INTERNALISASI NILAI NASIONALISME MELALUI KEARIFAN LOKAL KULINER: STUDI DESKRIPTIF PEMBELAJARAN TATA BOGA DI SMK BINA WISATA LEMBANG

Authors

  • Resti Megantari Universitas Pasundan
  • Delila Kania Universitas Pasundan
  • Asep Deni Normansyah Universitas Pasundan

DOI:

https://doi.org/10.61722/jirs.v3i2.12294

Keywords:

Nationalism, Local Wisdom, Culinary Arts Learning

Abstract

This study is motivated by the decline in students' sense of nationalism as a consequence of globalization, which has weakened appreciation for local culture, including Indonesian culinary heritage. This study aims to describe the internalization of nationalism values through the introduction of Indonesian culinary heritage in Culinary Arts learning, to identify the obstacles encountered, and to explain the efforts made to overcome them. A qualitative approach with a descriptive method was employed. The participants consisted of a Civics Education teacher, Culinary Arts teachers, the Head of the Culinary Arts Department, and eleventh-grade students at SMK Bina Wisata Lembang. Data were collected through interviews, observation, and documentation. The findings indicate that learning about Indonesian culinary heritage fosters students' pride, love for their homeland, and awareness of preserving national culture through both theoretical and practical activities. The main obstacles include students' limited prior knowledge of local cuisine and the stronger appeal of foreign culinary trends on social media. Teachers addressed these challenges through innovative media, cooking practice, project-based learning, and by integrating Pancasila values into every learning activity. Therefore, culinary learning grounded in local wisdom serves as an effective medium for internalizing nationalism values among vocational high school students.

References

Akmalia, R., Situmorang, M. S., Anggraini, A., Rafsanjani, A., & Hasibuan, E. E. (2023). Penerapan Pembelajaran Berbasis Budaya dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Di SMP Swasta Pahlawan Nasional. Jurnal Basicedu, 7(6), 3878–3885.

Amalia, R. M., Sujatna, E. T. S., Krisnawati, E., & Pamungkas, K. (2024). Savoring Sundanese food: A discourse analysis of Instagram's powerful promotion of Bandung's culture and culinary. Studies in English Language and Education, 11(1), 474–490. https://doi.org/10.24815/siele.v11i1.29716

Anan, M. J., Tabrani, A., Ingtyas, F. T., & Ginting, L. (2025). Pengaruh tren makanan dan FOMO terhadap minat Generasi Z dalam mengonsumsi makanan tradisional (Mie Gomak) pada Universitas Negeri Medan. JIIP, 8(1).

Aswasulasikin, A., Pujiani, S., & Hadi, Y. A. (2020). Penanaman nilai nasionalis melalui pembelajaran budaya lokal Sasak di sekolah dasar. Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar, 6(1), 63–76.

Iskandar Yahya, A., Prana Yoga Siahaan, M., & Akademi Pariwisata NHI Bandung. (2023). Kompetensi karyawan butler di Padma Hotel Bandung. Jurnal Pariwisata Vokasi, 4(1), 33–50.

Johnson, E. B. (2002). Contextual Teaching and Learning. Corwin Press, Inc.

Kohn, H. (1965). Nationalism: Its Meaning and History. Robert E. Krieger Publishing Company, Inc.

Kurnia, A., Selia, W., & Fauziyyah, N. H. (2023). Pengenalan kuliner lokal sebagai upaya untuk menumbuhkan rasa nasionalisme pada anak usia sekolah di Desa Temas Kabupaten Blora. Abdi Laksana: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 4, 733–742.

Mau, D. P., Lestariningsih, T., Dachi, A. A., & Kusumawati, N. (2025). Pelestarian kuliner tradisional melalui experiential learning pada pembuatan es cendol. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat, 6(1), 311–325.

Revalina. (2023). Menumbuhkan jiwa nasionalisme pada anak muda. Elementa Media.

Rinovian, R., Wahyono, T. T., Riyadi, S., Ibrahim, & Samuji. (2025). Pendidikan karakter berbasis kearifan lokal sebagai upaya menumbuhkan jiwa nasionalisme. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 4(2), 9056–9065.

Selia, A. K. W., & Fauziyyah, N. H. (2023). Pengenalan kuliner lokal sebagai upaya untuk menumbuhkan rasa nasionalisme pada anak usia sekolah di Desa Temas Kabupaten Blora. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4, 733–742.

Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Tomlinson, J. (1999). Globalization and Culture. Polity Press in association with Blackwell Publishing Ltd.

Wingkolatin, Handayani, N. F., & Fatimah, S. (2024). Keanekaragaman Kuliner Samarinda: Eksplorasi Kearifan Lokal dalam Mendemonstrasikan Ragam Kuliner Tradisional di SMP Negeri 48 Samarinda. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi, 2(September), 20–26.

Downloads

Published

2026-07-28

Issue

Section

Articles