https://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/issue/feedJURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT2026-07-31T01:59:38+00:00Muhamad Sidikoffice@kampusakademik.co.idOpen Journal Systems<p><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.87); font-family: 'Noto Serif', -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, 'Helvetica Neue', sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; font-weight: 400; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: start; text-indent: 0px; text-transform: none; widows: 2; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; white-space: normal; background-color: #ffffff; text-decoration-thickness: initial; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial; display: inline !important; float: none;">Jurnal Ilmiah Research Student <strong>( JIRS)</strong> , ISSN: (cetak), ISSN: (online) adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah .Jurnal Ilmiah Research Student <strong>( JIRS)</strong></span><strong style="box-sizing: border-box; font-weight: bolder; color: rgba(0, 0, 0, 0.87); font-family: 'Noto Serif', -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, 'Helvetica Neue', sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: start; text-indent: 0px; text-transform: none; widows: 2; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; white-space: normal; background-color: #ffffff; text-decoration-thickness: initial; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial;"> </strong><span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.87); font-family: 'Noto Serif', -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, 'Helvetica Neue', sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; font-weight: 400; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: start; text-indent: 0px; text-transform: none; widows: 2; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; white-space: normal; background-color: #ffffff; text-decoration-thickness: initial; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial; display: inline !important; float: none;">merupakan platform publikasi jurnal Karya suatu hasil penelitian orisinil atau tinjauan Pustaka yang ditulis oleh dosen atau mahasiswa. Ruang lingkup karya yang diterbitkan mencakup Multidisiplin diantaranya yaitu: Manajemen, Ekonomi, Ekonomi Syariah, Akuntansi, Kewirausahaan, Bisnis, Ilmu Sosial Humaniora, Sastra, Bahasa, Pertanian, Kesehatan, Peternakan, perikanan, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Sistem Informasi, Teknik Elektro dan Informatika, Desain Komunikasi Visual, Hukum. </span></p>https://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/10287DINAMIKA PSIKOLOGI PERILAKU JUDOL PADA REMAJA : SEBAGAI BENTUK PATOLOGI SOSIAL2026-05-23T13:21:58+00:00Afnaldy Naufal Riansyahafnaldyriansyah@gmail.comNor Fatmahnor.fatmah@uin-palangkaraya.ac.id<p>Maraknya fenomena judi online (judol) di era digital telah bertransformasi menjadi bentuk patologi sosial nyata yang sangat mengkhawatirkan di Indonesia, terutama karena menyasar kelompok remaja yang berada dalam fase transisi psikologi rentan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dan memahami secara mendalam esensi dari fenomena psikologis, dampak, serta perilaku menyimpang remaja pelaku judi online sebagai bentuk penyakit masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, di mana pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif serta wawancara semi terstruktur bersama seorang informan mahasiswa berusia 20 tahun di kota palangka raya. Hasil penelitian menunjukan bahwa keterlibatan informan dalam judi online di picu oleh pengaruh lingkungan, rasa penasaran, serta distorsi kognitif mengenai skema modal taruhan. Perilaku adiktif ini mendorong tindakan anomie berupa inovasi menyimpang seperti berbohong, mencuri uang orang tua, berhutang, hingga menjual asset pribadi demi modal taruhan dan menutupi utang. Secara psikologis, aktivitas judol ini mengakibatkan stress kronis, kecemasan, penurunan fungsi eksekutif otak, rusaknya ritme sirkadian akibat begadang, serta degradasi akademik drastis. Secara sosial, judol memicu isolasi diri, keretakan hubungan pertemanan karena hilangnya rasa percaya (<em>trust issue</em>), serta penurunan solidaritas sosial di masyarakat.</p>2026-05-24T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/10438Studi Model Lantai Basement dengan Menggunakan Tiang Pancang Mini Pile Guna Menggurangi Penurunan Studi Kasus Hotel Grand Jamboo Kabupaten Jember2026-05-31T08:51:05+00:00Ahmad Satriyo Sindu Pamungkasahmadsatriyo346@gmail.comPujo Priyonopujopriyono@unmuhjember.ac.idArief Alihudienariefalihudien@unmuhjember.ac.id<p>Pembangunan basement pada gedung bertingkat di wilayah dengan kondisi tanah lunak memerlukan sistem pondasi yang mampu meningkatkan daya dukung tanah sekaligus mengurangi risiko penurunan (settlement). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model lantai basement dengan penggunaan tiang pancang mini pile pada proyek Hotel Grand Jamboo Kabupaten Jember sebagai upaya meminimalkan penurunan tanah dan meningkatkan kestabilan struktur. Metode penelitian dilakukan melalui analisis data investigasi tanah berupa uji Standard Penetration Test (SPT), data perencanaan bangunan, serta pemodelan struktur menggunakan program SAP2000. Analisis meliputi perhitungan gaya uplift, pembebanan struktur, koefisien subgrade reaction, kapasitas daya dukung tiang berdasarkan metode Meyerhof, penulangan pelat basement, serta evaluasi settlement dan differential settlement. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai reaksi struktur maksimum sebesar 48,869 kN masih lebih kecil dibandingkan daya dukung izin tiang sebesar 121,239 kN, sehingga sistem pondasi dinyatakan aman. Analisis penurunan menunjukkan settlement maksimum sebesar 1 cm, masih berada di bawah batas izin Bowles sebesar 7,5 cm, sedangkan nilai differential settlement sebesar 0,002 juga memenuhi syarat keamanan. Dengan demikian, penggunaan tiang pancang mini pile pada lantai basement terbukti efektif dalam meningkatkan stabilitas struktur dan mengurangi potensi penurunan pada tanah lunak</p>2026-06-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/10481Sosiologi Lembaga Pendidikan: Negosiasi Identitas Siswa dari Keluarga Prasejahtera dalam Mencapai Mobilitas Sosial2026-06-01T14:35:42+00:00Muh. HanifMuh.hanif@uinsaizu.ac.idLu’lu Abyadah 254110407065@mhs.uinsaizu.ac.id<p><em>This article is designed to examine the negotiation of identity among students from pre-prosperous families in achieving educational mobility at Madrasah Aliyah through the perspective of the sociology of educational institutions. The main focus is directed at the claim that students from pre-prosperous families negotiate their social identity through academic achievement, discipline, and support networks in order to achieve educational mobility. The field research was conducted at MAN 2 Banyumas, which empirically demonstrates social practices related to this issue. Primary data were collected through observation of academic achievement as a strategy to gain social recognition, interviews with guidance and counseling teachers and pre-prosperous students, as well as documentation of institutional policies and programs. The three dimensions of evidence examined are: (1) academic achievement as a strategy for students to obtain social recognition, (2) teacher support and scholarships that sustain educational continuity, and (3) students' social resilience in facing family economic constraints. Using a qualitative case study approach, this article demonstrates how social relations, institutional norms, educational authority, as well as students' and teachers' experiences shape everyday educational practices. The contribution of this article does not stop at case description, but also builds a theoretical argument about how educational institutions function as social arenas that produce trust, identity, discipline, solidarity, and social change. The research findings are expected to enrich discussions on the sociology of Islamic education in Indonesia and offer recommendations for strengthening the governance of educational institutions based on field data.</em></p>2026-06-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/10626Analysis of Technical Competency Degradation Risks in Developers Due to AI Code Assistant Usage: A Systematic Literature Review2026-06-06T04:11:16+00:00Dandy Trisniprya Mardieckadandy.trisniprya24@mhs.uinjkt.ac.idEvy Nurmiatievy.nurmiati@uinjkt.ac.id<p>Adopsi luas <em>AI code assistant</em> seperti GitHub Copilot, ChatGPT, dan Amazon CodeWhisperer telah mentransformasi alur kerja pengembangan perangkat lunak secara signifikan. Meskipun alat-alat ini menawarkan peningkatan produktivitas yang terdokumentasi, termasuk penyelesaian tugas hingga 55% lebih cepat, penggunaannya yang tidak kritis menimbulkan risiko serius terhadap kompetensi teknis <em>developer</em> yang masih kurang dikaji dalam literatur. Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko degradasi kompetensi teknis <em>developer</em> akibat penggunaan <em>AI code assistant</em> melalui tinjauan kepustakaan sistematis. Literatur dikumpulkan dari ScienceDirect, Scopus, dan Google Scholar dalam rentang 2020–2026, diseleksi menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan, dan dianalisis secara tematik. Temuan mengidentifikasi empat bentuk utama degradasi kompetensi: (1) <em>deskilling</em>, yaitu erosi kemampuan teknis fundamental akibat delegasi kognitif berulang kepada AI; (2) <em>cognitive passivity</em>, kondisi <em>developer</em> berhenti melakukan penalaran algoritmik aktif terutama dalam mode eksplorasi; (3) <em>silent unlearning</em>, hilangnya kompetensi secara diam-diam terutama pada <em>developer</em> berpengalaman; dan (4) <em>misleading sense of competence</em>, ilusi kompetensi akibat keberhasilan menghasilkan kode dengan bantuan AI. Risiko ini dipengaruhi oleh lima faktor: tingkat pengalaman <em>developer</em>, mode penggunaan AI, skala dan kompleksitas proyek, praktik verifikasi <em>output</em>, serta ketersediaan pelatihan formal. Temuan juga menunjukkan bahwa degradasi kompetensi bukan sekadar masalah teknis, melainkan berimplikasi pada pelanggaran standar etika profesi yang ditetapkan ACM dan IEEE. Penelitian ini menyimpulkan bahwa <em>AI code assistant</em> harus diadopsi secara kritis dan reflektif demi menjaga kompetensi teknis dan tanggung jawab profesional.</p>2026-06-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/10561Dinamika Pemerolehan dan Pembelajaran Bahasa dalam Perspektif Pendidikan Berkelanjutan 2026-06-03T14:17:29+00:00Sal Sabilla Ulayya Zahrosalsabillazahro5@gmail.comZalzabila Wulandarizalzabilawulandari0306@gmail.comLyra Rahma Wiratanayah Yusuflyraraaku@gmail.comM Yunus Abu Bakarelyunusy@uinsa.ac.id<p><em>This article reviews the dynamics of language acquisition and teaching from the perspective of continuing education. This study aims to analyze the differences in characteristics between children's language acquisition and adult language learning and their relationship to the development of lifelong education. The method used is qualitative research with a literature study approach through various relevant source analyses. The results of the study show that language acquisition occurs naturally, intuitively, and unconsciously, while language learning is formal, organized, and conscious. Age, motivation, environment, social interaction, and teaching methods influence the success of these processes. In the perspective of continuing education, language teaching must be structured in a contextual, communicative, and adaptive manner in order to develop students' linguistic competence, literacy, and character continuously throughout their lives. </em></p>2026-06-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/11307Perceraian Dalam Fiqh Mazhab Dan Sistem Peradilan2026-06-22T19:35:13+00:00Ahmad Habib Dairobiahmad0221253024@uinsu.ac.idMuhammad Amar Adlyamaradly73@yahoo.com<p><em>The purpose of this study is to discuss the concept of marriage dissolution from the perspective of the four schools of fiqh, namely Hanafi, Maliki, Shafi'i and Hanbali. This research focuses on the legal comparison of divorce as the main form of marriage dissolution by analyzing the harmony between the views of fiqh and positive law in Indonesia, such as Law No. 1 of 1974 and the Compilation of Islamic Law. The method used is a literature review with a qualitative approach, where data is collected from classical books, the Qur'an, Hadith, and legal documents. The results of this study show that the breakdownof marriage can occur in various forms, including divorce, fasakh, khulu', li'an, and zhihar, although divorce is the main focus due to its prevalence. The four madhhabs are similar in the basic principles of divorce, but differ in details such as the conditions, pillars, and categories of divorce. The research also notes that the ruling on divorce can vary from permissible, makruh, haram, sunnah, or wajib depending on the context. This research provides a deeper insight into the complexity of Islamic law regarding the dissolution of marriage, which is relevant to the legal needs of modern society as well as the application of Shari'a in the national legal system.</em></p>2026-06-26T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/11332The Effect of Using Debate Strategy On 11th Grade Students Speaking Skill in SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar2026-06-23T11:24:44+00:00I Made Agus Sastra Wigunaagussastraa03@gmail.comIgna Wijaya Mahardikaagussastraa03@gmail.comI Dewa Gede Rat Dwiyana Putraagussastraa03@gmail.com<p><em>The purpose of this study is to find out the effect Debate strategy and Discussion Strategy on the speaking skills of Eleventh grade students at SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar. The researcher used a quantitative method with a Quasi-experimental design. The sample consist of 30 students for the experimental group and 30 students for comparison group. XI 3 Regular as the experimental group and XI 4 regular as the comparison group. The research instrument used is speaking test. In this study, the researcher collected the data from the pre-test and post-test. Data analysis using descriptive statistical analysis, test normality, test homogeneity and A Mann Whitney U test. Based on the calculation using SPSS application, The result showed p = >.001. Based on the result, there was no significant effect between the two group. Based on this finding, it can be concluded that Debate strategy and Discussion strategy give no significant effect for improving students speaking skill.</em></p>2026-06-27T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/11377GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN GENERASI Z TENTANG PENYAKIT MENULAR SEKSUAL2026-06-24T07:17:46+00:00Nindy Safitrinindysafitriii09@gmail.com<p>Penyakit Menular Seksual (PMS) merupakan infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual, ditandai dengan gejala seperti ruam, lepuh, keputihan, dan nyeri di area kelamin. Beragam jenis PMS, termasuk <em>chlamydia,</em> gonore, sifilis, herpes, HPV, dan HIV, menjadi ancaman kesehatan global. WHO memperkirakan sekitar 350 juta kasus baru PMS terjadi setiap tahun di negara berkembang, termasuk Indonesia. Di Kalimantan Utara pada tahun 2023, angka kumulatif HIV/AIDS mencapai 1.425 kasus, dengan 229 kasus baru, dan 488 kasus PMS lainnya. Kota Tarakan mencatat jumlah tertinggi, yaitu 653 kasus HIV/AIDS kumulatif, 109 kasus baru, dan 459 kasus PMS lainnya. Pencegahan PMS memerlukan informasi yang akurat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tingkat pengetahuan generasi z tentang PMS. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode deskriptif dengan sampel 115 mahasiswa. Kuesioner digunakan sebagai instrumen, dan data dianalisis secara deskriptif menggunakan perangkat lunak, disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik tentang PMS, yaitu 94 orang (81,7%). Mayoritas karakteristik responden berusia 21 tahun 48 orang (41,7%) dan berusia 22 tahun 47 orang (40,9%). Responden didominasi perempuan (86%) dan beragama Islam (67%). Pekerjaan orang tua responden sebagian besar adalah buruh (20,9%), dan sebagian besar responden tidak bekerja (88,7%). Mayoritas responden memperoleh informasi tentang PMS dari media elektronik yaitu sebanyak 68 orang. Kesimpulannya, tingkat pengetahuan generasi z, khususnya mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) angkatan 2021, mengenai PMS berada dalam kategori baik</p>2026-06-27T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/11565Mengatasi Penurunan Attention Span Mahasiswa Akibat TikTok dan Reels: Tinjauan Pustaka tentang Strategi Belajar Akademik2026-06-29T01:17:36+00:00Aprima Fitria Candraaprima.fitria.candra@mhs.unj.ac.idDesy SafitriDesy@gmail.comSujarwo SujarwoSujarwo@gmail.com<p><em>Attention span is a person’s ability to focus on a piece of information without being distracted for a certain period of time. This study aims to examine the learning strategies employed by university students to adress the decline in their attention span resulting from the use of TikTok and Reels. Using a literature study approach, data were collected from scientific journal articles and official websites discussing the use of short-form videos, attention apan among university students, and reccomended strategies for addressing attention span issues. The results of the study indicate that excessive consumption of short-form videos such as Tiktok and Reels can lead to a reduction in attention span, cognitive decline, and academic performance amongst students. Therefore, learning strategies such as setting learning goals and maintaining motivation, managing time through screen time management, using the pomodoro technique, and fostering concentration can be adopted by university students to adress issues with their attention span.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/11272Performance Evaluation of Employees and Leaders Using the Analytical Hierarchy Process2026-06-22T05:59:27+00:00Luthfi Daffa Hadi Pratamaluthfi.dhp@student.uns.ac.idRenny Rochanirennyrochani@staff.uns.ac.id<p><em>Purpose – This study aims to develop a structured and objective performance evaluation system for employees and leaders in a company using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method. Design/methodology/approach – This research employs a quantitative approach. Data were collected through pairwise comparison questionnaires using the Saaty (1990) scale, which were developed based on the Analytical Hierarchy Process (AHP) method. Respondents were selected using purposive sampling. The collected data were then analyzed to determine the priority weights of each criterion and to assess the consistency of respondents’ judgments. The study was conducted at Cahaya Prima 83 company in Indonesia. Findings – The results show that AHP effectively determines the priority weights of performance evaluation criteria. For employees, the key criteria include attendance, attitude, discipline, and responsibility. For leaders, the criteria include leadership, decision-making, fairness, and responsibility. The method produces a structured ranking system that enhances objectivity and transparency in performance evaluation. Practical implications – The implementation of AHP provides companies with a systematic and reliable decision-making tool for evaluating employees and leaders, which can improve motivation, productivity, and overall organizational performance. Originality/value – This study contributes to the performance management literature by integrating employee and leader evaluation simultaneously using AHP within a company context, which remains relatively underexplored.</em><em>.</em></p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/11273Determining Performance Evaluation Criteria For Employees and Leaders Using NVivo2026-06-22T06:01:57+00:00Luthfi Daffa Hadi Pratamaluthfi.dhp@student.uns.ac.idRenny Rochanirennyrochani@staff.uns.ac.id<p><em>Purpose – This study aims to identify and determine performance evaluation criteria for employees and leaders in a company using NVivo. Design/methodology/approach – This research adopts a qualitative approach with supportive descriptive analysis. Data were collected through in-depth interviews with selected employees and leaders using purposive sampling. The interview data were analyzed using NVivo through coding techniques to identify key criteria and develop underlying dimensions (sub-criteria). Additionally, word frequency analysis was conducted to identify dominant terms frequently expressed by respondents, and the results were visualized using project maps to illustrate relationships between concepts. Findings – The results show that NVivo effectively identifies and structures performance evaluation criteria and their sub-criteria. For employees, the main criteria include attendance, attitude, discipline, and responsibility, each supported by several sub-criteria derived from interview data. For leaders, the criteria include leadership, decision-making, fairness, and responsibility, along with their respective sub-dimensions. Word frequency analysis highlights dominant themes discussed during interviews, strengthening the validity of the identified criteria. Practical implications – The use of NVivo provides companies with a systematic and data-driven approach to identifying performance evaluation criteria, enabling more structured and transparent assessment frameworks. Originality/value – This study contributes to performance management literature by focusing on the identification of both employee and leadership performance criteria simultaneously using NVivo, particularly by incorporating sub-criteria development and qualitative data visualization within the company context.</em></p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/11755KLASIFIKASI RISIKO KESEHATAN MENTAL GENERASI Z BERDASARKAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL MENGGUNAKAN METODE NAÏVE BAYES2026-07-04T05:19:57+00:00Laila Syafiralailasyafira37@gmail.comZahwa Aura Mutiara Hsbzhwaurahsb@gmail.comRoberto Kabanroberto.kaban@yahoo.com<p>Kesehatan mental Generasi Z menjadi perhatian penting karena intensitas penggunaan media sosial yang tinggi berpotensi memengaruhi kondisi psikologis, seperti kecemasan, depresi, dan gangguan tidur. Penelitian ini bertujuan mengklasifikasikan risiko kesehatan mental Generasi Z berdasarkan pola penggunaan media sosial menggunakan algoritma Naïve Bayes. Dataset <em>Social Media and Mental Health </em> dari Kaggle digunakan sebanyak 481 data responden, kemudian difilter pada rentang usia 18–27 tahun sehingga diperoleh 356 data. Tahap praproses meliputi pelabelan, penanganan <em>missing value</em>, penyeimbangan data, transformasi data, normalisasi, dan seleksi fitur sehingga diperoleh 312 data final dengan 10 atribut terpilih. Data dibagi menjadi 70% data latih dan 30% data uji. Hasil pengujian menunjukkan akurasi sebesar 92,55%, presisi 91,67%, dan recall 93,62%. Hasil ini menunjukkan bahwa pola penggunaan media sosial berpotensi digunakan sebagai indikator awal dalam deteksi risiko kesehatan mental Generasi Z.</p> <p> </p>2026-07-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/11759ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA SMP2026-07-04T07:04:59+00:00Yukalfin HuluYukalfinhulumohuljr@gmail.comFriska L. Situngkir friskaledin12321@gmail.com<p>Mathematical conceptual understanding is one of the fundamental competencies that students must possess in mathematics learning because it serves as the basis for understanding, connecting, and applying mathematical concepts to solve problems. However, many students still experience difficulties in understanding mathematical concepts, particularly in the topic of quadratic functions. This study aimed to analyze junior high school students' mathematical conceptual understanding of quadratic functions. The research employed a qualitative descriptive approach and was conducted at SMP Negeri 1 Gomo, South Nias Regency, involving 30 ninth-grade students as the research subjects. Data were collected through a mini-test consisting of four essay questions designed based on the cognitive levels of Bloom’s Taxonomy, namely application (C3), analysis (C4), evaluation (C5), and creation (C6). The data were analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings revealed that students' mathematical conceptual understanding was still relatively low. The highest percentage of correct answers was found in the application (C3) question, reaching 40.0%, while the lowest percentage was found in the creation (C6) question, at 20.0%. The analysis of students' responses indicated that most students experienced difficulties in explaining mathematical concepts using their own words, identifying examples and non-examples of quadratic functions, applying concepts accurately in problem-solving, and relating quadratic function concepts to other mathematical concepts. The dominant errors included misconceptions about exponentiation operations, incorrect determination of the vertex and maximum or minimum values of quadratic functions, and misconceptions regarding the relationship between the discriminant and the minimum value of a quadratic function. Therefore, the teaching of quadratic functions should emphasize activities that promote conceptual understanding through exploration, multiple mathematical representations, discussion, and problem-solving, enabling students not only to master mathematical procedures but also to develop a deep understanding of mathematical concepts.</p>2026-07-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/11887Praktik Tradisi Mangupa dan Relevansinya dengan Prinsip-Prinsip Hukum Islam di Desa Mompang Lombang Kecamatan Dolok2026-07-08T04:36:56+00:00Maruba Rambelannarambe234@gmail.comLanna Rambelannarambe234@gmail.com<p><em>The Mangupa tradition is one of the cultural customs of the Mandailing people that is still preserved today. This tradition is carried out during various important events, such as weddings, thanksgiving ceremonies, the giving of advice, and other traditional ceremonies aimed at offering prayers, motivation, and hopes for safety to an individual. This study aims to examine the practice of the Mangupa tradition in Mompang Lombang Village, Dolok Subdistrict, and to analyze its relevance to the principles of Islamic law. This study employs a qualitative research method with an empirical approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving traditional leaders, religious figures, and local residents. The results indicate that the Mangupa tradition in Mompang Lombang Village is still practiced in accordance with Mandailing customs passed down through generations. The Mangupa procession embodies social, moral, and spiritual values, such as fostering social bonds, mutual cooperation, respect for others, and the offering of advice aimed at promoting goodness. From an Islamic legal perspective, the practice of the Mangupa tradition is fundamentally consistent with the principles of Islamic sharia as long as it does not contain elements of shirk (polytheism), superstition, or practices contrary to Islamic teachings. </em><em>This tradition can be categorized as ‘urf (custom) that is acceptable under Islamic law because it serves the public interest and does not contradict the textual sources of Islamic law. Therefore, the Mangupa tradition is strongly aligned with the principles of Islamic law, particularly in terms of maintaining social relationships, instilling values of goodness, and strengthening community solidarity.</em></p>2026-07-08T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/11788ANALISIS KUALITATIF KANDUNGAN RHODAMIN B PADA SEDIAAN KOSMETIK LIPSTIK (X) YANG ADA DIPASARAN KOTA MANADO2026-07-06T01:25:45+00:00Rifani Hutami Supardihutamirifani@gmail.comTatia Anastasya Mokogintahutamirifani@gmail.comNur Zulhijah Mangantikuhutamirifani@gmail.comNi Luh Iswari Aryahutamirifani@gmail.comDhea A.A Hamzahhutamirifani@gmail.comUmmuhani Taherhutamirifani@gmail.com<p>Rhodamin B merupakan zat warna sintetis yang dilarang penggunaannya dalam sediaan kosmetik karena berpotensi menimbulkan efek toksik bagi kesehatan, seperti iritasi kulit, kerusakan organ, hingga bersifat karsinogenik. Meskipun demikian, masih ditemukan dugaan penyalahgunaan Rhodamin B pada produk kosmetik yang beredar di pasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi secara kualitatif keberadaan Rhodamin B pada sediaan kosmetik lipstik yang beredar di Kota Manado menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Penelitian dilakukan melalui uji pendahuluan menggunakan metanol untuk mengamati fluoresensi sampel, dilanjutkan dengan preparasi sampel, pembuatan larutan baku, serta analisis menggunakan KLT dengan pengamatan di bawah sinar UV 254 nm dan 365 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel lipstik memberikan fluoresensi kuning kehijauan pada uji pendahuluan yang mengindikasikan adanya senyawa fluoresen. Pada uji KLT diperoleh nilai <em>Rf</em> sampel sebesar 0,52, sama dengan nilai <em>Rf</em> baku Rhodamin B sebesar 0,52, sedangkan larutan pembanding memiliki nilai <em>Rf</em> sebesar 0,54. Selain itu, warna bercak yang dihasilkan pada pengamatan visual maupun di bawah sinar UV menunjukkan karakteristik yang serupa dengan baku Rhodamin B. Kesamaan nilai <em>Rf</em> dan karakteristik bercak tersebut menunjukkan bahwa sampel lipstik yang dianalisis terindikasi positif mengandung Rhodamin B. Dengan demikian, metode Kromatografi Lapis Tipis terbukti efektif sebagai metode analisis kualitatif untuk mendeteksi keberadaan Rhodamin B pada sediaan kosmetik dan dapat digunakan sebagai langkah awal dalam pengawasan keamanan produk kosmetik yang beredar di masyarakat.</p> <p><strong> </strong></p>2026-07-07T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/11809ANALISIS KUALITATIF KANDUNGAN HIDROKUINON PADA SEDIAAN KOSMETIK2026-07-06T14:49:17+00:00Rifani Hutami Supardihutamirifani@gmail.comFelisity Glory Hippihutamirifani@gmail.comKetrin Oliviahutamirifani@gmail.comAmelia Putri Hakamathutamirifani@gmail.comDini Amaliahutamirifani@gmail.com<p>Hidrokuinon merupakan senyawa yang pernah digunakan sebagai agen pencerah kulit, namun penggunaannya dalam kosmetik dibatasi karena berpotensi menimbulkan berbagai efek samping, seperti iritasi, dermatitis, hingga eksogen okronosis apabila digunakan secara tidak tepat. Oleh karena itu, pengawasan terhadap keberadaan hidrokuinon dalam sediaan kosmetik perlu dilakukan melalui pengujian laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi secara kualitatif keberadaan hidrokuinon pada sediaan kosmetik menggunakan beberapa pereaksi kimia. Sampel yang digunakan berupa krim pemutih (Diamond Cream) yang dianalisis melalui uji kualitatif menggunakan pereaksi besi(III) klorida (FeCl₃), perak nitrat (AgNO₃), dan Benedict. Masing-masing pengujian dilakukan berdasarkan prinsip reaksi spesifik yang menghasilkan perubahan warna atau pembentukan endapan apabila hidrokuinon atau senyawa target terdeteksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada uji menggunakan FeCl₃ tidak terjadi perubahan warna hijau, pada uji AgNO₃ tidak terbentuk endapan maupun cincin perak, dan pada uji Benedict tidak terbentuk endapan merah bata. Seluruh hasil pengujian menunjukkan respons negatif terhadap pereaksi yang digunakan. Berdasarkan hasil tersebut, sampel Diamond Cream tidak menunjukkan adanya senyawa yang bereaksi dengan pereaksi FeCl₃, AgNO₃, maupun Benedict dalam batas deteksi metode uji kualitatif yang diterapkan. Dengan demikian, berdasarkan parameter pengujian yang dilakukan, sampel tidak menunjukkan indikasi adanya kandungan hidrokuinon. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode uji kualitatif sederhana dapat dimanfaatkan sebagai skrining awal dalam pengawasan mutu dan keamanan produk kosmetik sebelum dilakukan analisis yang lebih spesifik menggunakan metode instrumental.</p> <p> </p>2026-07-07T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/11803Penerapan Metode Six Sigma Dan Failure Mode And Effects Analysis (FMEA) Dalam Upaya Pengendalian Kualitas Produk STAY BKA Pada PT XYZ2026-07-06T11:12:21+00:00Abrar Zaki Abirama Fawwazabrarzaki086@gmail.comAri Zaqi Al-Faritsyari_zaqi@uty.ac.id<p><em>Product quality plays an essential role in maintaining the competitiveness of manufacturing companies. PT XYZ continues to experience quality issues in the STAY BKA product, with defective products accounting for 32% of total production during the Pre-Delivery Inspection (PDI) process. This study aims to analyze the defect level, identify the root causes of product defects, and propose improvement strategies using the Six Sigma and Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) methods through the DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, and Control) approach. A quantitative descriptive method was employed using production and defect data collected through direct observation and company documentation during February 2026. The results revealed five dominant defect types, namely Over Buffing (36.6%), Dent (22.4%), Bintik (20.1%), Bolong (10.5%), and Paintless (10.4%). The average Defects Per Million Opportunities (DPMO) was 59,941.91, corresponding to a process capability level of 3.0580 sigma. Fishbone analysis and FMEA indicated that the primary causes of defects were related to human, method, machine, and material factors. Improvement recommendations include installing protective partitions in WIP containers, revising standard operating procedures and buffing RPM standards, establishing standard pre-treatment duration, monitoring curing oven temperature, and scheduling regular spray gun maintenance. These improvement actions were integrated into a Control Plan supported by daily check sheets to ensure continuous quality control.</em></p>2026-07-09T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/11811IDENTIFIKASI BAHAN KIMIA OBAT (BKO) DALAM SEDIAAN JAMU MENGGUNAKAN KLT2026-07-06T14:59:49+00:00Rifani Hutami Supardihutamirifani@gmail.comPutri Nabila Assegafhutamirifani@gmail.comAlisya Halizahhutamirifani@gmail.comRosalina Husalekahutamirifani@gmail.com<p>Peredaran jamu yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) masih menjadi permasalahan dalam pengawasan obat tradisional di Indonesia karena dapat membahayakan kesehatan masyarakat. Salah satu BKO yang sering ditemukan pada sediaan jamu pegal linu adalah parasetamol yang sengaja ditambahkan untuk memberikan efek analgesik secara cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan BKO pada sediaan jamu menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Sampel jamu dianalisis dengan menggunakan silika gel 60 F254 sebagai fase diam dan campuran etil asetat, kloroform, serta n-heksana sebagai fase gerak. Larutan baku pembanding dan sampel ditotolkan pada plat KLT, kemudian dielusi dan diamati di bawah sinar UV 254 nm untuk menentukan nilai faktor retensi (<em>Rf</em>). Hasil analisis menunjukkan bahwa sampel jamu menghasilkan tiga bercak dengan nilai <em>Rf</em> berturut-turut sebesar 0,57; 0,65; dan 0,85. Nilai <em>Rf</em> bercak pertama mendekati nilai <em>Rf</em> baku pembanding parasetamol sehingga mengindikasikan adanya dugaan kandungan BKO berupa parasetamol pada sampel jamu, sedangkan dua bercak lainnya diduga berasal dari senyawa lain yang terdapat dalam sediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Kromatografi Lapis Tipis mampu digunakan sebagai metode skrining kualitatif yang sederhana, cepat, dan ekonomis untuk mendeteksi keberadaan BKO pada produk jamu. Pengawasan secara berkelanjutan terhadap obat tradisional perlu terus ditingkatkan guna menjamin keamanan, mutu, dan perlindungan konsumen dari peredaran produk yang tidak memenuhi persyaratan</p>2026-07-09T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/11807Analisis Peran Komunikasi Interpersonal Orang Tua dalam Mengontrol Paparan Konten Brainrot Anomali pada Anak Usia Sekolah Dasar2026-07-06T13:59:45+00:00Anindita Putri Ardiantiataputri64@gmail.comLivia Natashalivianatasyabks@gmail.comDeswinta Maharani Febianddeswinta36@gmail.comRosalia Prismariniataputri64@gmail.com<p><em>The rapid development of digital media has made it easier for children to access various types of content on social media, including brainrot anomaly content, which is often absurd, repetitive, and lacks educational value. This study aims to analyze the role of parental interpersonal communication in controlling children's exposure to brainrot anomaly content. This research employed a descriptive qualitative approach using observation, interviews, and documentation as data collection techniques. The participants consisted of three parents, one school counselor, and one elementary school-aged child. The findings indicate that interpersonal communication plays a significant role in controlling children's exposure through parental supervision, screen time limitation, discussions about digital content, and guidance in selecting age-appropriate media. Furthermore, collaboration between parents and schools is essential to improve children's digital literacy and encourage responsible digital media use.</em></p>2026-07-09T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/11934PENGGUNAAN TEORI SIGNALING DALAM PENELITIAN AKUNTANSI DAN KEUANGAN: STUDI LITERATURE REVIEW2026-07-09T10:08:32+00:00Hendy Satriahendy@gmail.comNatasya Saffa AdestiNatasya@gmail.comRaja FitrianaRaja@gmail.comRani Sofia MagdalenaRani@gmail.comSekar MelatiSekar@gmail.comSuci Alya Rahmadhanisuci@gmail.com<p><em>Signaling Theory is a widely used theoretical foundation in accounting and finance research to explain the mechanisms by which companies convey information to stakeholders under conditions of information asymmetry. This study aims to analyze the development of Signaling Theory's use in accounting and finance research and identify dominant research themes and future research opportunities. The study employed a literature review method, analyzing various sources discussing Signaling Theory. The analysis process involved identifying, classifying, evaluating, and synthesizing literature addressing the application of Signaling Theory in accounting and finance. The study's results indicate that Signaling Theory is widely used in research on corporate information disclosure, financial statements, dividend policy, capital structure, earnings quality, and firm value. Furthermore, developments in the business environment have expanded the theory's use to address contemporary issues such as Environmental, Social, and Governance (ESG), corporate social responsibility (CSR), and sustainability reporting. The research findings demonstrate that Signaling Theory remains relevant in explaining various forms of corporate communication, both financial and non-financial. This study contributes by mapping the development of Signaling Theory's use and recommending possible future research directions. </em></p>2026-07-09T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/11954Perancangan Website Pendataan Stok Barang pada Ud Chandra Menggunakan Metode Rapid Application Development (RAD)2026-07-10T02:42:30+00:00Sugiarto Aryatamasugiarto.aryatama05@gmail.comFurqan Khalidysugiarto.aryatama05@gmail.comM.Khaibar Putra Adithiasugiarto.aryatama05@gmail.com<p><em>Inventory management at UD Chandra is currently still carried out conventionally, through manual record-keeping and the use of simple, non-integrated spreadsheets. This causes various operational problems, such as a high risk of human error, inaccurate stock data, slow report generation processes, and difficulty for the owner in monitoring product availability in real time. On the other hand, customers also face obstacles in obtaining product availability information because they have to contact the store directly. This research aims to design and build a website-based inventory data recording information system to optimize inventory management and improve information transparency for customers. The system development method used is Rapid Application Development (RAD), chosen because it emphasizes development speed, flexibility, and intensive user involvement through the stages of requirement planning, design workshop, and implementation. The result of this research is a website-based platform that provides features for item data management, recording of incoming and outgoing transactions, automatic stock reports, low-stock notifications, and a product catalog for customers. The implementation of this system is expected to improve operational efficiency, data accuracy, and the quality of strategic decision-making for business owners, as well as provide easier access to information for UD Chandra's customers.</em></p>2026-07-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/11909Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan Berdasarkan Kualitas Layanan dengan Menggunakan Metode Servqual dan IPA di PT XYZ2026-07-08T12:58:00+00:00Eva Pinataevafinata81@gmail.comAndung Jati NugrohoAndung@gmail.com<p><em>This study analyzes customer satisfaction and service quality at XYZ Yogyakarta, a local perfume brand facing challenges in maintaining consistent service during peak hours. Utilizing a quantitative approach, the study employs the SERVQUAL method to assess customer satisfaction based on service quality dimensions and Importance-Performance Analysis (IPA) to identify critical areas for improvement. Data was collected from 31 customers via a questionnaire measuring expectations and perceptions using a Likert scale. The SERVQUAL analysis revealed an average perception score of 4.25 against an average expectation score of 3.14, indicating that service quality generally exceeded customer expectations, with all attributes showing a positive gap. The largest gap was observed in “availability of sought-after products” (1.65), while the smallest was “service speed during peak store hours” (0.68). The IPA mapping highlighted “employee speed in assisting with perfume selection” and “service speed during peak store hours” as top improvement priorities (Quadrant I). Essentially, XYZ Yogyakarta largely satisfies its customers, but improving employee assistance with perfume selection and enhancing service efficiency during peak periods are crucial for enhancing customer experience and loyalty.</em></p> <p> </p>2026-07-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/11961ANALISIS YURIDIS KEDUDUKAN KARANG TARUNA DALAM PENGELOLAAN DANA SOSIAL DAN KEGIATAN KEPEMUDAAN DITINJAU DARI PRINSIP AKUNTABILITAS DAN KEPASTIAN HUKUM2026-07-10T09:22:32+00:00Topan Mulyawantopanmulyawan24434@gmail.comWening Ken WidodasihWening@gmail.com<p><strong>Abstrak</strong>. Karang Taruna merupakan organisasi sosial kemasyarakatan yang berperan dalam penyelenggaraan kegiatan sosial dan pengembangan generasi muda di tingkat desa maupun kelurahan. Dalam menjalankan tugasnya, Karang Taruna memiliki kewenangan untuk mengelola dana sosial yang berasal dari berbagai sumber yang sah. Pengelolaan dana tersebut memerlukan dasar hukum yang jelas agar pelaksanaannya sesuai dengan prinsip akuntabilitas dan kepastian hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan hukum Karang Taruna dalam pengelolaan dana sosial dan kegiatan kepemudaan serta mengkaji penerapan prinsip akuntabilitas dan kepastian hukum dalam pelaksanaannya.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang diperoleh melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Karang Taruna memiliki kedudukan hukum yang diakui berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan, serta Peraturan Menteri Sosial Nomor 9 Tahun 2025 tentang Karang Taruna. Namun, masih terdapat kekaburan dan kekosongan norma terkait kewenangan, pengawasan, dan pertanggungjawaban hukum dalam pengelolaan dana sosial sehingga diperlukan penguatan regulasi guna menjamin transparansi, akuntabilitas, dan kepastian hukum secara berkelanjutan.</p>2026-07-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/11903Identifikasi dan Pengendalian Risiko Keselamatan Kerja pada Pengoperasian Mesin Rotogravure Menggunakan Metode HIRARC dan FTA2026-07-08T10:33:47+00:00Fadilah Julianifadilahjuliani82@gmail.comFerida YuamitaFerida@gmail.com<p><em>The operation of rotogravure machines involves various hazards that may increase the risk of occupational accidents if not properly controlled. This study aims to identify potential hazards, assess occupational risk levels, and propose risk control measures for rotogravure machine operations at PT IGP Internasional Sleman using the Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) and Fault Tree Analysis (FTA) methods. A descriptive research approach was employed, with data collected through observation, interviews, and documentation. The results indicate that hazards were identified during roller setting, printing, dryer operation, and machine cleaning activities. Based on the HIRARC assessment, roller setting was classified as High Risk, while printing and dryer operations were categorized as Moderate Risk, and machine cleaning as Low Risk. FTA revealed that occupational accidents were primarily influenced by human factors, machine conditions, work methods, and inadequate implementation of safety practices. The recommended control measures include improving compliance with standard operating procedures, consistent use of personal protective equipment, regular occupational safety training, workplace supervision, and routine machine maintenance.</em></p>2026-07-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/11829Analisis Pengaruh Jadwal Pemeliharaan, Kompetensi Personel, dan Ketersediaan Fasilitas terhadap Kelaikan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) pada Unit ARFF di Bandar Udara2026-07-07T02:49:38+00:00Noviardy Eko Rizky Atmajanoviardyeko2111@gmail.comZahira Syazwana Hufaiyazahirasyazwana02@gmail.comNawang Kalbuananawang.kalbuana@ppicurug.ac.id<p>Alat Pemadam Api Ringan (APAR) merupakan elemen kritis dalam sistem proteksi kebakaran aktif pada unit Aircraft Rescue and Fire Fighting (ARFF) di bandar udara. Kelaikan APAR secara signifikan dipengaruhi oleh tiga faktor determinan, yaitu jadwal pemeliharaan yang teratur, kompetensi personel yang melaksanakan inspeksi, dan ketersediaan fasilitas pendukung. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ketiga faktor tersebut terhadap kelaikan APAR pada unit ARFF berdasarkan pendekatan Analytical Inductive Literature Review (AILR). Data bersumber dari enam artikel ilmiah utama yang diterbitkan antara tahun 2022 hingga 2025, mencakup kajian di Bandar Udara Husein Sastranegara, Yogyakarta International Airport, Bandar Udara Komodo Labuan Bajo, dan PT Semen Baturaja, serta diperkaya dengan integrasi studi-studi terkait dari bidang manajemen bandar udara, pengawasan keamanan penerbangan, dan pemeliharaan kendaraan PKP-PK. Hasil analisis menunjukkan: (1) jadwal pemeliharaan yang konsisten sesuai Permenaker No. 4 Tahun 1980 merupakan prediktor terkuat kelaikan APAR; (2) kompetensi personel yang terlatih, bersertifikat, dan terus dikembangkan melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan meningkatkan akurasi inspeksi serta kecepatan respons; dan (3) ketersediaan fasilitas yang lengkap dan memadai merupakan enabling factor yang menjadi prasyarat terpenuhinya standar kelaikan. Ketiga faktor ini bersifat komplementer dan harus dikelola secara holistik dalam kerangka Safety Management System (SMS) untuk menjamin keselamatan penerbangan yang berkelanjutan.</p> <p> </p>2026-07-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/11966Analisis Optimasi Produksi dalam Memaksimalkan Laba Menggunakan Metode Simpleks pada Bananagih2026-07-10T11:02:49+00:00Lutfy Fauziyah Lutfylutfyfauziyah5@gmail.comNadhila Syifa Luthfiah Nadhilanadhilasl12@gmail.comPutri Bidara Purnama Lestari Putriputribdr11@gmail.comSomadi Somadisomadi@iwu.ac.id<p>Bananagih merupakan usaha kuliner di Pameungpeuk Bandung yang memproduksi pisang keju dan pisang coklat. Dalam menjalankan usahanya, Bananagih menghadapi keterbatasan waktu pada proses penggorengan, pemberian topping, dan pengemasan sehingga perencanaan produksi belum optimal dan laba usaha belum maksimal. Penelitian ini bertujuan menentukan kombinasi produksi yang menghasilkan laba maksimum. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan menggunakan metode simpleks melalui studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi produksi optimal adalah 0 porsi pisang keju dan 40 porsi pisang coklat dengan laba maksimum sebesar Rp240.000 per periode produksi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode simpleks mampu menentukan keputusan produksi yang lebih efisien sesuai dengan keterbatasan sumber daya yang dimiliki sehingga keuntungan usaha dapat dimaksimalkan.</p> <p> </p> <p>Kata kunci: Optimasi Produksi; Metode Simpleks; Perencanaan Produksi; Laba Maksimum; Bananagih</p>2026-07-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/11984 ANALISIS DEFECT PACKAGING PUPUK DENGAN METODE STATISTICAL QUALITY CONTROL DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS PADA INDUSTRI PUPUK DI CV. XYZ2026-07-11T04:32:49+00:00Muhana Naufal Susilomasemban4@gmail.comSuseno Susenosuseno@uty.ac.id<p><em>. </em><em>CV. XYZ is a company that produces 50 kg NPK fertilizer packaging and still experiences packaging defects, particularly sewing defects and weighing defects. This study aims to analyze quality control, identify the causes of defects, and determine improvement priorities using Statistical Quality Control (SQC), Fishbone Diagram, and Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). The data used were collected from February23 to April 14, 2026, with a total production of 2,739 bags and 580 defective bags,consisting of 459 sewing defects and 121 weighing defects. The results of the p-controlchart indicate that the process is not yet statistically controlled, as shown by severalpoints falling outside the control limits for sewing defects (CL = 0.168, UCL = 0.189,LCL = 0.146) and weighing defects (CL = 0.044, UCL = 0.056, LCL = 0.032). Fishboneanalysis revealed that the causes of defects originated from human, machine, method,material, and environmental factors. The FMEA results showed that the highest RiskPriority Number (RPN) values for sewing defects were machine malfunction (280) andloose thread (210), while for weighing defects they were improper gate valve settings(240) and fertilizer accumulation in the hopper (192). The proposed improvementsinclude implementing preventive maintenance, inspecting the gate valve, checkingthread conditions, and controlling fertilizer flow and hopper capacity to reduce defectrates and improve product quality.</em></p>2026-07-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/11647IDENTIFIKASI POTENSI BAHAYA DAN PENGENDALIAN RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJA KAYU LAPIS PT INDAH KAYU SEJAHTERA 2026-06-30T15:48:20+00:00Yosi Auliayosiaulia1103@gmail.comAyudyah Eka Apsariayudyah@email.com<p>PT Indah Kayu Sejahtera is facing significant occupational safety issues in the <br>plywood production sector due to the complex production process that involves the use <br>of large machinery, hot steam, and sharp tools. Data from the past year, specifically from <br>January 2025 to January 2026, show that there were21 work accident, consisting of 13 <br>minor accident, 7 moderate accident, and 1 severe accident. This study aim to identify <br>potential hazard, assess risk levels, recommed risk controls, and formulate an <br>Occupational Health an Safety (OHS) Standard Operating Procedure (SOP) to minimize <br>the potential for workplace accident in the plywood production process. The methods <br>uses are the HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control) method <br>to manage risks systematically, and the FTA (Fault Tree Analysis) to map the root causes <br>of workplace accident. The result of hazard identification and risk assessment indicate 8 <br>high risks at 8 workstations, 17 medium risks at 10 workstation, and 23 low risks at 13 <br>workstation. FTA analysis of 8 main type of incident (top event) shows that the root causes <br>of accident are dominate by worker negligence and fatigue, lack og training, and non <br>compliance with procedures, damage to machine guards to automatic sensors, as well as <br>low discipline in the use of Personal Protective Equipment (PPE). Based on this research, <br>control measure are formulated comprehensively through engineering control, <br>administrative controls, the use of PPE, and yhe preparation of a stricter new OHS SOP <br>recommendation to reduce workplace accident rates.</p>2026-07-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/11888Analisis Risiko Kecelakaan Kerja Menggunakan Metode HIRARC dan Fault Tree Analysis (FTA) pada Proses Progressive dan Welding di PT X2026-07-08T09:27:23+00:00Dominicus Rivaldidominicusalferdo@gmail.comFerida Yuamitaferidayuamita@uty.ac.id<p><em>Occupational Occupational Safety and Health (OSH) plays an important role in preventing workplace accidents and maintaining productivity in manufacturing industries. PT X is a metal manufacturing company with high-risk activities in the Progressive and Welding processes. In 2025, the company recorded six workplace accidents, indicating the need for systematic risk evaluation. This study aims to identify workplace hazards, assess risk levels, analyze the root causes of accidents, and propose appropriate control measures. A descriptive quantitative approach was employed using the Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) method integrated with Fault Tree Analysis (FTA). Data were collected through observations, interviews, and company documentation. The HIRARC results identified workplace hazards with different risk levels, while FTA revealed that accidents were primarily caused by human, machine, method, material, and environmental factors. Based on these findings, risk control recommendations were developed according to the hierarchy of controls, including engineering controls, administrative controls, the proper use of personal protective equipment (PPE), and improved safety training. These recommendations are expected to reduce workplace accident risks and enhance the implementation of Occupational Safety and Health (OSH) in the company.</em></p>2026-07-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/11865Pengaruh Teaching Factory (TEFA) Terhadap Minat Wirausaha Siswa Tata Busana SMK Negeri 1 Brondong2026-07-07T14:59:47+00:00Rahma Faradiba Nur Elizarahmafaradiba.22105@mhs.unesa.ac.idImami Arum Tri Rahayu imamirahayu@unesa.ac.id<p><em>The purpose of this study is to 1) Analyze the implementation of Teaching Factory on Fashion Production Design students at SMK Negeri 1 Brondong, 2) Analyze the entrepreneurial interest of Fashion Production Design students at SMK Negeri 1 Brondong, 3) Analyze the influence of Teaching Factory on the entrepreneurial interest of Fashion Production Design students at SMK Negeri 1 Brondong. This study is an Ex-Post Facto research type with secondary data using quantitative descriptive methods. The sample in this study was all grade XII Fashion Production Design students at SMK Negeri 1 Brondong obtained using nonprobability sampling techniques with a total sampling method of 11 students. Data collection techniques were carried out through questionnaires and documentation. The results of this study indicate that the implementation of Teaching Factory is in the high category and the interest in entrepreneurship is very high. The results of the Spearman Rank Correlation test obtained a significance value of 0.006 <0.05, so Ha is accepted and H0 is rejected. The correlation coefficient value of 0.761 indicates a strong and positive relationship between Teaching Factory and students' entrepreneurial interest. In addition, the coefficient of determination (R Square) value of 0.516 shows that the influence of Teaching Factory on students' entrepreneurial interest is 51.6%, while 48.4% is influenced by other factors outside of research.</em></p>2026-07-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/11986Tinjauan Terhadap Penyesuaian Pasal 34 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Nasional tentang Pembelaan Terpaksa (NOODWEER) Dalam Perspektif Hak Asasi Manusia (Studi Putusan Pengadilan Negeri Nomor 101/Pid.B/2024/PN/Snj) 2026-07-11T07:18:29+00:00Vivi Neiska Hendrianavivineiska2000@gmail.comTrias Saputravivineiska2000@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan pembelaan terpaksa (<em>noodweer</em>) dalam Pasal 34 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Nasional serta mengkaji penerapannya dalam perspektif hak asasi manusia melalui Putusan Pengadilan Negeri Nomor 101/Pid.B/2024/PN.Snj. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Bahan hukum diperoleh dari peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, doktrin, buku, serta jurnal ilmiah yang dianalisis secara kualitatif melalui penafsiran hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasal 34 KUHP Nasional memperkuat perlindungan hukum terhadap individu yang melakukan pembelaan diri dari serangan melawan hukum yang bersifat seketika dengan menekankan prinsip keterpaksaan, proporsionalitas, dan legalitas. Penerapan ketentuan tersebut dalam Putusan Pengadilan Negeri Nomor 101/Pid.B/2024/PN.Snj juga mencerminkan perlindungan terhadap hak untuk hidup, hak atas rasa aman, dan keadilan substantif. Meskipun demikian, perbedaan penafsiran oleh aparat penegak hukum masih menjadi kendala dalam mewujudkan penerapan pembelaan terpaksa secara konsisten.</p>2026-07-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/11974ANALISIS KETERTARIKAN PEMBELIAN PRODUK LUAR NEGERI PADA MASYARAKAT PERBATASAN INDONESIA-MALAYSIA DI DESA ENTIKONG KECAMATAN ENTIKONG2026-07-10T15:40:27+00:00Agnes Dwiniagnesdwini02@gmail.comOkianna Okiannaagnesdwini02@gmail.comJumardi Budimanagnesdwini02@gmail.com<p>This research was conducted in Entikong Village, Entikong District, Sanggau Regency, with the aim of analyzing the purchasing interest in foreign products among communities living in the Indonesia–Malaysia border area and identifying the influence of distance factors on their purchasing interest. Border areas have unique characteristics due to relatively easy access to goods from neighboring countries, which can influence local consumption patterns. This study employed a qualitative approach using a case study method. The informants consisted of 10 border community members who frequently purchased foreign products. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The results showed that the border community in Entikong Village has a relatively high interest in purchasing foreign products. This interest is influenced by several factors, including the relatively lower prices of foreign products, the short and easily accessible travel distance, and the level of satisfaction with the products purchased. In addition, respondents perceived that some foreign products offer larger quantities and better value compared to similar domestic products. Therefore, price, distance, and consumer satisfaction are the main factors influencing the purchasing interest of border communities in foreign products.</p>2026-07-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/11915CAFELA PIE: Inovasi Pai Fungsional Berbasis Selai Sawit Merah dan Tepung Kulit Kopi (Cascara) melalui Pemanfaatan Limbah Pertanian untuk Diversifikasi Pangan Berkelanjutan 2026-07-08T13:54:36+00:00Fasya Aurellia Nuraurellianur78@gmail.comSyakila Syahirasyakilasyahira20@gmail.com<p>Indonesia merupakan salah satu produsen kelapa sawit dan kopi terbesar di dunia, namun pemanfaatan minyak sawit merah dan kulit kopi (cascara) sebagai bahan pangan fungsional masih terbatas. Meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pangan sehat serta upaya pemanfaatan limbah pertanian mendorong pengembangan inovasi pai berbasis sumber daya lokal. Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi <strong>CAFELA PIE</strong>, yaitu pai fungsional berbahan dasar selai sawit merah dan tepung kulit kopi, sebagai produk pangan bernilai tambah dan bergizi tinggi. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi pustaka melalui analisis berbagai literatur ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa selai sawit merah kaya akan β-karoten dan vitamin E, sedangkan tepung kulit kopi mengandung serat pangan dan senyawa fenolik yang berperan sebagai antioksidan. Kombinasi kedua bahan tersebut berpotensi menghasilkan pangan fungsional yang mendukung diversifikasi pangan, pemanfaatan limbah pertanian, dan peningkatan nilai tambah komoditas lokal. Penelitian lanjutan secara eksperimental diperlukan untuk menguji mutu, daya simpan, karakteristik fisikokimia, dan tingkat penerimaan konsumen terhadap produk</p>2026-07-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12040ANALISIS DAN PERBAIKAN PROSES PRODUKSI SUSU KAMBING BUBUK MENGGUNAKAN VALUE STREAM MAPPING UNTUK MINIMALISASI WASTE DI CV PERANAKAN ETAWA ABADI2026-07-13T16:44:34+00:00Andhika Satria HerdanaAndhika@gmail.comUrfahmy Yuznivar AlmahdiUrfahmy@gmail.comRendra Eka MahardikaRendra@gmail.comDika Maulana Pratamadikamaulanapratama01@gmail.comAchmad Emir Giartomo PAchmademir@gmail.com<p><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan meningkatkan proses produksi susu kambing bubuk di CV Peranakan Etawa Abadi, yang masih menggunakan peralatan konvensional dan beroperasi secara tidak efisien. Masalah utama yang diidentifikasi meliputi pemborosan waktu yang berlebihan, hambatan pada tahap pemanasan dan penggilingan, serta efisiensi operator yang rendah. Penelitian ini menerapkan metode Value Stream Mapping (VSM) untuk mengklasifikasikan aktivitas menjadi Value Added (VA), Necessary Non-Value Added (NNVA), dan Non-Value Added (NVA), diikuti dengan perangkat lunak simulasi Promodel untuk mengevaluasi kinerja sistem dan menguji perbaikan yang diusulkan. Simulasi awal menunjukkan Total Exits sebanyak 41 unit, Waktu Rata-rata dalam Sistem sebesar 342,87 menit, dan efisiensi proses sebesar 31%. Setelah menerapkan perbaikan dengan mesin Spray Dryer dan prosedur operasi standar, Total Exits meningkat menjadi 405 unit, Waktu Rata-rata dalam Sistem menurun menjadi 196,57 menit, dan efisiensi meningkat menjadi 57%. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan gabungan VSM dan simulasi Promodel secara efektif meningkatkan produktivitas dan efisiensi proses dalam pembuatan susu bubuk.</span></span></em></p>2026-07-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/11978PENGEMBANGAN SOAL TES HOTS BERBASIS KAHOOT PADA MATERI PERALATAN DAPUR UNTUK SISWA SMK KULINER FASE E2026-07-11T02:05:01+00:00Wanda Putri Dwi Wardaniwandaputri.22015@mhs.unesa.ac.idSri Handajani wandaputri.22015@mhs.unesa.ac.id<p><em>This research is motivated by the low level of Higher Order Thinking Skills (HOTS) among Culinary Vocational High School students. The daily learning evaluation process is still dominated by Lower Order Thinking Skills (LOTS) questions and the limited use of interactive digital media in assessments. This study aims to determine the development results and feasibility of a HOTS test instrument based on the Kahoot game-based learning platform for kitchen equipment for Phase E Culinary Vocational High School students. The research method used is Research and Development (R&D), referring to the 4D development model (Define, Design, Develop, Disseminate). However, due to time and scope constraints, this study was limited to the Development stage. The research location was SMKN 2 Jombang, with a limited trial population of 66 11th-grade Culinary students. The results of the study showed that: (1) The results of the material validation obtained an average percentage of 88% (very valid), the construction aspect was 88% (very valid), and the language aspect was 89% (very valid). The validation of the Kahoot media was in the very feasible category with the achievement of the display aspect of 91%, ease of use of 91%, and timeliness of 88%. (2) The results of the empirical trial analysis of 30 multiple choice questions developed resulted in 23 questions being declared valid and 7 questions being invalid. The reliability test of the valid questions obtained a Cronbach's Alpha coefficient of 0.80 which is included in the very high category. In terms of discrimination power, there were 2 questions in the good category and 21 questions in the very good category. The analysis of the level of difficulty resulted in 4 questions in the difficult category, 10 questions in the medium category and 9 questions in the easy category. The distractor function analysis showed 8 questions in the sufficient category, 8 questions in the good category, and 7 questions in the very good category. Based on these results, the developed Kahoot-based HOTS test questions were deemed highly suitable and reliable for use as an evaluation instrument for culinary learning.</em></p>2026-07-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/11924Kemampuan Menulis Artikel Ilmiah Populer Siswa Kelas VIII A SMP Angkasa Kupang Tahun Pelajaran 2025/20262026-07-09T04:24:07+00:00Alex Missael Aduadualex4404@gmail.comRichard Oematanadualex4404@gmail.comSanhedri Boimauadualex4404@gmail.com<p><em>The problem in this study is how the ability to write popular scientific articles in eighth-grade students of SMP Angkasa Kupang. The purpose of this study is to describe the ability of eighth-grade students of SMP Angkasa Kupang in writing popular scientific articles. The method used in this study is qualitative description to facilitate the researcher in conducting in-depth and systematic data analysis to provide an accurate picture of the facts in the field. The results of the study show that the ability to write popular scientific articles in the introduction aspect is in the fairly good category with an average score of 73.5. Most students have been able to write a good introduction, although there are still deficiencies in developing the background and purpose of writing systematically. The writing ability in the content aspect is also in the fairly good category with an average score of 73.5. Students have generally been able to express ideas and opinions, but there are still weaknesses in idea development, depth of analysis, and coherence between paragraphs. The writing ability in the conclusion aspect shows relatively similar results with an average score of 73.5. Most students have been able to formulate conclusions and suggestions, but some have not been able to formulate a proper and comprehensive conclusion. Overall, the ability to write popular scientific articles of eighth-grade students of SMP Angkasa Kupang is in the fairly good category with a class average score of 73. The classical learning mastery level reached 76.47%, with 13 students declared proficient and 4 students not yet proficient, with a classical failure rate of 23.53%. The results of the study indicate that students have basic abilities in writing popular scientific articles, but improvement is still needed, especially in the aspects of logical, systematic, and communicative thinking in composing written works.</em></p>2026-07-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/11948PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI E-ORDER FOOD & BEVERAGE BERBASIS WEB MENGGUNAKAN PROTOKOL WEBSOCKET2026-07-09T14:59:19+00:00Zein Naufal Lindanzeinnaufal56@wastukancana.ac.idDayan Singasatiazeinnaufal56@wastukancana.ac.idYusuf Muhyidinzeinnaufal56@wastukancana.ac.id<p>Proses pemesanan makanan di PT XYZ masih dilakukan secara manual melalui aplikasi percakapan dan melibatkan beberapa perantara, sehingga berpotensi menimbulkan keterlambatan penyampaian pesanan, kesalahan komunikasi, serta ketidakakuratan dalam pencatatan transaksi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem informasi E-Order berbasis web yang mampu memberikan pembaruan status pesanan secara real-time menggunakan teknologi WebSocket guna meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas pelayanan. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah Extreme Programming (XP), yang meliputi tahapan perencanaan, perancangan, pengkodean, pengujian, dan rilis. Sistem dikembangkan menggunakan Vue.js sebagai frontend, Express.js sebagai backend, serta pemodelan sistem dilakukan menggunakan Unified Modeling Language (UML). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem berhasil diimplementasikan dengan fitur pemesanan makanan dan minuman, pengelolaan menu, pengelolaan pesanan, pencatatan transaksi, pembuatan laporan, serta pembaruan status pesanan secara real-time. Pengujian menggunakan metode Blackbox Testing menunjukkan bahwa seluruh fungsi sistem berjalan sesuai dengan kebutuhan yang telah ditentukan. Implementasi sistem ini mampu meningkatkan efisiensi proses pelayanan, mengurangi risiko kesalahan komunikasi, meningkatkan akurasi pencatatan transaksi, serta mendukung proses pemesanan yang lebih terintegrasi dalam lingkungan operasional PT XYZ.</p>2026-07-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/11979PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI BANK SAMPAH DI KECAMATAN BANJARMASIN UTARA2026-07-11T02:11:42+00:00Sesilia Leluni Malera2210416120012@mhs.ulm.ac.idGhinia Anastasia Muhtar2210416120012@mhs.ulm.ac.id<p><em>The waste problem in Banjarmasin City, particularly in North Banjarmasin District, has become increasingly complex along with the rising volume of waste generation reaching 40,193.3 tons per year. This study aims to measure the level of community participation in waste management through waste banks in North Banjarmasin District and to identify the influencing factors. The research employed a quantitative descriptive approach with a sample of 100 respondents determined using the Slovin formula with a 10% error margin and proportional random sampling technique across 10 sub-districts. Data collection was conducted through questionnaires using a five-point Likert scale, observation, and documentation. The research instrument was tested using Pearson Product Moment validity test and Cronbach's Alpha reliability test. Data analysis was performed using quantitative descriptive methods through mean calculation and class intervals. The results showed that the overall level of community participation in waste management through waste banks in North Banjarmasin District was in the low category with an average score of 2.49. Labor participation (2.77) and material participation (2.82) fell into the medium category, while intellectual participation (2.30), skill participation (2.16), and social participation (2.38) remained in the low category. The low level of community participation was caused by insufficient socialization, training, communication between waste bank managers and the community, as well as limited forums for aspirations. This study concludes that community participation in North Banjarmasin District is practical in nature and has not yet developed optimally in intellectual, skill, and social aspects. Enhanced socialization, waste management training, community empowerment, and strengthened communication between waste bank managers, government, and the community are needed to optimize participation.</em></p>2026-07-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12001BENTUK PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI KECAMATAN BANJARMASIN BARAT2026-07-11T14:20:04+00:00Murnika Murnika2210416220023@mhs.ulm.ac.idGhinia Anastasia Muhtar2210416220023@mhs.ulm.ac.id<p><em>This study aims to determine the form of community participation in waste management in West Banjarmasin District. This research method uses quantitative descriptive with a sampling technique using purposive sampling with a total of 100 respondents from the total population of the people of West Banjarmasin District. Data was collected through the distribution of questionnaires. Based on the results of the analysis, the highest form of participation is known to be in the form of physical or energy (64.3%) in the high category. Following below it, participation in the social form (52.5%) and property participation (50.96%) which are included in the medium group. Participation in the form of thoughts (33.6%) and participation in the form of skills (26.13%) are included in the low category. </em></p>2026-07-15T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/11999MENILAI PENGURUS GEREJA (MAJELIS) SESUAI KINERJA DALAM PELAYANAN MASING-MASING DENGAN MENGGUNAKAN METODE ASSIGNMENT PADA QM FOR WINDOWS2026-07-11T14:15:28+00:00Wilson Simatupangsimatupangwilsonsimatupang@gmail.comYosia Suhendri Rajagukguksimatupangwilsonsimatupang@gmail.comJhon Kristopel Manalusimatupangwilsonsimatupang@gmail.comParapat Gultomsimatupangwilsonsimatupang@gmail.com<p><em>The management and performance evaluation of church administrators (church elders) are essential aspects of improving the effectiveness of ministry within the church. Performance assessments that are still conducted subjectively often result in inaccuracies when evaluating the suitability of responsibilities with each administrator's capabilities. This study aims to evaluate and determine the appropriate placement of church administrators based on their ministry performance using the Assignment method implemented through the QM for Windows application. The Assignment method is employed to optimize the allocation of church administrators to the most suitable ministry areas based on predetermined performance scores. This research adopts a quantitative approach by collecting performance data for each administrator according to several evaluation criteria, which are then processed using the Assignment feature in QM for Windows to obtain an optimal solution. The results indicate that the Assignment method is capable of providing objective and efficient recommendations for assigning church administrators, ensuring that each ministry area is staffed by individuals whose performance best matches the required responsibilities. Therefore, the implementation of this method can assist church leaders in making more accurate, transparent, and measurable decisions while enhancing the overall effectiveness of church ministry.</em></p>2026-07-15T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/11968PEMBUATAN DAN EVALUASI SEDIAAN STERIL INJEKSI AMPUL EPINEFRIN2026-07-10T12:16:30+00:00Julia Megawati Djamalniscan04@gmail.comVivi Givani Potabuganiscan04@gmail.comAnnisa Nada Artantiniscan04@gmail.comAfif Jordan Muhammad Nurniscan04@gmail.comRenatha Sagitha Momonganniscan04@gmail.com<p>Sediaan steril injeksi merupakan bentuk sediaan farmasi yang harus memenuhi persyaratan mutu yang ketat karena diberikan langsung ke dalam tubuh sehingga keamanan, sterilitas, dan kualitas produk harus terjamin. Epinefrin HCl merupakan obat yang banyak digunakan pada kondisi kegawatdaruratan sehingga perlu diformulasikan dalam bentuk sediaan injeksi steril yang memenuhi standar farmakope. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan steril injeksi ampul Epinefrin HCl serta mengevaluasi mutu fisik sediaan yang dihasilkan. Sediaan diformulasikan menggunakan Epinefrin HCl sebagai zat aktif, natrium klorida sebagai pengisotonis, natrium metabisulfit sebagai antioksidan, dan Aqua Pro Injection sebagai pelarut. Proses pembuatan dilakukan secara aseptis, meliputi sterilisasi alat, pencampuran bahan, pengaturan pH, penyaringan, pengisian ke dalam ampul, dan penyegelan. Evaluasi mutu dilakukan melalui uji organoleptis, uji kejernihan, uji kebocoran, dan uji keseragaman volume. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan yang dihasilkan berupa larutan jernih, tidak berwarna, dan tidak berbau. Pada uji kejernihan tidak ditemukan partikel asing maupun endapan, sedangkan uji kebocoran menunjukkan tidak adanya perubahan warna setelah pengujian dengan metilen biru yang menandakan ampul tertutup rapat. Selain itu, seluruh ampul memiliki volume yang seragam sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, sediaan steril injeksi ampul Epinefrin HCl memenuhi persyaratan mutu fisik sesuai Farmakope Indonesia sehingga formulasi yang dibuat dinilai layak sebagai sediaan parenteral steril</p>2026-07-15T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12084Analisis Efisiensi Mesin Produksi Forming Machine Pada Cv. Agrindo Supra Food Menggunakan Metode OEE2026-07-15T05:44:02+00:00Dedi Setiawandedisetiawanwartono@gmail.comAri Zaqi Al-FaritsyAri@gmail.com<p><em>CV. Agrindo Supra Food is an agro-industrial company located in Bantul, Yogyakarta, specializing in nata de coco production. The main issue identified is the suboptimal performance of the Forming Machine, with breakdowns occurring up to five times per week, each requiring an average repair time of 30–45 minutes. Setup processes often take twice as long as the ideal 10 minutes, and defective products during startup account for 8–12% of daily output. These problems stem from the absence of a routine maintenance schedule, inefficient equipment layout, and insufficient operator understanding of process parameters. To evaluate machine performance, the Overall Equipment Effectiveness (OEE) method was applied, covering three key indicators: Availability, Performance, and Quality. Loss analysis was conducted using the Six Big Losses approach. The results showed an Availability of 65.5%, Performance of 88.2%, and Quality of 77.6%, with a total OEE score of only 44.7%, far below the world-class standard of 85%. Improvement strategies include scheduled maintenance, operator training, and standardized work procedures.</em></p>2026-07-15T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12091Perancangan Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Laptop Terbaik Berbasis WEB Menggunakan Metode Simple Additive Weighting2026-07-15T07:17:31+00:00Muhammad Iqbal Yasiniqbalyasin17@gmail.comFurqan Khalidymayangsnasution@gmail.comSaiful Amiriqbalyasin17@gmail.com<p><em>Selecting the right laptop is a challenge for consumers due to the wide variety of brands, specifications, and prices available on the market, including for customers of B-Computer, a technology device store located in Binjai City. This difficulty arises because choosing a laptop requires considering multiple criteria simultaneously, such as price, processor, RAM, storage, VGA, weight, and battery life, while consumers' limited technical knowledge often makes the decision-making process complicated and time-consuming. This study aims to design and implement a web-based Decision Support System (DSS) to help consumers determine the best laptop according to their needs and budget in an objective and measurable way. The method used in this study is Research and Development (R&D), applying the Simple Additive Weighting (SAW) method, a weighted sum method that normalizes the decision matrix based on benefit and cost criteria to produce a ranking of laptop alternatives. The system was built using the JavaScript programming language and a MySQL database. Black Box Testing results show that all system features, including admin login, laptop data management, criteria preference input, and the calculation and display of recommendation results, function properly, achieving a 100% success rate across all tested scenarios. The application of the SAW method in this system is proven capable of producing objective, accurate, and scientifically accountable laptop recommendations, thereby simplifying and speeding up the consumer decision-making process without the need to manually compare laptop specifications.</em></p>2026-07-15T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12053PENCIPTAAN BUSANA PESTA MUSLIM DENGAN INSPIRASI TARI JARANAN TURONGGO YAKSO DI TRENGGALEK2026-07-14T11:32:02+00:00Risma Juliarus Vidia Saririsma.22131@mhs.unesa.ac.idDeny Arifianadearunesa@unesa.ac.id<p><em>The development of modest wear trends in Indonesia is currently still dominated by modern global motifs that tend to be uniform, necessitating design innovations capable of exclusively representing the values of local cultural arts. This creative research aims to describe the design process, product realization, and presentation techniques of a Muslim family festive wear collection inspired by the visual assertiveness characteristics of the Jaranan Turonggo Yakso Dance from Trenggalek Regency. The method employed in this artistic creation is the Practice-Led Research approach, which encompasses four operational stages, namely: (1) exploration or pre-design of the idea concept, (2) visual draft design of the collection, (3) sewing product realization, and (4) presentation or dissemination of the works. The results of this creative research are a three-piece premium collection intended for a family target market (adult male, adult female, and young boy), utilizing a harmonious palette of emerald green, ivory, and black. The expressive character of the dance's whip strokes is transformed into decorative details using structural cording textile manipulation techniques, combined with asymmetrical hanging overskirt panels and rhythmic teardrop sequin accents. The final stage of work presentation was conducted through product dissemination at the Grand Jury Event and the Annual Fashion Show "MADJADHIKARA" 2025 as a means of commercialization and preservation of traditional culture through modern fashion products.</em></p>2026-07-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12098Efektivitas Strategi Guru terhadap Peningkatan Literasi Siswa SDS IT Baruna Sibuhuan2026-07-15T12:22:12+00:00Cantika Barbaracantikabarbara16@gmail.comDahliana Dahlianacantikabarbara16@gmail.comSiti Robiah Hasibuancantikabarbara16@gmail.comReyna Novitacantikabarbara16@gmail.com Revi Rizkyanacantikabarbara16@gmail.comSiti Romlahcantikabarbara16@gmail.comNur Hayati Siregarcantikabarbara16@gmail.com<p><em>Low reading interest among elementary school students remains a major challenge in developing a sustainable literacy culture. This study aimed to analyze the effectiveness of teachers' strategies in improving students' literacy at SD S IT Baruna Sibuhuan. The research employed a qualitative approach using a case study method. The participants consisted of classroom teachers and first- and second-grade students. Data were collected through observations, interviews, documentation, and tests, and analyzed using the Miles and Huberman interactive model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that teachers implemented various literacy strategies, including reading corners and classroom libraries, the School Literacy Movement through fifteen-minute reading activities before lessons, weekly literacy-based library visits, shared reading, group discussions, digital learning media, reward systems, and active collaboration with parents. These strategies effectively improved students' reading interest, reading habits, and literacy skills. Their success was supported by school leadership, parental involvement, and adequate facilities, while major challenges included excessive gadget use, limited non-textbook collections, and the need for continuous teacher professional development in literacy programs.</em></p>2026-07-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12107Taksonomi Nilai Adab QS Al-Hujurat 11 sebagai Basis Preventif Bullying: Kajian Tafsir Muqaran 2026-07-15T22:32:05+00:00ZULFAN SYAHANSYAHzulfan@alqolam.ac.idLINDA PUSPITASARIlindapuspitasari25@alqolam.ac.id<p>Bullying in Islamic educational institutions is often addressed through regulation or post-incident counseling, while preventive value frameworks firmly grounded in Qur'anic text remain underdeveloped. This study analyzes the taxonomy of adab values in QS. Al-Hujurat verse 11 and formulates its relevance as a preventive framework for bullying. The study employs a qualitative library research approach using tafsir muqaran, comparing interpretations across five authoritative exegeses spanning different methods and eras, namely At-Tabari, Al-Baghawi, Ibn Kathir, As-Sa'di, and Al-Wasith, followed by a descriptive-analytical review of contemporary academic literature. The findings formulate four interlocking adab values: tawadhu' and tasamuh derived from the prohibition against mockery, ukhuwah with passive-active dimensions derived from the prohibition against defamation, and ihsan derived from the prohibition against abusive nicknames. The highest interpretive convergence appears in the prohibition against defamation. This taxonomy operates more concretely than maqashid-based approaches and offers a preventive function distinct from post-incident counseling models.</p>2026-07-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12100Penafsiran Surah Al-Baqarah Ayat 148 (Studi Kasus MTQ Satu Syawal di Desa Muara Potan2026-07-15T13:38:45+00:00Muhammad Roihan Lubismuhammadroihanlubisroihan@gmail.comMuhammad Rizqimuhammadroihanlubisroihan@gmail.comFebri Wardanimuhammadroihanlubisroihan@gmail.comIrpan Rambemuhammadroihanlubisroihan@gmail.com<p><em>Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) is a religious activity that plays an important role in improving Qur’anic recitation skills while fostering children's interest in learning the Qur’an. This study aimed to analyze the implementation of MTQ, identify its supporting and inhibiting factors, and examine its impact on improving the Qur’anic recitation abilities of children in Muara Potan Village, Kota Nopan District. The study employed a qualitative approach using a descriptive method. Data were collected through observations, interviews, and documentation and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The findings indicate that the implementation of MTQ successfully enhanced children's interest, motivation, and Qur’anic recitation skills, as reflected by the increasing number of participants and the improvement in recitation quality over the years. The program's success was supported by strong collaboration among MDA teachers, community members, youth organizations, and parents. However, several challenges were identified, including limited funding, participant management, and reduced participation during the COVID-19 pandemic. Therefore, MTQ serves as an effective religious education program for strengthening children's Qur’anic reading competence and religious character in Muara Potan Village.</em></p>2026-07-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12067Kontribusi Kepemimpinan Strategis Terhadap Mutu Kebijakan Jangka Panjang Organisasi: Sebuah Tinjauan Pustaka2026-07-14T16:38:28+00:00Nur Aisyahaissyyhh173@gmail.comAnisa Wulandari anisawulan079@gmail.comAos Kuswandi aos_kuswandi@unismabekasi.ac.id<p>Kepemimpinan strategis menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberlanjutan organisasi di tengah perkembangan teknologi, persaingan global, dan perubahan lingkungan yang semakin dinamis. Pengambilan keputusan jangka panjang yang efektif membutuhkan pemimpin yang mampu merumuskan arah strategis, menganalisis kondisi organisasi, serta beradaptasi terhadap berbagai perubahan yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan strategis dalam meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan jangka panjang organisasi. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji berbagai jurnal dan artikel ilmiah yang relevan mengenai kepemimpinan strategis dan pengambilan keputusan organisasi. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan pendekatan deskriptif melalui proses identifikasi, komparasi, interpretasi, dan sintesis berbagai sumber pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan strategis berperan dalam meningkatkan kualitas pengambilan keputusan melalui kemampuan berpikir visioner, analitis, komunikasi yang efektif, pelibatan berbagai pemangku kepentingan, serta kemampuan organisasi dalam beradaptasi terhadap perubahan lingkungan. Selain itu, efektivitas pengambilan keputusan juga dipengaruhi oleh kualitas informasi, budaya organisasi yang kolaboratif, partisipasi anggota, dan pemanfaatan teknologi informasi. Sintesis berbagai penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan strategis bukan sekadar memperbaiki ketepatan langkah, melainkan juga memantapkan daya saing dan keberlanjutan organisasi dalam jangka panjang. Oleh karena itu, organisasi perlu mengembangkan kompetensi kepemimpinan strategis serta membangun sistem organisasi yang mendukung pengambilan keputusan yang adaptif.</p>2026-07-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12115MODEL PEMBELAJARAN PAI BERBASIS DIGITAL UNTUK PENGUATAN KARAKTER RELIGIUS: INTEGRASI PEMIKIRAN AL-FARABI, TEORI BANDURA, DAN BEHAVIORISME SKINNER2026-07-16T14:24:10+00:00Rasti Astuti Laisaanrastiastutilaisaan25@pasca.alqolam.ac.id Sita AcetylenaSita@gmail.com<p><em>Digital transformation in education has brought significant changes to the learning process, including in Islamic Religious Education (PAI). However, the use of technology in PAI instruction tends to focus on enhancing cognitive aspects rather than fully addressing the strengthening of students' religious character. This situation highlights the need to develop a digital-based PAI learning model that utilizes technology not merely as an instructional medium, but also as a means for internalizing values, fostering habits, and reinforcing character. This study aims to develop a conceptual model for digital-based PAI learning by integrating Al-Farabi’s educational thought, Albert Bandura’s social learning theory, and B.F. Skinner’s behaviorism. A qualitative approach utilizing library research methods was employed. Data were gathered through an examination of Al-Farabi’s major works, literature on Bandura’s and Skinner’s learning theories, and recent studies on the digitalization of Islamic education. Data analysis involved content analysis, comparative analysis, and conceptual synthesis. The findings indicate that Al-Farabi’s thought provides a philosophical foundation regarding the goal of education—shaping virtuous individuals on the path to happiness (sa‘ādah); the concept of al-takhyīl (imagination/representation) is relevant for development into "digital modeling" via visual and interactive media; and the concept of al-‘ādah (habituation) aligns with digital habituation through Skinner’s reinforcement mechanisms. Integrating these three perspectives yields a digital-based PAI learning model that combines digital modeling and digital habituation as strategies to strengthen religious character. This model asserts that digital technology functions not only as an instrument for knowledge transfer but also as an ecosystem for shaping students' religious values, attitudes, and behaviors.</em></p>2026-07-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12096Penokohan dalam Novel Lima Sekawan yang Melacak Jejak Rahasia Karya Enid Blyton2026-07-15T12:03:32+00:00Jeverson Nawa Wanyinawajever@gmail.comRichard Oematannawajever@gmail.comSanhedri Boimaunawajever@gmail.com<p>The problem raised in this study is: How is the characterization in the novel "The Famous Five: Five on a Secret Trail" by Enid Blyton? The aim of this study is to provide a comprehensive description of the characterization in the novel "The Famous Five: Five on a Secret Trail" by Enid Blyton. The theory used in this study is psychoanalytic theory with a psychological approach. This theory was introduced by Sigmund Freud, which states that an individual's personality is formed by three elements. These influencing elements consist of the "Id" as innate instinct, the "Ego" as the personality system that acts as a guide for the individual toward reality, and the "Superego" as the moral principle. The method used in this study is a descriptive qualitative method. The data collection technique used in this study is the technique of reading the novel "The Famous Five: Five on a Secret Trail" by Enid Blyton. Based on the results of the study, it can be concluded that the characters in the novel "The Famous Five: Five on a Secret Trail" by Enid Blyton can be divided into two categories: main characters and supporting characters. The main character in the novel "The Famous Five: Five on a Secret Trail" by Enid Blyton is Julian, who has a wise character. His psychological element is the ego. Meanwhile, the supporting characters are: (1) George, who has a caring and easily offended character. Her psychological elements are the ego and id. (2) Anne, who has a timid disposition. Her psychological element is the id. (3) Dick, who has a humorous character. His psychological element is the id. (4) Uncle Quentin, who has an irritable disposition. His psychological element is the id. (5) Aunt Fanny, who has a caring character. Her psychological element is the superego. (6) Guy, who has a rough disposition. His psychological element is the id. (7) Harry, who has a caring disposition. His psychological element is the superego. (8) The Inspector, who has a wise character. His psychological element is the ego. The results of this study are expected to be beneficial for Indonesian language and literature teachers as learning material, particularly in analyzing literary works from the aspect of characterization using psychological theory.</p>2026-07-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12136ANALISIS YURIDIS TERHADAP PENETAPAN STATUS DARI PKWT MENJADI PKWTT DALAM PERJANJIAN KERJA2026-07-18T05:45:35+00:00Tugiman Ariantogiemanariyanto@gmail.comJoddy Mulya Setya PutraJoddy@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penetapan status perjanjian kerja dan konsekuensi hukum bagi perusahaan berdasarkan putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Jakarta Pusat Nomor 120/Pdt.Sus-PHI/2022/PN.Jkt.Pst dan putusan Mahkamah Agung Nomor 207 K/Pdt.Sus-PHI/2023. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, kasus, dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penetapan status pekerja dari Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) atau pekerja borongan menjadi Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) didasarkan pada prinsip perlindungan pekerja dan penerapan asas <em>rebus sic stantibus</em>. Dalam kasus ini, kedua penggugat telah bekerja secara terus-menerus selama lebih dari 20 tahun dalam pekerjaan yang bersifat tetap, sehingga status hubungan kerjanya secara <em>demi hukum</em> berubah menjadi PKWTT sesuai Pasal 10 Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021. Putusan PHI tingkat pertama yang menyatakan tidak adanya hubungan kerja dinilai keliru karena tidak mempertimbangkan fakta-fakta substantif dan bukti pembayaran upah langsung dari perusahaan. Sebaliknya, Mahkamah Agung dalam tingkat kasasi telah menerapkan hukum secara tepat dengan mengabulkan sebagian gugatan penggugat dan memerintahkan perusahaan untuk membayar hak-hak pekerja sebagai karyawan tetap. Konsekuensi hukum bagi perusahaan meliputi kewajiban membayar pesangon, uang penghargaan masa kerja, uang penggantian hak, serta biaya perkara. Studi ini menegaskan pentingnya kehati-hatian hakim dalam menerapkan asas keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan dalam menyelesaikan sengketa ketenagakerjaan.</p>2026-07-18T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12141Implementasi PermenPANRB Nomor 7 Tahun 2026 dalam Penguatan Peran Pengawas Sekolah sebagai Penjamin Mutu Pendidikan2026-07-18T08:36:31+00:00Yusup Sangroniyusupsangroni@gmail.comFarid Syarifudinyusupsangroni@gmail.comNaeli Fajriyahyusupsangroni@gmail.comSlamet Abdun Nafiyusupsangroni@gmail.comErni Fatmawatiyusupsangroni@gmail.comArif Kusworoyusupsangroni@gmail.com<p><em>This study aims to describe the implementation of the Regulation of the Minister of Administrative and Bureaucratic Reform (PermenPANRB) Number 7 of 2026 in strengthening the role of school supervisors as quality assurance agents in education. This research employed a descriptive qualitative approach conducted at MI Islamiyah 02 Rakit Banjarnegara, MI Islamiyah Senting Boyolali, MI Muhammadiyah 01 Merden Banjarnegara, MIS Miftahul Afkar Bumiayu Brebes, MI NU Banat Kudus, and MI Al Huda Mangli Pemalang. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation. The findings indicate that the implementation of PermenPANRB Number 7 of 2026 is carried out through the preparation of supervisory programs based on the needs of educational institutions, the implementation of academic and managerial supervision, assistance in curriculum implementation, teacher mentoring within professional learning communities, and data-based evaluation of quality improvement programs. This policy strengthens the role of school supervisors as professional mentors, facilitators of reflective practice, and strategic partners for madrasah principals and teachers in improving the quality of learning. Supporting factors for the implementation include the commitment of madrasah principals, active teacher participation, a strong school quality culture, and effective coordination between school supervisors and the madrasah community. The challenges identified include limited time for supervision, the heavy workload of school supervisors, the large number of supervised educational institutions, differences in school characteristics, and limited technology- and data-based supporting facilities.</em><em>(PermenPANRB) Number 7 of 2026, School Supervisors, Quality Assurance, Academic Supervision, Educational Quality</em></p>2026-07-18T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12121Kemampuan Menulis Cerpen Melalui Pembelajaran Berbasis Multimedia pada Siswa Kelas VII E SMP Negeri 3 Kupang Tahun Pelajaran 2025/20262026-07-17T00:09:35+00:00Realita Helianakrealitahelianak@gmail.comRonni M. Ndunrealitahelianak@gmail.comJohn Darwis Fallorealitahelianak@gmail.comOna Diana Banirealitahelianak@gmail.com<p><em>This study aims to describe students' ability in writing short stories through multimedia-based learning. This study employs a descriptive method with a quantitative and qualitative approach. Data collection techniques were carried out through the assignment of writing short stories, which were then analyzed based on scoring guidelines covering four assessment aspects, namely the content aspect of the short story, the structure aspect of the short story, the linguistic aspect, and the creativity aspect. The subjects of this study were 30 students of SMP Negeri 3 Kupang, specifically seventh-grade E students, consisting of 16 males and 14 females. The results of this study indicate that students' ability in writing short stories through multimedia-based learning is still varied. In the content aspect of the short story, some students have been able to align the theme with the story's content, but there are still those who are lacking in connecting the theme with the story's content. In the structure aspect of the short story, most students have been able to write stories according to the short story structure, but there are still several students who pay less attention to the short story structure in their writing. In the linguistic aspect, some students have been precise in using vocabulary and formal language, but there are several students who still use everyday language. Meanwhile, in the creativity aspect, some students have been able to create stories well, although there are several aspects that still need to be improved. In terms of percentages, students who obtained a score in the very capable category amounted to 14 students (46.67%), students in the capable category amounted to 9 students (30.00%), and students in the fairly capable category amounted to 7 students (23.33%). The final average score they obtained was 80.6. Thus, the ability to write short stories through multimedia-based learning among seventh-grade E students of SMP Negeri 3 Kupang falls into the capable category.</em></p>2026-07-18T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12058Efektivitas Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS): Kajian Literatur2026-07-14T13:09:42+00:00Nurmilasari Nurmilasarinnurmilasari.23@gmail.comMardyawati Yunusmardyawati.yunus@uin-alauddin.ac.id<p>Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) merupakan salah satu kebijakan pembiayaan pendidikan terbesar di Indonesia yang bertujuan meringankan beban biaya operasional satuan pendidikan serta mendorong pemerataan akses pendidikan dasar dan menengah. Meskipun program ini telah berjalan lebih dari dua dekade, efektivitas pengelolaannya di lapangan masih menjadi perhatian karena berbagai penelitian menunjukkan temuan yang beragam terkait transparansi, akuntabilitas, dan dampaknya terhadap mutu pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dan menyintesis berbagai hasil penelitian terdahulu mengenai efektivitas pengelolaan Dana BOS melalui pendekatan kajian literatur (literature review). Penelusuran literatur dilakukan pada basis data Google Scholar, Garuda, dan Sinta dengan rentang tahun publikasi 2018–2026, sehingga diperoleh lebih dari dua puluh lima sumber yang relevan berupa artikel jurnal nasional, jurnal internasional, buku, dan peraturan perundang-undangan. Data dianalisis secara deskriptif-kualitatif melalui proses identifikasi, pengelompokan tema, dan sintesis temuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas pengelolaan Dana BOS dipengaruhi oleh lima faktor utama, yaitu kepatuhan terhadap regulasi dan petunjuk teknis, transparansi dan akuntabilitas pelaporan, kompetensi sumber daya manusia pengelola keuangan sekolah, digitalisasi tata kelola melalui aplikasi ARKAS, serta partisipasi komite sekolah dan pengawasan eksternal. Selain itu, kajian ini mengidentifikasi berbagai hambatan, antara lain keterbatasan kapasitas teknologi di daerah tertinggal, minimnya pelatihan bagi bendahara sekolah, serta potensi penyalahgunaan anggaran akibat lemahnya pengawasan. Hasil kajian menegaskan bahwa efektivitas pengelolaan Dana BOS tidak hanya ditentukan oleh besarnya alokasi anggaran, tetapi juga oleh tata kelola kelembagaan yang transparan, akuntabel, partisipatif, dan didukung oleh kapasitas sumber daya manusia yang memadai.</p>2026-07-18T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12126PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MEMBANTU MEMOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X DI SMA NEGERI 1 PABELAN2026-07-17T08:17:42+00:00Ida Novia Fitriatiidanoviafitriati@gmail.comNajma Alya Ramadhani Putri WidayaNajma@gmail.comYunie Nurul HikmahYunie@gmail.com<p><em>Motivasi untuk belajar adalah elemen krusial yang memengaruhi prestasi akademik siswa, dan penurunannya berkaitan dengan sikap yang kurang aktif serta rendahnya fokus pada masa depan. Studi kualitatif deskriptif ini mengeksplorasi peran Guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam mendorong motivasi belajar siswa kelas X di SMA Negeri 1 Pabelan. Informan peneliti terdiri dari dua Guru BK dan enam siswa kelas X yang dipilih Secara pursosif berdasarkan keterlibatan langsung dalam layanan bimbingan klasikal, konseling individu, dan konseling kelompok, serta berdasarkan catatan Guru BK yang menunjukkan tanda-tanda awal motivasi belajar yang rendah pada siswa-siswa tersebut. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi, divalidasi dengan triangulasi sumber dan teknik, serta dianalisis menggunakan model interaktif dari Miles dan Huberman. Studi awal menunjukkan bahwa sebelum menerima layanan BK, motivasi belajar siswa kelas X biasanya berada dalam kategori rendah, terlihat dari sikap pasif di kelas, seringkali tidak fokus, dan rendahnya minat untuk melanjutkan pendidikan. Hasil studi menunjukkan bahwa Guru BK memiliki peran yang signifikan melalui tiga layanan utama bimbingan klasikal, konseling individual, dan konseling kelompok serta berfungsi sebagai pendorong yang membantu siswa menghadapi kendala belajar dan meningkatkan kepercayaan diri. Setelah mendapatkan layanan tersebut, siswa melaporkan adanya perubahan yang lebih baik dalam hal motivasi, rasa percaya diri, dan partisipasi dalam belajar, meskipun perubahan ini adalah pandangan subjektif siswa dan belum diukur dengan cara kuantitatif.</em></p>2026-07-18T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12071ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT MASYARAKAT DALAM USAHATANI PADI DI KECAMATAN LANGSA TIMUR, KOTA LANGSA2026-07-14T15:32:48+00:00Della Puspita Saridellapuspitasari2813@gmail.comHanisah Hanisahdellapuspitasari2813@gmail.comRozalina Rozalinadellapuspitasari2813@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor ekonomi, sosial, dan lingkungan terhadap minat masyarakat dalam usahatani padi di Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa. Penelitian menggunakan metode survei dengan jumlah sampel sebanyak 42 petani padi di Desa Cinta Raja, Desa Matang Cengai, dan Desa Buket Meutuah Kecamatan Langsa Timur. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan <em>software SPSS versi 25</em>. Hasil penelitian diperoleh persamaan Y = 16,642 - 0,058X₁ + 0,261X₂ + 0,321X₃. Nilai Adjusted R² sebesar 0,709 berarti bahwa faktor ekonomi, sosial, dan lingkungan berpengaruh terhadap minat masyarakat dalam berusahatani padi di Kecamatan Langsa Timur sebesar 70,9%, sisanya 29,1% dipengaruhi variabel lain. Secara simultan, nilai uji F dengan signifikansi 0,000 < 0,05, menunjukkan bahwa variabel ekonomi (X₁), sosial (X₂), dan lingkungan (X₃) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap minat masyarakat (Y). Secara parsial, variabel ekonomi (X₁) tidak berpengaruh signifikan dengan nilai Sig. 0,355 > 0,05; sedangkan variabel sosial (X₂) dengan Sig. 0,000 < 0,05 dan variabel lingkungan (X₃) dengan Sig. 0,000 < 0,05 berpengaruh signifikan terhadap minat masyarakat dalam berusahatani padi di Kecamatan Langsa Timur</p>2026-07-20T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12146ANALISIS YURIDIS PERTANGGUNG JAWABAN PIDANA PELAKU TINDAK PIDANA PENIPUAN PASCA PEMBAHARUAN HUKUM PIDANA NASIONAL INDONESIA2026-07-19T06:17:26+00:00Agung Anugrahagunganugrah073@gmail.comTrias Saputraagunganugrah073@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertanggung jawaban pidana terhadap pelaku tindak pidana penipuan pasca pembaruan hukum pidana nasional indonesia serta mengkaji efektivitas penerapan ketentuan hukum yang di atur dalam kitab Undang-Undang Hukum Pidana Nasional. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum yang di gunakan terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif melalui penafsiran terhadap norma hukum, doktrin, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembaruan hukum pidana melalui ketentuan dalam KUHP Nasional memberikan pengaturan yang lebih komprehensif terhadap tindak pidana penipuan serta mempertegas dasar pertanggung jawaban pidana pelaku. Namun demikian, dalam penerapan nya masih di temukan berbagai kendala, baik dari aspek pembuktian, penafsiran unsur tindak pidana, maupun efektivitas penegakan hukum di lapangan. Oleh karena itu, diperlukan penerapan hukum yang konsisten dan peningkatan kapasitas aparat penegak hukum guna mewujudkan kepastian hukum, keadilan, dan perlindungan bagi masyarakat.</p>2026-07-20T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12162PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MADRASAH DINIYAH AL BASYIR KARANGSUKO: STUDI KASUS IMPLEMENTASI DAN TANTANGANNYA2026-07-20T05:12:38+00:00Nadia Nabilanadianabila25@alqolam.ac.id Sita AcetylenaSitaacetylena@gmail.com<p>Sekolah Diniyah, sebagai institusi pendidikan Islam nonformal, diharuskan untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana teknologi pembelajaran PAI diterapkan di Madrasah Diniyah Al Basyir Karangsuko dan menganalisis berbagai masalah yang dihadapi saat menerapkannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, menggunakan pendekatan studi kasus. Untuk mengumpulkan data, observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan, dan analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman, yang mencakup penyajian, reduksi, dan penarikan kesimpulan dari data. Menurut hasil penelitian, Madrasah Diniyah Al Basyir Karangsuko telah menggunakan teknologi pembelajaran dengan menggunakan proyektor, video pembelajaran, aplikasi presentasi, dan WhatsApp untuk berkomunikasi dan menyebarkan materi pelajaran. Meningkatnya motivasi dan partisipasi siswa, kemudahan penyampaian materi, dan pembelajaran yang lebih interaktif dan fleksibel adalah semua hasil positif dari penerapan teknologi. Namun, penerapan teknologi pembelajaran masih menghadapi beberapa tantangan. Beberapa di antaranya adalah keterbatasan sarana dan prasarana, kurangnya literasi digital di antara pendidik, dan keterbatasan jumlah siswa yang memiliki akses ke teknologi. Untuk mengatasi hal ini, madrasah memperkuat kerja sama dengan orang tua, meningkatkan kemampuan guru, dan mengoptimalkan fasilitas yang tersedia. Menurut penelitian ini, penerapan teknologi pembelajaran PAI di Madrasah Diniyah Al Basyir Karangsuko memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Akibatnya, agar pemanfaatan teknologi dalam pendidikan Islam dapat berhasil dan berkelanjutan, diperlukan dukungan yang berkelanjutan dari berbagai pihak.</p>2026-07-20T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/11856BIODIVERSITAS MUSUH ALAMI PADA TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) YANG DI BERI MIKROORGANISME LOKAL (MOL)2026-07-07T09:30:08+00:00Nurhijra Nurhijrahijranur2@gmail.comMohamad Lihawahijranur2@gmail.comAngry Pratama Solihinhijranur2@gmail.com<p>Tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui apakah Mikroorganisme Lokal (MOL) berpengaruh terhadap biodiversitas musuh alami pada tanaman cabai rawit (<em>Capsicum frutescens</em> L). Penelitian ini dilaksanakan pada November 2024–Maret 2025 di Desa Hulawa, Kecamatan Telaga, Kota Gorontalo, serta di Laboratorium Hama Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan konsentrasi (kontrol; 20 ml/L; 40 ml/L; 60 ml/L), masing-masing diulang empat kali sehingga menghasilkan 16 petak percobaan berukuran 340×200 cm dengan jarak tanam 60×50 cm dan total 240 tanaman sampel. Variabel pengamatan yang digunakan meliputi jenis-jenis musuh alami, populasi, kelimpahan populasi, dan keanekaragaman musuh alami pada tanaman cabai rawit (<em>Capsicum frutescens</em> L.). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ekosistem tanaman cabai rawit (<em>Capsicum frutescens</em> L.) teridentifikasi delapan spesies arthropoda, yaitu <em>Diplacodes trivialis</em>, <em>Polistes stigma</em>, <em>Coccinella transversalis</em>, <em>Paederus fuscipes</em>, <em>Orthetrum serapia</em>, <em>Machimus sadyates</em>, <em>Orthetrum trinacria</em>, dan <em>Micraspis discolor</em>. Pemberian mikroorganisme lokal (MOL) berpengaruh terhadap peningkatan populasi musuh alami, dengan perlakuan 60 ml/L dibandingkan perlakuan lainnya. Aplikasi Mikroorganisme Lokal (MOL) memengaruhi kelimpahan dan distribusi musuh alami pada agroekosistem cabai, dengan dominansi utama pada <em>Paederus fuscipes</em>. Nilai indeks keanekaragaman musuh alami pada seluruh perlakuan (20,40 dan 60 ml/L) berada pada kategori sedang.</p>2026-07-20T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12145Analisis Yuridis Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Jalan Tol Terhadap Tanah Tanpa Sertifikat: Studi Kasus Jalan Tol Cimanggis-Cibitung 2026-07-19T05:58:36+00:00Veriska Rahmaniaveriskarhmnia21@gmail.comMuhammad Luthfi Radianveriskarhmnia21@gmail.com<p>Pembangunan jalan tol sebagai Proyek Strategis Nasional bertujuan mendorong konektivitas wilayah dan pertumbuhan ekonomi, namun pelaksanaannya kerap terhambat oleh permasalahan pengadaan tanah, terutama pada bidang tanah yang belum bersertifikat dan hanya dikuasai melalui bukti informal seperti girik atau <em>letter</em> C. Ketidakjelasan ini memicu ketidakpastian hukum dalam verifikasi kepemilikan, penetapan ganti kerugian, serta perlindungan hak masyarakat terdampak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum pengadaan tanah untuk kepentingan umum terhadap tanah yang belum bersertifikat berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 serta mengidentifikasi kendala yuridis dan perlindungan hak masyarakat pada studi kasus Proyek Jalan Tol Cimanggis-Cibitung. Menggunakan metode yuridis-normatif yang dipadukan dengan pendekatan empiris bersifat deskriptif-analitis, data dianalisis secara kualitatif dan deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meski UUPA, PP Nomor 24 Tahun 1997, dan UU Nomor 2 Tahun 2012 mengakui penguasaan informal, implementasinya di lapangan masih menghadapi kendala sistemik seperti ketidakjelasan prosedur verifikasi, lemahnya posisi tawar pemilik tanah, penetapan ganti kerugian yang belum mencerminkan nilai pasar riil, hingga eksekusi lahan sebelum ganti kerugian final. Penelitian ini menyimpulkan bahwa prinsip keadilan substantif belum terwujud seimbang, sehingga diperlukan reformasi prosedur, transparansi, dan percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).</p>2026-07-20T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12147PEMBERIAN NAFKAH IDDAH ATAS NUSYUZ MENURUT KOMPILASI HUKUM ISLAM2026-07-19T06:29:29+00:00Nidya Sevy Febriansyahnidyasevy1@gmail.comSifa Mulya Muranisifamulyanurani95@pelitabangsa.ac.id<p>Pemberian nafkah iddah merupakan kewajiban bagi mantan suami setelah perceraian, namun, hak ini dapat gugur jika mantan istri terbukti melakukan nusyuz (pembangkangan dalam perkawinan), sebagaimana diatur dalam Kompilasi Hukum Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberian nafkah iddah bagi istri yang terbukti melakukan nusyuz menurut Kompilasi Hukum Islam, serta pertimbangan hukum hakim dalam dua putusan pengadilan yang menjadi objek penelitian. Penelitian ini menggunakan teori kepastian hukum Gustav Radbruch dan metode yuridis normatif, dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Bahan hukum dikumpulkan melalui studi pustaka, mencakup sumber primer, sekunder, dan tersier. serta dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kedua putusan didasarkan pada landasan hukum yang sama, yaitu Kompilasi Hukum Islam, keduanya menghasilkan putusan yang berbeda akibat variasi dalam penilaian fakta persidangan, alat bukti, gugatan balik, dan pembuktian nusyuz, serta perbedaan pertimbangan majelis hakim. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan Pasal 152 Kompilasi Hukum Islam tidak hanya ditentukan oleh ketentuan normatif, tetapi juga oleh bukti yang diajukan di persidangan dan pertimbangan hukum hakim dalam menegakkan kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan</p>2026-07-20T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12172Peran Filsafat dalam Memahami Transformasi Sosial dan Budaya2026-07-20T13:40:54+00:00Ummu Mutia Pasaribuyatisiregar18@gmail.comFitri Lannora Nst yatisiregar18@gmail.comDania Nasution yatisiregar18@gmail.comRezki Khairani Hasibuanyatisiregar18@gmail.comAnggina Safitri yatisiregar18@gmail.comDini Khairani Hasibuanyatisiregar18@gmail.comAnita Sari Daulay yatisiregar18@gmail.comAlwi Sahaf Lubisyatisiregar18@gmail.comNurhayati Siregaryatisiregar18@gmail.com<p><em>The demographic bonus represents a strategic opportunity for Indonesia to accelerate national development toward the Indonesia Golden Vision 2045. However, its successful realization largely depends on the quality of substantive democracy. This study aims to analyze the relationship between the demographic bonus and substantive democracy and their implications for national development. The research employs a qualitative approach using a library research method. Data were collected from government documents, reports of international organizations, books, and peer-reviewed scientific journals, and were analyzed through content analysis involving literature selection, interpretation, and critical synthesis. The findings indicate that the demographic bonus cannot be optimally transformed into sustainable development without democratic, transparent, accountable, and participatory governance. Democratic backsliding, characterized by weakened civil institutions, declining public participation, and the strengthening of oligarchic practices, may hinder human capital development, employment opportunities, and inclusive economic growth. Therefore, strengthening substantive democracy is essential as a prerequisite for maximizing the demographic bonus and achieving sustainable national development toward Indonesia Golden Vision 2045.</em></p> <p><em> </em></p>2026-07-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12102PENETAPAN KADAR ASETOSAL DENGAN METODE ASIDI-ALKALIMETRI2026-07-15T14:24:28+00:00Rifani Hutami Supardihutamirifani@gmail.comKhumairah Almagribi Hasanhutamirifani@gmail.comSisilia Aibahutamirifani@gmail.comSalsabila Putri Handayanihutamirifani@gmail.comStevanus Pangemananhutamirifani@gmail.com<p>Penetapan kadar merupakan salah satu parameter penting dalam pengendalian mutu obat untuk memastikan kandungan zat aktif sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar asetosal dalam sediaan tablet menggunakan metode asidi-alkalimetri serta mengevaluasi kesesuaiannya dengan persyaratan Farmakope Indonesia Edisi IV. Metode yang digunakan adalah titrasi balik (<em>back titration</em>), yaitu sampel direaksikan dengan larutan natrium hidroksida (NaOH) 0,1 N berlebih dan dipanaskan hingga terjadi hidrolisis sempurna. Sisa NaOH kemudian dititrasi menggunakan larutan asam klorida (HCl) 0,1 N yang telah distandarisasi dengan indikator fenolftalein. Hasil analisis menunjukkan bahwa volume titrasi blanko sebesar 25,00 mL dan volume titrasi sampel sebesar 19,46 mL, sehingga diperoleh selisih volume titran sebesar 5,54 mL. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh kadar asetosal sebesar 109,1 mg/tablet dengan persentase kadar terhadap etiket sebesar 109,1%. Nilai tersebut masih berada dalam rentang persyaratan Farmakope Indonesia Edisi IV, yaitu 90,0–110,0% dari kadar yang tertera pada etiket, sehingga sampel tablet dinyatakan memenuhi persyaratan mutu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode asidi-alkalimetri dapat digunakan untuk penetapan kadar asetosal dalam sediaan tablet dengan tingkat ketelitian yang baik apabila seluruh tahapan analisis, mulai dari penimbangan sampel, proses hidrolisis, titrasi balik, hingga perhitungan kadar dilakukan secara cermat dan sesuai prosedur.</p>2026-07-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12188RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI KESISWAAN BERBASIS WEB (STUDI KASUS: SMK NEGERI 2 PADANG PANJANG)2026-07-21T14:27:07+00:00Nur Imamanurimamaa3112@gmail.comSyafrijon Syafrijonnurimamaa3112@gmail.comKhairi Budayawannurimamaa3112@gmail.comTiti Sriwahyuninurimamaa3112@gmail.com<p>Pengelolaan data kesiswaan di SMK Negeri 2 Padang Panjang masih menghadapi kendala karena pencatatan pelanggaran, prestasi, minat dan bakat, serta pembinaan siswa dilakukan melalui buku catatan dan buku kasus. Kondisi tersebut berdampak pada lambatnya penelusuran informasi, pemantauan perkembangan siswa, dan penyusunan laporan. Penelitian ini menghasilkan Sistem Informasi Kesiswaan berbasis web yang dirancang untuk mengintegrasikan proses pengelolaan data tersebut dalam satu aplikasi. Pengembangan perangkat lunak menerapkan model Waterfall melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Sistem dibangun menggunakan framework Laravel, bahasa pemrograman PHP, serta basis data MySQL. Untuk membantu pihak sekolah menetapkan urutan siswa yang perlu memperoleh pembinaan, sistem dilengkapi fitur pendukung keputusan dengan metode Simple Additive Weighting (SAW). Pengujian fungsional dilakukan melalui Black Box Testing, sedangkan penerimaan pengguna diukur menggunakan User Acceptance Testing (UAT). Hasil Black Box Testing menunjukkan bahwa seluruh skenario pengujian berhasil dijalankan dengan persentase keberhasilan 100%. Pengujian UAT yang melibatkan 16 responden memperoleh nilai rata-rata 91,61% dengan kategori Sangat Baik. Nilai tersebut terdiri atas aspek Functionality sebesar 94,82%, Reliability sebesar 90,50%, Efficiency sebesar 90,50%, dan Usability sebesar 90,00%. Berdasarkan hasil tersebut, sistem yang dikembangkan dinilai layak diterapkan sebagai sarana pengelolaan data kesiswaan yang terintegrasi sekaligus membantu sekolah menentukan prioritas pembinaan siswa.</p>2026-07-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12190PENGEMBANGAN MODEL HIBRID RNN-ANFIS UNTUK PREDIKSI CUACA REAL-TIME PADA SISTEM STASIUN CUACA BERBASIS IOT2026-07-21T14:31:08+00:00Delvira Khulkhairatdelvirakhulkhairat12@gmail.comSyafrijon Syafrijondelvirakhulkhairat12@gmail.comElfi Tasrifdelvirakhulkhairat12@gmail.comYasdinul Hudadelvirakhulkhairat12@gmail.com<p>Perubahan iklim dan meningkatnya kejadian cuaca ekstrem menuntut ketersediaan sistem prediksi cuaca yang akurat dan <em>real-time</em>. Penelitian ini mengembangkan model hibrid <em>Recurrent Neural Network</em> (RNN) dan <em>Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System</em> (ANFIS) untuk prediksi cuaca pada sistem stasiun cuaca berbasis <em>Internet of Things</em> (IoT), dengan RNN berperan sebagai model prediktor utama dan ANFIS sebagai lapisan koreksi numerik terhadap hasil prediksi RNN. Data diperoleh dari stasiun cuaca berbasis IoT yang mengukur lima parameter cuaca, yaitu suhu, kelembapan udara, kecepatan angin, tekanan udara, dan intensitas cahaya, kemudian dikirim ke <em>Firebase Realtime Database</em>. Pengujian dilakukan selama tujuh hari berturut-turut menggunakan metrik RMSE, MAE, MAPE, dan akurasi (100−MAPE). Hasil pengujian menunjukkan rata-rata akurasi model RNN sebesar 94,53%, sedangkan model hibrid RNN-ANFIS mencapai 93,86%. Meskipun rata-rata akurasi keseluruhan model hibrid sedikit lebih rendah, koreksi ANFIS mampu memberikan perbaikan yang konsisten pada parameter dengan pola perubahan yang relatif stabil, seperti suhu, kelembapan udara, dan tekanan udara. Sebaliknya, pada parameter dengan pola perubahan yang fluktuatif, seperti kecepatan angin dan intensitas cahaya, koreksi ANFIS belum memberikan peningkatan yang konsisten dan masih menunjukkan kecenderungan <em>underestimation</em> pada nilai puncak. Hasil prediksi selanjutnya diimplementasikan pada dashboard berbasis web untuk penyajian informasi cuaca secara <em>real-time</em>. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi RNN dan ANFIS berpotensi meningkatkan kualitas prediksi melalui mekanisme koreksi numerik pada parameter dengan pola temporal yang stabil, namun masih memerlukan pengembangan lebih lanjut agar mampu menangani parameter dengan variabilitas tinggi.</p>2026-07-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12171Creation of Batik Patterns on Scarves Inspired by the Remo Dance of East Java2026-07-20T12:51:00+00:00Maya Dewi Puspita Sarimaya.22088@mhs.unesa.ac.idDeny Arifianadenyarifiana@unesa.ac.id<p><em>This study is a creative research project explaining the development of batik motifs and the design of batik scarves, presenting the final motifs, and describing the presentation of the scarves, all inspired by the Remo dance of East Java. The approach used is Practice-Led Research, comprising exploration, design, creation, and presentation. The exploration stage covered conceptualization, technical exploration, and material exploration. The design stage involved developing 10 alternative designs through stylized sketches and motif combinations. The creation stage included drawing the motifs, applying batik designs with a canting, dyeing, rinsing, drying, and sewing the fabric into scarves. The process resulted in three hand-drawn batik scarves Satria Remo 2, Satria Remo 4, and Satria Remo 8 created using stylized techniques. Satria Remo 2 highlights the "gedruk" movement with floral elements symbolizing the earth as the source of life. Satria Remo 4 adapts the silhouette of a dancer's face, marked by arched eyebrows and piercing eyes as symbols of bravery, complemented by a jasmine flower border signifying purity. Satria Remo 8 depicts a dancer's figure with keris and kawung motifs, symbolizing courage, devotion to God, and the balance between humanity and the universe.</em></p> <p><em> </em></p>2026-07-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12170BUSANA KONTEMPORER BERGAYA PREPPY DENGAN PENERAPAN TEKNIK BONING2026-07-20T12:44:49+00:00Azizah Al Hidayatiazizahalhidayatikimza@gmail.comFadri Rahmat fadrirahmat11@gmail.comDesi Trisnawati desiant35@gmail.comDesra Imeldakakmel88@gmail.com<p>Contemporary fashion represents a dynamic, liberated, and adaptive manifestation of modern clothing that evolves with time. It can be integrated into pre-existing styles to deliver a novel aesthetic, one of which is the preppy style—a dressing aesthetic inspired by elite preparatory school uniforms in the United States. This study re-explores contemporary preppy fashion, transforming its conventionally rigid nature into a more experimental and unique form through the application of the boning technique. The creation process is grounded in direct observation and a literature review, which encompass the visual analysis of relevant fashion brands implementing similar deconstructions, alongside a comprehensive review of academic journals concerning contemporary art evolution, preppy style characteristics, and boning technique applications. Based on this theoretical framework, silhouette exploration is executed utilizing the boning technique as the primary method to construct clean, rigid garment structures. To counterbalance this rigidity, garment details are enhanced through fabric manipulation techniques, including pleats, sequin embroidery, and fabric flower appliqués. The collection employs lurik woven textile as the primary wastra, combined with satin jacquard, cotton poplin, Madina cotton, and organza. This work is manifested into three apparel tiers: ready-to-wear, ready-to-wear deluxe, and haute couture. Designed specifically for high-presentation occasions such as fashion shows or galas, this collection is expected to contribute novel insights to aesthetic development and form exploration within contemporary fashion.</p>2026-07-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12199Implikasi Pembaruan KUHAP terhadap Kedudukan Peraturan Kejaksaan dan Kepolisian dalam Restorative Justice2026-07-22T07:01:47+00:00Rismanro Simatupangrismanrosimatupang@gmail.comSarman Sarmansarman@pelitabangsa.ac.id<p><span style="font-weight: 400;">Penelitian ini membahas peran Peraturan Kejaksaan 15 Tahun 2020 dan Peraturan Kepolisian Nomor 8 Tahun 2021 dalam menyelesaikan kasus restorative justice untuk tindak pidana pencurian ringan setelah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana mulai berlaku. Kedua peraturan tersebut dibuat sebelum undang-undang itu berlaku, jadi keseimbangan dan kesesuaian dari kedua peraturan itu perlu diperiksa kembali. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum normatif dengan fokus pada peraturan perundang-undangan dan konseptualisasi, yang dijelaskan melalui teori keadilan restoratif, hierarki norma hukum , serta teori sinkronisasi hukum . Penelitian menunjukkan bahwa kedua peraturan tersebut tetap menjadi pedoman teknis bagi Kepolisian dan Kejaksaan selama tidak bertentangan dengan undang-undang yang lebih tinggi. Secara pokok, pengaturan tentang keadilan restoratif dalam kedua peraturan tersebut sudah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025, tetapi ada beberapa ketentuan teknis , seperti syarat kesukarelaan dalam mencapai perdamaian dan kewajiban meminta permohonan pengadilan, yang masih perlu diperbaiki. Oleh karena itu, diperlukan keselarasan dalam peraturan untuk memastikan hukum yang jelas, membantu korban untuk pulih, serta menuntut pelaku dalam menyelesaikan tindak pidana pencurian ringan.</span></p>2026-07-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12179ETIKA BERKOMENTAR MAHASISWA FISIP UNIVERSITAS NASIONAL DI SOSIAL MEDIA : TINJAUAN DARI SILA KEDUA2026-07-22T05:48:34+00:00Irsan Nursandiirsannursandi07@gmail.comSalma Shahiqasalmashahiqa@gmail.comCitra Ameliawork.cacantika@gmail.comRaden Reynaldi Alfikri Ardi Kusuma akunnnnkerjaaaa04@gmail.comMuhammad Pasha Ziadatullahmuhammadpashaziadatullah1@gmail.comSinta Diah Utami sintadiahu@gmail.comNeza Aldela Rizal nezaaldelarizal@gmail.comMochdar Solemanmochdar.soleman@civitas.unas.ac.id<p><span style="font-weight: 400;">Perkembangan media sosial telah mengubah pola komunikasi mahasiswa dalam menyampaikan pendapat dan berinteraksi di ruang digital. Kebebasan berekspresi di media sosial sering kali tidak diimbangi dengan kesadaran etika, sehingga memunculkan fenomena seperti ujaran kebencian, cyberbullying, dan penggunaan bahasa yang kurang sopan. Padahal di sila kedua pancasila, yaitu "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab", mengajarkan pentingnya penghormatan terhadap martabat manusia, saling menghargai, serta juga perilaku yang beradab dalam setiap interaksi baik secara langsung maupun di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui etika berkomentar mahasiswa di media sosial, menganalisis implementasi nilai sila kedua pancasila dalam berkomentar, serta mengidentifikasi faktor-faktor apa yang mempengaruhi perilaku mahasiswa dalam berkomentar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan wawancara kepada enam mahasiswa FISIP Universitas Nasional dari berbagai program studi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa pada umumnya telah memiliki kesadaran untuk menggunakan bahasa yang sopan, menghargai perbedaan pendapat, dan menghindari konflik di media sosial. Selain itu, faktor seperti pengetahuan, pengendalian emosi, dan lingkungan sosial juga mempengaruhi perilaku mahasiswa dalam berkomentar. Nilai sila kedua pancasila telah tercermin dalam perilaku mahasiswa melalui bahasa yang santun, menghargai pendapat orang lain, serta upaya menjaga komunikasi yang beradab di media sosial.</span></p>2026-07-23T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12200Perbandingan Sistem Pembuktian KUHAP Lama dan KUHAP Baru serta Implikasinya terhadap Putusan Hakim2026-07-22T07:09:23+00:00Sihar Manorus ManikSihardct@gmail.comAkbar Sayudiakbarsayudi@pelitabangsa.ac.id<p><span style="font-weight: 400;">Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan pengaturan pembuktian dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) lama dan KUHAP baru serta implikasinya terhadap penjatuhan putusan hakim dalam peradilan pidana Indonesia. Permasalahan penelitian dilatarbelakangi oleh sifat limitatif alat bukti dalam KUHAP lama yang belum mengakomodasi perkembangan alat bukti elektronik dan bukti ilmiah (scientific evidence). Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, perbandingan, dan kasus, menggunakan bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KUHAP lama menganut sistem pembuktian negatif menurut undang-undang (Negatief Wettelijk Bewijsstelsel) yang mensyaratkan minimal dua alat bukti sah disertai keyakinan hakim, sedangkan KUHAP baru memperluas alat bukti menjadi delapan kategori, mengakui bukti elektronik dan bukti ilmiah, serta mengganti alat bukti petunjuk menjadi pengamatan hakim. Perubahan ini meningkatkan efektivitas pembuktian, namun berpotensi meningkatkan ketergantungan hakim terhadap keterangan ahli sehingga memerlukan penguatan kapasitas hakim dan standarisasi prosedur forensik.</span></p>2026-07-23T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12210Analisis Yuridis Dissenting Opinion Dalam Penjatuhan Pidana Pencurian Berdasarkan Paradigma Pemidanaan KUHP Nasional2026-07-22T12:03:08+00:00Ferri Cahyanaferricahyana9@gmail.comTrias Saputraferricahyana9@gmail.com<p>Pembaharuan hukum pidana melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana membawa perubahan paradigma pemidanaan di Indonesia yang tidak lagi berorientasi semata-mata pada pembalasan semata, tetapi juga mengedepankan tujuan pemidanaan, perlindungan bagi korban, pembinaan pelaku, serta pemulihan keseimbangan dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penjatuhan pidana dalam Putusan Nomor 59/Pid.B/2024/PN Clp berdasarkan paradigma pemidanaan KUHP Nasional serta menganalisis adanya <em>dissenting opinion</em> dalam putusan tersebut. Penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian hukum normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjatuhan pidana dalam Putusan Nomor 59/Pid.B/2024/PN Clp telah didasarkan pada pembuktian unsur tindak pidana dan pertimbangan yuridis, namun berdasarkan paradigma pemidanaan KUHP Nasional, hakim juga perlu memperhatikan tujuan pemidanaan, pedoman pemidanaan, prinsip individualisasi pidana, serta nilai keadilan substantif. Selain itu, keberadaan <em>dissenting opinion</em> merupakan wujud independensi hakim dalam memberikan pertimbangan hukum berdasarkan keyakinan dan penilaiannya terhadap fakta persidangan. Perbedaan pendapat tersebut tidak mengurangi kekuatan hukum putusan, melainkan memperkaya argumentasi hukum dan mencerminkan dinamika pembaharuan hukum pidana di Indonesia.</p> <p> </p>2026-07-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12117Digitalisasi Layanan Perpustakaan Sekolah menggunakan Aplikasi Mobile Terintegrasi2026-07-16T15:27:34+00:00Muftia Maulani Nabilamufftiamaulaninabila@gmail.comRizkayeni Martamufftiamaulaninabila@gmail.comDedy Irfanmufftiamaulaninabila@gmail.comYulia Fatmimufftiamaulaninabila@gmail.com<p>Manajemen Perpustakaan pada sekolah masih menghadapi beberapa masalah. Masalah-masalah tersebut antara lain integrasi yang belum berjalan dengan baik dalam proses meminjam dan mengembalikan buku, pengumpulan data yang kurang efisien, serta pembuatan laporan yang membutuhkan waktu yang cukup lama. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sistem informasi perpustakaan yang menggunakan mobile. Dengan demikian, sistem ini dapat membantu mengelola perpustakaan dengan cara yang lebih baik dan lebih cepat. Sistem ini dibuat dengan menggunakan metode waterfall. Laravel digunakan untuk aplikasi web, Flutter untuk aplikasi handphone, dan MySQL digunakan sebagai penyimpanan database. Sistem ini menggunakan teknologi QR Code untuk mengembalikan buku dan algoritma Apriori untuk menganalisis peminjaman buku. Dengan demikian, sistem ini dapat membantu dalam pengambilan keputusan untuk mengelola koleksi buku. Pengujian sistem ini mencakup <em>User Acceptance Testing</em> (UAT) yang digunakan untuk mengecek apakah fungsi sistem sesuai dengan kebutuhan pengguna, serta <em>System Usability Scale</em> (SUS) yang digunakan untuk menilai sejauh mana sistem tersebut mudah digunakan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semua skenario UAT berhasil dijalankan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Selain itu, sistem mendapatkan skor SUS sebesar 81,25 sehingga masuk dalam kategori <em>“Excellent”</em> (Grade A) dengan peringkat <em>“Acceptable”</em> (dapat diterima). Temuan tersebut menunjukkan bahwa sistem yang dibuat mampu membantu pengelolaan perpustakaan dengan baik dan hemat waktu. Serta memudahkan siswa, guru, pustakawan, dan kepala perpustakaan di SMA Negeri 3 Padang</p>2026-07-23T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12104Analisis Penetapan Kadar Asam Salisilat melalui Metode Titrasi Asam-Basa (Alkalimetri)2026-07-15T15:02:49+00:00Rifani Hutami Supardihutamirifani@gmail.comSekar Ayu Pratiwisekarpratiwi222@gmail.comSalwa Arini Ganihutamirifani@gmail.comBunga Djumaatihutamirifani@gmail.comNaysila Ayriza Neuhutamirifani@gmail.comSiti Magfira Yusuphutamirifani@gmail.comWulan Dwi Makaminanhutamirifani@gmail.com<p>Pengendalian mutu sediaan farmasi memerlukan penetapan kadar zat aktif untuk memastikan keamanan, khasiat, dan mutu produk sesuai standar yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penetapan kadar asam salisilat dalam sampel bedak menggunakan metode titrasi asam-basa (alkalimetri). Metode yang digunakan meliputi pembuatan dan pembakuan larutan natrium hidroksida (NaOH) menggunakan kalium biftalat (KHP) sebagai baku primer, kemudian dilakukan titrasi terhadap sampel yang telah dilarutkan dalam etanol ternetralkan dengan indikator fenolftalein. Titik akhir titrasi ditandai dengan perubahan warna larutan menjadi merah muda yang stabil. Hasil analisis menunjukkan bahwa volume NaOH yang diperlukan untuk mencapai titik akhir titrasi sebesar 23,7 mL. Berdasarkan perhitungan dengan normalitas NaOH hasil pembakuan, kadar asam salisilat dalam sampel dapat ditentukan dan selanjutnya dibandingkan dengan kadar teoritis maupun persyaratan farmakope untuk menilai mutu sediaan. Metode alkalimetri terbukti sederhana, ekonomis, dan mampu memberikan hasil yang baik apabila pembakuan larutan, penentuan titik akhir titrasi, serta pembacaan volume titran dilakukan secara cermat. Ketelitian analis, kondisi larutan baku, dan penggunaan indikator yang tepat menjadi faktor penting yang memengaruhi akurasi hasil analisis. Oleh karena itu, metode alkalimetri masih relevan digunakan sebagai salah satu metode analisis kuantitatif dalam pengendalian mutu sediaan farmasi yang mengandung asam salisilat.</p>2026-07-23T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12118Integrasi QR Code dan Location-Based Service pada Aplikasi Presensi dan Izin Berbasis Mobile untuk Guru dan Tenaga Kependidikan SMAN 3 Padang2026-07-16T15:31:19+00:00Indah Purnama Retaindahpurnamareta@gmail.comRizkayeni Martaindahpurnamareta@gmail.comSyafrijon Syafrijonindahpurnamareta@gmail.comTiti Sriwahyuniindahpurnamareta@gmail.com<p>Pengelolaan presensi bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) di institusi pendidikan masih mengalami berbagai masalah, seperti proses pencatatan manual yang tidak efisien, rekap yang memakan waktu, serta sistem administrasi perizinan yang belum terintegrasi. Proses manajemen serta pencatatan kehadiran GTK di SMAN 3 Padang dioptimalkan melalui pengembangan aplikasi mobile yang mengintegrasikan LBS (Location-Based Service) serta QR Code dalam penelitian ini. Pengembangan aplikasi dilakukan dengan metode Waterfall, sedangkan validasi lokasi memanfaatkan koordinat GPS yang diperoleh melalui algoritma Haversine. Sistem dikembangkan dengan arsitektur <em>client-server,</em> di mana aplikasi mobile ditujukan untuk Guru, Tenaga Kependidikan, dan Kepala Sekolah, sedangkan aplikasi berbasis web digunakan oleh Tim Kurikulum untuk mengelola data presensi, permohonan, jam kerja, hari libur, serta melakukan proses pemantauan. Hasil dari penerapan menunjukkan bahwa aplikasi dapat mendukung proses presensi dengan menggunakan QR <em>Code</em> yang diintegrasikan dengan validasi lokasi, manajemen pengajuan izin, sakit, cuti, dan presensi khusus seperti dinas luar dan WFH, serta pemantauan data presensi secara terpadu. Berdasarkan skenario <em>User Acceptance Testing</em> (UAT), pengujian fungsional membuktikan bahwa seluruh rancangan sistem berhasil dieksekusi tanpa kendala sesuai ekspektasi. Di samping itu, pengukuran aspek antarmuka lewat <em>System Usability Scale</em> (SUS) berhasil menembus angka 86,56, sebuah indikasi bahwa platform ini sangat adaptif, mudah dioperasikan, serta mendapat respons positif dari target pengguna. Oleh karena itu, kehadiran teknologi <em>Location-Based Service</em> dan <em>QR Code</em> di dalam aplikasi ini terbukti mampu memotong birokrasi absensi sekaligus mewujudkan tata kelola administrasi internal sekolah yang jauh lebih responsif.</p>2026-07-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12120Analisis Performa Algoritma Dijkstra untuk Penentuan Jalur Terpendek pada Aplikasi Mobile Berbasis Location-Based Servicee2026-07-16T15:39:28+00:00Ennurul Hasanahennurulhasanah1635@gmail.comRizkayeni Martaennurulhasanah1635@gmail.comDedy Irfanennurulhasanah1635@gmail.comYulia Fatmiennurulhasanah1635@gmail.com<p>Perkembangan teknologi <em>Location-Based Service</em> (LBS) telah mendorong meningkatnya kebutuhan akan sistem yang mampu menentukan jalur perjalanan secara cepat dan akurat pada aplikasi mobile. Salah satu tata cara yang banyak digunakan buat menuntaskan kasus pencarian jalan terpendek merupakan algoritma Dijkstra. Riset ini bertujuan buat menganalisis kinerja algoritma Dijkstra dalam memastikan jalan terpendek pada aplikasi mobile berbasis <em>Location- Based Service</em>. Tata cara riset yang digunakan meliputi riset literatur, perancangan algoritma, implementasi pada aplikasi <em>mobile</em>, serta pengujian terhadap beberapa skenario pencarian rute. Analisis dilakukan berdasarkan kemampuan algoritma dalam menghasilkan jalur terpendek, waktu komputasi, dan konsistensi hasil pencarian. Hasil riset menampilkan kalau algoritma Dijkstra sanggup memastikan rute maksimal secara akurat pada jaringan jalur yang mempunyai bobot positif dan membagikan waktu pemrosesan yang relatif kilat buat kebutuhan navigasi pada aplikasi mobile. Dengan demikian, algoritma Dijkstra bisa jadi pemecahan yang efisien dalam menunjang layanan penentuan jalan pada aplikasi berbasis Location- Based Service</p>2026-07-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12119Optimasi Jadwal Perkuliahan Berbasis Web Menggunakan Algoritma Genetika: Studi Kasus Departemen Teknik Elektronika Universitas Negeri Padang2026-07-16T15:36:15+00:00Nurhawa Nabilanurhawanabila019@gmail.comRizkayeni Martanurhawanabila019@gmail.comTiti Sriwahyuninurhawanabila019@gmail.comSyafrijon Syafrijonnurhawanabila019@gmail.com<p>Penyusunan jadwal perkuliahan secara manual sering kali memicu bentrok jadwal dan inefisiensi waktu operasional, sebagaimana kendala yang dialami oleh Departemen Teknik Elektronika Universitas Negeri Padang. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi penjadwalan ruang kelas perkuliahan berbasis web guna mengotomatisasi komputasi penyusunan matriks jadwal yang terintegrasi dengan administrasi akademik. Pengembangan perangkat lunak dirancang menggunakan metode sekuensial linier (<em>Waterfall</em>). Mesin optimasi pada sistem ini digerakkan oleh Algoritma Genetika untuk menyelaraskan batasan mutlak (<em>hard constraints</em>) dan batasan fleksibel (<em>soft constraints</em>), serta didukung oleh fungsionalitas Re-optimasi Parsial berbasis <em>Minimal Perturbation Problem</em> (MPP) untuk mitigasi perubahan jadwal yang mendadak. Hasil pengujian fungsionalitas melalui <em>User Acceptance Testing</em> (UAT) mencatat tingkat keberhasilan absolut sebesar 100%, membuktikan kemampuan algoritma dalam mencetak jadwal yang sepenuhnya bebas konflik (<em>zero-conflict</em>). Selain itu, evaluasi tingkat kebergunaan menggunakan instrumen <em>System Usability Scale</em> (SUS) menghasilkan skor 80,21 (kategori <em>Excellent</em>). Secara empiris, implementasi sistem ini berhasil mereduksi waktu penyusunan jadwal dari satu hingga dua minggu menjadi hanya dalam hitungan menit, sekaligus menyediakan antarmuka interaktif yang meningkatkan produktivitas tata kelola akademik secara signifikan</p>2026-07-24T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12185PENGARUH LATIHAN PUSH UP TERHADAP DAYA TAHAN OTOT LENGAN PADA SISWA PROGRAM KEAHLIAN TATA BOGA SMK NEGERI 1 ABUNG SELATAN2026-07-21T12:11:54+00:00Putri Dea Pelangiputrideapelangi@gmail.comAdinda Siti Arafahdindaarafah044@gmail.comPutri Destawatiputridestawati0112@gmail.comDarwantoputrideapelangi@gmail.com<p><em>Arm muscular endurance is one of the physical fitness components that plays an important role in supporting the practical activities of Culinary Arts students, particularly in tasks that involve lifting kitchen equipment, stirring dough, and standing for extended periods in the production area. This study aims to examine the influence of push-up training on arm muscular endurance among Culinary Arts students at SMK Negeri 1 Abung Selatan, while also exploring its relationship with general physical endurance capacity as represented by a running test. The study employed a quantitative descriptive-correlational approach involving 30 students (15 male and 15 female) who were assessed through a one-minute push-up test and a three-minute running test. Data were analyzed descriptively and tested for association using Pearson's correlation coefficient. The results show that the average push-up capacity was 21.6 repetitions per minute, with male students (mean 25.7) consistently achieving a higher number of repetitions than female students (mean 17.5). A moderate positive correlation was also found between push-up capacity and running distance (r = 0.55), indicating that arm muscular endurance contributes to broader physical work capacity. Drawing on the principles of overload, physiological adaptation, and specificity of training, these findings reinforce the argument that structured and sustained push-up training has the potential to improve arm muscular endurance among vocational high school students, thereby supporting their physical readiness for Culinary Arts practice. This study recommends integrating arm-strengthening exercises into physical education and extracurricular programs at SMK Negeri 1 Abung Selatan.</em></p>2026-07-23T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12219Pengembangan Bahan Ajar Pop Up Book Materi Pergerakan Kebangsaan Menuju Kemerdekaan Kelas VIII MTs Darussalam Kademangan2026-07-22T13:04:32+00:00Safina Rahma Auliasafinarahmaa23@gmail.comHendra Pratamahendra.pratama@uinsatu.ac.id<p>The purpose of the study is to determine the level of validity and effectiveness of the pop up book teaching aid covering the topic of the national movement toward independence for Grade VIII students at MTs Darussalam Kademangan. The study employed the Research and Development (R&D) method with the Borg and Gall model. The main subject in this study were students in class VIII E MTs Darussalam Kademangan with a total of 31 students. The results of this study indicate that the results of the media expert validation test were 90%, the material expert validation was 95%, and the subject social studies teacher validation was 95%. The results of the efeectiveness test conducted using a Paired Sample T-test yielded a significance value of 0.000, wich is less than 0.05. Thus, the alternative hypothesis is declared accepted indicating a significant difference in students learning outcomes before and after using the pop up book teaching aid. So, it can be concluded that the pop up book teaching aid on the national movement toward independence is valid according to experts and effective in improving student learning outcomes.</p>2026-07-23T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12245Perancangan Basis Data Multimedia Berbasis Cloud: Analisis Latensi dan Efisiensi Biaya2026-07-24T07:52:06+00:00Fajar Fajarfajarselh69@gmail.comSesra Budiobudiosesra24@gmail.com<p><em>This study aims to analyze the design of a cloud-based multimedia database, focusing on access latency and cost efficiency in multimedia data management. With the increasing use of digital data particularly images, audio, and video there is a need for a storage system capable of providing large capacity, fast access, and more efficient operational costs. Cloud computing technology has become a widely adopted alternative because it offers flexibility, scalability, and ease of data management. This study employs a qualitative approach using descriptive methods through a literature review. Data were obtained from various scientific journals, books, conference proceedings, and other references discussing multimedia databases, cloud computing, network latency, and the cost efficiency of cloud services. The results of the study indicate that the implementation of cloud-based multimedia databases can enhance storage flexibility, accelerate data access processes, and reduce operational costs compared to conventional storage systems. On the other hand, the implementation of this technology still faces several challenges, such as high latency under certain network conditions, data security, and dependence on cloud service providers. Overall, the design of a cloud-based multimedia database is an effective solution for supporting faster, more efficient digital data management that meets the needs of today’s evolving information technology landscape.</em></p>2026-07-24T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12211HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PENYESUAIAN DIRI MAHASISWA PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING PENDIDIKAN ISLAM SEMESTER 2 UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SALATIGA2026-07-22T12:29:38+00:00Enggal Andini Rismanikeenggaldua5@gmail.comKaila Tata Nur IslamayKaila@gmail.comFarcha Rachelia MasrurohFarcha@gmail.com<p>Learning motivation is a factor that plays a role in helping students cope with academic demands and adapt to the university environment. Early-semester students often face various challenges—both academic and social—making the ability to adjust a crucial aspect of academic success. This study aims to determine the relationship between learning motivation and the adjustment of second-semester students in the Islamic Education Guidance and Counseling Study Program at the State Islamic University (UIN) Salatiga. The study employs a quantitative approach with a correlational design. The population consisted of 116 students, with a sample of 52 students selected using simple random sampling. Data collection was conducted using a questionnaire that had undergone validity and reliability testing. Data analysis involved descriptive statistics and the Pearson Product Moment correlation test, utilizing IBM SPSS Statistics software. The results indicate that the students' learning motivation falls within the moderate-to-high range, as does their level of adjustment. The correlation test results reveal a positive and significant relationship between learning motivation and adjustment (r = 0.288; p = 0.038 < 0.05), although the strength of the relationship is categorized as weak. These findings suggest that higher learning motivation is associated with better adjustment capabilities when facing academic demands and the university environment.</p>2026-07-24T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12234Strategi Penerapan Hazard Analysis and Critical Control Point Dalam Mengendalikan Potensi Bahaya Udang Beku Pada Metode Contact Plate Freezer di PT Dachan Mustika Aurora Tarakan2026-07-23T15:56:54+00:00Sudirman Sudirmansudirmanagri35@gmail.comMariam Mariam sudirmanagri35@gmail.comSulkifli Sulkifli sudirmanagri35@gmail.com<p>Frozen shrimp is one of the fisheries commodities that is vulnerable to potential Frozen shrimp is one of the fishery commodities that is susceptible to biological, chemical, and physical hazards during processing. The implementation of the Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) system is essential to ensure food safety, particularly in frozen shrimp processed using the Contact Plate Freezer (CPF) method. This study aimed to analyze the implementation of HACCP and formulate strategies for controlling potential hazards in frozen shrimp processed using the Contact Plate Freezer (CPF) method. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through observation, interviews, and documentation. The data were analyzed based on the seven principles of HACCP and a SWOT analysis. The results indicated that the major potential hazards included microbiological contamination, antibiotic residues, and physical contaminants such as metal fragments and other foreign materials. The Critical Control Points (CCPs) were identified at the raw material receiving stage and the metal detector process. Critical limits, monitoring procedures, corrective actions, verification activities, and record-keeping were implemented consistently and systematically, ensuring the safety of frozen shrimp processed using the Contact Plate Freezer (CPF) method. Furthermore, the SWOT analysis generated appropriate strategic recommendations to strengthen hazard control and improve the effectiveness and sustainability of HACCP implementation in frozen shrimp processing.</p>2026-07-24T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12263Nilai Psikologi Tokoh Utama Dalam Novel “Aku Tak Membenci Hujan” Karya Sry Puji Hartini2026-07-24T23:17:35+00:00Melsa Lianti Batukmelsabatuk@gmail.comSanhedri Boimaumelsabatuk@gmail.comJohn Darwis Fallomelsabatuk@gmail.comOna Diana Banimelsabatuk@gmail.com<p><em>The issues raised in this study are (1) what is the psychological condition of the main character, and (2) what are the psychological values found in the novel "Aku Tak Membenci Hujan" by Sry Puji Hartini. The aim of this study is to describe the psychological condition of the main character in the novel "Aku Tak Membenci Hujan" by Sry Puji Hartini, and to describe the psychological values of the main character in the novel. The benefits of this research are (1) to contribute to the development of literary studies, particularly in the field of literary psychology, (2) to serve as a reference or comparative material for future researchers who wish to examine the novel, (3) to help readers understand the emotional and mental aspects of the main character, (4) to enhance appreciation for the work of local authors, and to highlight the messages for researchers. The theory adopted in this study is psychological theory. The data analysis method used by the author as the basis of the research analysis is the qualitative descriptive method. The data analysis technique in this study is based on the psychological dimension perspective that underlies the life of the main character. From the results of the data analysis, it can be concluded that in the novel "Aku Tak Membenci Hujan" by Sry Puji Hartini, the main character Karang Samudra exhibits psychological symptoms including trauma, dissociative amnesia, fear, and dissociative fugue. The psychological values of the main character include self-confidence, steadfastness, motivation, and empathy.</em></p>2026-07-24T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12253MANAJEMEN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI PONDOK PESANTREN DARUL QUR'AN2026-07-24T12:19:44+00:00Mulyadi Mulyadimulyadipps25@pasca.alqolam.ac.id<p><em>This study aims to analyze the management of Islamic religious education at Darul Qur'an Islamic Boarding School based on the management functions of planning, organizing, actuating, and controlling (POAC). The study employed a qualitative approach using a case study design. Data were collected through observations, in-depth interviews with the head of the boarding school, administrators, teachers, and students, as well as documentation of institutional records. Data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, including data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through source and technique triangulation. The findings indicate that the management of Islamic religious education has implemented the POAC functions in an integrated manner. Planning is carried out through the development of educational programs that integrate formal education, Islamic studies, and Qur'an memorization. Organizing is reflected in the clear distribution of responsibilities among school leaders, administrators, and teachers. The implementation of education emphasizes both religious knowledge and character development, while supervision is conducted through academic assessments, Qur'an memorization evaluations, and discipline monitoring. Supporting factors include strong leadership commitment and a well-established religious culture, whereas the main challenges involve limited human resources, curriculum integration, and the optimization of technology utilization. This study recommends strengthening teacher competencies, improving the integrated curriculum, and implementing technology-based educational management systems to enhance the quality of Islamic religious education in Islamic boarding schools.</em></p>2026-07-24T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12228PENGALAMAN REMAJA PEMAIN GAME ONLINE DALAM MEREGULASI EMOSI: STUDI KASUS DI MTs ROUDLOTUL FURQON 2026-07-23T03:38:55+00:00Mazada Hafidhotuzzahromazadazahro@gmail.comNurul Aulia Dewiananurulauliadewiana@gmail.comAwalia Zahra Arlizaawaliazhra@gmail.com<p><em>. Advancements in digital technology have increased the time adolescents spend playing online games to between two and four hours daily; while this offers entertainment, it often triggers negative emotions such as anger, disappointment, and frustration stemming from losses or network disruptions. This study aims to explore in depth the emotional regulation experiences of adolescent online gamers at MTs Roudlotul Furqon and to examine how these experiences interact with moral values within the madrasah environment. Employing a qualitative case study approach involving in-depth interviews, the research reveals that these adolescents employ various adaptive strategies to stabilize their emotions, ranging from stopping the game, taking breaks, and listening to music, to engaging in spiritual practices such as performing wudhu (ablution) and prayer. Successful emotional regulation is strongly supported by parental roles in limiting playtime and by teacher guidance through school-based religious activities. Ultimately, the ability to control emotions has a positive impact on maintaining harmonious social relationships and sustaining the adolescents' academic focus.</em></p>2026-07-24T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12201HUBUNGAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE SANTRI PUTRI BERDASARKAN HEALTH PROMOTION MODEL DI PONDOK PESANTREN PUTRI DARUS SHOLAH2026-07-22T09:15:04+00:00Firly Fransiska Nur Adillahfirly.nadilla03@gmail.comSri Wahyuni Adrianifirly.nadilla03@gmail.comAyesie Natasa Zulkafirly.nadilla03@gmail.com<p><strong>Latar Belakang: </strong><em>Personal hygiene</em> merupakan perilaku kesehatan yang penting untuk menjaga kesehatan santri putri di lingkungan pondok pesantren. Salah satu faktor yang memengaruhi perilaku tersebut adalah dukungan teman sebaya sebagai bagian dari <em>interpersonal influences</em> dalam <em>Health Promotion Model</em>, yang berperan dalam mendorong terbentuknya perilaku hidup bersih dan sehat. <strong>Tujuan:</strong> Menganalisis hubungan antara dukungan teman sebaya dengan perilaku <em>personal hygiene</em> santri putri di Pondok Pesantren Putri Darus Sholah. <strong>Metode:</strong> Penelitian kuantitatif dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Sampel penelitian berjumlah 130 santri yang dipilih menggunakan <em>proportionate stratified random sampling</em>. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah dimodifikasi, diuji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan uji <em>Spearman Rho</em> dengan tingkat signifikansi α = 0,05. <strong>Hasil:</strong> Mayoritas santri memperoleh dukungan teman sebaya tinggi (74,6%) dan memiliki perilaku <em>personal hygiene</em> baik (96,9%). Hasil uji <em>Spearman Rho</em> menunjukkan nilai <em>p-value</em> = 0,020 (<0,05) dan r = 0,203, yang menunjukkan terdapat hubungan signifikan dengan arah hubungan positif dan kekuatan hubungan lemah antara dukungan teman sebaya dengan perilaku <em>personal hygiene</em>. <strong>Kesimpulan:</strong> Dukungan teman sebaya berhubungan dengan perilaku <em>personal hygiene</em> santri putri. Semakin baik dukungan yang diterima, maka perilaku <em>personal hygiene</em> cenderung semakin baik, meskipun perilaku tersebut juga dimungkinkan dipengaruhi oleh faktor lain.</p>2026-07-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12205GAMBARAN FAKTOR RISIKO MORTALITAS PADA PASIEN COVID-19 DENGAN DIABETES MELITUS YANG DIRAWAT INAP DI RSUD RADEN MATTAHER JAMBI2026-07-23T05:42:36+00:00Muhammad Dodi Prasetya Surya Purnama JRmdodipspd@gmail.comMonalisa Monalisamdodipspd@gmail.comNyimas Natasha Ayu Shafiramdodipspd@gmail.comM. Ridwanmdodipspd@gmail.comCitra Maharanimdodipspd@gmail.com<p>Pendahuluan: Diabetes Melitus (DM) merupakan komorbid yang secara signifikan meningkatkan risiko mortalitas pada pasien COVID-19. Penelitian ini bertujuan menggambarkan faktor-faktor risiko mortalitas pada pasien COVID-19 dengan DM yang dirawat inap di RSUD Raden Mattaher Jambi tahun 2020–2022.Tujuan: Menggambarkan karakteristik dan faktor risiko yang berhubungan dengan mortalitas (usia, tekanan darah, kadar gula darah, HbA1c, rasio neutrofil-limfosit, kadar D-Dimer, dan derajat keparahan) pasien COVID-19 dengan DM berdasarkan status akhir. Metode Penelitian: Penelitian deskriptif dengan teknik total sampling menggunakan data rekam medis. Sebanyak 104 pasien memenuhi kriteria inklusi. Hasil: Dari 104 pasien, 74,0% dinyatakan hidup dan 26,0% meninggal. Proporsi kematian tertinggi ditemukan pada kelompok HbA1c <7% (53,8%), NLR ≥6 (51,1%), derajat berat/kritis (48,6%), dan D-Dimer tinggi (31%), sedangkan usia, kadar gula darah, dan tekanan darah tidak menunjukkan perbedaan proporsi kematian yang bermakna. Kesimpulan: NLR tinggi, D-Dimer tinggi, dan derajat keparahan berat/kritis menunjukkan proporsi kematian yang lebih besar pada pasien COVID-19 dengan DM, sedangkan usia, kadar gula darah, dan tekanan darah tidak.</p>2026-07-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12229IMPLEMENTASI METODE FIRST COME FIRST SERVED PADA SISTEM HELPDESK TICKETING BERBASIS WEB GUNA MENGOPTIMALKAN RESPONSE TIME LAYANAN IT SUPPORT2026-07-23T07:58:10+00:00Evan Eka Laksanaevanlaksana5@gmail.comAang Alim Murtopoaang.alim@gmail.comSyefudin Syefudinsyefudin5@gmail.com<p>Aktivitas operasional perusahaan sangat bergantung pada kualitas layanan teknologi informasi. Namun, proses pelaporan gangguan yang masih menggunakan berbagai media menyebabkan dokumentasi tidak terstandar, sulitnya pemantauan status penanganan, serta meningkatnya risiko laporan terlewat. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun aplikasi <em>Helpdesk</em> <em>Ticketing</em> System berbasis web untuk meningkatkan efektivitas pelaporan dan penanganan gangguan melalui penerapan metode First Come First Served (FCFS). Metode penelitian yang digunakan adalah rekayasa perangkat lunak dengan model Waterfall, sedangkan pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur, wawancara, dan dokumentasi. Sistem dirancang menggunakan Unified Modeling Language (UML), diimplementasikan dengan framework Laravel dan <em>Database</em> MySQL, serta diuji menggunakan metode Black Box Testing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem berhasil diimplementasikan dengan fitur pembuatan tiket, manajemen antrean berdasarkan metode FCFS, notifikasi email, FAQ, serta komunikasi antara <em>Admin</em> dan <em>User</em> melalui fitur chat. Penerapan metode FCFS mampu mengurutkan proses penanganan tiket secara sistematis sehin gga memudahkan pemantauan status dan meningkatkan efisiensi penanganan laporan. Dengan demikian, sistem yang dikembangkan dapat membantu meningkatkan efektivitas layanan <em>IT Support</em> dalam mengelola laporan gangguan, meskipun masih diperlukan pengembangan lebih lanjut untuk mendukung kebutuhan yang lebih kompleks</p>2026-07-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12239Skrining Fitokimia dan Identifikasi Golongan Metabolik Sekunder pada Buah Pakoba Merah (Syzygium sp) Asal Sulawesi Utara2026-07-24T05:40:24+00:00Rifani Hutami Supardihutamirifani@gmail.comJulia Megawati Djamalhutamirifani@gmail.comIrayati Iksanhutamirifani@gmail.comRanita Elvira Manoppohutamirifani@gmail.comMutmainna Mutmainnahutamirifani@gmail.comAulia Azahra Arbiehutamirifani@gmail.comCharmellia Julitry Tatamukhutamirifani@gmail.comFinda Dotinggulohutamirifani@gmail.com<p>Buah pakoba merah (Syzygium sp.) merupakan salah satu jenis buah lokal yang tumbuh di wilayah Sulawesi Utara, namun potensinya sebagai sumber bahan alam belum banyak diungkap secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan skrining fitokimia dan mengidentifikasi golongan metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak buah pakoba merah, khususnya alkaloid, tanin, dan saponin. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut yang sesuai dengan prinsip like dissolves like. Skrining fitokimia terhadap golongan alkaloid dilakukan menggunakan pereaksi Mayer, Dragendorff, dan Wagner, sedangkan uji tanin dan saponin dilakukan dengan pereaksi warna dan uji busa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah pakoba merah memberikan hasil positif pada uji alkaloid, ditandai dengan terbentuknya endapan putih pada pereaksi Mayer, endapan merah pada pereaksi Dragendorff, dan endapan coklat pada pereaksi Wagner. Uji tanin menunjukkan hasil positif dengan terbentuknya warna hijau setelah penambahan asam asetat yang mengindikasikan adanya tanin terkondensasi. Uji saponin juga menunjukkan hasil positif dengan terbentuknya buih stabil setelah penambahan air panas dan HCl. Ketiga golongan senyawa tersebut diketahui memiliki potensi aktivitas biologis, seperti antioksidan, antimikroba, dan antiinflamasi. Hasil penelitian ini memberikan informasi ilmiah awal mengenai kandungan metabolit sekunder buah pakoba merah sebagai dasar pengembangan penelitian lanjutan mengenai potensi aktivitas farmakologisnya.</p>2026-07-26T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12252SKRINING FITOKIMIA DARI SENYAWA METABOLIT SEKUNDER SAMPEL BINTANG LAUT BIRU (LINCKIA LAEVIGATA)2026-07-24T11:27:00+00:00Julia Megawati DjamalJuliamegawatidjamal.08@gmail.comRifani Hutami Supardihutamirifani@gmail.comAlinaya Abrahamhutamirifani@gmail.comAliya Ndauhutamirifani@gmail.comNurul Naysila Huarahutamirifani@gmail.comHikma Sri Wahyuni Hamanihutamirifani@gmail.comPutri Alisa Paputunganhutamirifani@gmail.comNazzwha Ayyatulhusnah Nasrullahhutamirifani@gmail.com<p>Bintang laut biru (<em>Linckia laevigata</em>) merupakan salah satu biota laut yang berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif, khususnya glikosida steroid dan metabolit sekunder lainnya. Namun, kajian kimia terhadap <em>L. laevigata</em> asal perairan Indonesia masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak etanol bintang laut biru (<em>L. laevigata</em>) melalui uji skrining fitokimia secara kualitatif. Sampel bintang laut dikumpulkan, dibersihkan, dikeringkan, kemudian diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh selanjutnya diuji menggunakan reaksi warna dan pengendapan untuk mendeteksi golongan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, fenolik, serta steroid/triterpenoid. Hasil skrining fitokimia dianalisis untuk mengidentifikasi keberadaan masing-masing golongan metabolit sekunder dalam ekstrak. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi dasar mengenai profil kimia <em>L. laevigata</em> dari lokasi penelitian serta mendukung penelitian lanjutan mengenai isolasi, elusidasi struktur, dan pengujian bioaktivitas senyawa metabolit sekundernya sebagai kandidat agen antibakteri dan antioksidan.</p>2026-07-26T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12273PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN ZEP QUIZ BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP PEMAHAMAN MATERI BUDAYA TAAT HUKUM (Penelitian Quasi Eksperimen di Kelas X SMA Pasundan 8 Bandung)2026-07-26T04:24:27+00:00Raisha Nadya Maharaniraishanadya123@gmail.comCahyonocahyono@unpas.ac.idDelila Kaniadelila.kania@yahoo.com<p>This study examined the significant effect of Zep Quiz learning media integrated with Problem Based Learning on Grade X students’ understanding of law-abiding culture material at SMA Pasundan 8 Bandung. A quantitative quasi-experimental method with a nonequivalent control group pretest-posttest design was employed. The sample consisted of 58 students: 29 students in class X.4 as the experimental group and 29 students in class X.5 as the control group. Data were collected using a conceptual-understanding test and analyzed with descriptive statistics, a homogeneity test, and an independent-samples t-test using IBM SPSS 25. The experimental group’s mean score increased from 78.45 to 88.79, while the control group’s mean score increased from 76.90 to 87.41. The homogeneity test yielded a significance value of 0.203, and the hypothesis test reported a two-tailed significance value of 0.047. Therefore, the study concluded that Zep Quiz-based Problem Based Learning had a significant effect on students’ understanding of law-abiding culture material.</p>2026-07-26T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12297PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL REMAJA: ANALISIS DAMPAK PENGGUNAAN PLATFORM DIGITAL DALAM INTERAKSI SOSIAL2026-07-28T02:59:28+00:00Tania Yulianisataniayulianisa@gmail.comDesy Safitri Desy@gmail.comSujarwo SujarwoSujarwo@gmail.com<p><em>This study analyzes the influence of social media on adolescents’ social lives, especially its effects on friendship quality, social connectedness, face-to-face interaction, identity development, and peer pressure. Social media platforms have become daily communication spaces where adolescents maintain relationships, seek support, express themselves, and join wider communities. This article uses a descriptive qualitative literature review by synthesizing ten publications and official reports issued between 2021 and 2025. The selected sources include longitudinal studies, ecological momentary assessments, correlational research, qualitative studies, and systematic reviews. The findings show that social media does not produce a single uniform effect. Active and purposeful communication can strengthen existing friendships, provide emotional support, expand social networks, and help adolescents explore identity. In contrast, passive browsing, excessive use, social comparison, continuous peer monitoring, and pressure to remain constantly connected can reduce perceived connectedness, increase loneliness, intensify interpersonal conflict, and encourage problematic use. Offline friendship quality remains a strong protective factor. The impact also differs according to gender, self-esteem, self-concept clarity, peer susceptibility, motives for use, and the type of platform activity. The study concludes that adolescents need balanced digital habits, critical media literacy, clear interpersonal boundaries, and continued face-to-face interaction, Families and schools should guide social media use without ignoring its role as a legitimate social environment for adolescents.</em></p>2026-07-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12283PENGARUH PROPORSI KEJU CHEDDAR DAN PARMESAN TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK CHEESE CASATO KROKET2026-07-27T04:00:37+00:00Nur Wisanggeni Muhammadnurmuhamm14@gmail.comAny Sutiadiningsihnurmuhamm14@gmail.comSri Handajaninurmuhamm14@gmail.comIla Huda Puspita Dewinurmuhamm14@gmail.com<p><em>The objective of this study was to expand the variety of delicious and healthy croquettes and to produce a croquette product. Specifically, the study aimed to assess the nutritional value of the best product and determine the effect of the amounts of Cheddar and Parmesan cheese on organoleptic characteristics. An experimental approach was employed in this study, evaluating Cheddar-to-Parmesan cheese ratios of 80:20, 70:30, and 60:40. The 60:40 ratio yielded the best results regarding taste, aroma, color, texture, and overall consumer preference. Laboratory analysis revealed that the Cheese Casato croquette contained 68.55% carbohydrates, 14.05% protein, 7.98% fat, and 0.13% sodium. All nutritional values met established quality standards for croquettes. In conclusion, the study successfully produced a product that was well-received by panelists and met nutritional standards, making it a promising product.</em></p>2026-07-27T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12279Analisis Pelaksanaan Tank Cleaning Pergantian Muatan dari MTBE ke JET A-1 di Kapal MT. GT EQUALITY2026-07-26T12:50:07+00:00Ahmad Sugionoahmad.sugiono312@gmail.comSupangatahmad.sugiono312@gmail.comDjamaludin Malikahmad.sugiono312@gmail.com<p><em>The changeover of cargo from methyl tert-butyl ether (MTBE) to aviation turbine fuel JET A-1 on product and chemical oil tankers requires stringent tank readiness, as JET A-1 is sensitive to hydrocarbon residues, water, salts, and foreign particles. This study aims to analyze the implementation of tank cleaning during the cargo changeover from MTBE to JET A-1 aboard MT. GT EQUALITY and to identify the factors determining the effectiveness of the process. The research employs a qualitative descriptive approach. Data were obtained through direct observation, interviews with crew members, field notes, and documentation during the period from 2 August 2024 to 2 July 2025, with the main focus on activities on 26 January 2025. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing and verification. The results show that tank cleaning refers to the Tank Cleaning Guide code C, which includes washing using seawater at normal temperature for 40 minutes, seawater at 50–55°C for 60 minutes, fresh water rinsing for 20 minutes, draining, gas freeing, mopping, drying, initial inspection, corrective actions, wall wash test, tank inspection, and issuance of the Dry Certificate. The initial inspection still found thin residue, internal pipe moisture, water pooling at the bellmouth, residual water on the tank bottom, and a faint MTBE odor. These discrepancies were addressed through local washing, re-drying, and extended gas freeing duration. The final results showed O₂ at 20.9%, H₂S at 0 ppm, a clear hydrocarbon test, chloride test below 2 ppm, and a permanganate test of 58 minutes. Thus, the effectiveness of tank cleaning is determined by procedural accuracy, equipment readiness, crew competence, physical tank condition, supervision, and the application of occupational safety.</em></p>2026-07-27T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12276PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI PELAPORAN HOAKS BERBASIS WEB MENGGUNAKAN FRAMEWORK LARAVEL2026-07-26T12:23:43+00:00Galih Anggoro Prasetyag4lihanggoro@gmail.comEko Budihartonotara.niscita@gmail.comZaenul Arifzendhunter@gmail.com<p>Penyebaran informasi hoaks melalui media digital semakin meningkat dan berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat. Proses pelaporan hoaks yang belum terintegrasi menyebabkan pengelolaan dan verifikasi informasi menjadi kurang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun Sistem Informasi Pelaporan Hoaks (SIPHOAKS) berbasis <em>web</em> yang dapat memfasilitasi masyarakat dalam melaporkan dugaan hoaks, mendukung proses verifikasi oleh admin, serta menyediakan media edukasi berupa artikel literasi digital. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah <em>Waterfall</em>, yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Sistem dikembangkan menggunakan <em>framework Laravel</em>, basis data <em>MySQL</em>, dan <em>framework</em> antarmuka <em>Bootstrap</em>. Pengujian sistem dilakukan menggunakan metode <em>Black Box Testing</em> untuk memastikan seluruh fitur berjalan sesuai dengan kebutuhan fungsional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SIPHOAKS berhasil diimplementasikan dengan fitur pelaporan hoaks, verifikasi laporan, pengelolaan artikel edukasi, pencarian dan penyaringan data, serta ekspor laporan dalam format PDF. Berdasarkan hasil pengujian <em>Black Box Testing</em>, seluruh fitur utama sistem dapat berfungsi sesuai dengan kebutuhan yang telah ditetapkan. Dengan demikian, SIPHOAKS dapat membantu masyarakat dalam melaporkan dugaan hoaks serta mendukung admin dalam mengelola dan memverifikasi laporan secara lebih efektif, terstruktur, dan terdokumentasi.</p> <p> </p>2026-07-27T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12277Analisis Uji Muatan Bijih Nikel (Nickel Ore) Berdasarkan IMSBC Code untuk Mencegah Liquefaction di Kapal Curah MV. RIZABEY2026-07-26T12:26:22+00:00Rangga Surya Adi Setyaranggadisetya@gmail.comAri Sriantini ranggadisetya@gmail.comNyoman Ardiana Listriyawatiranggadisetya@gmail.com<p><em>Nickel ore is a Group A solid bulk cargo that can undergo liquefaction if the actual moisture content (MC) exceeds the transportable moisture limit (TML). Such conditions can trigger cargo shift, free surface effect, reduction in metacentric height, and loss of ship stability. This study aims to analyze the implementation of nickel ore cargo testing based on the International Maritime Solid Bulk Cargoes (IMSBC) Code aboard MV. RIZABEY, identify operational constraints, and evaluate the effectiveness of its implementation in preventing liquefaction. The research employs a qualitative descriptive approach through observations during sea practice from 30 October 2023 to 5 May 2024, interviews with the Master, Chief Officer, and surveyor, as well as document examination and documentation of loading activities. The results show that risk control is carried out through verification of cargo declaration, MC certificate, TML and flow moisture point (FMP), visual inspection, sampling, can test on each barge, weather monitoring, suspension of loading during rain, and monitoring of cargo condition in cargo holds. This implementation has provided important preventive layers, but has not been fully ideal because the vessel does not have quantitative testing equipment to verify MC and FMP, there is potential discrepancy between the shipper's documents and the actual cargo condition, weather changes can increase moisture content after testing, and operational pressure may influence loading decisions. The effectiveness of prevention depends on the validity of certificates, sample representativeness, the Master's firmness, and continuous monitoring. The study recommends independent laboratory verification, documented cargo refusal procedures, and strengthening coordination between the vessel, shipper, surveyor, and terminal.</em></p>2026-07-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12287KARAKTERISTIK SENSORIS DAN TINGKAT KESUKAAN PADA ISIAN SAMOSA IKAN NILA DAN KACANG MERAH DENGAN PENAMBAHAN DAUN SEMANGGI2026-07-27T08:16:00+00:00Gabriella Regine Widya Swastikagabriella.20011@mhs.unesa.idAny Sutiadiningsihgabriella.20011@mhs.unesa.idLilis Sulandarigabriella.20011@mhs.unesa.idIla Huda Puspitagabriella.20011@mhs.unesa.id<p><em>This study aims to determine the interaction of the proportion of nile tilapia and red beans with the addition of clover leaves on the sensory characteristics and the level of preference for nilanggi samosa filling products. The research method is an experiment with a factorial design using and data analysis using the ANOVA - two ways test and Duncan test. The results of this study indicate that there is a significant effect of the interaction for the proportion of nile tilapia and red beans with the addition of clover on the sensory attributes of samosa fillings including color, flavor, taste, texture, and level of preference. The best treatment was found in the proportion of 80% nile tilapia, 20% red beans and 10% clover leaf. The panelist prefer this proportion over the other proportion. As a result, this combination has a good chance of being well received with future consumers.</em></p>2026-07-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12294INTERNALISASI NILAI NASIONALISME MELALUI KEARIFAN LOKAL KULINER: STUDI DESKRIPTIF PEMBELAJARAN TATA BOGA DI SMK BINA WISATA LEMBANG2026-07-27T15:14:37+00:00Resti Megantaridelila@unpas.ac.idDelila Kaniadelila@unpas.ac.idAsep Deni Normansyah asepdeninormansyah@unpas.ac.id<p>This study is motivated by the decline in students' sense of nationalism as a consequence of globalization, which has weakened appreciation for local culture, including Indonesian culinary heritage. This study aims to describe the internalization of nationalism values through the introduction of Indonesian culinary heritage in Culinary Arts learning, to identify the obstacles encountered, and to explain the efforts made to overcome them. A qualitative approach with a descriptive method was employed. The participants consisted of a Civics Education teacher, Culinary Arts teachers, the Head of the Culinary Arts Department, and eleventh-grade students at SMK Bina Wisata Lembang. Data were collected through interviews, observation, and documentation. The findings indicate that learning about Indonesian culinary heritage fosters students' pride, love for their homeland, and awareness of preserving national culture through both theoretical and practical activities. The main obstacles include students' limited prior knowledge of local cuisine and the stronger appeal of foreign culinary trends on social media. Teachers addressed these challenges through innovative media, cooking practice, project-based learning, and by integrating Pancasila values into every learning activity. Therefore, culinary learning grounded in local wisdom serves as an effective medium for internalizing nationalism values among vocational high school students.</p>2026-07-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12311Tantangan Normatif Penerapan Sanksi Hudud (Fixed Punishment) Dalam Qanun Jinayat Aceh Perspektif Hak Asasi Manusia 2026-07-29T12:41:22+00:00Septian Juliansyahseptianjuliansyah431815@gmail.comSeptiayu Restu Wulandariseptiayurwulandari@pelitabangsa.ac.idIckbal Hofifi Bairurohickbhb13@pelitabangsa.ac.id<p>Penerapan sanksi hudud dalam sistem hukum Indonesia menjadi topik yang memicu terjadinya karena berkaitan dengan hubungan antara hukum pidana Islam, hukum nasional, dan hak asasi manusia. Di Indonesia, aturan hudud tidak berlaku di seluruh negeri, tetapi hanya diterapkan di Aceh berdasarkan Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, yang merupakan hasil dari otonomi khusus yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat cara penyusunan dan gagasan tentang sanksi hudud dalam hukum pidana Indonesia, serta mempelajari kesulitan - kesulitan dalam menerapkan aturan tersebut dari sudut pandang hak asasi manusia. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan berupa peraturan perundang-undangan, konteks, sejarah, perbandingan, dan kasus. Penelitian menunjukkan bahwa hukum hudud mendapatkan pengakuan secara hukum karena adanya kekhususan Aceh dalam sistem hukum Indonesia. Namun penerapan hukum ini masih mengalami kesulitan dalam hal norma, terutama karena perbedaan pandangan antara hukum pidana Islam dengan hak asasi manusia, terutama mengenai larangan terhadap perlindungan, perlindungan martabat manusia, dan keselarasan antar hukum. Penerapan hukum hudud perlu adanya keseimbangan antara menjunjung tinggi syariat Islam dan melindungi hak-hak asasi manusia.</p>2026-07-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12318IMPLIKASI PENGGUNAAN KECERDASAN BUATAN TERHADAP HAK EKONOMI PENCIPTA DALAM INDUSTRI HIBURAN DI INDONESIA: ANALISIS UNDANG - UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA DAN UNDANG -UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2016 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK2026-07-30T06:52:22+00:00Akh Edy Ismantoedy.ismanto@psn.co.id Husein ManaluHusein@gmail.com<p><em>Artificial Intelligence (AI) has transformed the production, distribution, and monetization of creative works in the digital entertainment industry while raising legal issues concerning the use of copyrighted works as training data, AI-generated content, voice cloning, and the protection of authors' economic rights. This study aims to analyze the implications of AI for authors' economic rights in Indonesia's digital entertainment industry and to evaluate the adequacy of Law Number 28 of 2014 on Copyright and Law Number 11 of 2008 on Electronic Information and Transactions, as lastly amended by Law Number 1 of 2024. This research employs a normative juridical method using statutory, conceptual, and case approaches. The findings indicate that both laws do not specifically regulate the use of copyrighted works as training data, the legal status of AI-generated content, AI-based licensing and royalty mechanisms, or voice cloning. These findings reveal a legal gap, highlighting the need for a more adaptive regulatory framework to ensure legal certainty and strengthen the protection of authors' economic rights in the era of the digital entertainment industry.</em></p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENThttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/12325ANALISIS YURIDIS PERJANJIAN KAWIN TERHADAP PENYELESAIAN HARTA PERKAWINAN DALAM PERKARA CERAI (STUDI PUTUSAN PENGADILAN TINGGI AGAMA NOMOR : 420/PDT.G/2021/PTA SMG.)2026-07-31T01:59:38+00:00Rita Rositaritarosita36@gmail.comSifa Mulya Nurani sifamulyanurani95@pelitabangsa.ac.id<p><strong><em>Abstract</em></strong><em>. </em>The phenomenon of a surge in conflicts related to the distribution of assets after divorce is the main trigger for the implementation of this study, in addition to the crucial guarantee of legality related to the position and validity of prenuptial agreements in the positive legal order in Indonesia. The main target of this research is to dissect the position as well as the validity of the marriage agreement. In addition, this research intends to evaluate the basis of juridical arguments used by the panel of judges when resolving cases of distribution of household assets, by referring to the Decision of the High Court of Religion Number 420/Pdt.G/2021/PTA Smg. The researcher applies normative juridical legal research methods through three forms of orientation, namely the regulatory approach, the conceptual approach, and the approach to concrete cases. All secondary data were collected through literature review techniques to be analyzed using qualitative analysis methods. The findings of the study prove that prenuptial agreements that have completed all the criteria for contract validity have strong juridical coercive power to establish joint asset ownership. On the other hand, legal reasoning by judges relies on aspects of the legality of the deed, applicable regulations, and the principles of certainty, justice, and legal protection when deciding the case of the seizure of the property. In conclusion, the marriage contract plays a vital role in creating regulatory guarantees for the governance of material ownership of husband and wife. Therefore, the court needs to maintain continuity in enforcing this rule, accompanied by the expansion of subsequent studies related to the dynamics of the execution of marriage agreements in the reality of the national judiciary.</p> <p><strong>Abstrak</strong>. Fenomena lonjakan konflik terkait distribusi aset pasca perceraian menjadi pemicu utama pelaksanaan studi ini, di samping krusialnya jaminan legalitas terkait posisi serta validitas kesepakatan pranikah dalam tatanan hukum positif di Indonesia. Target utama penelitian ini adalah membedah posisi sekaligus keabsahan dari ikatan perjanjian perkawinan tersebut. Selain itu, riset ini bermaksud mengevaluasi dasar argumentasi yuridis yang digunakan oleh majelis hakim sewaktu menyelesaikan perkara pembagian aset rumah tangga, dengan mengacu pada Putusan Pengadilan Tinggi Agama Nomor 420/Pdt.G/2021/PTA Smg. Peneliti menerapkan metode riset hukum yuridis normatif melalui tiga bentuk orientasi, yaitu pendekatan regulasi, pendekatan konseptual, dan pendekatan terhadap kasus konkret. Seluruh data sekunder dihimpun lewat teknik penelaahan literatur pustaka untuk kemudian diurai menggunakan metode analisis kualitatif. Temuan studi membuktikan bahwa kesepakatan pranikah yang telah melengkapi seluruh kriteria keabsahan kontrak mempunyai daya paksa yuridis yang kuat untuk menetapkan kepemilikan aset bersama. Di sisi lain, penalaran hukum oleh hakim bersandar pada aspek legalitas akta, regulasi yang berlaku, serta asas kepastian, keadilan, dan proteksi hukum sewaktu memutus perkara perebutan harta tersebut. Kesimpulannya, kontrak perkawinan memegang andil vital dalam menciptakan jaminan regulasi atas tata kelola kepemilikan materiil suami-istri. Oleh sebab itu, pengadilan perlu menjaga kesinambungan dalam menegakkan aturan ini, disertai perluasan studi berikutnya terkait dinamika eksekusi perjanjian perkawinan dalam realitas peradilan nasional.</p>2026-07-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT