A Critical Discourse Analysis of Youth Representation in BTS’ Speech at the UN General Assembly

Authors

  • Jausa Haniffa University of 17 Agustus 1945 Semarang
  • Sogimin Sogimin University of 17 Agustus 1945 Semarang

DOI:

https://doi.org/10.61722/jmia.v3i3.9910

Keywords:

Identitas remaja, Representasi, Analisis Wacana Kritis, BTS, Budaya populer global

Abstract

Di era globalisasi digital, budaya populer memainkan peran penting dalam membentuk wacana publik dan identitas kaum muda. Penelitian ini mengkaji bagaimana identitas kaum muda dibangun dan direpresentasikan dalam pidato BTS di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 2018 dan 2020. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini menerapkan Analisis Wacana Kritis (CDA) dari Norman Fairclough (1995), yang terdiri dari analisis tekstual, praktik diskursif, dan praktik sosial. Data diperoleh dari transkrip pidato BTS, didukung oleh teori representasi Stuart Hall (1997). Temuan menunjukkan bahwa identitas pemuda dibangun melalui berbagai strategi linguistik, termasuk narasi pribadi, penggunaan kata ganti, metafora, pengulangan, dan bahasa emosional. Pemuda digambarkan sebagai individu yang tangguh, terhubung secara global, dan bertanggung jawab secara sosial. Pada tingkat diskursif, pidato-pidato tersebut dibentuk oleh kolaborasi institusional dan disebarluaskan secara luas melalui media digital, memungkinkan partisipasi audiens. Pada tingkat sosial, wacana tersebut mencerminkan ideologi dominan pemberdayaan individu, kewarganegaraan global, dan inklusivitas. Namun, representasi tersebut cenderung menekankan agensi individu sambil mengabaikan faktor struktural seperti ketidaksetaraan sosial. Kesimpulannya, pidato BTS berfungsi tidak hanya sebagai teks komunikatif tetapi juga sebagai praktik sosial yang membangun identitas pemuda dalam wacana global.

Author Biographies

Jausa Haniffa, University of 17 Agustus 1945 Semarang

English Study Program, Faculty of Languages and Culture

Sogimin Sogimin, University of 17 Agustus 1945 Semarang

English Study Program, Faculty of Languages and Culture

References

Chin, B., & Morimoto, L. H. (2013). Towards a theory of transcultural fandom. Participations, 10(1), 92–108.

Fairclough, N. (1995). Critical discourse analysis: The critical study of language. Longman.

Hall, S. (1997). Representation: Cultural representations and signifying practices. Sage Publications.

Jin, D. Y., & Yoon, K. (2017). The social mediascape of transnational Korean pop culture. New Media & Society, 19(4), 511–527.

Mumtaz, I., et al. (2023). A critical discourse analysis of Obama’s Cairo speech. Pakistan Languages and Humanities Review, 7(4), 606–618.

Rezvani Sichani, E., & Moinzadeh, A. (2018). Word war: A CDA of UN speeches. International Journal of Research Studies in Language Learning, 7(4), 57–68.

Sharififar, M., & Rahimi, E. (2015). CDA of political speeches. Theory and Practice in Language Studies, 5(2), 343–349.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Alfabeta.

UNICEF. (2018). BTS speech at UN General Assembly.

UNICEF. (2020). BTS message to young people.

Downloads

Published

2026-05-07

Issue

Section

Articles