Diplomasi Ekonomi Indonesia dalam Meningkatkan Investasi dan Perdagangan Internasional: Studi Kasus Hilirisasi Nikel dan Kerja Sama dengan Tiongkok
DOI:
https://doi.org/10.61722/jmia.v3i3.10622Keywords:
diplomasi ekonomi, hilirisasi nikel, investasi asing, perdagangan internasional, IndonesiaAbstract
Penelitian ini membahas strategi diplomasi ekonomi Pemerintah Indonesia dalam mendukung kebijakan hilirisasi nikel pada periode 2024–2026. Diplomasi ekonomi Indonesia mengalami perubahan dari pendekatan pasif menuju pendekatan yang lebih ofensif dan terintegrasi melalui konsep “Indonesia Incorporated” yang melibatkan sinergi antara pemerintah, BUMN, Danantara, Indonesia Investment Authority (INA), dan pelaku usaha. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi pustaka dan dokumentasi terhadap berbagai kebijakan, perjanjian internasional, serta data perdagangan dan investasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diplomasi ekonomi Indonesia dilakukan melalui diversifikasi pasar ekspor, percepatan perjanjian perdagangan internasional, penyelesaian sengketa dagang, serta penguatan kerja sama investasi strategis dengan berbagai negara. Dalam studi kasus hilirisasi nikel, kebijakan larangan ekspor bijih nikel berhasil meningkatkan nilai tambah ekspor dan mendorong pertumbuhan investasi smelter serta industri baterai kendaraan listrik. Kerja sama dengan Tiongkok berperan penting dalam pembangunan industri pengolahan nikel dan transfer teknologi, meskipun penguasaan teknologi manufaktur lanjutan masih menjadi tantangan. Diplomasi ekonomi juga berkontribusi dalam menarik investor asing melalui pemberian insentif, kepastian regulasi, dan penguatan hubungan bilateral dengan negara-negara mitra strategis.
References
Amatucci, M., & Avrichir, I. (2008). Teorias de negócios internacionais e a entrada de multinacionais no Brasil de 1850 a 2007. Revista Brasileira de Gestão de Negócios, 10(28), 234–248.
Amir, S. (2020). The politics of downstreaming: Resource nationalism and foreign investment in Indonesia’s mining sector. Asian Journal of Political Science, 28(3), 245–262.
Baldwin, D. A. (2020). Economic statecraft (New ed.). Princeton University Press. (Karya asli diterbitkan tahun 1985).
Buckley, P. J., Forsans, N., & Munjal, S. (2012). Host–home country linkages and host–home country specific advantages as determinants of foreign acquisitions by Indian firms. International Business Review, 21(5), 878–890.
Dunning, J. H. (1993). Multinational enterprises and the global economy. Addison-Wesley.
Gilpin, R. (1987). The political economy of international relations. Princeton University Press.
Gjerding, A. N. (2005). Considering foreign direct investment in Denmark: The eclectic paradigm of Dunning revisited (Working Paper Series).
Jackson, R., & Sorensen, G. (2015). Introduction to international relations: Theories and approaches (6th ed.). Oxford University Press.
Keohane, R. O. (1984). After hegemony: Cooperation and discord in the world political economy. Princeton University Press.
Keohane, R. O., & Nye, J. S. (1977). Power and interdependence: World politics in transition. Little, Brown and Company.
Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. (2020). Rencana induk pembangunan industri nasional (RIPIN) 2020–2024. Kementerian Perindustrian RI.
Krugman, P. R., & Obstfeld, M. (2009). International economics: Theory and policy (8th ed.). Pearson Addison-Wesley.
Lee, D., & Hocking, B. (2010). Economic diplomacy. In The Oxford handbook of modern diplomacy. Oxford University Press.
Lestari, D. P., & Pradana, A. R. (2019). Diplomasi ekonomi Indonesia dalam kebijakan hilirisasi nikel. Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional, 15(2), 121–136.
Nugroho, H., & Setiawan, B. (2022). Dampak kebijakan larangan ekspor bijih nikel terhadap FDI di sektor pengolahan mineral. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik, 13(1), 55–70.
Rahman, A., Bridge, A. J., Rowlinson, S., Hubbard, B., & Xia, B. (2018). Multinational contracting and the eclectic paradigm of internationalization. Engineering, Construction and Architectural Management, 25(11), 1418–1435.
Rahman, A., Bridge, A., Rowlinson, S., & Kwok, T. (2011). Towards testing the eclectic paradigm on multinational contracting: An approach to reviewing and analysing secondary data. Proceedings of the 2011 International Conference on Construction & Real Estate Management, 2, 915–920.
Rana, K. S. (2016). Economic diplomacy: The next frontier. The Hague Journal of Diplomacy, 11(4), 371–385.
Saner, R., & Yiu, L. (2000). Business diplomacy management: A core competency for global companies. Academy of Management Perspectives, 14(1), 80–92.
Saner, R., & Yiu, L. (2003). International economic diplomacy: Mutations in post-modern times. Netherlands Institute of International Relations “Clingendael”, 1–37.
UNCTAD. (2020). World investment report 2020: International production beyond the pandemic. United Nations Conference on Trade and Development.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. (2020). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 147. Sekretariat Negara.
Yiu, L., & Saner, R. (2017). Business diplomacy in implementing the global 2030 development agenda: Core competencies needed at the corporate and managerial level. In International business diplomacy (Vol. 18, pp. 33–58).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










