IDENTIFIKASI BAHAN KIMIA OBAT (BKO) DALAM SEDIAAN JAMU MENGGUNAKAN KLT
DOI:
https://doi.org/10.61722/jirs.v3i2.11811Keywords:
bahan kimia obat, jamu, Kromatografi Lapis Tipis (KLT), parasetamol, uji kualitatifAbstract
Peredaran jamu yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) masih menjadi permasalahan dalam pengawasan obat tradisional di Indonesia karena dapat membahayakan kesehatan masyarakat. Salah satu BKO yang sering ditemukan pada sediaan jamu pegal linu adalah parasetamol yang sengaja ditambahkan untuk memberikan efek analgesik secara cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan BKO pada sediaan jamu menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Sampel jamu dianalisis dengan menggunakan silika gel 60 F254 sebagai fase diam dan campuran etil asetat, kloroform, serta n-heksana sebagai fase gerak. Larutan baku pembanding dan sampel ditotolkan pada plat KLT, kemudian dielusi dan diamati di bawah sinar UV 254 nm untuk menentukan nilai faktor retensi (Rf). Hasil analisis menunjukkan bahwa sampel jamu menghasilkan tiga bercak dengan nilai Rf berturut-turut sebesar 0,57; 0,65; dan 0,85. Nilai Rf bercak pertama mendekati nilai Rf baku pembanding parasetamol sehingga mengindikasikan adanya dugaan kandungan BKO berupa parasetamol pada sampel jamu, sedangkan dua bercak lainnya diduga berasal dari senyawa lain yang terdapat dalam sediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Kromatografi Lapis Tipis mampu digunakan sebagai metode skrining kualitatif yang sederhana, cepat, dan ekonomis untuk mendeteksi keberadaan BKO pada produk jamu. Pengawasan secara berkelanjutan terhadap obat tradisional perlu terus ditingkatkan guna menjamin keamanan, mutu, dan perlindungan konsumen dari peredaran produk yang tidak memenuhi persyaratan
References
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2023). Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan tentang Persyaratan Keamanan dan Mutu Obat Tradisional. Jakarta: BPOM RI.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2022). Informatorium Obat Tradisional Indonesia. Jakarta: BPOM RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Farmakope Herbal Indonesia (Edisi II). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Farmakope Indonesia (Edisi VI). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
World Health Organization. (2013). WHO Traditional Medicine Strategy 2014–2023. Geneva: WHO.
Gandjar, I. G.., & Rohman, A.. (2012). Analisis Obat Secara Kromatografi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Rohman, A.. (2009). Kromatografi untuk Analisis Obat. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2011). Formularium Ramuan Obat Tradisional Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










