Penerapan Pembelajaran Mendalam Melalui Model Love Based Story Telling
DOI:
https://doi.org/10.61722/jmia.v3i5.11843Keywords:
Love Based Story Telling, Pembelajaran Mendalam, Love ClimateAbstract
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan model Love Based Story Telling dalam mendukung pembelajaran mendalam di kelas, sekaligus mengidentifikasi kendala dan tantangan yang muncul dalam pelaksanaannya. Subjek penelitian adalah guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Klaten dan MAN Sukoharjo. Informan penelitian ini adalah guru. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini yaitu Penerapan model ini agar efektif dan terarah dilakukan melalui langkah-langkah sistematis, yaitu: (1) pembukaan dan pengondisian love climate untuk membangun suasana kasih sayang; (2) penyajian cerita bermakna (story delivery) yang terkait materi; (3) pemaknaan dan dialog reflektif (meaning making discussion); serta (4) aksi dan penguatan (action & reinforcement) disertai penilaian. Hasil kajian menunjukkan bahwa model ini berpotensi memperkuat pembelajaran mendalam karena membantu siswa memahami materi secara kontekstual, merefleksikan nilai, dan mengaitkannya dengan kehidupan nyata. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi dua persoalan utama. Pertama, rendahnya keterampilan guru dalam teknik bercerita, yang berdampak pada kurang hidupnya penyampaian cerita, alur yang kurang terarah, serta pengelolaan waktu yang belum efektif. Kedua, tantangan menjaga keterlibatan seluruh siswa dari tahap cerita hingga refleksi akibat perbedaan perhatian, minat, dan gaya belajar, sehingga partisipasi siswa belum merata. Oleh karena itu, keberhasilan penerapan Love Based Story Telling memerlukan peningkatan kompetensi storytelling guru serta strategi pembelajaran yang variatif agar seluruh siswa terlibat aktif dan memperoleh pemahaman yang bermakna.
References
Arends, R. (2012). Learning to Teach. New York: McGraw-Hill.
Bruner, J. (1990). Acts of Meaning. Harvard University Press.
Dunn, R., & Dunn, K. (1993). Teaching and Supervising Students in Learning Styles. Allyn & Bacon.
Fauzi, A. (2019). Teknik Dokumentasi dalam Penelitian Pendidikan. Surakarta: Cendekia Press.
Goleman, D. (1995). Emotional Intelligence. New York: Bantam Books.
Joyce, B., Weil, M., & Calhoun, E. (2014). Models of Teaching. Pearson Education.
Lestari, P. (2021). Wawancara Mendalam: Panduan Praktis Penelitian Kualitatif. Malang: Inovasi Akademik.
Marton, F., & Säljö, R. (1976). On qualitative differences in learning. British Journal of Educational Psychology, 46(1), 4–11.
Mezirow, J. (2000). Learning as Transformation: Critical Perspectives on a Theory in Progress. Jossey-Bass.
Noddings, N. (2013). Caring: A Relational Approach to Ethics and Moral Education. University of California Press.
Nugroho, S. (2019). Keabsahan Data Penelitian Kualitatif. Semarang: Sinar Akademia.
Rahmawati, I. (2020). Pendekatan Kualitatif dalam Studi Pendidikan. Jakarta: Graha Riset.
Santoso, B. (2020). Observasi Kelas: Teknik dan Format Pencatatan. Solo: Pena Ilmiah.
Sari, D. (2022). Story Telling untuk Pembelajaran Bermakna. Bandung: Edukasi Madani.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sutopo, H. (2019). Studi Kasus Multisitus dalam Penelitian Pendidikan. Malang: Universitas Press.
Wibowo, E. (2018). Perencanaan Pembelajaran dan Perangkat Ajar. Semarang: Ilmu Terapan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










