalam menjaga ketahanan budaya di era globalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan pemilik Sanggar Tari Sekar Putri sebagai informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang dilakukan sanggar meliputi pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi, publikasi prestasi peserta didik, serta keikutsertaan dalam berbagai perlombaan dan pementasan seni. Strategi tersebut tidak hanya meningkatkan eksistensi sanggar di tengah persaingan dan perkembangan zaman, tetapi juga berkontribusi dalam pelestarian budaya lokal melalui pengenalan tari tradisional kepada generasi muda. Selain itu, sanggar berperan dalam menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, keberanian, dan rasa cinta terhadap budaya Indonesia. Dengan demikian, Sanggar Tari Sekar Putri Kertosono memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan budaya lokal dan membentuk generasi muda yang berkarakter di tengah arus globalisasi..</p>2026-07-09T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11862KONSTRUKSI SOSIAL MODERASI BERAGAMA BERBASIS KEARIFAN LOKAL: STUDI KUALITATIF PADA MASYARAKAT MULTIRELIGIUS DI KABUPATEN BALANGAN2026-07-07T10:17:40+00:00Abdullah Abdullahabdullahdusunhalong@gmail.com<p><em>This study aims to analyze the social construction of religious moderation based on local wisdom among multireligious communities in Balangan Regency. The main issue examined is how communities construct, interpret, and practice religious moderation within a social life characterized by religious and cultural diversity. This research employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through semi-structured interviews, observation, and documentation. Informants were selected using purposive and snowball sampling, involving religious leaders, traditional leaders, village government officials, representatives of the Religious Harmony Forum or the Ministry of Religious Affairs, youth, and residents from different religious backgrounds, with particular attention to Kapul Village, Halong District, as one example of a multireligious community. The findings reveal that religious moderation is constructed through four main themes: the practice of peaceful coexistence, local wisdom as social cohesion, the role of religious and traditional leaders, and the internalization of moderation values through family and social environments. These findings indicate that religious moderation is not merely a normative concept, but a socio-cultural practice shaped through shared lived experiences. This study contributes to the development of the sociology of religion and provides practical implications for strengthening religious harmony policies based on local wisdom.</em></p>2026-07-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11824PENGARUH PROGRAM TAHFIZ AL-QUR’AN TERHADAP KARAKTER RELIGIUS SISWA DI SD IT ALAM TAHFIZ ADZIKRA: STUDI MIXED METHOD DENGAN ANALISIS STATISTIK SPSS2026-07-07T01:46:01+00:00Herlina Yusroh Nstherlinayusrohnst@gmail.comMartin Kustatimartinkustati@uinib.ac.idNana Sepriyantinanasepriyanti@uinib.ac.id<p><em>This study aims to analyze the effect of the Tahfiz Al-Qur’an program on the development of students’ religious character at SD IT Alam Tahfiz Adzikra. Using a Mixed Methods design with an Explanatory Sequential approach, this research combines quantitative data collected through a character assessment scale analyzed using SPSS version 26 and qualitative data obtained from in-depth interviews with Tahfiz teachers and field observations. The research subjects consisted of the entire population of 78 students from grades 1 to 6. Descriptive statistical analysis showed an increase in the mean score of religious character from 65.42 (Fair category) before the program to 82.15 (Good category) after the program. The hypothesis testing using the Paired Sample T-Test yielded a significance value of 0.000 (< 0.05), indicating a statistically significant effect. Qualitative findings revealed that the combination of tikrar (repetition), talaqqi (direct recitation to the teacher), and simai (listening and evaluation) methods, implemented four times a week, was effective in fostering worship independence, good manners, and honesty. The main supporting factors were the competence of certified teachers and a parental monitoring system, while the primary obstacle was the consistency of muroja’ah (Qur’anic revision) at home. This study concludes that the integration of Qur’anic memorization with daily character habituation is an effective strategy for developing holistic religious character.</em></p>2026-07-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11959Analisis Tingkat Kecemasan Bertanding Peserta Ekstrakurikuler Bulu Tangkis SMAN 1 Surade2026-07-10T08:18:23+00:00Rian Dika Putra Pamungkas SRian@gmail.comAsep Sahrul Gunawanasepsahrulgunawan@student.upi.eduAnanda Adiputra PratamaAnanda@gmail.comR. Alpin Wirayudaalpinwirayuda@gmail.comDede Indra MaryadiDede@gmail.com<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya aspek psikologis dalam olahraga, khususnya kecemasan bertanding yang dapat memengaruhi performa atlet saat mengikuti pertandingan. Kecemasan bertanding merupakan kondisi emosional yang ditandai dengan munculnya rasa khawatir, ketegangan, dan gangguan konsentrasi yang dapat menghambat pencapaian prestasi olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan bertanding peserta ekstrakurikuler bulu tangkis SMAN 1 Surade berdasarkan faktor somatik, faktor khawatir, dan faktor gangguan konsentrasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel dalam penelitian ini adalah peserta ekstrakurikuler bulu tangkis SMAN 1 Surade yang berjumlah 30 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner tingkat kecemasan bertanding yang terdiri atas 21 butir pernyataan dengan skala Likert. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecemasan bertanding peserta ekstrakurikuler bulu tangkis SMAN 1 Surade secara keseluruhan berada pada kategori rendah dengan persentase sebesar 57,70%. Berdasarkan faktor somatik diperoleh persentase sebesar 51,11% dan berada pada kategori rendah. Faktor khawatir memperoleh persentase sebesar 66,43% dan berada pada kategori tinggi, sehingga menjadi faktor yang paling dominan memengaruhi kecemasan bertanding peserta. Sementara itu, faktor gangguan konsentrasi memperoleh persentase sebesar 57,33% dan berada pada kategori rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mampu mengendalikan gejala fisik dan mempertahankan konsentrasi saat bertanding, namun masih memiliki tingkat kekhawatiran yang cukup tinggi terhadap hasil pertandingan dan kemampuan diri. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat kecemasan bertanding peserta ekstrakurikuler bulu tangkis SMAN 1 Surade secara umum berada pada kategori rendah. Meskipun demikian, faktor khawatir menjadi aspek yang perlu mendapatkan perhatian khusus melalui pembinaan mental dan psikologis agar peserta mampu mengelola kecemasan dengan lebih baik serta meningkatkan kepercayaan diri dalam menghadapi pertandingan.</p> <p> </p> <p><strong>Kata kunci</strong>: Kecemasan Bertanding ; Bulu Tangkis; Psikologi Olahraga</p>2026-07-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11853PERBEDAAN HUKUM KELUARGA MALAYSIA DAN BRUNEI DARUSSALAM2026-07-07T08:05:12+00:00Ellisni Fikriyahfikriyah.elliani28@gmail.comSiah Khoisyi’ahsiahkhosyiah@uinsgd.ac.id<p>Islamic family law plays an important role in regulating marriage, divorce, child custody, inheritance, and other family matters in Muslim societies. Malaysia and Brunei Darussalam both implement Islamic family law based on the Shafi'i school of thought, but their implementation shows differences due to differences in legal systems, government systems, and state policies regarding Islamic law. This study aims to examine the Islamic family law systems in Malaysia and Brunei Darussalam, analyze the differences in regulations regarding marriage, divorce, and the authority of judicial institutions, and identify factors that influence these differences. This study uses a qualitative method with a library research type and a comparative juridical approach. Data were obtained from laws and regulations, books, journals, and other relevant legal sources. The results show that Malaysia implements Islamic family law in a federal system influenced by common law, while Brunei Darussalam implements it more centrally under the ideology of Melayu Islam Beraja (MIB). These differences are seen in the regulation of the age of marriage, supervision of polygamy, divorce procedures, and the authority of the Sharia Court. The differences in the application of Islamic family law in the two countries are influenced by the governmental system, the history of legal development, demographic conditions, and state policies regarding Islamic law.</p>2026-07-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11869PENERAPAN VIDEO TUTORIAL PEMBUATAN BATIK TEKNIK CAP PADA ELEMEN EKSPERIMEN TEKSTIL DI FASE F SMKN 1 JATIREJO2026-07-07T15:07:44+00:00Sindy Dwi Mardiantisindydwi.22014@mhs.unesa.ac.idMita Yuniatimitayuniati@unesa.ac.id<p><em>This study aims to 1) describe the feasibility of a video tutorial on making batik using the stamp technique (cap), 2) describe students' batik-making skills after the implementation of the video tutorial on stamp technique batik at SMKN 1 Jatirejo, and 3) describe the responses of Fashion Design students at SMKN 1 Jatirejo to the implementation of the video tutorial. This study employed a quantitative descriptive approach with a pre-experimental one-shot case study design. The research subjects consisted of 34 students from class XI DPB 2 at SMKN 1 Jatirejo. The data collection instruments used included: 1) a video tutorial validity assessment sheet by three media experts and three material experts, 2) a psychomotor skills assessment sheet, and 3) a student response questionnaire. The results of this study indicate that: 1) the validity level of the video tutorial obtained a score of 3.89, categorized as Very Feasible, 2) students' batik-making skills achieved an average of 84.56%, categorized as Very Good, with a classical mastery rate of 97%, and 3) student responses to the use of the video tutorial obtained an average percentage of 83.36%, categorized as Very Positive, indicating that the video helped students understand the procedures for making stamp batik, increased learning motivation, and facilitated practical implementation.</em></p>2026-07-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11897PENGETAHUAN KEWIRAUSAHAAN TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA SISWA SMKN 1 BOJONEGORO2026-07-08T10:00:37+00:00Rachmania ArsyaniRachmania.22057@mhs.unesa.ac.idImami Arum Tri Rahayuimamirahayu@unesa.ac.id<p><em>This study aims to analyze the influence of entrepreneurial knowledge on entrepreneurial interest among 11th and 12th-grade students majoring in Fashion Design Production (DPB) at SMKN 1 Bojonegoro. The high unemployment rate among vocational high school (SMK) graduates and the low percentage of Fashion Design graduates who pursue entrepreneurship underscore the urgency of this research. This study employs a quantitative ex post facto approach. The research subjects comprised the entire population of 11th and 12th-grade DPB students at SMKN 1 Bojonegoro for the 2025/2026 academic year, totaling 58 students. Data on entrepreneurial knowledge were collected through documentation of learning achievement scores in the Creative Project and Entrepreneurship (PKK) course, while data on entrepreneurial interest were obtained through the distribution of closed-ended questionnaires using a Likert scale. Data analysis was conducted using simple linear regression with the aid of statistical software. The results showed that students' entrepreneurial knowledge was in the very good category (mean 91.85), and entrepreneurial interest was generally in the high category (mean 65.19). However, hypothesis testing proved that there was no significant influence of entrepreneurial knowledge on entrepreneurial interest among DPB students at SMKN 1 Bojonegoro, as indicated by a significance value of 0.182 > 0.05 and a very weak contribution of 3.2%. The conclusion of this study is that high academic understanding of entrepreneurship does not directly translate into a desire for real action, because understanding the complexities of business actually makes students more cautious, while the drive to become an entrepreneur is more dominated by external factors beyond cognitive education in the classroom.</em></p>2026-07-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11733Implementasi Perilaku Sosial Berbasis Pendidikan: Iman Kepada Hari Akhir2026-07-03T05:59:26+00:00Nur Laila Rahmawatig000250167@student.ums.ac.idM. Tsulisyakur Ramadhan Syahlg000250167@student.ums.ac.idZaki Afifig000250167@student.ums.ac.id<p>Perilaku sosial merupakan cerminan dari internalisasi nilai-nilai spiritual yang diperoleh melalui proses pendidikan. Iman kepada hari akhir sebagai salah satu rukun iman dalam Islam memiliki implikasi yang signifikan terhadap pembentukan karakter dan perilaku sosial individu. Keyakinan terhadap pertanggungjawaban amal perbuatan di akhirat mendorong seseorang untuk bertindak lebih etis, bertanggung jawab, dan peduli terhadap sesama dalam kehidupan bermasyarakat (Tafsir, 2019; Muhaimin, 2021). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi perilaku sosial berbasis pendidikan iman kepada hari akhir pada peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain survei deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik yang berada di lingkungan pendidikan Islam formal, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Instrumen pengumpulan data berupa angket/kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, serta dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial (Sugiyono, 2020; Creswell, 2018). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman peserta didik terhadap konsep iman kepada hari akhir berkorelasi positif dan signifikan dengan perilaku sosial mereka sehari-hari, meliputi aspek kejujuran, kepedulian sosial, disiplin, dan tanggung jawab. Semakin tinggi pemahaman dan internalisasi nilai iman kepada hari akhir, semakin baik pula kualitas perilaku sosial yang ditampilkan (Daradjat, 2018; Nashori & Mucharam, 2022). Temuan ini mengindikasikan bahwa pendidikan iman kepada hari akhir yang diintegrasikan secara sistematis dalam proses pembelajaran mampu membentuk perilaku sosial yang positif secara terukur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan berbasis iman kepada hari akhir merupakan instrumen yang efektif dalam membentuk perilaku sosial peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kurikulum dan strategi pembelajaran yang secara eksplisit mengintegrasikan nilai-nilai eskatologi Islam dalam rangka membentuk generasi yang memiliki integritas sosial tinggi (Al-Ghazali dalam Fathiyah, 2020; Langgulung, 2019).</p>2026-07-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11763FATWA WAKAF UANG DI INDONESIA: PERBANDINGAN FATWA MUI, LAJNAH BAHTSUL MASAIL NU, DAN MAJELIS TARJIH MUHAMMADIYAH2026-07-04T08:10:57+00:00Ibnu Karim Naufal 'AbdallahNaufal.abdallah10@gmail.comAtik Kamalaatikamala14@gmail.comYusuf Syaifullohyusufsyaifulloh85@gmail.com<p>Wakaf uang (waqf al-nuqud/cash waqf) merupakan instrumen filantropi Islam yang semakin relevan dalam konteks pemberdayaan ekonomi umat di era modern. Kajian ini bertujuan mengkaji fatwa tentang wakaf uang yang dikeluarkan oleh tiga lembaga fatwa utama di Indonesia: Majelis Ulama Indonesia (MUI), Lajnah Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBM NU), dan Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research) yang bersifat deskriptif-komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MUI, LBM NU dan Majelis Tarjih Muhammadiyah sama-sama membolehkan wakaf uang dengan syarat nilai pokok wakaf tetap dipertahankan dan manfaatnya disalurkan sesuai dengan tujuan syariat. Perbedaan di antara ketiganya terletak pada metode istinbath hukum dan penekanan implementasinya. menghasilkan corak fatwa yang saling melengkapi; dan (4) fatwa-fatwa ini secara kolektif berkontribusi signifikan dalam membentuk landasan syariah bagi regulasi wakaf nasional.</p>2026-07-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11858Analisis Yuridis Normatif Terhadap Kasus Pungutan Liar Oleh Pegawai Imigrasi Di Bandara Soekarno-Hatta Tahun 20252026-07-07T10:00:18+00:00Indah Purnama SariIndahpurnamas045@gmail.comFeni Puspita Sarifenipuspitasari14@gmail.comTasya Antasaritasyantaa@gmail.comYesi Maulana Apriliayesimaulanaaprillia@gmail.comKasmawati Kasmawatikw132920@gmail.comErmawati Ermawatiermawati4628@gmail.comFeni Puspitasarikw132920@gmail.com<p>Penyelenggaraan pelayanan publik yang bersih dan akuntabel merupakan salah satu prasyarat penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Namun demikian, praktik korupsi masih ditemukan dalam berbagai sektor pelayanan publik, termasuk pelayanan keimigrasian. Posisi strategis petugas imigrasi yang memiliki kewenangan dalam pemeriksaan dokumen perjalanan dan pengawasan orang asing membuka peluang terjadinya penyalahgunaan jabatan apabila tidak diimbangi dengan sistem pengawasan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk korupsi yang terjadi dalam pelayanan keimigrasian serta menganalisis pertanggungjawaban hukum terhadap pelaku berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Studi difokuskan pada kasus dugaan pungutan liar terhadap warga negara China di Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang terungkap pada tahun 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan pungutan liar yang dilakukan oleh oknum pegawai imigrasi merupakan bentuk penyalahgunaan kewenangan yang bertentangan dengan prinsip pelayanan publik dan berpotensi memenuhi unsur tindak pidana korupsi berupa pemerasan dalam jabatan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan mekanisme pengawasan serta penegakan hukum yang konsisten guna meningkatkan integritas pelayanan keimigrasian (Chazawi, 2022; Hartanti, 2023).12.</p>2026-07-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/12000ANALISIS PENGELOLAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU SAYURAN DI KITCHEN JW MARRIOTT HOTEL SURABAYA2026-07-11T14:15:49+00:00Azizah Rachmawatiazizah.rachmawati@mhs.unesa.ac.idAny Sutiadiningsihany234@gmail.comIta Fatkhur Romadhoniita2345@gmail.comMafisa Restamimafisa234@gmail.com<p><em>Vegetable raw material inventory management is an important aspect in supporting smooth operations and maintaining product quality in the hospitality industry. This study aims to analyze material requirement planning, procurement or ordering of materials, material receipt, material storage, material inventory, preparation or processing of materials, and evaluation of vegetable raw material inventory in the kitchen of JW Marriott Hotel Surabaya. This study uses a qualitative approach with a phenomenological research type. Research informants consist of Sous Chef, Commis Chef, and Casual Staff. Data collection techniques are carried out through observation, interviews, and documentation, while data analysis is carried out through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Data validity is tested using source triangulation and technical triangulation. The results of the study indicate that material requirement planning is carried out based on menu and production needs, material procurement is carried out through ordering from suppliers as needed, material receipt is carried out by checking the quality and quantity of materials received, material storage applies temperature settings and the FIFO principle according to material characteristics, material inventory is controlled by monitoring stock availability, preparation is carried out according to applicable operational standards, and inventory evaluation is carried out to ensure conformity between material use and operational needs. In general, the management of vegetable raw material inventory has been running well, supporting smooth operations, maintaining product quality, and serving as an evaluation tool to improve inventory management effectiveness and minimize the risk of damage and waste.</em></p>2026-07-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11868Penerapan Gamifikasi Menggunakan Aplikasi Pictoblox Untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Komputasional Siswa Pada Mata Pelajaran Informatika di SMA Negeri 1 Lengayang2026-07-07T15:08:15+00:00Gita Ramadani Putrigitaramadani2103@gmail.comResmi Darnigitaramadani2103@gmail.comErdisna Erdisnagitaramadani2103@gmail.comSyafrijon Syafrijongitaramadani2103@gmail.com<p>Kemampuan <em>Computational Thinking</em> merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki siswa pada era digital. Namun, kemampuan <em>Computational Thinking</em> siswa pada pembelajaran Informatika masih tergolong rendah karena kurangnya penggunaan media pembelajaran yang interaktif dan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan gamifikasi berbasis <em>Snake Game</em> menggunakan aplikasi PictoBlox terhadap kemampuan <em>Computational Thinking</em> siswa pada mata pelajaran Informatika di SMA Negeri 1 Lengayang. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain <em>pretest-posttest control group design</em> yang melibatkan 72 siswa, terdiri atas 36 siswa kelas eksperimen dan 36 siswa kelas kontrol. Kelas eksperimen diberikan pembelajaran gamifikasi berbasis <em>Snake Game</em> menggunakan <em>block coding</em> pada aplikasi PictoBlox, sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan rubrik penilaian <em>Computational Thinking</em> yang meliputi aspek <em>decomposition</em>, <em>pattern recognition</em>, <em>abstraction</em>, dan <em>algorithmic thinking</em>. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif, uji normalitas, uji <em>independent samples t-test</em>, uji Mann-Whitney U, serta analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor posttest kelas eksperimen sebesar 13,33 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 11,61. Rata-rata gain score kelas eksperimen sebesar 5,03 juga lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 2,39. Hasil pengujian statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (p < 0,001). Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gamifikasi berbasis <em>Snake Game</em> menggunakan aplikasi PictoBlox efektif dalam meningkatkan kemampuan <em>Computational Thinking</em> siswa.</p>2026-07-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11870KORUPSI DALAM PENGADAAN CHROMEBOOK UNTUK PENDIDIKAN: ANALISIS YURIDIS TERHADAP UNSUR TINDAK PIDANA KORUPSI2026-07-07T15:14:01+00:00Maulana Irsanmaulanairsan524@gmail.comAidil AndikaAndikaaidil89@gmail.comFeni Puspitasarifenipuspitasari14@gmail.comDifo Aldinata Putradifoaldinataputra@gmail.comAlvintori AnugrahAlvintori77@gmail.comMuhammad Zulhairichnats24434@gmail.com<p>Pengadaan barang dan jasa pemerintah merupakan salah satu sektor yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap praktik korupsi. Dalam beberapa tahun terakhir, perhatian publik tertuju pada kebijakan pengadaan perangkat Chromebook oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang menggunakan anggaran negara dalam jumlah besar untuk mendukung digitalisasi pendidikan nasional. Program tersebut pada awalnya ditujukan untuk meningkatkan akses teknologi informasi di lingkungan pendidikan, khususnya pada satuan pendidikan dasar dan menengah. Namun demikian, muncul berbagai dugaan mengenai adanya penyimpangan dalam proses perencanaan, penganggaran, pemilihan spesifikasi, hingga pelaksanaan pengadaan yang berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara yuridis dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan Chromebook dengan menggunakan pendekatan normatif yang berfokus pada ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. Analisis dilakukan terhadap unsur-unsur tindak pidana korupsi, meliputi perbuatan melawan hukum, penyalahgunaan kewenangan, memperkaya diri sendiri atau orang lain, serta timbulnya kerugian keuangan negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suatu kebijakan pengadaan tidak serta merta dapat dikategorikan sebagai tindak pidana korupsi hanya karena menimbulkan kerugian negara atau dianggap tidak efektif. Diperlukan pembuktian yang jelas mengenai adanya unsur melawan hukum, penyalahgunaan kewenangan, serta hubungan kausal antara tindakan pelaku dengan kerugian negara yang terjadi. Oleh karena itu, penegakan hukum terhadap dugaan korupsi dalam pengadaan Chromebook harus dilakukan secara objektif berdasarkan alat bukti yang sah dan prinsip due process of law.</p>2026-07-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11852HUKUN KELUARGA KONTEMPORER DALAM TATA HUKUM YORDANIA DAN YAMAN SELATAN2026-07-07T07:55:18+00:00 Fauzan Al As’arifauzanalasari86@gmail.comSiah Khosyi’ahfauzanalasari86@gmail.com<p>This study examines the development of family law in Tunisia and Libya, focusing on the changes and influences of the legal systems implemented after independence. Tunisia, which gained its independence in 1956, underwent major transformations in family law with the enactment of the Personal Status Code, which adopted principles of secularism and modern thought. The reforms included the prohibition of polygamy, changes in the legal age for marriage, and the enforcement of women's rights in marriage and divorce. Meanwhile, Libya has a different legal history, shaped by the influence of Islam and Italian colonialism. After gaining independence in 1951, Libya retained an Islamic-based legal system, influenced by the Maliki school of thought and remnants of colonial legal rules. This study shows that although both countries share strong Islamic roots, the family law policies implemented differ significantly due to the political and social factors unique to each country.</p>2026-07-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11881PENGEMBANGAN E-MODUL INTERAKTIF PEMBUATAN POLA DASAR SISTEM DRESSMAKING PADA SISWA FASE E TATA BUSANA SMK NEGERI 1 KALITENGAH2026-07-08T02:04:47+00:00Indah Kusuma Wardaniindahkusuma.22013@mhs.unesa.ac.idImami Arum Tri Rahayuimamirahayu@unesa.ac.id<p><em>Interactive e-modules are digital teaching materials that integrate text, images, audio, video, and interactive features, enabling students to learn independently. This study aimed to: (1) determine the feasibility level of the interactive e-module as a learning medium in basic pattern making using the dressmaking system for Phase E Fashion Design students at SMK Negeri 1 Kalitengah, and (2) determine students’ learning outcomes in basic pattern making using the dressmaking system through the implementation of the interactive e-module in learning basic pattern making using the dressmaking system for Phase E Fashion Design students at SMK Negeri 1 Kalitengah. This study employed the Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which consists of analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The research was conducted at SMK Negeri 1 Kalitengah with 30 Phase E students of Grade X Fashion Design and Production as the trial subjects. Data collection techniques used expert validation sheets and learning outcome tests through cognitive and psychomotor assessments. The research instruments included validity assessment sheets, cognitive test questions, and psychomotor assessment sheets. The data analysis technique used descriptive quantitative analysis. The results showed that the interactive e-module obtained a “highly feasible” category with an average score of 3.68 from material experts, media experts, and language experts. Students’ learning outcomes showed a mastery level of 90%. Therefore, the interactive e-module is feasible and effective for use in learning basic pattern making using the dressmaking system.</em></p>2026-07-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/12014Penerapan Media Pembelajaran Berbasis Poster Pada Materi Teks Eksposisi Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Pada Siswa Kelas X Smk Negeri Noebaun Kecamatan Oenino Kabupaten Timor Tengah Selatan Tahun Ajaran 2025/20262026-07-12T13:42:29+00:00Afna Katarina Sayunaafnasayuna40@gmail.comRonni M. NdunRonni@gmail.comArnol KolnelArnol@gmail.com<p><em>The problem addressed in this study is whether the implementation of poster-based learning media for exposition text material can improve the learning achievement of Grade X students at SMK Negeri Noebaun. The study aims to determine the improvement in student learning achievement resulting from the use of poster learning media. The theoretical framework covers learning media, poster-based learning media, and learning achievement. The research employs Classroom Action Research (CAR) methodology, proceeding through the stages of planning, implementation, and reflection. Data collection involved 26 Grade X students at SMK Negeri Noebaun using observation, testing, and documentation techniques. Data analysis utilized both quantitative and qualitative methods; students' exposition texts were evaluated based on three aspects—text structure, cohesion and coherence, and linguistic rules—using a scale of 1 to 4, where 1 represents the lowest category and 4 the highest. The results show that in Cycle I, 8 out of 26 students (30.76%) achieved mastery, demonstrating the ability to write effectively, while 18 students (69.23%) did not achieve mastery, as their writing was not yet proficient and required further guidance. In Cycle II, 17 students (65.38%) achieved mastery, successfully writing poster-based exposition texts, while 9 students (34.62%) did not achieve mastery, as they still required guidance to write effectively. Comparison of the Cycle I and Cycle II test results indicates an increase in the average class score, and the learning mastery rate rose to 100%. Thus, the study demonstrates that the implementation of poster-based learning media for exposition text material can improve student learning achievement.</em></p>2026-07-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11898OBJEK PENELITIAN HUKUM KELUARGA2026-07-08T10:07:55+00:00Lia Yuliasihliayuliasih745@gmail.comMohamad Sar’anMohamadsaran@gmail.comSyahrul AnwarSyahrul@gmail.com<p>The object of research constitutes a fundamental element that determines the direction, scope, and depth of legal research. In the field of family law, determining the research object has become increasingly complex due to social transformation, legal reforms, and emerging contemporary issues related to marriage, divorce, child custody, inheritance, domestic violence, and the protection of family members' rights. This study aims to analyze the concept, scope, and appropriate research approaches to family law research objects in order to produce scientific and applicable legal studies. The research employs normative legal research using statutory, conceptual, and comparative approaches. Legal materials were collected through library research and analyzed qualitatively using legal interpretation methods. The findings indicate that the object of family law research extends beyond written legal norms to encompass judicial practices, social realities, Islamic family law, customary law, and human rights perspectives within family relationships. A well-defined research object significantly influences the quality of legal analysis, the suitability of research methods, and the contribution of research to the development of Indonesian family law. Therefore, research objects should be formulated systematically, reflect contemporary legal developments, and provide solutions to current family law issues.</p>2026-07-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11905TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN DALAM PENELITIAN HUKUM KELUARGA2026-07-08T10:32:32+00:00Alkaizha Nuran Hakikialkaizha3@gmail.comMohamad Sar’anMohamadsaran@gmail.comSyahrul AnwarSyahrul@gmail.com<p>This article highlights the close relationship between research objectives and the formulation of the research problem. Research objectives, which specify the focus and intended outcomes of a study, should be directly derived from the research questions. When these two components are not aligned, readers may struggle to recognize the significance, purpose, and relevance of the study. Moreover, research objectives translate the abstract ideas presented in the research problem into concrete and measurable aims. They provide a practical framework for designing the study, selecting appropriate research methods, analyzing data, and interpreting the findings in the final report. Therefore, research objectives should be formulated only after the research problem has been clearly identified and appropriately delimited, as these stages establish the foundation for defining the objectives. The complexity of the objectives also depends on the nature and complexity of the research problem itself. In addition, the article emphasizes the importance of explaining the benefits of the research in the introductory section. This discussion should demonstrate how the findings may be applied and contribute to various stakeholders, including academic institutions and the broader community. Consequently, well-defined research objectives and a clear explanation of the study's potential benefits are fundamental to producing focused, meaningful, and impactful research.</p>2026-07-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11908Analisis Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis dalam Pengembangan Keilmuan Modern (Relasi Filsafat dan Ilmu Pengetahuan2026-07-08T11:13:40+00:00Wahyu Febri Yansahwahyualminangkabawiq@gmail.comMohamad Sar’anMohamadsaran@gmail.comSyahrul AnwarSyahrul@gmail.com<p>This article aims to analyze the concepts of philosophy, science, and the relationship between the two in the development of human thought. The study employs a library research method with a descriptive-analytical approach by examining classical and contemporary literature on philosophy and science. The findings indicate that philosophy serves as a conceptual foundation that seeks the essence of reality through rational inquiry, while science develops through systematic, empirical, objective, and verifiable scientific methods. Western philosophers such as Plato, Aristotle, Immanuel Kant, René Descartes, Karl Popper, Thomas Kuhn, and Bertrand Russell have significantly contributed to the development of modern epistemology. Meanwhile, Muslim scholars including Al-Farabi, Ibn Sina, Al-Ghazali, and Ibn Khaldun demonstrate that reason, revelation, and experience complement one another in acquiring knowledge. Therefore, philosophy and science should not be viewed as conflicting disciplines but rather as complementary fields that contribute to the advancement of civilization, the production of rational knowledge, and the theoretical foundation of modern scientific development.</p>2026-07-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11891Analisis Penggunaan Instrumen Tes dan Non Tes Dalam Penilaian Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar2026-07-08T11:46:02+00:00Bilqist Aishaputriblqstaisha@gmail.comFebbyanti Darmawanfebbyantidarmawan253@gmail.comKirel Azzahrakirelazzahra26@gmail.comNiken Roudotul Zannahnikenrdtlznnh@gmail.comSiti Khairunnisa Nurhakikisitikhairunnisanurhakiki18@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan instrumen evaluasi pembelajaran Bahasa Indonesia, baik berupa tes maupun non-tes di sekolah dasar, serta mengkaji efektivitasnya dalam menangkap kemampuan kognitif dan afektif siswa yang sesungguhnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif analitik dengan studi kasus kelas berskala kecil yang dilaksanakan di kelas 3C SDN Lagoa 11, Jakarta Utara, pada April 2026, dengan melibatkan 27 siswa sebagai subjek penelitian. Dara dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi hasil karya tulis siswa, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan kredibilitas data yang dipastikan melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen tes, khususnya tes objektif, unggul dalam hal efisiensi penilaian dan objektivitas, namun memiliki keterbatasan dalam mengukur keterampilan berbahasa produktif seperti menulis dan berbicara. Sebaliknya, instrumen non-tes seperti penilaian diri terbukti lebih mampu menangkap kemampuan berbahasa siswa secara autentik dan holistik, meskipun penerapannya menuntut waktu dan usaha guru yang lebih besar serta memerlukan rubrik yang jelas untuk meminimalkan subjektivitas penilai. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penilaian Bahasa Indonesia di sekolah dasar idealnya memadukan instrumen tes dan non-tes secara seimbang, dilaksanakan secara berkelanjutan, dan hasilnya dimanfaatkan secara aktif sebagai umpan balik untuk memperbaiki strategi pengajaran.</p>2026-07-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11893Sistem Informasi Reservasi dan Kasir Berbasis WEB Pada Rumah Makan (Studi Kasus: Wedangan Laris Manis)2026-07-08T11:49:08+00:00Jovian Yules Natan Pratamajovianyules7@gmail.comRetno Palupipalupiretno748@gmail.com<p>Penelitian dengan judul "Sistem Informasi Reservasi dan Kasir Berbasis Web Pada Rumah Makan" ini bertujuan untuk membangun sebuah sistem pemesanan ruangan dan pencatatan menu secara terkomputerisasi guna mengatasi kendala operasional pencatatan manual. Batasan variabel penelitian ini difokuskan pada pengelolaan hak akses pengelola (admin), manajemen ketersediaan ruangan, pemesanan menu, pengelolaan galeri, pencatatan transaksi reservasi pelanggan, serta layanan interaksi tanya-jawab pelanggan. Adapun metode pengembangan sistem yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Waterfall dengan metode pengujian kelayakan perangkat lunak menggunakan metode pengujian Black Box. Hasil dari penelitian ini berupa sebuah perangkat lunak sistem informasi reservasi berbasis web yang terintegrasi antara sisi pelanggan dan sisi pengelola. Pembahasan hasil pengujian menunjukkan bahwa antarmuka sistem mampu menampilkan informasi ketersediaan ruangan dan menu dengan akurat. Pelanggan berhasil melakukan pemesanan tempat secara mandiri dan sistem secara otomatis menerbitkan kode reservasi yang unik. Pada sisi manajemen, pengelola dapat dengan mudah menyetujui atau menolak status reservasi, merespons pertanyaan pelanggan, serta memperbarui data operasional rumah makan secara real-time. Kesimpulan dari penelitian ini mengungkapkan bahwa implementasi sistem informasi reservasi berbasis web terbukti efektif dalam mengatasi permasalahan sirkulasi pendataan manual. Sistem ini secara signifikan mampu meminimalisir risiko kehilangan data pesanan, mencegah terjadinya bentrok pada jadwal pemesanan ruangan, serta mempercepat proses pelayanan rumah makan secara keseluruhan.</p>2026-07-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11914PENGARUH PENGARUH METODE EKSPERIMEN BERBASIS PRAKTIKUM SEDERHANA TERHADAP HASIL BELAJAR IPA MATERI WUJUD ZAT DAN PERUBAHANNYA PADA SISWA KELAS IV SDN PADANGKAMULAN2026-07-08T13:48:07+00:00Imas Saripahimassaripah14@gmail.comLeni Sri Mulyanileni@umtas.ac.idMuhammad Fahmi Nugraham.fahminugraha@umtas.ac.id<p>Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh metode eksperimen berbasis praktikum sederhana terhadap hasil belajar siswa sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan Quasi Experimental Design. Dengan subjek penelitian sebanyak 17siswa kelas eksperimen dan 17 siswa kelas kontrol yang ditentukan melalui pengambilan sampel Simple Random Sampling. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif dan inferensial dengan uji statistik t dependen melalui Paired Sample t-test menggunakan aplikasi SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode eksperimen berbasis praktikum sederhana memiliki dampak positif terhadap hasil belajar siswa. Data menunjukkan bahwa nilai mean pretest sebesar 59,8 dan nilai mean posttest sebesar 81,0. Selain itu, hasil uji t sampel berpasangan menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,00 < 0,05, yang berarti hipotesis H1 diterima. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan tingkat hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan metode eksperimen berbasis praktikum sederhana.</p>2026-07-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11930OPTIMALISASI SISTEM PENGELOLAAN PERSAMPAHAN DI IBU KOTA KABUPATEN KEPULAUAN TANIMBAR2026-07-09T08:11:53+00:00Baran Kei Fernando Titirlolobyfernando.titirloloby002@gmail.comStevianus Titaleyfernando.titirloloby002@gmail.comKreisson P. Larwuyfernando.titirloloby002@gmail.com<p><em>Saumlaki, the capital of Kepulauan Tanimbar Regency, faces an unoptimized solid waste management system, marked by only one container-type temporary collection point (TPS) and 87 small waste bins serving a population of 10,800, alongside a final disposal site (TPA) still operated through open dumping. These conditions leave approximately 26%, or around 2,971.9 kg, of daily waste generation unmanaged and disposed of illegally across residential areas. This study aims to analyze the existing condition of the waste management system, identify the factors causing its underperformance, and formulate an optimization strategy based on SWOT analysis. A mixed-method approach was applied, combining quantitative and qualitative techniques through field observation, interviews, questionnaires, and document analysis. Qualitative data were validated through data triangulation, while quantitative data from questionnaires were analyzed descriptively and used to weight the SWOT factors. The results show that Saumlaki's waste management system is positioned in Quadrant III (Weakness-Opportunity) with SWOT coordinates of (-0.18; +0.49), indicating that internal weaknesses in infrastructure and budget can be addressed by leveraging external opportunities such as national policy support and grant programs from the Ministry of Environment and Forestry. Referring to SNI 3242:2008, the ideal number of TPS units for a population of 10,800 is five, requiring four additional units planned across four strategic locations. The recommended optimization strategy includes strengthening sorting-based TPS infrastructure, optimizing collection routes, developing the Amtufu landfill toward a sanitary landfill system, drafting a local regulation on 3R-based waste management.</em></p>2026-07-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11892Analisis Kemampuan Literasi dalam Memahami Soal Cerita pada Siswa Kelas III Sekolah Dasar2026-07-09T12:33:31+00:00Adzra Aqilah Felisianaadzra.aqilah06@gmail.comSyifa Syakiraadzra.aqilah06@gmail.comMohammad Dwiyan Ramadhanadzra.aqilah06@gmail.comLola Lolaadzra.aqilah06@gmail.comZihan Citra Hanifaadzra.aqilah06@gmail.com<p>Kemampuan literasi membaca merupakan kompetensi dasar yang sangat penting bagi siswa sekolah dasar, terutama dalam memahami soal cerita yang memerlukan kemampuan membaca dan berpikir kritis secara bersamaan. Rendahnya kemampuan literasi siswa Indonesia yang tercermin dalam hasil PISA dan asesmen nasional menjadi perhatian serius dalam dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi membaca siswa kelas III Sekolah Dasar dalam memahami soal cerita serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif analitik. Subjek penelitian adalah 24 siswa kelas III A SDN Susukan 06 Pagi, Jakarta Timur, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes pemahaman bacaan berupa soal cerita, observasi proses pembelajaran, wawancara dengan guru dan siswa, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kemampuan literasi siswa termasuk kategori baik dengan skor tes antara 85-95. Namun, kemampuan menceritakan kembali isi bacaan hanya mencapai 54% dan kepercayaan diri siswa sebesar 50%, keduanya dalam kategori kurang. Faktor yang memengaruhi kemampuan literasi siswa mencakup penguasaan kosakata, kemampuan membaca dasar, metode pembelajaran yang berpusat pada guru, serta tingkat kepercayaan diri siswa. Disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan literasi membaca perlu didukung oleh strategi pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan beragam agar siswa mampu memahami dan menganalisis soal cerita secara lebih mendalam.</p>2026-07-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11947Pertanggungjawaban Pidana Pelaku Cyberstalking Sebagai Bentuk Kekerasan Seksual Berbasis Elektronik: Studi Putusan Nomor 1842/Pid.Sus/2024/PN Sby2026-07-09T14:46:13+00:00Bella Mayasaribellamayasari085@surel.untag-sby.ac.idErny Herlin Setyoriniernyherlin@untag-sby.ac.id<p><em>The rapid evolution of information technology has triggered the emergence of a new form of crime, namely electronic-based sexual violence, where cyberstalking is one manifestation that can cause deep psychological trauma for survivors even though there is no direct physical interaction. This study focuses on elaborating and analyzing the criminal liability framework and evidentiary mechanisms for the crime of electronic sexual violence as stipulated in Decision No. 1842/Pid.Sus/2024/PN Sby. The research design adopted is a normative juridical method by integrating statutory, conceptual, and case analysis approaches. Legal facts were found that the defendant's obligation to bear criminal consequences was legally valid due to his status as a legally responsible subject, as well as the existence of malicious intent or dolus when sending messages and manipulating sexual images through an artificial intelligence application, in addition to the lack of justification or excuse found. The verdict was handed down by the panel of judges with reference to Article 14 of Law No. 12 of 2022 concerning Criminal Acts of Sexual Violence. Regarding the evidence, the judge's conviction was built through a comprehensive synergy between electronic evidence with witness testimony, expert explanations, and psychological evaluation results that confirmed the presence of anxiety disorders, depression, and Post Traumatic Stress Disorder, as per the principle of the negative evidence system mandated by Article 183 of the Criminal Procedure Code. The recommendation proposed in this study is the importance for law enforcement officers to pay more in-depth attention to the psychological impact experienced by victims and to strengthen digital forensic capabilities in managing electronic-based sexual crime cases.</em></p>2026-07-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11945The Importance of English Language Skills for University Students2026-07-09T14:41:10+00:00Ahmad Sunandar25.sabrina.zahra@poltekindonusa.ac.idBunga Citra Lestari25.sabrina.zahra@poltekindonusa.ac.idDyah Ayu Kumala25.sabrina.zahra@poltekindonusa.ac.idRona Imtiyaz25.sabrina.zahra@poltekindonusa.ac.idSabrina Mutiara Az Zahra25.sabrina.zahra@poltekindonusa.ac.idYaskia Mayrissa Maditta25.sabrina.zahra@poltekindonusa.ac.idYosefa Maria Wellarana25.sabrina.zahra@poltekindonusa.ac.id<p>English is now a key language used in learning, research, technology, and talking across the world. So, being good at English is a key skill that university students need to succeed in their studies and future careers. This article looks at and brings together past research on why having good English skills is important for university students, especially when it comes to their success in school, getting a job, and being able to work well with people from different parts of the world. This study used a qualitative method by reviewing existing literature. Data were gathered from academic sources like peer-reviewed journal articles, books, and other scholarly publications between 2020 and 2025.These sources were found in databases such as Google Scholar, Scopus, ERIC, ScienceDirect, and SpringerLink. The results show that being good at English helps students do better in school, makes it easier to get a job, allows them to access scientific materials from around the world, and improves their ability to communicate and understand global issues. This review ends by saying that knowing the English language is an important skill that helps university students deal with the challenges of globalization and digital changes. So, colleges and universities need to focus more on teaching English to help students compete better in the global job market.</p>2026-07-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11935PENGEMBANGAN PERANGKAT LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL BERBASIS PROSHARE UNTUK MENINGKATKAN SIKAP PROSOSIAL PESERTA DIDIK MTs RARE MUCHTARY2026-07-09T11:08:02+00:00Aurel Febika Dita Ismayanaaurelfebikadita13@gmail.comNi Wayan Suastiniaurelfebikadita13@gmail.comI Gusti Lanang Rai Arsanaaurelfebikadita13@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat layanan bimbingan klasikal berbasis PROSHARE yang layak, praktis, dan berindikasi efektif awal untuk meningkatkan sikap prososial peserta didik MTs Rare Muchtary Tahun Pelajaran 2025/2026. Produk yang dikembangkan terdiri atas Rencana Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan Konseling (RPL BK) Berbasis PROSHARE dan media pendukung berupa PROSHARE Card. Penelitian menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Subjek uji coba terbatas terdiri atas 18 peserta didik kelas VII–VIII dan 1 guru BK, sedangkan validasi produk dilakukan oleh ahli bimbingan dan konseling serta ahli media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RPL BK Berbasis PROSHARE memperoleh persentase kelayakan 89,6% dengan kategori sangat layak, sedangkan PROSHARE Card memperoleh persentase kelayakan 90,0% dengan kategori sangat layak. Kepraktisan produk ditunjukkan oleh respons guru BK sebesar 93,2% dan respons peserta didik sebesar 93,0%, keduanya dalam kategori sangat baik atau praktis. Hasil analisis N-Gain menunjukkan peningkatan sikap prososial peserta didik dari persentase pretest 63,6% menjadi posttest 82,0% dengan nilai rata-rata 0,51 berkategori sedang. Dengan demikian, perangkat layanan bimbingan klasikal berbasis PROSHARE dinyatakan layak, praktis, dan berindikasi efektif awal untuk digunakan dalam meningkatkan sikap prososial peserta didik MTs Rare Muchtary.</p>2026-07-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11944EFEKTIVITAS KEGIATAN MENONTON FILM ANIMASI UNTUK MEMBIASAKAN BUDAYA ANTRE (Penelitian di kelas A TK Islam Al Farabi Cikeudal, Pandeglang)2026-07-09T14:33:57+00:00Devi Farhah FaizahDevifarha21@gmail.comHunainah Hunainahhunainah@uinbanten.ac.idMuhiyatul Huliyahmuhiyatul.huliyah@uinbanten.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan menonton film animasi dalam membiasakan budaya antri pada anak usia dini di kelas A TK Islam Al Farabi, Cikeudal Pandeglang. Budaya antri merupakan bagian dari Pendidikan karakter sosial yang penting untuk ditanamkan sejak dini, guna membentuk sikap sabar, tertib, dan menghargai giliran dam kehidupan sehari-hari pada anak. Penelitian ini menggunakan metode pre eksperimen dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Tahapan pelaksanan kegiatan dilakukanan secara sistematis, dimulai dari memilih dan Menyusun jadwal pemutaran film animsi yang disesuaikan dengan jam pembelajaran di TK, yaitu dilaksanakan satu kali dalam seminggu. Selanjutnya, peneliti menyiapkan empat judul film animasi bertema budaya antri yang akan disaksikan secara bergantian oleh anak-anak. Sebelum kegiatan dimulai guru memberitahukan kepada anak-anak bahwa mereka akan menonton film animasi tentang budaya antri dengan tema yang sama, namun dengan judul yang berbeda. Selama proses menonton berlangsung, film animasi diputar dalam durasi tertentu, lalu dijeda (diapause) untuk memberikan kesempatan kepada guru bertanya dan menjelaskan isi film, serta menekankan makna pentingnya budaya antri. Setelah menonton, anak-anak diarahkan untuk mempraktikan budaya antri tersebut nyata, seperti saat mencuci tangan, bermain diarea outdoor. Subjek penelitian ini terdiri dari 6 orang anak yang dipilih berdasarkan pengamatan awal terhadap perilaku antri mereka. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara,dengan guru dan kepala sekolah, serta kuesioner yang diberikann sebelum dan sesudah perlakuan. Dengan demikian,kegiatan menonton film animasi terbukti memberikan pengaruh positif dalam membiasakan budaya antri pada anak usia dini, serta dapat dijadikan sebagai salah satu metode pembelajrab karakter sosial yang menyenagkan dan efektif.</p>2026-07-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARAhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/11925Proporsi Cokelat dan Rice Crispy-Mete sebagai Topping Terhadap Mutu Sensoris Crunchy Cake Gluten-free2026-07-09T07:13:14+00:00Farah Musyafa'ahfarah.22085@mhs.unesa.ac.idAny SutiadiningsihAny@gmail.comLilis SulandariLilis@gmail.comMafisa RestamiMafisa@gmail.com<p><span class="Apple-converted-space"> </span>This study aimed to determine the sensory quality of gluten-free crunchy cake based on the proportion of chocolate and rice crispy-cashew as toppings. The study employed an experimental method with a quantitative approach. The pre-experimental stage involved nine trained panelists and was analyzed using the Friedman test followed by the Wilcoxon test. The results showed that the proportion of rice crispy and oven-roasted cashew nuts significantly affected the taste, texture, and overall liking attributes (p<0.05). The formulation containing 40% rice crispy and 60% oven-roasted cashew nuts obtained the highest mean rank scores for taste (2.67), texture (2.56), and overall liking (2.61), and was therefore selected as the best formulation for use in the main experiment. The main experiment was conducted using three proportions of chocolate and rice crispy-cashew toppings, namely 60%:40%, 70%:30%, and 80%:20%. Sensory evaluation was carried out by 35 trained and semi-trained panelists using a 5-point hedonic quality scale. The data were analyzed using One-Way ANOVA followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at a 5% significance level. The results indicated that the proportion of chocolate and rice crispy-cashew significantly affected taste, texture, and overall liking (p<0.05). The formulation containing 80% chocolate and 20% rice crispy-cashew achieved the highest scores for taste (3.89), texture (3.91), and overall liking (4.14), and was therefore determined as the best formulation.</p>2026-07-15T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH NUSANTARA