Penerapan Kode Etik ABKIN: Hambatan Guru BK dan Persepsi Siswa IX-3 SMPN 2 Percut Sei Tuan

Authors

  • Annisa Ayuni Zahra Universitas Negeri Medan
  • Ester Juliana Amorito Br Samosir Universitas Negeri Medan
  • Grumoaldo Philippus Sipahutar Universitas Negeri Medan
  • Virgie Rogabena Sinuraya Universitas Negeri Medan
  • Nindya Ayu Pristanti Universitas Negeri Medan

DOI:

https://doi.org/10.61722/jmia.v3i5.12920

Keywords:

code of ethics, ABKIN, guidance and counseling, student perceptions, cooperation

Abstract

A professional code of ethics is a crucial foundation for the delivery of high-quality Guidance and Counseling services. The application of the code of ethics is not only related to the delivery of services by guidance and counseling teachers but also encompasses aspects that support the fulfillment of students’ needs. This study aims to describe the application of the five aspects of the ABKIN code of ethics that are the focus of this research and to identify barriers to collaboration with relevant parties and colleagues. The study employed a descriptive quantitative method supplemented by qualitative data from interviews with guidance and counseling teachers and a literature review. The study subjects included 26 students from Class IX-3 at UPT SMP Negeri 2 Percut Sei Tuan and one guidance and counseling teacher as an informant. The data collection instrument consisted of a closed-ended questionnaire with 25 statements divided into five aspects of the ABKIN Code of Ethics: the professional code of ethics and integrity of guidance counselors; counseling services and student support; collaboration with relevant parties and peers; the conduct of assessments and the use of data; and digital ethics and the use of technology. Measurements were taken using a 1–4 Likert scale and analyzed using descriptive statistics to calculate the mean score for each aspect. The research results show that students’ perceptions of the implementation of the ABKIN code of ethics, based on five aspects, fall into the “high” category with an average score of 3.26. The aspect of professional ethics and integrity among guidance counselors received the highest score of 3.41, while the aspect of cooperation with relevant parties and colleagues received the lowest score of 3.05. The interview results reinforce the findings regarding barriers to parental involvement. The study concludes that the five aspects of the code of ethics have been implemented, but cooperation faces obstacles. Recommendations focus on strengthening communication and collaboration among schools, guidance and counseling teachers, and parents.

References

Aniswita, Neviyarni, Mudjiran, & Nirwana, H. (2021). Kode etik konseling: Teoritik dan praksis. Inovasi Pendidikan, 8(1a).

Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia. (2018). Kode etik bimbingan dan konseling Indonesia. Pengurus Besar ABKIN.

Astuti, R., & Mulyani, S. (2023). Kerahasiaan data konseli dalam layanan bimbingan dan konseling: Tantangan dan batasan etis. Jurnal Bimbingan dan Konseling Indonesia, 8(1), 45–53.

Ayub, M., & Marjo, H. K. (2022). Etika profesi konselor dalam pelaksanaan layanan konseling online abad 21. Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK), 4(6), 1349–1358.

Ayub, M., Nuryana, E., & Herdi. (2022). Peran konselor profesional dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi abad 21. Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK), 4(2).

Dalimunthe, A., Cahayati, A., Sihombing, F., & Saragih, M. (2024). Implementasi pelaksanaan kode etik guru bimbingan konseling dalam mengembangkan kemampuan belajar siswa. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(18), 124–131.

Fadhilah, N., & Nurjanah, S. (2024). Hambatan komunikasi orang tua dan sekolah dalam program kolaborasi bimbingan konseling. Jurnal Edukasi dan Konseling, 6(2), 112–120.

Fajrianda, M., Jarnawi, & Heni, R. (2026). Kerja sama guru bimbingan dan konseling dengan orang tua dalam meningkatkan motivasi belajar pada siswa di SMK Negeri 4 Aceh Barat Daya. FOKUS: Kajian Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan, 9(3), 747–760.

Harahap, A. P., Darus, A. R., Siregar, M. A., & Rahmadana, W. (2022). Analisis pemahaman kode etik profesi konseling pada guru bimbingan dan konseling di MAN. Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik), 6(2), 101–110.

Harahap, J. S., Erlindawati, & Fitriani, W. (2024). Conceptual study of ethical, legal and professional considerations in counseling assessment. Suluh: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 10(1), 9–13.

Hasibuan, H., & Khairuddin. (2024). Kolaborasi yang dilakukan guru bimbingan konseling dengan orang tua melalui komunikasi dan diskusi. Research and Development Journal of Education, 10(2).

⁠Hidayat, M., & Nusantoro, E. (2023). Pelanggaran kode etik profesi konselor dan mekanisme penindakannya di lingkungan pendidikan. Jurnal Integritas Konseling, 2(2), 75–84.

Mardani, F., & Pratama, R. (2024). Penyelenggaraan cybercounseling: Standar etika dan kerahasiaan data konseli berbasis teknologi. Jurnal Teknologi Konseling, 5(2), 105–114.

Marjo, H. K., & Sodiq, D. (2022). Etika dan kompetensi konselor sebagai profesional (suatu pendekatan literatur sistematis). Jurnal Paedagogy, 9(1), 86–93.

Muna, H., Luthfiyyah, D., & Silalahi, G. N. (2024). Kolaborasi guru BK dengan guru, orangtua siswa dan lembaga formal di SMP 35 Medan. Journal Innovation in Education, 2(4), 87–92.

Muna, N. (2025). Analisis kesesuaian praktik etika profesi guru BK dengan standar ABKIN di sekolah SMP, SMA, dan SMK. Counselle: Journal of Islamic Guidance and Counseling, 5(2).

Pristanti, N. A., Suryani, R., & Marito, Y. (2023). Kode etik guru bimbingan dan konseling dalam bekerjasama dengan rekan sejawat. Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 5(2), 148–155.

Purwaningrum, R., Surur, N., & Asrowi. (2023). Harmonisasi hubungan guru bimbingan dan konseling dengan orang tua melalui strategi kolaborasi: Systematic literature review. Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application, 12(1), 119–136.

Purwanti, S., & Santosa, H. (2025). Peran kolaboratif orang tua dengan guru bimbingan konseling dalam meningkatkan karakter peserta didik di SMA IT Baitul Jannah. Inovasi Pembangunan: Jurnal Kelitbangan, 13(1).

Putri, C. F., & Hayati, L. M. (2025). Peran guru bimbingan dan konseling dalam perkembangan peserta didik di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia, 1(3), 276–281.

⁠Putri, D. A., & Utama, S. (2022). Transparansi dan akuntabilitas pelaporan program bimbingan dan konseling kepada kepala sekolah dan orang tua. Jurnal Manajemen Konseling, 3(2), 85–93.

Rohman, F., & Hidayat, R. (2024). Kesadaran etika profesi dan integritas guru bimbingan dan konseling di sekolah menengah. Jurnal Professional Counseling, 4(1), 15–24.

Sinaga, A. A. (2023). Pelaksanaan kode etik profesi guru bimbingan dan konseling. Jurnal Profesi Bimbingan dan Konseling, 1(2).

Sinaga, J. (2023). Permasalahan dalam kode etik bimbingan dan konseling. Jurnal Profesi Bimbingan dan Konseling, 1(2).

Siregar, M., & Simanjuntak, E. (2023). Persepsi siswa terhadap pemenuhan asas kerahasiaan oleh guru BK dan dampaknya pada keterbukaan diri (self-disclosure). Jurnal Empati Konseling, 7(2), 165–173.

Subhaktiyasa, P. G., Candrawati, S. A. K., Sumaryani, N. P., Sunita, N. W., & Syakur, A. (2025). Penerapan statistik deskriptif: Perspektif kuantitatif dan kualitatif. Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains, 14(1), 96–104.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Suriati, S. (2023). Penerapan kode etik profesional guru BK dalam membangun hubungan terapeutik dengan siswa. Jurnal Counseling and Humanities, 3(2), 99–107.

Utami, S., & Suwarjo, S. (2022). Standar etika praktikum bimbingan dan konseling bagi mahasiswa calon konselor. Jurnal Pendidikan Konselor, 4(3), 130–138.

Yulia, R., & Hartati, S. (2023). Etika kolaborasi interprofesional antara guru BK, psikolog, dan pekerja sosial di sekolah. Jurnal Kolaborasi Edukasi, 5(2), 175–183

Downloads

Published

2026-10-05

Issue

Section

Articles