Analisis Keuntungan Usaha Anggur Pisang Di Kelurahan Tarus Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang (Studi Kasus Pada P4S Tungbers Manikin)
DOI:
https://doi.org/10.61722/jmia.v3i5.12853Keywords:
Agroindustri, anggur pisang, biaya produksi, keuntungan, P4S Tungbers ManikinAbstract
Pisang merupakan salah satu produk pertanian yang paling melimpah di Provinsi Nusa Tenggara Timur, penggunaannya masih terbatas pada konsumsi langsung, yang berarti kulit pisang sering kali berakhir sebagai sampah. Padahal kulit pisang mengandung berbagai nutrisi yang berpotensi diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi, salah satunya anggur pisang (banana wine). Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi kegiatan produksi anggur pisang di Kelompok Tani P4S Tungbers Manikin, dan (2) menghitung besar keuntungan usaha anggur pisang di Kelompok Tani P4S Tungbers Manikin. Penentuan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive sampling) dengan pertimbangan bahwa P4S Tungbers Manikin merupakan salah satu produsen anggur pisang yang telah mengembangkan agroindustri pengolahan pisang sejak tahun 2005. Populasi petani yang terlibat dalam produksi anggur pisang berjumlah 10 orang, sehingga seluruh petani dijadikan sampel penelitian menggunakan teknik sensus. Data dikumpulkan melalui metode survei menggunakan data primer (wawancara berbasis kuesioner) dan data sekunder dari instansi terkait. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk menggambarkan kegiatan produksi, serta analisis keuntungan menggunakan rumus π = TR - TC, dengan mempertimbangkan biaya eksplisit dan biaya implisit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan produksi anggur pisang di P4S Tungbers Manikin dilakukan melalui tahapan pengadaan bahan baku, pencucian, perebusan (30-45 menit), penyaringan, pencampuran rempah, fermentasi (7-14 hari), pembotolan, pengemasan, dan pemasaran. Total biaya yang dikeluarkan dalam satu kali proses produksi sebesar Rp.819.000, terdiri dari biaya tetap Rp.89.000 (penyusutan peralatan) dan biaya variabel Rp.730.000 (bahan baku pisang, botol, tenaga kerja, dan bahan baku lainnya). Total penerimaan yang diperoleh sebesar Rp.1.130.000 dengan produksi 25 botol per satu kali produksi. Harga jual Rp.50.000 per botol kaca dengan kemasan ukuran 350 ml dan harga jual Rp.40.000 per botol plastik dengan kemasan ukuran 300 ml. Keuntungan sebesar Rp.311.000 per satu kali produksi. Perusahaan pisang anggur di P4S Tungbers Manikin menawarkan potensi masa depan yang menjanjikan, menurut temuan studi. Daya saing dan profitabilitas perusahaan dapat ditingkatkan dengan mengendalikan biaya produksi, meningkatkan kualitas produk, mengembangkan kemasan yang inovatif, dan memperluas ke pasar baru. Oleh karena itu, usaha anggur pisang diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai salah satu agroindustri berbasis komoditas lokal yang mampu meningkatkan pendapatan pemilik usaha sekaligus mendukung pengembangan ekonomi masyarakat di Kelurahan Tarus, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.
References
Aini, Y. (2015). Analisis keuntungan usahatani padi sawah di Kecamatan Rokan IV Koto. Jurnal Ilmiah Cano Ekonomos, 4(1), 123-130.
Ibrahim, F., Bakari, Y., dan Wibowo, L. S. (2024). Analisis pendapatan padi sawah di Desa Motilango Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango. JEPA: Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 8(3), 994-1003.
Miles, M. B., Huberman, A. M., dan Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Muharief, A. (2019). Analisis keuntungan usahatani padi semi organik di Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa [Skripsi, Universitas Negeri Makassar].
Soekartawi. (2002). Prinsip dasar ekonomi pertanian: Teori dan aplikasi. RajaGrafindo Persada.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan pengembangan. Alfabeta.
Suratiyah, K. (2015). Ilmu usahatani. Penebar Swadaya.
Triana, J. Y., Asih, D. N., dan Nurdin, M. F. (2022). Analisis nilai tambah dan pendapatan pisang sale pada CV Raja Bawang di Kota Palu. Jurnal Pembangunan Agribisnis, 2(1), 25-31.
Wati, N., Agustina, N., dan Wirananda, H. A. (2022). Peningkatan ekonomi masyarakat dengan cara pengolahan pisang menjadi stibanarols melalui program MBKM. J-LAS, 2(1), 27-39.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










