Dinamika Sosial-Ekonomi Nelayan Tanjung Benoa dalam Perkembangan Wisata Bahari di Bali Selatan pada Tahun 1993 – 2022
DOI:
https://doi.org/10.61722/jmia.v3i3.9940Keywords:
Dynamics, Fishermen, Marine, Tanjung Benoa, TourismAbstract
This research is entitled Socio-Economic Dynamics of Tanjung Benoa Fishermen in the Development of Marine Tourism in South Bali, 1993–2022. The study aims to examine the socio-economic changes of fishing communities, the factors driving these changes, and the implications of marine tourism development on the lives of the Tanjung Benoa community. This research employs the historical research method, including heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. Data were collected through interviews, observations, and literature studies of written sources and archives related to the development of Tanjung Benoa. The results show that the designation of Tanjung Benoa as a marine tourism area in 1993 became the starting point for the socio-economic transformation of coastal communities. The development of marine tourism created new economic opportunities, leading many fishermen to shift their professions to tourism-related occupations such as watersport operators, tour guides, and other service businesses, which contributed to increased community income. However, these changes also led to shifts in social structure, the emergence of new economic classes, and unequal access to economic resources. In addition, there were changes in cultural values and community perspectives toward the sea, from a living space to a commercial economic space. Nevertheless, the Tanjung Benoa community continues to maintain cultural values and local traditions as the identity of coastal society. Overall, the development of marine tourism in Tanjung Benoa reflects dynamic socio-economic transformation influenced by government policies, tourism investment, and the adaptability of local communities in facing modernization and globalization.
References
Alfiaturrohmaniah. (2020). Kesesuaian Wisata Bahari di Pantai Tanjung Benoa, Provinsi Bali. Jurnal IPTEK Terapan Perikanan Dan Kelautan, 1(1), 19.
Amrina, L., Karyadi, L. W., & Hamdi, S. (2021). Perubahan Sosial dan Respon Masyarakat Lokal Akibat Perkembangan Pariwisata di Desa Sapit, Lombok Timur. RCS: Religion, Culture and State Journal, 1(1), 133–162.
Angeline, M., & Evelina, L. W. (2014). Bingkai Pemberitaan Reklamasi Teluk Benoa, Bali 1–10 Agustus 2013. Humaniora, 5(2), 803–815.
Astara, I. W. W. (2023). Dekonstruksi Hukum Penguatan Desa Adat dalam Pengelolaan Ekowisata di Bali Berbasis Hukum Adat dan Kearifan Lokal. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Azzahra, A. F. (2023). Strategi Pengembangan Wisata Snorkeling di Pantai Tanjung Benoa, Bali. Journal of Marine and Aquatic Sciences, 9(2), 205–216.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Badung. (2020). Kecamatan Kuta Selatan dalam Angka 2020. Badung: Badan Pusat Statsitik.
Berliandaldo, M. (2023). Kebijakan Pengembangan Pariwisata Tangguh Bencana Melalui Kolaborasi dan Manajemen Pariwisata Kebencanaan Terintegrasi. Jurnal Abdimas Pariwisata, 4(1), 63–73.
Burhanuddin, S. (2003). Sejarah Maritim Indonesia: Menelusuri Jiwa Bahari Bangsa Indonesia dalam Proses Integrasi Bangsa:Sejak zaman Prasejarah hingga abad XVII. Semarang: Pusat Kajian Sejarah dan Budaya Maritim Asia Tenggara.
Ermalia, A. A. U. (2022). Ngaben Massal di Desa Adat Tanjung Benoa Tetap Berlangsung saat G20. Retrieved March 21, 2026, from Bali.IDNTimes.com website: https://bali.idntimes.com
Ernawati, N. M. (2011). Pengaruh Pariwisata terhadap Kehidupan Sosial Budaya Pesisir di Kawasan Taman Nasional Bali Barat dan Taman Wisata Pulau Menjangan. Sabda, 6(1), 69–74.
Fiantika, F. R. (2022). Metodologi penelitian kualitatif. Padang: PT Global Eksekutif Teknologi.
Irwan, I. (2025). Analisis Dampak Pengembangan Pariwisata terhadap Ekonomi Masyarakat di Desa Lantan Kec. Batukliang Utara, Kab. Lombok Tengah. Jurnal Penelitian Ekonomi Manajemen Dan Bisnis, 4(4), 414–422.
Isdarmanto. (2017). Dasar-Dasar Kepariwisataan dan Pengelolaan Destinasi Pariwisata. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo.
Jumantini, N. N. E. (2025). Kearifan Lokal Masyarakat Tanjung Benoa sebagai Modal Resiliensi Gempa dan Tsunami. Sunari Penjor: Journal of Anthropology, 9(1), 1–12.
Kallenberger, E. I. and M. (1992). An Integrated Approach to Resort Development. Bali: Bali Tourism Development Corporation.
Kanten, I. K. (2026). Inovasi Operator Hotel Lokal dalam Mengelola Hotel & Villa di Bali. Inovasi Dalam Hospitality. Retrieved from https://p3m.ppb.ac.id
Kardini, N. L., & Sudiartini, N. W. A. (2020). Faktor yang Mempengaruhi Daya Tarik Wisatawan dalam Pengembangan Pariwisata Bahari di Pantai Tanjung Benoa. Jurnal Ilmiah Satyagraha, 3(1), 122–123.
Kartodirdjo, S. (1993). Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Krisdhananjaya, P. K., & Sudiarta, I. K. (2023). Reklamasi Perluasan Tanah di Wilayah Teluk Benoa Provinsi Bali yang Merugikan Penduduk Pesisir Pantai. Jurnal Kertha Desa, 11(6), 2660–2669.
Martoyo, A., Satriani, D., Ma’arif, M., Prasetya, P., Nuryanto, U. W., Sofiyah, S., … Komariah, N. S. (2022). Peningkatan ekonomi desa wisata Tanjung Lesung. Tangerang: Pustaka Kreasi Mandiri.
Nusa Bali. (2023). Beri Pelatihan Usaha, Pelindo Perkuat UMKM di Tanjung Benoa. Retrieved March 20, 2026, from NusaBali website: https://www.nusabali.com
Pratiwi, I. G. A. M. A. M. A. (2024). Analisis Pengaruh Faktor Pariwisata Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Bali. Jurnal Ganec Swara, 18(1), 485–486.
Prayogi, P. A., & Sari, N. L. K. J. P. (2019). Pengembangan Daerah Pesisir dengan Pemberdayaan Masyarakat Nelayan di Kawasan Pesisir Kabupaten Badung. Pengembangan Daerah Pesisir Dengan Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Di Kawasan Pesisir Kabupaten Badung, 3(1), 17–28.
Putra, I. W. C. M., & Antari, N. P. B. W. (2026). Analysis of Tanjung Benoa Customary Village Policies Implementation in Sustainable Marine Tourism Management. International Journal of Glocal Tourism, 7(1), 17–26.
R.G.Collingwood. (1946). The Idea Of History. St. Andrews: Oxford University Press.
Rasyadi, A. (2025). Politik Tata Ruang Pesisir dan Resiliensi Hukum Adat: Studi Kasus Kelembagaan Bendega dalam Pusaran Pembangunan Pariwisata Bali. Tunas Agraria, 8(3), 435–456.
Redaksi Restorasi Hukum. (2025). Kejaksaan RI Tegaskan Komitmen Dukung UMKM Lewat Pertemuan dengan Pelaku Usaha Water Taxi di Tanjung Benoa. Retrieved July 25, 2025, from Restorasi Hukum website: https://restorasihukum.com
Rhismawati, N. L. (2025). Tol Bali Dilengkapi Anjungan Ritual Melasti. Retrieved March 21, 2026, from ANTARA News Bali website: https://bali.antaranews.com
Rosyidin, A. L. (2024). Dampak Pariwisata Terhadap Kondisi Perubahan Sosial Masyarakat Suranadi. WISSEN: Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 2(3), 271–280.
Sanjaya, P. K. A. (2024). Determinan Kesejahteraan Keluarga Nelayan di Desa Tanjung Benoa Kabupaten Badung, Bali. Ekuitas: Jurnal Pendidikan Ekonomi, 12(2), 334–340.
Saribulan, M. D. A. T. dan N. (2019). Konflik Kepentingan Dalam Kebijakan Reklamasi Kawasan Teluk Benoa Provinsi Bali Kajian tentang Konsep Tri Hita Karana. Jurnal Kebijakan Pemerintahan, 2(2), 127–145.
Sedyawati, E. (n.d.). Budaya Indonesia:Kajian Arkeologi, Seni dan Sejarah. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Souhuwat, E. M. (2018). Pengelolaan Wisata Tirta pada PT. Benoa Marine Recreation (BMR) Keluharan Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Jurnal Harian Regional, 5(2).
Sudipa, I. N., Vipriyanti, N. U., & Yastika, P. E. (2025). Environmental Management Model for Tanjung Benoa Tourism Attraction. Jurnal Ilmu Lingkungan, 23, 560–563.
Sukmayeti, E. (2019). Permasalahan Nelayan Tradisional dalam Pembangunan Pariwisata Pesisir. Society (Jurnal Ilmu Sosial), 7(2), 132.
Tanjung Benoa Bali Team. (2025). History of Tanjung Benoa Watersport Bali. Retrieved September 5, 2025, from Tanjung Benoa Bali.com website: https://tanjungbenoabali.com/
Tanjung Benoa Team. (2015). Pengumuman: Aktifitas Jelang Nyepi 2015.
Yolanda, N. M. N. R., Sugiartha, I. N. G., & Suryani, L. P. (2025). Implementasi Pertanggungjawaban Pihak Pengelola Watersport Terhadap Wisatawan Akibat Kecelakaan di Pantai Tanjung Benoa. Jurnal Analogi Hukum, 7(3), 361–367.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









