KETERBUKAAN DIRI DAN DAMPAK PSIKOLOGIS DALAM KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANAK PEREMPUAN DEWASA AWAL DENGAN AYAH: STUDI KASUS PADA MAHASISWI UNIVERSITAS MURIA KUDUS

Authors

  • Putri Fatma Khusnul Khotimah Universitas Muria Kudus
  • Tria Sisca Susilawati Universitas Muria Kudus
  • Denny Devantara Lastari Universitas Muria Kudus
  • Fatma Gustia Aulia Universitas Muria Kudus

DOI:

https://doi.org/10.61722/jmia.v3i4.11351

Keywords:

anak perempuan dewasa awal, dampak psikologis, keterbukaan diri, komunikasi interpersonal, relasi ayah-anak

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi keterbukaan diri dan dampak psikologis dalam komunikasi interpersonal antara anak perempuan dewasa awal dengan ayah pada mahasiswi Universitas Muria Kudus. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus kolektif dan melibatkan tiga informan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal antara ayah dan anak perempuan dewasa awal cenderung berlangsung secara satu arah, didominasi oleh otoritas ayah, serta minim keterbukaan, empati, dan kesetaraan dalam interaksi. Kondisi tersebut memunculkan berbagai hambatan komunikasi yang berdampak pada rendahnya keterbukaan diri anak, munculnya perasaan sedih, kecemasan, kewaspadaan berlebihan, serta kecenderungan memendam emosi. Untuk menghadapi situasi tersebut, informan menggunakan strategi koping berupa penarikan diri, mengisolasi diri di kamar, mendengarkan musik, menonton film, atau mencari dukungan emosional dari figur lain seperti ibu, kakak, dan anggota keluarga yang dianggap lebih suportif. Meskipun demikian, sebagian informan memaknai sikap tegas dan kontrol ayah sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang yang kurang tepat dalam penyampaiannya. Temuan penelitian ini menunjukkan pentingnya pengembangan komunikasi yang lebih terbuka, empatik, dan setara antara ayah dan anak guna meningkatkan kualitas hubungan keluarga, memperkuat kedekatan emosional, serta mendukung kesejahteraan psikologis anak perempuan dewasa awal

References

Abdul K, M. I., Julianti, S. R., Anwari, I. M., Nurohmat, L., & Tresnoati, W. S. (2025). Gaya Komunikasi Ayah Dalam Mendorong Keterbukaan Anak Laki-Laki Di Lingkungan Keluarga (Studi Kasus di Kampung Pasir Haur Kabupaten Cianjur). IJI: Indonesia Journal of Intellectual Publication, 6(1), 44–53. https://journal.intelekmadani.org/index.php/ijipublication/article/view/836/607

Astiti, P., Winarti, A., & Astuti, L. (2025). Model Komunikasi Keluarga Dalam Membentuk Karakter Anak. Jurnal Pendidikan Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat, 7(1), 662–671. https://doi.org/10.37577/jp3m.v%vi%i.925

Baumrind, D. (1991). The influence of parenting style on adolescent competence and substance use. The Journal of Early Adolescence, 11(1), 56–95.

DeVito, J. A. (2013). The interpersonal communication book (13th ed.). Pearson.

Fernando, P. K. I. B. E., & Nofha, R. (2023). Komunikasi Interpersonal Ayah Pekerja dan Anak Perempuan dalam Meningkatkan Keterbukaan Diri Anak. Linimasa: Jurnal Ilmu Komunikasi, 6(2), 223–234. https://journal.unpas.ac.id/index.php/linimasa/article/view/8548/3780

Gross, J. J. (2002). Emotion regulation: Affective, cognitive, and social consequences. Psychophysiology, 39(3), 281–291.

Gross, J. J., & John, O. P. (2003). Individual differences in two emotion regulation processes: Implications for affect, relationships, and well-being. Journal of Personality and Social Psychology, 85(2), 348–362.

Iin Salsabila, Dinda Meiliani, Sabila Maharani, & Reza Noprial Lubis. (2025). Desain Penelitian Studi Kasus. Jurnal Arjuna : Publikasi Ilmu Pendidikan, Bahasa Dan Matematika, 3(3), 245–254. https://doi.org/10.61132/arjuna.v3i3.1937

Lazarus, R. S., & Folkman, S. (1984). Stress, appraisal, and coping. Springer.

Lerner, R. M., & Steinberg, L. (Eds.). (2009). Handbook of adolescent psychology (3rd ed.). Wiley.

Mahmoudi, A., Besharat, M. A., Pourbohlool, S., & Larijani, R. (2022). Parental emotional expressivity, attachment anxiety, and self-disclosure in young adults. Journal of Family Psychology, 36(4), 551–562.

Mikulincer, M., & Shaver, P. R. (2007). Attachment in adulthood: Structure, dynamics, and change. Guilford Press.

Nurtasya, M., & Banowo, E. (2025). Komunikasi Interpersonal Ayah dan Anak dalam Menghadapi Quarter Life Crisis (Studi Pada Mahasiswa Gunadarma). Global Research and Innovation Journal (GREAT), (2), 176–180. https://journaledutech.com/index.php/great/article/view/130/137

Papalia, D. E., & Feldman, R. D. (2014). Experience human development (12th ed.). McGraw-Hill.

Pleck, J. H. (2010). Paternal involvement: Revised conceptualization and theoretical linkages with child outcomes. Dalam M. E. Lamb (Ed.), The role of the father in child development (5th ed., pp. 58–93). Wiley.

Santrock, J. W. (2019). Life-span development (17th ed.). McGraw-Hill.

Siahaan, B. G., & Subroto, U. (2025). Peran Ayah Dan Komunikasi Interpersonal: Uji Korelasi Pada Wanita Dewasa Awal Menjalani Hubungan Romantis. PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Psikologi, 4(4), 510–523. https://jurnalp4i.com/index.php/paedagogy/article/view/4177/3237

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D (19th ed.). Penerbit Alfabeta Bandung. https://digi-lib.stekom.ac.id/assets/dokumen/ebook/feb_35efe6a47227d6031a75569c2f3f39d44fe2db43_1652079047.pdf

Walsh, F. (2012). Normal family processes: Growing diversity and complexity (4th ed.). Guilford Press.

Wijaya, F. R., Lubis, F. A. R., Siregar, M. N. S., & Batubara, A. A. F. (2025). Sumber data, subjek penelitian, dan isu terkait. Jurnal Edukatif, 3(2), 271-276.

Downloads

Published

2026-06-27

Issue

Section

Articles