Tradisi Tahlilan dalam Masyarakat Jawa Barat : Antara Ajaran Islam dan Budaya Lokal

Authors

  • Hilma Nur Khasanah Universitas Pendidikan Indonesia
  • Naufal Luthfantio Universitas Pendidikan Indonesia
  • Nurul Azizah Universitas Pendidikan Indonesia
  • Rafa Viwianjani Universitas Pendidikan Indonesia
  • Rifa Ismayanti Irawan Universitas Pendidikan Indonesia
  • Syifa Khairunnisa Universitas Pendidikan Indonesia
  • Edi Suresman Universitas Pendidikan Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.61722/jmia.v3i3.9907

Keywords:

Islam dan Budaya Lokal, Tradisi Tahlilan, Akulturasi Budaya

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat keberagaman tradisi, adat istiadat, dan agama yang sangat tinggi. Islam sebagai agama mayoritas masyarakat Indonesia telah berkembang melalui proses adaptasi dengan kebudayaan lokal yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Proses adaptasi tersebut melahirkan berbagai tradisi keagamaan yang selaras dengan ajaran Islam, sehingga masih tetap dilaksanakan dan dilestarikan hingga saat ini. Dengan begitu, artikel ini bertujuan untuk mengkaji relasi antara ajaran Islam dan budaya lokal pada tradisi Tahlilan dalam masyarakat Indonesia, serta menelaah bagaimana proses akulturasi tersebut membentuk identitas keislaman yang khas. Pendekatan yang digunakan dalam artikel ini merupakan pendekatan kualitatif dengan metode literature review (kajian pustaka), melalui penelusuran dan analisis kritis terhadap artikel jurnal nasional, buku-buku akademik, serta publikasi ilmiah relevan yang berkaitan dengan agama Islam, budaya lokal, serta tradisi keagamaan masyarakat Indonesia. Secara garis besar, hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Tahlilan dimaknai sebagai sarana ibadah yang memiliki dimensi sosial, budaya, dan psikologis yang kuat. Meskipun terdapat perbedaan pandangan dalam memahami dasar hukum dan sumber ajaran Islam, tradisi Tahlilan di Indonesia dapat disesuaikan dengan dinamika sosial tanpa menghilangkan nilai-nilai pokok ajaran Islam, sekaligus membentuk karakter Islam yang moderat, toleran, dan berakar kuat pada budaya bangsa Indonesia.

References

Ahmad, F. (2018). Islam Nusantara Menurut Gus Dur: Kajian Pribumisasi Islam. Mozaic: Islam Nusantara, 4(1), 21-40.

Aini, A. Q., & Ribawati, E. (2025). Tradisi tahlilan sebagai kearifan lokal Islam Nusantara: Perspektif historis dan nilai sosial budaya masyarakat Jawa. Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 9(9), 81-90.

Aji, G. L. (2016). Clifford Geertz dan Penelitianya Tentang Agama di Indonesia (Jawa). Pierre Bourdieu dan gagasannya mengenai agama, 115.

Al Kadzim, M., & Fatah, A. (2025). Tradisi slametan dan tahlilan: Analisis nilai sosial-ekonomi dalam perspektif Islam. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Islam As-Sibawayhie, 1(2), 26-40.

Annisa, F. (2022). Tahlilan Sebagai Sinkronisasi Agama dan Budaya. Sahaja: Journal Sharia and Humanities, 1(2), 97-108.

Fitriah, A. (2013). Pemikiran Abdurrahman Wahid Tentang Pribumisasi Islam. Teosofi: Jurnal Tasawuf Dan Pemikiran Islam, 3(1), 39-59.

Hasan, R. (2025). Agama Dalam Pandangan Antropolog: Perspektif Sosial-Budaya. TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman Dan Kemanusiaan, 9(1), 185-199.

Miharja, D. (2022). Perilaku keberagamaan masyarakat Sunda Jawa Barat. Jurnal Perspektif, 6(1), 74-88.

Misno, A. (2013b). Teori €˜urf dalam Sistem Hukum Islam Studi Jual Beli Ijon pada Masyarakat Kabupaten Cilacap Jawa Tengah. www.jurnal.staialhidayahbogor.ac.id. https://doi.org/10.30868/am.v1i02.113

Puspita, A. (2026). Makna Simbolik dan Nilai Budaya Ritual Tanam Kepala Kambing dalam Tradisi Hajat Bumi Kramat Ganceng: Analisis Teori Clifford Geertz. Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA), 9(1), 42-59.

Rachmat, F. O., Nuramalia, A. R., Futri, E., Alfazriani, R. S., & Fajrussalam, H. (2022). Perspektif Masyarakat Terhadap Tahlil Sebagai Bagian Dari Kebudayaan Indonesia. Oasis: Jurnal Ilmiah Kajian Islam, 7(1), 58-72.

Rakhmi, A., Robiansyah, F., Rhamadani, P., & Anisa, S. (2025). Tahlilan dalam budaya Islam: Antara tradisi keagamaan dan transformasi sosial-ekonomi. Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat, 9(2), 187-199.

Rusdin, R., Gassing, Q., & Shuhufi, M. (2025). Polemik tradisi tahlilan (kenduri kematian) antara pro dan kontra. Jurnal Media Akademik (JMA), 3(1).

Saleem, A. W. (2021). Tradisi perjamuan tahlilan. JASNA Journal for Aswaja Studies, 1(1), 65–85. https://doi.org/10.34001/jasna.v1i1.1200

Sholihah, N. (2025). Tradisi tahlilan sebagai media pendidikan nilai spiritual dan sosial di masyarakat Nahdliyin Desa Sugiharjo. Qayid: Jurnal Pendidikan Islam, 1(2).

Wiyani, N. (2023). Studi Islam dengan Pendekatan Antropologi Perspektif Clifford Geertz. EL-SANADI, 1(2), 40-50.

Downloads

Published

2026-05-07

Issue

Section

Articles