FENOMENA AKULTURASI BUDAYA PADA TRADISI MANDI BALIMAU
DOI:
https://doi.org/10.61722/jmia.v3i4.11127Keywords:
Akulturasi Budaya, Balimau, Hadis Hidup, Minangkabau, Peradaban IslamAbstract
Tradisi Balimau merupakan salah satu praktik budaya masyarakat Minangkabau yang dilakukan sebelum bulan Ramadhan. Tradisi ini mencerminkan interaksi antara nilai-nilai budaya lokal dan ajaran islam yang telah berkembang dalam masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tradisi Balimau dalam dinamika peradaban Islam di Indonesia dan untuk memeriksa nilai-nilai islam yang terkandung dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui penelitian perpustakaan dengan memanfaatkan buku, jurnal ilmiah, dan literatur relevan lainnya yang terkait dengan Balimau, peradaban Islam, dan akulturasi budaya. Temuan menunjukkan bahwa tradisi Balimah bukan hanya sekedar ritual budaya tetapi juga mewakili bentuk persiapan sosial dan spiritual untuk menyambut Ramadhan. Selanjutnya, tradisi ini menunjukkan keberhasilan adaptasi Islam terhadap budaya lokal tanpa menghilangkan nilai-nilai penting dari ajaran Islam. Dalam konteks peradaban Islam di Indonesia, Balimau berfungsi sebagai bukti integrasi yang harmonis antara agama dan budaya, menciptakan identitas Islam yang khas dalam masyarakat Indonesia. Meskipun mengalami berbagai transformasi di era modern, tradisi Balimau tetap relevan sebagai media untuk melestarikan warisan budaya dan memperkuat nilai-nilai agama di antara masyarakat.
References
Abdi, S., & Makfi, M. M. (2019). Kajian interdisipliner terhadap tradisi lokal dan nilai-nilai
keislaman. Indonesian Journal of Interdisciplinary Islamic Studies, 3(1), 1–15.
Dimi, A. R., Supiarza, H., & Pratama, M. A. (2025). Ritual Balimau Minangkabau: Tradisi
penyucian diri dan transformasi sosial. Jurnal Budaya Etnika, 9(2), 149–157.
Hasnida, S. S., Solfema, & Putri, L. D. (2025). Pertahankan tradisi masyarakat Patang Balimau
di tengah perkembangan zaman. Journal Innovation in Education, 3(1), 57–61.
Hulyati, R., Syamsuardi, & Arbain, A. (2014). Studi etnobotani pada tradisi Balimau di Kota
Pariaman, Sumatera Barat. Jurnal Biologi Universitas Andalas, 3(1), 14–19.
Irfanda, H., & Ullinnas, S. (2026). Tradisi saisuak balimau sebagai local wisdom masyarakat
Pariaman dalam menyambut bulan suci: Analisis pergeseran makna budaya. Journal of
Art, Heritage and Culture, 2(1), 33–40.
Lopa, S. A., Darwianis, Beyete, E., & Ibrahim, D. M. (2023). Mandi balimau sebagai tradisi
masyarakat di Minangkabau. Jurnal Ilmiah Langue and Parole, 7(1), 16–20.
Mahmud, Natsir, M., & Suryadilaga. (2016). Tradisi mandi balimau di masyarakat Kuntu:
Living Hadist sebagai bukti sejarah. Journal of Interdisciplinary Islamic Studies, 1(2),
–19.
Rodiah, & Copriady, J. (2025). Fenomenologi Edmund Husserl dalam memahami tradisi
mandi balimau kasai di Lubuk Bendahara Rokan Hulu. Jurnal Ilmu Budaya, 13(1), 1–
Vadisa, Putri, R. Q. A., & Istiyanto, S. B. (2024). Ritual Balimau menyambut Ramadhan:
Makna dan relevansinya bagi masyarakat Minangkabau. AGUNA: Jurnal Ilmu
Komunikasi, 5(02), 62–68
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










