PENGARUH KESADARAN KRITIS TERHADAP KEMATANGAN BERAGAMA

Authors

  • Sururin Sururin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Yokha Latief Ramadhan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Farel Zhulfikar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Imam Hasibuan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Muhammad Fahri Dzulqarnain UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Khairul Abdillah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.61722/jmia.v3i4.11008

Keywords:

kesadaran kritis, kematangan beragama, psikologi agama, refleksi spiritual, keimanan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kesadaran kritis terhadap kematangan beragama pada responden usia 17–23 tahun. Perkembangan teknologi informasi dan arus globalisasi mendorong individu untuk berpikir lebih terbuka dan reflektif terhadap persoalan keagamaan, termasuk mengenai Tuhan dan penderitaan manusia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert 3 poin kepada responden berusia 17–23 tahun selama 3 hari. Instrumen penelitian disusun berdasarkan indikator kesadaran kritis dan kematangan beragama. Teknik analisis data yang digunakan meliputi uji validitas, uji reliabilitas, dan analisis korelasi sederhana.Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki kecenderungan untuk merefleksikan persoalan penderitaan dan keadilan Tuhan secara kritis. Sebanyak 77,8% responden menyatakan setuju bahwa mereka sering memikirkan alasan mengapa penderitaan terjadi di dunia, sedangkan 72,2% responden menyatakan pernah mempertanyakan keadilan Tuhan terhadap penderitaan manusia. Sebagian besar responden berpendapat bahwa berpikir kritis dapat memperkuat keimanan karena membantu individu memahami keterbatasan manusia serta meningkatkan kesadaran spiritual. Namun, beberapa responden juga menyatakan bahwa pemikiran kritis dapat melemahkan keimanan apabila disertai sikap putus asa atau penolakan terhadap nilai-nilai spiritual. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kesadaran kritis memiliki hubungan dengan kematangan beragama. Kesadaran kritis tidak selalu menjadi ancaman bagi keimanan, tetapi dapat menjadi sarana untuk membentuk pemahaman agama yang lebih reflektif, bijaksana, dan mendalam

References

Nugraha, I., Maslihah, S., & Misbach, I. H. (2020). Keterampilan berpikir kritis dan perannya terhadap toleransi beragama murid SMA. MEDIAPSI, 6(2), 119–131.

Sabiq, A. F. (2020). Analisis kematangan beragama dan kepribadian serta korelasi dan kontribusinya terhadap sikap toleransi. Indonesian Journal of Islamic Psychology, 2(1).

Setiansah, M. (2015). Smartphonisasi agama: Transformasi perilaku beragama perempuan urban di era digital. Jurnal Komunikasi, 10(1), 1–10.

Winangsih, W. (2015). Efektivitas teknik modeling untuk meningkatkan kesadaran beragama (Studi eksperimen kuasi terhadap siswa kelas XI SMKN 2 Cimahi tahun ajaran 2014/2015).

Downloads

Published

2026-06-16

Issue

Section

Articles