KETAHANAN KELUARGA MUSLIM DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN JAMINAN PRODUK HALAL DI DESA MARBAU SELATAN

Authors

  • Andri Nuwandri Institut Agama Islam Daar Al-Uluum Asahan-Kisaran Sumatera Utara
  • Zarmiady Zarmiady Institut Agama Islam Daar Al-Uluum Asahan-Kisaran Sumatera Utara
  • Natasya Dinda Aurelia Institut Agama Islam Daar Al-Uluum Asahan-Kisaran Sumatera
  • Arvita Maharani Institut Agama Islam Daar Al-Uluum Asahan-Kisaran Sumatera Utara
  • Ayu Adetri Institut Agama Islam Daar Al-Uluum Asahan-Kisaran Sumatera Utara
  • Aulia Ramadhani Harahap Institut Agama Islam Daar Al-Uluum Asahan-Kisaran Sumatera Utara
  • Azmi Randha Zapira Marpaung Institut Agama Islam Daar Al-Uluum Asahan-Kisaran Sumatera Utara
  • Arya Gunawan Institut Agama Islam Daar Al-Uluum Asahan-Kisaran Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.61722/jirs.v3i2.12722

Keywords:

Family Resilience, Islamic Law, Halal Product Guarantee, Marbau Selatan Village

Abstract

Muslim family resilience is one of the measures of successful family development which, from the perspective of Islamic law, cannot be separated from the lawfulness (halal) of a family's livelihood and consumed products. This article analyzes the concept of Muslim family resilience under Islamic law and examines its relationship with the implementation of halal product guarantees as regulated in Law Number 33 of 2014 on Halal Product Guarantees, using the community of Marbau Selatan Village, Marbau Sub-district, North Labuhanbatu Regency, North Sumatra Province, as an illustrative context of a predominantly Muslim, plantation-and-trade-based rural society. This study employs a normative-juridical method combined with a descriptive-qualitative approach through a literature review of Qur'anic verses, hadith, Islamic family jurisprudence, statutory regulations, and official regional data. The findings indicate that Muslim family resilience rests on four pillars: creedal and worship resilience, economic resilience based on lawful livelihood, socio-legal resilience through the fulfilment of spousal rights and obligations, and physical-health resilience, partly sustained by the consumption of halal and thayyib products. Halal product guarantees function as a state legal instrument that strengthens the economic and health pillars by providing legal certainty for Muslim families in choosing food, medicine, and cosmetics in accordance with sharia. In Marbau Selatan Village, strengthening Muslim family resilience through halal product guarantees still faces challenges, including limited halal-certification literacy among micro and small business actors and minimal socialization by the Halal Product Guarantee Organizing Agency at the village level. This article recommends synergy between Islamic family-law counselling, free self-declare halal certification assistance, and a strengthened role for religious leaders and village officials in public education.

References

Ade Khadijatul Z. Hrp, Sari Fitri, dan Yenni Batubara, "Pendampingan Sertifikasi Halal Mandiri (Self Declare) pada UMKM Kabupaten Mandailing Natal," Jurnal BUDIMAS 6, no. 1 (2024): 1.

Al-Qaraḍāwī, Yūsuf. Al-Ḥalāl wa al-Ḥarām fī al-Islām. Kairo: Maktabah Wahbah, 2001.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Profil Kampung KB Desa Babussalam, Kecamatan Marbau, Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Labuhanbatu Utara. Kecamatan Marbau Dalam Angka 2023. Labuhanbatu Utara: BPS Kabupaten Labuhanbatu Utara, 2023.

Ghozali, Abdul Rahman. Fiqh Munakahat (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2010); Amir Syarifuddin, Hukum Perkawinan Islam di Indonesia: Antara Fiqh Munakahat dan Undang-Undang Perkawinan (Jakarta: Kencana, 2006).

Indonesia. Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam.

Indonesia. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal.

Indonesia. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja, yang telah ditetapkan menjadi Undang-Undang dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023.

Indonesia. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Indonesia. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 1, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3019.

Indonesia. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Indonesia. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 295, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5604.

Indonesia. Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 161.

Jadidah, Amatul."Konsep Ketahanan Keluarga Dalam Islam," Maqashid: Jurnal Hukum Islam 4, no. 2 (2021): 74–75. Lihat pula Hartoyo Puspitawati, "Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga," dalam Gender dan Keluarga: Konsep dan Realita di Indonesia (Bogor: IPB Press, 2012).

Kementerian Agama RI. Al-Qur'an dan Terjemahnya. Jakarta: Kementerian Agama RI.

Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan.

Rosyad, Aftonur. "Membangun Ketahanan Keluarga dalam Al-Qur'an: Analisis Pendekatan Ecological Systems Theory," Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Qur'an dan Tafsir 3, no. 2 (2023): 350–352, https://doi.org/10.19109/jsq.v3i2.24996.

Sābiq, Sayyid. Fiqh as-Sunnah. Kairo: Dār al-Fatḥ, 1999.

Wira Marizal dan Dianto, "Efektivitas Hukum Sertifikasi Halal Skema Self Declare bagi Usaha Mikro dan Kecil di Desa Sigerongan," Jurnal Pro Justice 2, no. 1 (2024).

Downloads

Published

2026-09-16

Issue

Section

Articles