IMPLEMENTASI MULTIKULTURALISME DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI ISLAM (Studi komparatif Indonesia, Malaysia, Singapura)

Authors

  • Mara Husin Lubis Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
  • Akmal Chairun Anwar Hasugian Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
  • Rosnani Siregar Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

DOI:

https://doi.org/10.61722/jmia.v3i4.11469

Keywords:

Multikulturalisme, Pembangunan Ekonomi Islam, Pembangunan Inklusif ZISWAF

Abstract

Multikulturalisme merupakan realitas sosial yang tidak dapat dipisahkan dari proses pembangunan ekonomi modern, khususnya pada negara-negara dengan tingkat keberagaman etnis, agama, dan budaya yang tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi nilai-nilai multikulturalisme dalam pembangunan ekonomi Islam melalui studi komparatif di Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan dan analisis komparatif. Data diperoleh dari literatur akademik, laporan pemerintah, lembaga keuangan syariah, dan dokumen kebijakan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip ekonomi Islam seperti keadilan ('adl), keseimbangan (tawazun), persaudaraan (ukhuwah), dan kemaslahatan (maslahah) memiliki kesesuaian dengan nilai-nilai multikulturalisme. Implementasi multikulturalisme dalam pembangunan ekonomi Islam diwujudkan melalui pengelolaan ZISWAF yang inklusif, pengembangan lembaga keuangan syariah yang melayani masyarakat lintas agama, serta pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas multikultural. Indonesia menonjol dalam pengelolaan zakat produktif, Malaysia berhasil mengembangkan sistem keuangan ganda (dual financial system), sedangkan Singapura unggul dalam inovasi pengelolaan wakaf. Meskipun demikian, berbagai hambatan seperti rendahnya literasi ekonomi syariah, kesenjangan regulasi, dan resistensi sosial masih menjadi tantangan utama. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan inklusif, peningkatan literasi ekonomi syariah, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk mewujudkan pembangunan ekonomi Islam yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

References

Ahyani, H., & Muharir. (2021). The role of Islamic economics in improving social welfare in Indonesia. Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia, 11(1), 45–58.

Auda, J. (2008). Maqasid al-shariah as philosophy of Islamic law: A systems approach. International Institute of Islamic Thought.

Badan Pusat Statistik. (2023a). Profil kemiskinan di Indonesia Maret 2023. BPS.

Badan Pusat Statistik. (2023b). Statistik Indonesia 2023. BPS.

Bank Indonesia. (2024). Laporan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia 2024. Bank Indonesia.

Bank Negara Malaysia. (2022). Financial sector blueprint 2022–2026. Bank Negara Malaysia.

Chapra, M. U. (1992). Islam and the economic challenge. The Islamic Foundation.

Februari, B. (2024). Pengaruh Pelatihan Soft Skill, Pelatihan Hard Skill, dan Tingkat Pendidikan terhadap Kualitas Sumber Daya Manusia di UMKM TOMIMASE UIN Sumatera Utara. Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Manajemen, 2(6). https://doi.org/10.61722/jiem.v2i6.1706

Februari, B., Maulana, G. S., & Harianto, B. (2024). Pemikiran Imam Al-Ghazali Mengenai Perolehan Keuntungan dalam Kegiatan Jual Beli. Journal Sains Student Research, 2(1), 310–322.

Harahap, I. T. S., Balqis, K. P., Wahyudin, & Batubara, M. (2025). Efektivitas roadmap pasar modal syariah OJK 2020–2024 dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia. Jurnal Ilmiah Manajemen, Bisnis dan Kewirausahaan, 5(2), 125–139.

Ismail, A. G., & Shaikh, S. A. (2022). Islamic finance and sustainable economic development: A review of recent evidence. International Journal of Islamic Economics and Finance Studies, 8(3), 255–273.

Kahf, M. (2003). Islamic economics: Notes on definition and methodology. Review of Islamic Economics, 13, 23–47.

Kamali, M. H. (2008). Maqasid al-shariah made simple. International Institute of Islamic Thought.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Al-Qur'an dan terjemahannya. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an.

Kymlicka, W. (1995). Multicultural citizenship: A liberal theory of minority rights. Oxford University Press.

Majlis Ugama Islam Singapura. (2023). Annual report 2023. MUIS.

Otoritas Jasa Keuangan. (2024). Laporan perkembangan keuangan syariah Indonesia 2024. OJK.

Parekh, B. (2000). Rethinking multiculturalism: Cultural diversity and political theory (2nd ed.). Palgrave Macmillan.

Siddiqi, M. N. (1981). Muslim economic thinking: A survey of contemporary literature. The Islamic Foundation.

Taylor, C. (1994). Multiculturalism: Examining the politics of recognition. Princeton University Press.

Yulianto, A., Siswanti, I., Risman, A., & Sihombing, P. (2024). The influence of sharia financial literacy and sharia financial inclusion through Islamic fintech on sharia financial transactions. Turkish Journal of Tourism Research, 8(1), 145–161.

Yunus, S. M., & Rizal, F. (2025). Value-based intermediation in Islamic finance in Malaysia: An overview on strategy, issues and challenges. Etihad: Journal of Islamic Banking and Finance, 5(2), 102–117.

Downloads

Published

2026-06-26

Issue

Section

Articles