Krisis Kohesi Keluaga di Era Kerentanan NAPZA
DOI:
https://doi.org/10.61722/jmia.v3i2.9338Keywords:
kohesi keluarga, NAPZA, Rehabilitasi, Siklus Risiko, Teori BowenAbstract
Penyalahgunaan NAPZA di Indonesia mencapai 4,15 juta jiwa usia 15-64 tahun pada 2025, merusak kohesi keluarga melalui konflik emosional, pengabaian tanggung jawab, kekerasan rumah tangga, dan isolasi sosial akibat stigma. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dampak NAPZA terhadap kebersamaan keluarga, menganalisis peran keluarga dalam rehabilitasi pecandu, serta mengungkap siklus risiko antargenerasi pada keluarga tidak kohesif di wilayah rawan Bandung. Pendekatan kualitatif studi pustaka digunakan dengan analisis content 40 sumber literatur (25 jurnal primer, 15 sekunder) periode 2020-2025 dari database Google Scholar, Sinta, dan Garuda, mengintegrasikan teori kohesi Santrock dan sistem keluarga Bowen. Hasil menunjukkan NAPZA ubah komunikasi harmonis menjadi kecurigaan dan disintegrasi fungsi pengasuhan; keterlibatan keluarga tingkatkan keberhasilan rehabilitasi 70% dan kurangi residivisme 35%, sementara keluarga disfungsional picu 77,4% kasus NAPZA baru melalui pola emosional menular. Implikasi teoritis memperkaya kajian dinamika keluarga NAPZA Indonesia; praktis merekomendasikan program konseling terintegrasi Bandung berbasis edukasi adiksi dan komunikasi untuk perkuat ketahanan keluarga serta putus siklus risiko.
References
Asmoro, D. O. S. (2015). Pengaruh lingkungan keluarga terhadap penyalahgunaan NAPZA. Jurnal Penelitian Kesehatan, 10(2), 1-9.
Badan Narkotika Nasional. (2023). Survei nasional penyalahgunaan narkoba di Indonesia 2023. Badan Narkotika Nasional. Retrieved from https://puslitdatin.bnn.go.id/
Badan Narkotika Nasional. (2025). Indonesia drug report 2025: Data prevalensi penyalahgunaan narkoba. Pusat Pemantauan dan Analisis Kebijakan Berbasis Data (Puslitdatin BNN). Retrieved from https://puslitdatin.bnn.go.id/
Badan Narkotika Nasional Jambi. (2024). Dampak penyalahgunaan narkoba terhadap keluarga pecandu. Artikel Rehabilitasi, BNN Provinsi Jambi. Retrieved from https://jambi.bnn.go.id/
Hidayat, N., & Sari, P. (2023). Hubungan kualitas keluarga terhadap perilaku berisiko NAPZA di UPTD Puskesmas Limo Depok. Prepotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(3), 255-265. Retrieved from https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/prepotif/article/view/4550
Kerr, M. E., & Bowen, M. (2022). Family evaluation: An approach based on Bowen theory (Edisi ke-2). W. W. Norton & Company.
Kementerian Sosial Republik Indonesia. (2023). Laporan dukungan keluarga dalam rehabilitasi penyalahgunaan NAPZA 2023. Kementerian Sosial. Retrieved from https://www.kemsos.go.id/
Komalasari, W. (2018). Hubungan dukungan keluarga dengan motivasi pasien NAPZA. Menara Ilmu, 2(1), 45-52.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (Edisi ke-2). Sage Publications.
Santrock, J. W. (2021). Life-span development: A topical approach (Edisi ke-10). McGraw-Hill Education.
Winata, T. P., Natalia, S., & Rahmacahyani, R. (2022). Family support terhadap mantan penyalahguna NAPZA dalam mencegah terjadinya relapse (kekambuhan). Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial, 10(2), 1-14.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









