Manajemen Asuhan Kebidanan Komprehensif dengan Pendekatan Dokumentasi SOAP pada Ny S. Masa Kehamilan

Authors

  • Puri Famili Sari Universitas Bina Bangsa

DOI:

https://doi.org/10.61722/jmia.v3i5.13061

Keywords:

Asuhan Kebidanan Komprehensif, Inersia Uteri, SOAP, Continuity of Care, Persalinan Spontan.

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator utama derajat kesehatan masyarakat. Kelainan kontraksi uterus seperti inersia uteri sekunder pada masa persalinan berpotensi memicu fase aktif memanjang hingga penyulit obstetri. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan dan mendokumentasikan asuhan kebidanan secara komprehensif (Continuity of Care) dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan Keluarga Berencana (KB). Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan manajemen kebidanan berbasis alur berpikir kritis serta pendokumentasian SOAP. Subjek penelitian adalah Ny. S, usia 32 tahun (G2P1A0), di RSUD dr. Dradjat Prawiranegara. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumen rekam medis, dan studi kepustakaan.  Pemeriksaan antenatal Ny. S (39 minggu) berjalan fisiologis sesuai standar 10T dengan keluhan nyeri punggung. Pada Kala I persalinan, ditemukan inersia uteri sekunder yang ditangani melalui kolaborasi bersama dokter Sp.OG berupa penatalaksanaan augmentasi drip oksitosin dan pengosongan kandung kemih, sehingga persalinan berlangsung spontan. Kala II, III, dan IV berjalan fisiologis. Bayi lahir bugar (BB 3.350 g, PB 49 cm) dan mendapatkan asuhan esensial mencakup IMD, vitamin K1, imunisasi Hb0, serta skrining hipotiroid kongenital. Masa nifas berlangsung normal dengan proses involusi uterus, lokia rubra, dan laktasi yang berjalan baik.  Asuhan kebidanan komprehensif berkesinambungan berbasis SOAP terbukti efektif mendeteksi dan menangani komplikasi inersia uteri serta mendukung adaptasi fisiologis ibu dan bayi baru lahir. Kedisiplinan pemantauan partograf dan kolaborasi multidisiplin sangat penting untuk meningkatkan keselamatan maternal dan neonatal.

References

Ain, N. (2019). Asuhan kebidanan pada bayi baru lahir normal. Trans Info Media.

AlTadom, A., Smith, R., & Taylor, M. (2025). Continuity of care inmidwifery: Supporting physiological adaptation in neonates. Journal of Advanced Nursing, 81(2), 115–124.

Anggraini, D., & Fharel, M. (2025). Fisiologi dan skrining gangguan hormon tiroid pada neonatus. Jurnal Endokrinologi Pediatrik Indonesia, 12(1), 45–53.

Asrina, A., Harahap, R., & Nasution, S. (2024). Konsep dasar dan asuhan persalinan holistik. EGC.

Atkinson, L., et al. (2023). Antenatal Care Quality and Maternal Health Outcomes. Journal of Maternal and Child Health, 11(2), 112–120.

Cunningham, F. G., Leveno, K. J., Bloom, S. L., Dashe, J. S., Hoffman, B. L., Casey, B. M., & Spong, C. Y. (2021). Williams obstetrics (26th ed.). McGraw-Hill Education.

Dey, T. N. (2025). Penerapan model three delays dalam menganalisis keterlambatan penanganan emergensi maternal. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 22(1), 55–64.

Dartiwen, D., & Nurhayati, Y. (2019). Asuhan kebidanan pada masa persalinan. Pustaka Rihama.

Diana, S., Rahmawati, A., & Kurniawati, D. (2019). Buku ajar asuhan kebidanan persalinan dan bayi baru lahir. Oase Media.

Ditakuti, R., Wati, L., & Lestari, S. (2022). Dampak tekanan psikologis terhadap perilaku dan kesehatan ibu hamil. Jurnal Psikologi Kesehatan Maternal, 10(2), 88–97.

Ernawati, E., Yuliani, D. R., & Setyowati, H. (2022). Penatalaksanaan inersia uteri pada masa persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan primer. Jurnal Kebidanan Indonesia, 13(1), 25–34.

Erniawati, E., Suparmi, S., & Novita, R. (2022). Deteksi dini dan pemahaman ibu hamil mengenai tanda bahaya kehamilan. Jurnal Kesehatan Maternal, 14(3), 112–120.

Fatimah, S., & Nuryaningsih, N. (2018). Asuhan kebidanan kehamilan. In Media.

Fauziyah, Y. (2014). Obstetri dan ginekologi untuk kebidanan. Nuha Medika.

Febrianti, R., Nurjanah, S., & Wulandari, A. (2022). Pengaruh edukasi terhadap peningkatan pengetahuan tanda bahaya kehamilan pada trimester III. Jurnal Kebidanan Dan Kesehatan Masyarakat, 11(2), 75–84.

Fejzo, M. S., Trovato, F. A., & Sankar, A. (2021). Mechanisms and managementnof nausea and vomiting of pregnancy and hyperemesis gravidarum. Nature Reviews Endocrinology, 17(9), 557–570.

Fitriani, A., Sari, R. P., & Rahmawati, E. (2022). Asuhan kebidanan kehamilan komprehensif. Alfabeta.

Farahdiba, I. (2022). Asuhan Kebidanan pada Ibu Bersalin dengan Penyulit Inersia Uteri. Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia, 12(1), 45–53.

Ghufron, M., & Risnawati, R. (2014). Teori-teori psikologi. Ar-Ruzz Media.

Hasyim, H., Yuliana, Y., & Rahmi, A. (2023). Faktor penyebab kematian maternal dan determinan sosial kesehatan ibu di Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 18 (1), 15–24.

Hersilowati, H. (2024). Manajemen asuhan kebidanan masa nifas. Deepublish.

Hutchison, J., Miller, C., & Davis, P. (2025). Clinical labor progression and management of labor dystocia. Obstetrics and Gynecology Clinics, 52(1), 33–48.

Karaya, P. K. K. P. (2019). Hubungan anemia dan paritas dengan kejadian inersia uteri pada ibu bersalin. Jurnal Kebidanan Dan Keperawatan, 10(2), 142–150.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman pelaksanaan kelas ibu hamil. Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil kesehatan Indonesia tahun 2023. Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Buku KIA: Kesehatan ibu dan anak. Kemenkes RI.

Kiesler, J., & Hurt, R. (2023). Pathophysiology and clinical assessment of labor dystocia. American Family Physician, 107(4), 380–388.

Kurniarum, A. (2016). Asuhan kebidanan persalinan dan bayi baru lahir. Pusdik SDM Kesehatan Kemenkes RI.

Kusyanti, A. (2022). Hubungan Pelayanan Antenatal Care (ANC) 10 T dengan Kepuasan Ibu Hamil. Jurnal Kesehatan Kebidanan, 8(3), 180–189.

Legawati, L. (2019). Asuhan kebidanan persalinan dan bayi baru lahir. Trans Info Media.

Lestari, S., Fitriani, A., & Yuliani, D. R. (2022). Adaptasi psikologis dan kecemasan ibu hamil trimester III dalam menghadapi persalinan. Jurnal Psikologi Kesehatan, 10(1), 45–54.

Maharani, A., Rahayu, S., & Hartati, S. (2018). Faktor sosial ekonomi dan hubungannya dengan komplikasi kehamilan. Jurnal Kebidanan Dan Kesehatan Masyarakat, 6(2), 89–96.

Munna, A., Fitriana, N., & Lestari, P. (2020). Analisis faktor risiko usia kehamilan berisiko terhadap luaran maternal. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 11(2), 67–75.

Mustafa, M., Sibualamo, N., & Rossi, A. (2022). Determinan faktor yang memengaruhi komplikasi kehamilan dan persalinan. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 11(1), 210–218.

Mutiara, I. (2023). Asuhan nifas komprehensif dan deteksi dini komplikasi postpartum. Alfabeta.

Mujur, S., et al. (2023). Identification of Maternity Mothers with Uterine Inertia. Indonesian Journal of Contemporary Multidisciplinary Research (MODERN), 2(2), 253–260.

Nasution, A. (2024). Faktor-faktor yang mempengaruhi proses persalinan: Tinjauan 5P dalam obstetri. USU Press.

Navon-Eyal, S., Katz, M., & Stern, A. (2025). Neuroanatomical and psychological changes during pregnancy and the postpartum period. Neuroscience & Biobehavioral Reviews, 156, 105-480.

Ningsih, S., & Wulandari, R. (2023). Mekanisme hormonal dan penanganan nausea gravidarum pada awal kehamilan. Jurnal Kebidanan Indonesia, 14(1), 12–20.

Ningtyas, R., Astuti, D., & Handayani, S. (2023). Efektivitas pemberian ASI eksklusif terhadap penurunan kadar bilirubin pada neonatus dengan ikterus fisiologis. Jurnal Keperawatan Dan Kebidanan, 15(2), 99–107.

Noorbaya, S., & Johan, H. (2019). Panduan belajar asuhan kebidanan neonatus, bayi, balita dan

Purwaningsih, E. (2021). Pemeriksaan fisik dan antropometri bayi baru lahir. Trans Info Media.

Purwani, E., & Ulfah, M. (2023). Pengaruh inisiasi menyusu dini (IMD) terhadap stabilitas suhu tubuh pada bayi baru lahir. Jurnal Kebidanan Indonesia, 14(2), 85–92.

Purnama Sari, D., & Ridhanty, A. (2023). Efektivitas penggunaan skin wrap dalam mencegah hipotermi pada bayi baru lahir. Jurnal Keperawatan Dan Kebidanan, 12(1), 45–52.

Permenkes RI (2021). Peraturan Menteri Kesehatan No. 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Hamil, Masa Hamil, Persalinan, dan Masa Sesudah Melahirkan, Pelayanan Kontrasepsi, dan Pelayanan Kesehatan Seksual. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Rahmawati, E., & Putri, A. (2022). Fluktuasi hormon hCG dan korelasinya dengan keparahan mual muntah pada trimester pertama. Jurnal Biomedik Kesehatan, 5(3), 130–138.

Retnaningtyas, E., Wati, L., & Lestari, S. (2022). Hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan keteraturan kunjungan ANC. Jurnal Kebidanan, 11(1), 50–58.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). (2018). Laporan nasional Riskesdas 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.

Rahmah, S., Anna, A., & Dewi, R. (2022). Pentingnya Kunjungan Antenatal Care dalam Mencegah Komplikasi Kehamilan. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Masyarakat, 10(2), 98–105.

Riani, N., et al. (2023). Evaluasi Pelaksanaan Pemberian Imunisasi Hepatitis B0 (HB0) pada Bayi Baru Lahir. Health Research Journal of Indonesia, 2(1), 34–41.

Sa'adah, N., Prasetyo, B., & Wiyono, J. (2018). Pelaksanaan inisiasi menyusu dini (IMD) dan keberhasilan ASI eksklusif. Jurnal Riset Kebidanan, 7(1), 14–22.

Saifuddin, A. B., Rachimhadhi, T., & Wiknjosastro, G. H. (2016). Buku panduan praktis pelayanan kesehatan maternal dan neonatal. PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Saminem, S., & Rahmawati, E. (2022). Kehamilan normal dan penatalaksanaannya. EGC.

Sari, R. P., & Yuliani, D. R. (2023). Buku ajar asuhan kebidanan kehamilan dan persalinan. Unissula Press.

Sari, D. P., Febrianti, R., & Wulandari, S. (2024). Dokumentasi SOAP dalam pemantauan pelayanan antenatal terpadu. Jurnal Kebidanan Dan Kesehatan, 12(1), 30–38.

Sastrawinata, S., Martaadisoebrata, F., & Wiknjosastro, H. (2015). Obstetri patologi. EGC.

Sayekti, W. N., Rahmawati, I., & Handayani, S. (2020). Analisis faktor risiko psikologis terhadap kejadian inersia uteri pada ibu bersalin. Jurnal Kesehatan Maternal, 8(2), 77–85.

Septiana, M. (2025). Peran manajemen nutrisi dan ASI dini dalam pencegahan hiperbilirubinemia fisiologis neonatus. Jurnal Kebidanan Dan Kesehatan Neonatal, 13(1), 10–18.

Setiawan, A., & Chalidyanto, D. (2021). Penatalaksanaan inersia uteri dan penggunaan oksitosin drip pada persalinan. Jurnal Obstetri Kebidanan, 13(2), 115–125.

Setyorini, C., Utami, S., & Lestari, P. (2025). Konsep dasar kebidanan persalinan dan manajemen asuhan. Deepublish.

Siswanti, H., Suryani, N., & Utami, R. (2023). Penerapan Kangaroo Mother Care (KMC) terhadap stabilitas fisiologis bayi berat badan lahir rendah (BBLR). Jurnal Keperawatan Soedirman, 18(2), 60–68.

Situmorang, R. B., Fitriani, A., & Yuliani, D. R. (2021). Fisiologi kehamilan dan proses reproduksi. USU Press.

Sondakh, J. J. (2013). Mutu pelayanan kebidanan dan asuhan neonatus. Erlangga.

Sundani, S. (2020). Faktor-faktor yang memengaruhi risiko kehamilan dan komplikasi obstetri. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 9(1), 41–49.

Ulya, Y. (2022). Faktor metabolik dan hormonal yang memengaruhi kejadian inersia uteri pada persalinan. Jurnal Kebidanan Dan Kesehatan Masyarakat, 11(1), 40–49.

van de Kamp, M., & Daanen, H. (2025). Thermoregulation and brown adipose tissue metabolism in newborn infants. Pediatric Research, 97(1), 112–120.

Wati, L. (2023). Pengaruh edukasi persiapan persalinan terhadap tingkat kesiapan ibu hamil trimester III. Jurnal Kebidanan Dan Keperawatan, 14(2), 102–110.

Wenas, M., Suparman, S., & Mewengkang, M. (2014). Tanda-tanda bahaya kehamilan dan tingkat kecemasan ibu hamil. Jurnal e-Biomedik, 2(2), 1–8.

Downloads

Published

2026-10-14

Issue

Section

Articles