ANALISIS PENGGUNAAN AYAT-AYAT AL-QURAN SEBAGAI PENGKORAS DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT DESA SUNGAI AYAK SATU

Authors

  • Syahri Harendi Institut Agama Islam Negeri Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.61722/jmia.v3i2.9617

Keywords:

Ayat Al-Qur’an, Jimat, Unsur Magis

Abstract

Penggunaaan jimat yang sering memiliki unsur magis telah banyak digunakan oleh orang-orang sejak dahulu. Salah satu bagiannya menggunakan ayat-ayat Al-Qur'an sebagai jimat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana orang-orang di Desa Sungai Ayak Satu menggunakan ayat-ayat Al-Qur'an sebagai jimat dan mengetahui alasan di balik penggunaan mereka. Studi ini mengumpulkan data dari pengguna jimat di Desa Sungai Ayak Satu melalui metode sampling snowball dengan pendekatan kualitatif. Dalam memahami perspektif pengguna jimat, metodologi etnografi emik digunakan. Studi menunjukkan bahwa ayat-ayat Al-Qur'an seperti Ayat Kursi, Surah Yasin, dan Surah Al-Fatihah digunakan dalam berbagai bentuk jimat untuk melindungi diri dari gangguan jin, meningkatkan kekuatan, melindungi rumah, dan menyembuhkan. Praktik ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kekuatan magis ayat-ayat Al-Qur'an yang diberikan oleh Allah. Masyarakat Desa Sungai Ayak Satu menggunakan ayat-ayat Al-Qur'an sebagai jimat sebagai simbol hubungan antara manusia dan Tuhan dan mereka percaya bahwa ayat-ayat tersebut memiliki kekuatan dan keberkahan. Penelitian ini meningkatkan pemahaman kita tentang nilai-nilai keagamaan dan tradisi budaya yang mendasari cara orang menggunakan jimat.

References

Alaslan A. (2022). Metode Penelitian Kualitatif.

Anwar Mujahidin. (2015). Analisis Simbolik Penggunaan Ayat-Ayat Al-Qur`an Sebagai Jimat dalam Kehidupan Masyarakat Ponorogo. KALAM.

Gusmian Islah. (t.t.). Santri dan Pemaknaan Kitab Suci: Studi Interpretatif Simbolik terhadap al-Qur`an di Pesantren Yogyakarta” dalam Dialektika Teks Suci Agama, Strukturasi Makna agama dalam Kehidupan Masyarakat, Irwan Abdullah, et.all., (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008), h. 286.

Hendrik Galang Firmansyah. (2022). ENGGUNAAN AYAT-AYAT AL-QUR’AN DALAM PENGOBATAN MASYARAKAT SASAK (STUDI LIVING QUR’AN SURAT AL-ISRA’ AYAT 82 DI DESA SESELA DUSUN KEBUN INDAH KECAMATAN GUNUNG SARI KABUPATEN LOMBOK BARAT) [Skripsi]. UIN Mataram. http://etheses.uinmataram.ac.id/id/eprint/4323

Jeefri Rahman, A. (2008). Mistisisme dalam Masyarakat Banjar: Analisis terhadap Fenomena Jimat”. urnal Ilmu Ushuluddin.

Karimah, D. U. (2023). Al-qur’an sebagai media penyembuhan dalam rumah gurah hidung di Desa Pekuncen Karangasem Utara Batang (studi analisis resepsi fungsional) [UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan]. http://perpustakaan.uingusdur.ac.id/

M. Quraish Shihab. (2007). Tafsir al-Mishbāh: Pesan, Kesan, dan Keserasian al-Qur’an. Lentera Hati.

Malia, H. (2023). PENGGUNAAN AYAT-AYAT AL-QUR’AN SEBAGAI MENTRE DALAM TRADISI MASYARAKAT SASAK. An-natiq Jurnal Kajian Islam Interdisipliner, 3(1), 86–98. https://doi.org/10.33474/an-natiq.v3i1.19183

Rohmah, U. N. (2018). Penggunaan Ayat-Ayat Al-Qur’an dalam Ritual Rebo Wekasan Studi

Living Qur’an di Desa Sukoreno Kec. Kalisat Kab. Jember. Al-Bayan: Jurnal Ilmu al Qur’an dan Hadist, 1(1), 66–91. https://doi.org/10.35132/albayan.v1i1.4

Siddiq & Salama. (2019). Etnografi Sebagai Teori Dan Metode. Jurnal Komunikasi Antar Perguruan Tinggi Agama Islam, 18.

Syamsudin Sahiron. (2007). Metodologi Penelitian Living Qur`an dan Hadits. TH Press dan Penerbit Teras,.

Downloads

Published

2026-04-18