https://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/issue/feedJURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK2026-10-16T14:18:58+00:00Muhamad Sidikoffice@kampusakademik.co.idOpen Journal Systems<p><strong>JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK (JMIA)</strong> ISSN: (cetak), ISSN: (online) adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah. JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK<strong> </strong>merupakan platform publikasi jurnal Karya suatu hasil penelitian orisinil atau tinjauan Pustaka yang ditulis oleh dosen atau mahasiswa. Ruang lingkup karya yang diterbitkan mencakup Multidisiplin diantaranya yaitu: Manajemen, Ekonomi, Ekonomi Syariah, Akuntansi, Kewirausahaan, Bisnis, Ilmu Sosial Humaniora, Sastra, Bahasa, Pertanian, Kesehatan, Peternakan, perikanan, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Sistem Informasi, Teknik Elektro dan Informatika, Desain Komunikasi Visual, Ilmu Komunikasi, Hukum. Jurnal ini terbit 1 tahun 6 kali<strong> (Februari, April, Juni, Agustus, Oktober, Desember)</strong></p>https://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/11761KOMODIFIKASI GAYA HIDUP TRAVELING DALAM KONTEN INSTAGRAM @BACKPACKERTAMPAN DAN @AHMADRIFYANNUR DI KALANGAN GENERASI Z2026-07-04T07:57:13+00:00Abdul Hadi Almaghribiabdulmaghrb@gmail.comAdam Reynaldi Sofyanreinaldisofvan@gmail.comRifma Ghulam Dzaljadrifmaghulam@uhamka.ac.id<p><em>This study discusses the traveling lifestyle among Generation Z from the perspective of the Frankfurt School of Critical Theory. The growing phenomenon of traveling through digital media is no longer understood only as an activity to satisfy oneself by going to dream places or simply to relieve stress (use value), but also becomes a popular cultural lifestyle that can generate exchange value, such as becoming a commodity to generate profits through promotional content for open trip services and endorsements. In the perspective of the Frankfurt School of Critical Theory, this condition shows how social media forms the commodification of the traveling lifestyle into a commodity that is traded in the market, based on the Political Economy of Communication Theory - Vincent Mosco. This study uses a qualitative approach with digital observation techniques on the Instagram social media platform, as well as a documentation study of the content of the @backpackertampan and @ahmadrifyannur accounts with a travel theme. The results of the study indicate a relationship between social media, the cultural industry, and digital capitalism in shaping the traveling lifestyle among Generation Z.</em></p> <p><strong><em> </em></strong></p>2026-07-09T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/11849Implementasi Kurikulum Cinta: Dimensi Kognitif, Afektif Dalam Pembelajaran Mendalam2026-07-07T04:30:56+00:00Zulia Nugrahaningsihzulianugraha@gmail.comAmir Thohazulianugraha@gmail.comSugimin Sugiminzulianugraha@gmail.comHaris Mahmudzulianugraha@gmail.comEndang Listyowatizulianugraha@gmail.comAnik Listyawatizulianugraha@gmail.com<p><em>Penelitian ini mengkaji implementasi Kurikulum Cinta melalui integrasi dimensi kognitif dan afektif dalam pembelajaran mendalam di madrasah. Kurikulum Cinta menekankan nilai-nilai kemanusiaan seperti empati, kasih sayang, dan toleransi sebagai fondasi pendidikan karakter. Sementara itu, pembelajaran mendalam dipilih karena mendorong pemahaman bermakna, reflektif, dan kontekstual. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus di empat madrasah di Jawa Tengah. Hasil menunjukkan bahwa guru mulai menerapkan strategi pembelajaran yang mengaitkan materi dengan kehidupan nyata, mendorong diskusi reflektif, dan membangun keterlibatan emosional siswa. Kendala seperti keterbatasan waktu dan kurangnya pelatihan masih dihadapi, namun integrasi Kurikulum Cinta dan pembelajaran mendalam dinilai potensial dalam membentuk siswa yang cerdas dan berkarakter</em>.</p>2026-07-09T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/11912Pengembangan Model Layanan Bimbingan Klasikal Berbasis Problem Solving untuk Meningkatkan Tanggung Jawab Belajar Pada Siswa2026-07-08T13:38:30+00:00Elisabet Via Ditaelisabetviadita40@gmail.comI Dewa Ayu Eka Purba Dharma Taripurba@mahadewa.ac.idNi Wayan SuastiniWayansuastini2020@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan mengembangkan model layanan bimbingan klasikal berbasis problem solving untuk meningkatkan tanggung jawab belajar siswa kelas X di SMAN 2 Denpasar tahun 2026. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE. Produk yang dikembangkan berupa media Kartu Solusi Belajar. Validasi ahli media menghasilkan koefisien validitas 0,84 (kategori Layak) dan persentase kelayakan 93,34% (kategori Sangat Layak). Uji efektivitas dilakukan melalui pre-test dan post-test pada 38 siswa kelas X.2. Rata-rata skor pre-test sebesar 65,79 dan post-test 85,08 (peningkatan 19,29 poin). Uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan Sig. = 0,123 (data berdistribusi normal). Uji paired sample t-test menghasilkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan perbedaan signifikan antara skor pre-test dan post-test. Hasil ini membuktikan bahwa layanan bimbingan klasikal berbasis problem solving menggunakan media Kartu Solusi Belajar efektif meningkatkan tanggung jawab belajar siswa.</p>2026-07-09T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/11913ANALISIS PERLINDUNGAN HUKUM PENGURUS SERIKAT PEKERJA DALAM PERSPEKTIF UU NO. 21 TAHUN 20002026-07-08T13:42:11+00:00Agam Permanaagampermana25@gmail.comWening Ken Widodasihagampermana25@gmail.com<p>Permasalahan utama dalam penelitian ini yaitu Meskipun hak atas kebebasan berserikat telah dijamin secara konstitusional dalam Pasal 28E ayat (3) UUD 1945 dan secara teknis melalui UU No. 21 Tahun 2000, dalam praktiknya pengurus serikat pekerja masih sering menghadapi berbagai rintangan. Pengurus serikat merupakan pihak yang paling berisiko mengalami tekanan, diskriminasi karir, hingga tindakan <em>union busting</em> (pemberangusan serikat) seperti mutasi sepihak dan pemutusan hubungan kerja karena peran strategis mereka dalam memperjuangkan hak-hak pekerja. Adanya kesenjangan antara aturan hukum dan realitas di lapangan menunjukkan perlunya analisis lebih mendalam mengenai efektivitas perlindungan hukum tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual , dan pendekatan kasus. Bahan hukum primer mencakup UUD 1945, UU No. 21 Tahun 2000, UU Ketenagakerjaan, serta putusan Pengadilan Hubungan Industrial yang relevan. Data dianalisis secara kualitatif dengan metode deskriptif-analitis untuk mengidentifikasi perbedaan antara norma hukum dan praktik nyata. Hasil Penelitian menunjukan bahwa penerapan perlindungan hukum dalam praktik hubungan industrial belum berjalan optimal. Masih ditemukan tindakan diskriminatif terhadap pengurus serikat pekerja, lemahnya pelaksanaan putusan Pengadilan Hubungan Industrial, serta kurang efektifnya pengawasan ketenagakerjaan. Sehingga, diperlukan penguatan pengawasan dan penegakan hukum agar tercipta hubungan industrial yang harmonis, adil, dan seimbang.</p>2026-07-09T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/11910Pengembangan Media Video Tutorial Menjahit Kerah Setali pada Kebaya Kutubaru Elemen Menjahit Produk Busana Fase F DPB di SMK Negeri 1 Kalitengah2026-07-08T13:25:26+00:00Alysia Arva Arsanti Sa’diyahalysiaarva.22034@mhs.unesa.ac.idImami Arum Tri Rahayuimamirahayu@unesa.ac.id<p>Tujuan penelitian ini adalah 1) Mendeskripsikan tingkat kelayakan video tutorial menjahit kerah setali pada kebaya kutubaru di SMK Negeri 1 Kalitengah. 2) Mendeskripsikan hasil belajar siswa pada kompetensi menjahit kerah setali pada kebaya kutubaru setelah diterapkan video tutorial menjahit kerah setali pada kebaya kutubaru fase F di SMK Negeri 1 Kalitengah. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE. Subjek penelitian ini adalah peserta didik fase F kelas XI program keahlian Desain dan Produksi Busana (DPB) di SMK Negeri 1 Kalitengah yang berjumlah 32 siswa. Instrumen penelitian meliputi lembar lembar validasi ahli materi dan ahli media, serta tes kinerja untuk mengukur hasil belajar peserta didik. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Tingkat validitas video tutorial menjahit kerah setali pada kebaya kutubaru ditinjau dari ahli materi dan ahli media mencapai skor sebesar 3,72 dengan kategori sangat layak. 2) ketuntasan hasil belajar peserta didik menunjukkan bahwa sebanyak 27 dari 32 peserta didik mencapai persentase skor 84,4% dinyatakan tuntas, sedangkan 5 peserta didik dengan persentase skor 15,6% belum tuntas.</p>2026-07-09T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/11951PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING PADA PEMBUATAN ECOPRINT TEKNIK POUNDING DI MAN 2 MADIUN2026-07-09T15:26:57+00:00Dyah Novia Fitrianingrumdyah.22038@mhs.unesa.ac.idInty Nahari intynahari@unesa.ac.id<p><em>Project Based Learning</em><em> is a learning model based on projects. In this learning model, students are required to be active in the learning process, so that they can improve skills, creativity, and learning experiences through the completion of a project. This study aims to 1) describe the implementation of the Project Based Learning model in making ecoprint using the pounding technique, 2) describe the results of students’ ecoprint products using the pounding technique, and 3) describe students’ responses to the Project Based Learning model in the ecoprint-making material using the pounding technique. This study used a quantitative descriptive approach with a pre-experimental one shot case study design. The subjects of this study were 14 students in the Fashion Skills Program, Phase F, Grade XII. Data collection was carried out using learning implementation observation sheets, product assessment sheets, and student response questionnaires. The collected data were then analyzed using quantitative descriptive analysis techniques to provide an overview of the learning implementation, product results, and student responses. The results showed that 1) the implementation of Project Based Learning was classified as very good with an average score of 4.7; 2) the results of students’ ecoprint products had the lowest score of 78 and the highest score of 96, with 43% of students in the good category and 57% in the very good category; and 3) students’ responses to the implementation of Project Based Learning in ecoprint making were classified as very positive with an average percentage of 84.47%. These results indicate that the implementation of Project Based Learning can be carried out very well in the ecoprint-making material using the pounding technique.</em></p>2026-07-09T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/11931Pengembangan Video Tutorial Menjahit Kebaya Kartini Pada Siswa Kelas Xi Di SMKN 2 Jombang2026-07-09T08:15:42+00:00Lilik Vadia Maulida Hanifahlilik.22061@mhs.unesa.ac.idInty Nahariintynahari@unesa.ac.id<p><em>This study develops a tutorial video as a learning medium for the skill concentration subject in class XI at SMKN 2 Jombang. The study aims to describe: 1) the feasibility of the Kartini kebaya sewing tutorial video developed, based on expert assessments (material experts, media experts, and language experts); and 2) the responses of class XI students at SMKN 2 Jombang to the Kartini kebaya sewing tutorial video developed as a practical learning medium. The type of research used in this study is the R&D (Research and Development) method, using the 4D research model (define, design, development, disseminate). The research subjects were 32 students of class XI DPB 4 at SMKN 2 Jombang. The data collection techniques used in this study were media feasibility testing and student response questionnaires. The data analysis techniques used were feasibility level analysis of the tutorial video and analysis of the student response questionnaire. The results of the study show that: 1) the validity level of the Kartini kebaya sewing tutorial video, as assessed by material experts, media experts, and language experts, obtained a score percentage of 4.45, categorized as very good; and 2) the results of student responses to the Kartini kebaya sewing tutorial video obtained a score percentage of 99% with "Yes" answers, categorized as very good.</em></p>2026-07-09T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/11927Pengaruh Gaya Kepemimpinan Demokratis Terhadap Loyalitas Karyawan Tetap Di PT. Sumber Agro Sulawesi (SAS) Sulawesi Barat2026-07-09T08:01:55+00:00Vira Rosarivrsr2404@gmail.comMegawativrsr2404@gmail.comAndi Baso Adil Natsirvrsr2404@gmail.com<p><em>An organization’s success in achieving its goals is closely tied to the important role of employee loyalty, which is driven in part by democratic leadership styles. This study was designed to examine how democratic leadership styles influence the loyalty of permanent staff at PT. Sumber Agro Sulawesi (SAS) in West Sulawesi. Using a descriptive quantitative method, this research involved the entire population of permanent employees totaling 30 individuals as the sample (saturation sampling). Data collection instruments included questionnaires, interviews, observations, and a literature review, which were subsequently analyzed using a multiple linear regression model. The results of the partial analysis show that the variables of delegation of responsibility and the intensity of interaction with staff do not have a significant impact on loyalty. However, staff involvement in joint decision-making was found to have a positive and highly significant impact. When examined simultaneously, all aspects of democratic leadership contribute significantly to employee loyalty. Thus, corporations need to adopt a more participatory management style particularly in decision-making to optimize employee loyalty</em></p>2026-07-09T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/11857Analisis Nilai Moral dalam Buku Ceritera Rakyat Bengkulu Kera Sepiak dan Relevansinya dengan Pendidikan Karakter Siswa di Sekolah Dasar2026-07-07T09:39:52+00:00Zahra Hidayahzahrahidayah356@gmail.comPebrian Tarmizipebriantarmizi@yahoo.comYuli Amaliyahyuli_amaliyah@unib.ac.id<p><em>Penelitian ini disusun untuk mengungkap serta mengkaji nilai-nilai moral yang tersirat dalam cerita rakyat Kera Sepiak dari Bengkulu, sekaligus melihat kaitannya dengan upaya penanaman karakter pada siswa jenjang sekolah dasar. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Sumber data primer berupa buku Ceritera Rakyat Bengkulu tulisan H. Bambang Suwondo yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1982. Untuk menjaga keabsahan data, peneliti menempuh peer debriefing serta memeriksa reliabilitas melalui pembacaan berulang (intrarater) dan diskusi dengan pihak lain (interrater). Hasilnya memperlihatkan bahwa cerita Kera Sepiak memuat delapan nilai moral pokok, yakni tanggung jawab, kerja keras, kepedulian sosial, cinta damai, religiusitas, kepedulian lingkungan, penghargaan atas prestasi, toleransi, dan kejujuran. Kedelapan nilai tersebut tampak melalui perilaku para tokoh, konflik yang muncul, serta cara cerita ini diselesaikan, dan mencerminkan tiga sifat nilai moral: terkait tanggung jawab manusia, terkait hati nurani, dan bersifat wajib secara mutlak. Nilai-nilai moral dalam cerita ini sejalan dengan nilai-nilai pendidikan karakter yang termuat dalam kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), sehingga berpotensi diintegrasikan ke dalam pembelajaran Bahasa Indonesia maupun Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan sebagai sumber belajar kontekstual berlandaskan kearifan lokal</em>.</p>2026-07-09T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/11748Penerapan Marketing Mix 7P Pada Institusi Pendidikan di MTs Madrasah Pembangunan UIN Jakarta2026-07-04T04:36:25+00:00Helga Fadillu Rohmanfadillurohmanhelga@gmail.comNazwara Putri Haridwanifesyaa05@gmail.comEkfina Qanita Fesyia Birzahfadillurohmanhelga@gmail.comAghitsa Farahdibafesyaa05@gmail.comRizka Ramadhina Anwarfesyaa05@gmail.comZahrotul Munawwarohfesyaa05@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Marketing Mix 7P (produk, harga, promosi, orang, proses, bukti fisik, dan tempat) dalam pemasaran jasa pendidikan di MTs Madrasah Pembangunan UIN Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan, observasi langsung, serta studi dokumentasi. Data dianalisis dengan memetakan temuan ke dalam ketujuh elemen bauran pemasaran jasa, kemudian dibandingkan dengan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa madrasah telah menerapkan ketujuh elemen tersebut, meskipun tingkat kematangan penerapannya berbeda-beda antarelemen. Produk, orang, dan bukti fisik menjadi elemen yang paling kuat, tercermin dari kurikulum berbasis nilai keislaman yang dipadukan dengan program unggulan, tenaga pengajar yang kompeten dan bersertifikat, serta fasilitas yang terawat dan representatif. Harga dikelola secara transparan dan inklusif melalui kebijakan beasiswa dan opsi pembayaran bertahap, sementara lokasi madrasah diuntungkan oleh posisinya yang strategis di dalam kompleks kampus universitas. Promosi dan proses, meskipun telah berjalan baik secara operasional, belum dikomunikasikan secara optimal sebagai bagian dari strategi pemasaran yang terintegrasi sepanjang tahun, karena kegiatan promosi masih terpusat pada masa penerimaan peserta didik baru. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan pemasaran jasa pendidikan ditentukan oleh pengelolaan ketujuh elemen secara terintegrasi, bukan oleh kekuatan satu atau dua elemen yang berdiri sendiri. Secara praktis, madrasah disarankan menyusun strategi komunikasi pemasaran yang lebih terstruktur dan berkelanjutan, terutama pada elemen promosi dan proses, agar keunggulan yang telah dimiliki dapat tersampaikan secara lebih optimal kepada calon siswa dan orang tua. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat relevansi kerangka 7P pada konteks pendidikan menengah pertama berbasis Islam dan memberikan landasan empiris bagi penelitian selanjutnya mengenai variasi kontekstual efektivitas elemen bauran pemasaran jasa.</p>2026-07-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/11906Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning Pada Kompetensi Menjahit Kemeja Keterampilan Tata Busana Siswa Kelas XI MAN 2 MadiunThis study aimed to analyze the implementation of the Project Based Learning (PjBL) model and to determine students’ le2026-07-08T11:48:50+00:00Laila Nur Rohmahlaila.22047@mhs.unesa.ac.idImami Arum Tri Rahayuimamirahayu@unesa.ac.id<p><em>This study aimed to analyze the implementation of the Project Based Learning (PjBL) model and to determine students’ learning outcomes in the competency of shirt sewing among eleventh-grade students at MAN 2 Madiun. The study was based on the need for a learning model that encourages active student participation while developing practical skills required in vocational education. This research employed a quantitative approach using a pre-experimental one-shot case study design. The sample consisted of 15 students selected through a total sampling technique, in which all members of the population were included as research participants. Data were collected through classroom observations to examine teacher and student activities during the learning process, as well as through product assessments of the men’s shirts produced by the students. The data were then analyzed using descriptive quantitative methods by calculating the mean score for each assessment indicator. The findings revealed that the implementation of the PjBL model was categorized as excellent. This was indicated by the average teacher activity score of 3.58 and the average student activity score of 3.71. Furthermore, the students’ learning outcomes achieved an average score of 3.96, equivalent to 79.2. All students met the predetermined mastery criterion, resulting in a 100% mastery rate. These findings indicate that the implementation of Project Based Learning effectively promotes active student engagement in the learning process and contributes positively to improving learning outcomes in the competency of shirt sewing.</em></p>2026-07-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/11843Penerapan Pembelajaran Mendalam Melalui Model Love Based Story Telling2026-07-07T04:04:33+00:00Wahadi Wahadiwahadiprapto40@gmail.comEndang Wahju Ningsihwahadiprapto40@gmail.comAgus Ariyantowahadiprapto40@gmail.comDwi Ratnawatiwahadiprapto40@gmail.comElysa Indriyani wahadiprapto40@gmail.comListiani Listianiwahadiprapto40@gmail.com<p><em>Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan model Love Based Story Telling dalam mendukung pembelajaran mendalam di kelas, sekaligus mengidentifikasi kendala dan tantangan yang muncul dalam pelaksanaannya. Subjek penelitian adalah guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Klaten dan MAN Sukoharjo. Informan penelitian ini adalah guru. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini yaitu Penerapan model ini agar efektif dan terarah dilakukan melalui langkah-langkah sistematis, yaitu: (1) pembukaan dan pengondisian love climate untuk membangun suasana kasih sayang; (2) penyajian cerita bermakna (story delivery) yang terkait materi; (3) pemaknaan dan dialog reflektif (meaning making discussion); serta (4) aksi dan penguatan (action & reinforcement) disertai penilaian. Hasil kajian menunjukkan bahwa model ini berpotensi memperkuat pembelajaran mendalam karena membantu siswa memahami materi secara kontekstual, merefleksikan nilai, dan mengaitkannya dengan kehidupan nyata. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi dua persoalan utama. Pertama, rendahnya keterampilan guru dalam teknik bercerita, yang berdampak pada kurang hidupnya penyampaian cerita, alur yang kurang terarah, serta pengelolaan waktu yang belum efektif. Kedua, tantangan menjaga keterlibatan seluruh siswa dari tahap cerita hingga refleksi akibat perbedaan perhatian, minat, dan gaya belajar, sehingga partisipasi siswa belum merata. Oleh karena itu, keberhasilan penerapan Love Based Story Telling memerlukan peningkatan kompetensi storytelling guru serta strategi pembelajaran yang variatif agar seluruh siswa terlibat aktif dan memperoleh pemahaman yang bermakna</em>.</p>2026-07-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/11919STRATEGI SANGGAR KARAWITAN NAWASENA DALAM MEMPERKUAT KETAHANAN BUDAYA NASIONAL DI ERA DIGITAL : STUDI KASUS DI KABUPATEN BLITAR2026-07-08T15:38:02+00:00Ayu Wulandariayuw49102@gmail.comAmelia Puspandhari Salsabillasalsabillaameliapuspandhari@gmail.comAnggun Amey Linda Putrianggunameyy@gmail.comM. Gandung Fajar Fanjalugandoengpanjaloe@gmail.comAfira Ortaviola Purwono Putrifirrajaaa@gmail.comIrawan Hadi Wiranatawiranata@unpkdr.ac.id<p><em>Perkembangan teknologi digital dan globalisasi menghadirkan tantangan terhadap keberlangsungan budaya lokal, khususnya di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi Sanggar Karawitan Nawasena Cabang Kabupaten Blitar dalam memperkuat ketahanan budaya nasional di era digital serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi yang melibatkan pengurus, anggota, serta orang tua atau wali murid sanggar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sanggar Nawasena menerapkan dua strategi utama, yaitu pembelajaran karawitan secara tatap muka yang inklusif, nyaman, dan profesional, serta pemanfaatan media sosial Instagram dan TikTok sebagai media promosi dan ruang pertunjukan virtual untuk menjangkau generasi muda. Kegiatan karawitan tidak hanya meningkatkan kemampuan memainkan gamelan, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, gotong royong, tanggung jawab, sopan santun, dan kepekaan sosial sehingga berperan sebagai penguat karakter sekaligus penyaring moral di tengah perkembangan digital. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu latihan akibat padatnya kegiatan akademik peserta serta masih adanya pandangan negatif masyarakat terhadap seni tradisional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perpaduan pembelajaran berbasis budaya dengan pemanfaatan teknologi digital efektif memperkuat ketahanan budaya nasional dari tingkat lokal</em>.</p> <p> </p>2026-07-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/11975PENGEMBANGAN MEDIA CHART PROPORSI TUBUH WANITA FASE E DI SMK NEGERI 8 SURABAYA2026-07-10T15:47:00+00:00Natasha Kriswidowati Dwianggraeninatasha.22099@mhs.unesa.ac.idInty Nahariintynahari@unesa.ac.id<p><em> Student learning outcomes are influenced by students' learning styles. The background of this research is based on previous studies which prove that students in the fashion design department tend to have a visual learning style. Video tutorial learning media had been previously applied, but this media was considered less than optimal in supporting the learning process. Video media conveys information at the same time, resulting in a lack of interaction in the classroom between teachers and students to discuss the material. Therefore, this study attempts to use chart media. The objectives of this study are to describe the feasibility level of the media, to describe student responses to the chart media, and to determine student learning outcomes. In this study, the type of research used was a One Shot Case Study. The feasibility level of the chart media based on assessments from three aspects media, material, and language showed results that were Highly Valid with a score of 3.58. The results of student response data to the chart media showed Very Good results with a score of 81.3%. The learning outcome data of Class X Fashion Design 2 students showed that 100% of students completed their learning.</em></p>2026-07-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/11976OPTIMASI PENENTUAN RUTE DAN JALUR TERAMAN PENYETORAN KAS OPERASIONAL MENGGUNAKAN METODE SHORTEST ROUTE PADA QM FOR WINDOWS2026-07-10T15:57:15+00:00Jhon Kristopel Manalujhonkristopel99@gmail.comDian Eka Matra Putra Bangunjhonkristopel99@gmail.comParapat Gultomjhonkristopel99@gmail.com<p><em>Church financial management demands operational efficiency as well as a high level of security, particularly in physical transactional activities such as depositing congregational cash to partner banks. This study aims to determine the shortest route, fastest travel time, and safest path for conducting cash deposit activities from the Secretariat of the Methodist Church of Indonesia (GMI) Kasih Karunia to the destination bank. A quantitative approach was employed through network modeling using the Shortest Route Method, solved using the QM for Windows application. The weight variables in this network include geometric distance (meters), average travel time (minutes), and an operational security/risk vulnerability index. The results of the QM for Windows model analysis show that by integrating these three external variables, the system successfully identified the optimal route that balances logistical efficiency and street crime risk mitigation, providing a standard operational route recommendation for the church secretary.</em></p>2026-07-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/11980PENGARUH PROGRAM KETERAMPILAN TATA BUSANA TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA PADA PESERTA DIDIK DI MAN 2 MADIUN2026-07-11T02:15:14+00:00Rosemala Rusmadinarrosemala.22043@mhs.unesa.ac.idPeppy Mayasari peppymayasari@unesa.ac.id<p><em>The high unemployment rate among high school graduates demands that formal educational institutions take an active role as entrepreneurial incubators. The provision of relevant vocational skills has become crucial in fostering entrepreneurial interest. This study aims to measure and analyze in depth the influence of the fashion sewing skills program on the formation of entrepreneurial interest among students at MAN 2 Madiun. This research employs a descriptive quantitative approach. Sampling was conducted using a saturated sampling technique (total sampling), involving 25 students who actively participated in the fashion skills program. Primary data were collected through a closed-ended Likert-scale questionnaire instrument that had passed validity and reliability tests. Data processing was analyzed using classical assumption prerequisite tests, followed by simple linear regression analysis. The factual results of the study indicate that the implementation level of the skills program falls into the very good category (84% of students are motorically skilled). Accordingly, entrepreneurial interest is also classified as high (88%). Hypothesis testing (t-test) obtained a significance probability value of 0.000 < 0.05, which confirms a positive and significant influence. The magnitude of the contribution of fashion skills to entrepreneurial interest, based on the coefficient of determination test, reached 42.4%, while the remaining 57.6% is influenced by external factors outside this research model. In conclusion, mastery of technical skills such as sewing is proven effective in strengthening behavioral control and fostering students' self-confidence to dare to initiate economic independence and establish independent businesses in the future.</em></p>2026-07-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/11937PENERAPAN KEADILAN RESTORATIF DALAM PERKARA PENGGELAPAN: STUDI KASUS DI KEJAKSAAN NEGERI SIDOARJO2026-07-09T11:18:33+00:00Patar William Perwira Manurungpatarwp755@gmail.comMade Sugi Hartonosugi.hartono@undiksha.ac.idArio Dewantodewantoario47@gmail.com<p>Penelitian ini mengkaji penerapan keadilan restoratif dalam perkara penggelapan yang ditangani oleh Kejaksaan Negeri Sidoarjo, dengan mengambil studi kasus perkara atas nama Mochammad Toriq Nasrulloh bin Gufron dan Agus Hendra Purnama bin Salam. Perkara ini diselesaikan melalui mekanisme keadilan restoratif berdasarkan Peraturan Jaksa Agung Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif, yang landasan institusionalnya diperkuat oleh Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan hukum empiris kualitatif dengan metode studi dokumen terhadap berkas perkara resmi Kejaksaan Negeri Sidoarjo, meliputi surat permohonan persetujuan penyelesaian perkara (MKR-6) dan rencana dakwaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkara ini memenuhi seluruh syarat kumulatif penerapan keadilan restoratif: kedua tersangka merupakan pelaku pertama kali, ancaman pidana tidak melebihi lima tahun, dan perdamaian tercapai secara sukarela antara korban dan para tersangka. Penyelesaian perkara mencakup pengembalian seluruh barang bukti kepada korban, pemberian sanksi sosial berupa kerja sosial di Pondok Sosial Sidoarjo selama lima hari, serta program pascakeadilan restoratif berupa pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mekanisme keadilan restoratif dalam perkara ini berhasil mewujudkan pemulihan keadaan korban sekaligus membuka jalan reintegrasi sosial-ekonomi bagi para tersangka.</p>2026-07-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/11997ORIENTALISME DALAM KAJIAN KEISLAMAN: KRITIK DAN RELEVANSINYA TERHADAP PERKEMBANGAN PEMIKIRAN ISLAM MODERN2026-07-11T13:39:49+00:00Muflih231310042.muflih@uinbanten.ac.idRidho Abdurohim231310025.ridho@uinbanten.ac.idAqiluddin Ibnu QadirAqiluddin09@gmail.comJemy Hartojemmyibnusuardi@gmail.com<p><em>Orientalism, as a Western scholarly discourse on the East, particularly the Islamic world, has become one of the most debated issues in contemporary Islamic studies. This article aims to examine the genealogy of Orientalism, identify the major criticisms directed at it by both Western scholars and Muslim intellectuals, and analyze the relevance of these debates to the development of modern Islamic thought. Employing a descriptive-analytical library research method, this study finds that Edward Said's seminal work Orientalism (1978) fundamentally transformed perspectives on the epistemology of Eastern studies while encouraging Muslim intellectuals to develop a more autonomous methodology for Islamic studies. Nevertheless, this article also demonstrates that the relationship between Orientalism and Islamic studies is not entirely antagonistic. Several modern Muslim thinkers have adopted Orientalist philological and historical-critical methods to reinterpret the Islamic intellectual tradition in a more reflective and critical manner. Therefore, despite its ideological biases and colonial interests, the legacy of Orientalism continues to offer methodological contributions that cannot be entirely disregarded in shaping the discourse of modern and contemporary Islamic thought.</em></p>2026-07-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/11971PENERAPAN METODE PENUGASAN (ASSIGNMENT) UNTUK OPTIMALISASI PEMBAGIAN TUGAS PELAYANAN DAN PERTUMBUHAN JEMAAT GEREJA METHODIST INDONESIA PARDAMEAN SP. 5 BUANA2026-07-10T13:48:06+00:00Yosia Suhendri Rajagukgukyosia.suhendri@ymail.com<p>The growth of the church congregation heavily depends on the effectiveness and efficiency of the division of service tasks. The main problem faced by the Methodist Church of Indonesia Pardamean SP. 5 Buana is the placement of servants that has not been in accordance with their respective abilities, resulting in less-than-optimal service outcomes and the potential to hinder congregational growth. This study aims to apply the Assignment method as a quantitative analysis technique to match each service program with the most appropriate work field, thereby achieving optimal results. Data processing was carried out using QM Windows software, utilizing program implementation effectiveness data from 17 types of service activities and 10 responsible work fields. The results showed that this method successfully produced the most suitable task allocation based on the strengths of each service field, with a maximum total efficiency value reaching 86. The implementation of the resulting task division can improve service quality, optimize the use of human resources, and support congregational growth both in terms of quantity and quality.</p>2026-07-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/11972Partisipasi Masyarakat dalam Mitigasi Bencana Banjir di Kecamatan Pulau Laut Utara Kabupaten Kotabaru2026-07-10T13:55:33+00:00Dwi Sintia2210416220006@mhs.ulm.ac.idGhinia Anastasia Muhtarghinia.muhtar@ulm.ac.id<p><em>This study aims to analyze the forms of community participation in flood disaster mitigation in Pulau Laut Utara District and the types of mitigation efforts undertaken in Pulau Laut Utara District. This study used a quantitative descriptive research method. Data collection techniques included observation, questionnaires, and documentation. Data analysis used a Likert scale.The results indicate that community participation in flood disaster mitigation in Pulau Laut Utara District has developed in terms of physical and social involvement, but has not been accompanied by an increase in the community's intellectual and technical capacity. This situation indicates that the implemented disaster mitigation approach still needs to be directed at more comprehensive community empowerment, so that the community plays a role not only as an implementer of activities but also as a planner, decision-maker, and agent of change in disaster risk reduction. The results of the study indicate that the level of disaster mitigation in Pulau Laut Utara District is generally in the high category. These results indicate that efforts to reduce the risk of flood disasters have been implemented through the application of complementary structural and non-structural mitigation.</em></p>2026-07-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12036IMPLEMENTASI PRODUK SMART CITY MELALUI APLIKASI REAKSI ATAS BERITA WARGA (RABEG) DALAM KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK BERDASARKAN PERATURAN WALIKOTA SERANG NOMOR 36 TAHUN 2018 2026-07-13T14:51:33+00:00Ita Ismawanaitaismawana97@gmail.comAbu Nawas itaismawana97@gmail.comAgus Prihartonoitaismawana97@gmail.com<p><em>Efforts to advance the smart city in Serang City involve all Regional Apparatus Organizations (OPD), with the Serang City Communication and Information Agency (Diskominfo) as the department overseeing the smart city program in Serang City. One of the implementations of the smart city program is the RABEG application. The researcher aims to examine this topic through a study entitled "Implementation of Smart City Products Through the RABEG Application Based on Serang Mayor Regulation Number 36 of 2018 in Serang City, Banten." The purpose of this study is to determine the implementation of smart city products through the RABEG (Reaksi Atas Berita Warga or Citizen News Response) application and the inhibiting factors. This research is expected to provide theoretical, practical, and academic benefits. The researcher employs an empirical juridical research method with a qualitative descriptive approach. Data sources and collection techniques use secondary data. The research location is the Serang City Communication and Information Agency. The results of the study indicate that the implications of the RABEG application are highly positive for the people of Serang City, serving as a platform for both the community and the government, while also encompassing the quality of public services and ease of access for the public in conveying their aspirations. The positive implications of the RABEG application include time and cost efficiency, transparency and accountability, as well as ease of access and increased community participation. The Serang City Government, as the capital of Banten Province, is also striving to implement the smart city concept and has begun to release supporting application products as part of smart city implementation, with the RABEG application being one of Serang City's smart city products. However, the implementation faces several obstacles, including slow-responsive OPD, internet network issues, and human resource constraints.</em></p>2026-07-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/11977Karakteristik Sensori dan Kesukaan Konsumen pada Gnocchi Chips: Proporsi Kentang-Talas dengan Penambahan Ikan Bandeng2026-07-11T02:01:12+00:00Rahma Aliyah Nurul Fadilahrahmaaliyahnf@gmail.comAny Sutiadiningsihrahmaaliyahnf@gmail.comIla Huda P. Dewirahmaaliyahnf@gmail.comQorry' Ainarahmaaliyahnf@gmail.com<p><em>This study aimed to determine the sensory characteristics, consumer acceptance level, and the best formulation of gnocchi chips with different potato–taro proportions and the addition of milkfish. The research employed a quantitative method with an experimental approach. The experiment was conducted in two stages. The first stage involved the selection of potato and taro proportions using three formulations, namely 40%:60%, 30%:70%, and 20%:80%, to determine the best formulation. The selected potato–taro proportion was then used in the second stage, which involved the addition of milkfish with three formulations, namely 23%, 30%, and 37%. Data from the first stage were analyzed using the Friedman test, while data from the second stage were analyzed using One-Way ANOVA. The results showed that the addition of milkfish significantly affected the sensory characteristics of gnocchi chips. The best formulation was obtained from the combination of 20% potato and 80% taro with 30% milkfish addition, which was categorized as “liked” by consumers. This formulation produced sensory characteristics including a dark golden-brown color, a strong and balanced aroma of tubers and milkfish, a crispy yet slightly hard texture, and a savory taste with a balanced combination of tuber and milkfish flavors.</em></p>2026-07-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12024Prosedur Penggunaan Sistem INSW SSm Dalam Impor Bawang Bombai Pada PT Anugerah Multi Logistik Surabaya (Studi Kasus Penanganan Bawang Bombai Jenis Yellow Onion Pada Tanggal 10-18 September 2025)2026-07-13T09:28:06+00:00Ni Putu Risky Bella Febriantiniputuriskibellafebrianti1004@gmail.comNina Ruly Istiarininaistiary@gmail.comJovie Candra Purnamacandrajovie@gmail.comArman Hari Prasetyohp3524ar@gmail.com<p>PT Anugerah Multi Logistik merupakan perusahaan EMKL/PPJK yang menangani dokumen dan pengiriman ekspor/impor secara profesional. Penelitian ini bertujuan mengetahui prosedur penggunaan Sistem Indonesia<em> National Single Window </em>(INSW) dengan mekanisme <em>Single Submission Quarantine Customs </em>(SSm QC) dalam impor bawang bombai milik PT Indofood pada PT Anugerah Multi Logistik serta mengidentifikasi dokumen yang diperlukan dalam proses tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 4 informan yang terlibat langsung dalam kegiatan impor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa INSW berhasil mengintegrasikan proses kepabeanan dan karantina melalui mekanisme <em>single submission</em> sehingga mempercepat pelayanan administrasi, meningkatkan efisiensi waktu dan biaya, serta mendukung sinkronisasi pemeriksaan antara Bea Cukai dan Badan Karantina. Dokumen yang digunakan meliputi B/L<em>, invoice, packing list</em>, persetujuan impor, <em>phytosanitary certificate, certificate of fumigation, certificate of origin, </em>dan<em> certificate of analysis</em>. Sistem ini berperan penting dalam kelancaran proses <em>customs clearance</em> hingga penerbitan surat persetujuan pengeluaran barang.</p>2026-07-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12026MITIGASI RISIKO YURIDIS PENGADAAN BARANG/JASA MELALUI LEGAL ASSISTANCE JAKSA PENGACARA NEGARA PADA KEJAKSAAN NEGERI TOBA2026-07-13T09:38:16+00:00Siska Natasya Sihombingsiskanatasya567@gmail.comNi Putu Ega Parwatini.putu.ega.parwati@undiksha.ac.idJosua P.M. SitumorangJosuasitumorang46@gmail.com<p>Pengadaan Barang/Jasa pemerintah merupakan salah satu instrumen pembangunan nasional yang paling rentan terhadap penyimpangan administrasi dan tindak pidana korupsi. Dalam kerangka pencegahan tersebut, Jaksa Pengacara Negara (JPN) pada Kejaksaan Negeri Toba menjalankan fungsi Legal Assistance kepada instansi pemerintah daerah guna memitigasi risiko yuridis dalam proses pengadaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Legal Assistance oleh JPN Kejari Toba serta mengidentifikasi batas pertanggungjawaban hukum antara JPN dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) apabila terjadi kerugian negara pada proyek yang didampingi. Penelitian menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan empiris. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan Kepala Seksi Datun, jaksa fungsional Bidang Datun, serta PPK pada instansi yang pernah menerima Legal Assistance di wilayah hukum Kejari Toba. Data sekunder bersumber dari peraturan perundang-undangan, literatur akademik, dan dokumen kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Legal Assistance JPN Kejari Toba dilaksanakan melalui mekanisme permohonan oleh Organisasi Perangkat Daerah, telaah permohonan, penandatanganan Memorandum of Understanding, pelaksanaan pendampingan hukum, dan monitoring. Bentuk mitigasi risiko yang diberikan mencakup pemberian legal opinion, identifikasi risiko kontrak, konsultasi hukum, dan asistensi pada setiap tahapan pengadaan. Adapun pertanggungjawaban hukum atas pelaksanaan pengadaan sepenuhnya melekat pada PPK sebagai pejabat yang berwenang mengambil keputusan dan mengelola anggaran, sedangkan JPN hanya bertanggung jawab atas kualitas pendapat hukum yang diberikan. Legal Assistance tidak mengalihkan kewenangan maupun tanggung jawab pengadaan dari PPK kepada Kejaksaan.</p>2026-07-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12027Konflik Relasional dalam Keluarga : Kajian Teologis-Pastoral tentang Hambatan dan Jalan Menuju Rekonsiliasi2026-07-13T10:08:14+00:00Vindy O. Umpulumpulvindy@gmail.comGloria A. Tinahuumpulvindy@gmail.comFloriani T. Argoniumpulvindy@gmail.com<p>Keluarga merupakan komunitas utama yang berperan penting dalam pembentukan karakter, nilai-nilai moral, dan pertumbuhan iman. Namun, relasi dalam keluarga tidak selalu berjalan harmonis karena sering kali diwarnai oleh berbagai konflik yang berakar pada pengalaman penolakan, penghinaan, dan ketidakpenerimaan. Konflik yang tidak diselesaikan dengan baik dapat berkembang menjadi luka batin dan kepahitan yang memengaruhi kualitas hubungan antaranggota keluarga. Artikel ini membahas konflik relasional dalam keluarga melalui perspektif teologi pastoral dengan menyoroti dampak luka batin terhadap kehidupan emosional, relasional, dan spiritual individu. Pembahasan menunjukkan bahwa luka batin yang tidak mengalami pemulihan dapat menghambat komunikasi, pengampunan, dan proses rekonsiliasi dalam keluarga. Dalam konteks tersebut, gereja memiliki peran penting sebagai komunitas penyembuhan (<em>healing community</em>) yang menghadirkan pendampingan pastoral bagi keluarga yang mengalami konflik. Melalui konseling pastoral, pendampingan spiritual, rekonsiliasi relasional, dan pembinaan komunikasi yang sehat, gereja dapat membantu keluarga mengalami pemulihan yang utuh. Oleh karena itu, pemulihan konflik keluarga memerlukan perhatian yang menyeluruh terhadap aspek emosional, relasional, dan spiritual sehingga keluarga dapat kembali menghidupi nilai-nilai kasih, pengampunan, dan persekutuan yang menjadi dasar kehidupan keluarga Kristen</p>2026-07-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/11969ANALISIS POLA PERSEBARAN LOKASI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI KECAMATAN TANAH GROGOT MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)2026-07-10T12:21:56+00:00Oktarina Puji LestariLestaripujirina11@gmail.comSelamat RiadiLestaripujirina11@gmail.comWisnu Putra DanartoLestaripujirina11@gmail.comIndra Agung PamujaLestaripujirina11@gmail.com<p>Pemerataan persebaran fasilitas pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam mewujudkan akses pendidikan yang berkualitas. Kecamatan Tanah Grogot sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Paser mengalami perkembangan penduduk yang cukup pesat sehingga memerlukan penyediaan sekolah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persebaran Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kecamatan Tanah Grogot menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG), mengevaluasi kesesuaian jumlah sekolah berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 03-1733-2004, serta menganalisis jangkauan pelayanan sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data spasial dan data sekunder yang dianalisis menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG), <em>Nearest Neighbor Analysis</em> (NNA), dan <em>buffer analysis</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 11 SMP Negeri yang tersebar pada 16 desa/kelurahan di Kecamatan Tanah Grogot, sementara beberapa desa belum memiliki SMP Negeri. Analisis kesesuaian berdasarkan SNI 03-1733-2004 menunjukkan bahwa beberapa wilayah belum memenuhi kebutuhan sekolah sesuai dengan jumlah penduduk. Analisis <em>buffer</em> menunjukkan bahwa jangkauan pelayanan sekolah masih terkonsentrasi pada wilayah pusat kecamatan sehingga sebagian wilayah pinggiran belum terlayani secara optimal. Sementara itu, hasil <em>Nearest Neighbor Analysis</em> menunjukkan bahwa pola persebaran SMP Negeri di Kecamatan Tanah Grogot termasuk pola tersebar (<em>dispersed</em>). Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam merencanakan pemerataan pembangunan sekolah berdasarkan kondisi spasial, jumlah penduduk, dan standar pelayanan pendidikan.</p>2026-07-15T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12013DAMPAK GAME ONLINE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH DI SMK MERAH PUTIH2026-07-12T12:30:37+00:00Yesika DamayantiYesikadamaiyanti1@gmail.comHendi Irawanhendiirawankesos@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak permainan daring terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran sejarah di SMK Merah Putih. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan permainan daring di kalangan siswa relatif tinggi. Penggunaan permainan daring yang berlebihan berdampak negatif pada hasil belajar, seperti penurunan konsentrasi, pengurangan waktu belajar, dan penurunan prestasi akademik. Namun, permainan daring juga memiliki dampak positif, termasuk meningkatkan pemikiran strategis dan mengurangi stres. Secara keseluruhan, dampak negatif lebih dominan, memengaruhi kinerja siswa pada mata pelajaran sejarah. Oleh karena itu, manajemen waktu dan pengawasan yang tepat diperlukan untuk meminimalkan dampak negatif permainan daring terhadap hasil belajar siswa.</p>2026-07-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12169ANALISIS DAN EVALUASI JABATAN BERBASIS KOMPETENSI: STUDI KASUS SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI JAWA BARAT2026-07-20T12:39:02+00:00Frili Asia Musfridafriliasiamusfrida@student.inaba.ac.idStella Valencia Kurniawanstellavalenciak@student.inaba.ac.idDerivan Herdiansyahderivanherdiansyah@student.inaba.ac.idErwin Rio Dafa Ramadhanerwinrio@student.inaba.ac.idGurawan Dayona Ismailgurawan.dayona@Inaba.ac.id<p><em>This study aims to analyze and evaluate competency-based job positioning within the General Bureau of the Regional Secretariat of West Java Province, with a specific focus on the divisions of General Affairs, Financial and Asset Administration, and Household Affairs. Based on simulated data, it is indicated that 73% of employees have not undergone comprehensive competency mapping, while 42% of positions exhibit workload mismatches. Employing a qualitative case study approach, this research refers to the regulatory frameworks of Permenpan-RB No. 1 of 2020 and No. 38 of 2017. Data collection techniques include in-depth interviews, document analysis, observation, and focus group discussions (FGD), with data analysis carried out using the Miles and Huberman (2014) interactive model. The findings of this study are expected to offer strategic recommendations for competency mapping of the State Civil Apparatus (ASN), the enhancement of the merit system, and the development of competency-based human resource policies within the General Bureau of the Regional Secretariat of West Java Province.</em></p>2026-07-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12348Mengantisipasi Kematian Akibat Kekerasan: Ketakutan terhadap Pembunuhan (Fear of Homicide) dan Pengalaman Kerentanan pada Malam Hari2026-08-02T12:02:52+00:00Zul Khaidir Kadirzulkhaidir.kadir@umi.ac.id<div><em><span lang="id">This study aims to explain how fear of homicide is formed through nocturnal vulnerability and how that experience relates to the spatial and relational patterns of homicide. The study employs a literature review using purposive document selection, qualitative content analysis, and narrative synthesis of scholarly articles and official reports on fear of homicide, nighttime safety, and victim–offender relationships. The findings indicate that fear of homicide is not fully autonomous from fear of violent crime, yet it has a distinctive character because the anticipated outcome is irreversible. Nocturnal vulnerability does not arise automatically from darkness; it develops when reduced spatial legibility, limited exitability, and uncertain access to assistance weaken a person’s capacity to interpret and respond to possible threats. The analysis also identifies risk-location disjuncture, namely a gap between threats that dominate public fear and the locations and relationships represented in homicide data. Stranger danger is highly visible in nighttime public spaces, whereas lethal violence involving intimate partners, relatives, or acquaintances may be recognized later because it develops within socially familiar relationships. These findings suggest that fear reduction and homicide prevention should not be treated as identical policy objectives. Public-space surveillance may improve perceived safety, while preventing relational homicide requires interventions directed at escalation, access to protection, and the specific relationship between victims and perpetrators.</span></em></div>2026-08-04T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12433TANGGUNG JAWAB HUKUM PENYEDIA JASA EKSPEDISI ATAS KERUSAKAN BARANG MILIK KONSUMEN DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN2026-08-13T16:21:50+00:00Tina Sihotangtinasihotang272@gmail.comJoddy Mulyasetya PutraJoddy@gmail.com<p>Kerusakan barang selama proses pengiriman oleh penyedia jasa ekspedisi masih sering menimbulkan kerugian bagi konsumen dan memunculkan permasalahan mengenai tanggung jawab hukum pelaku usaha dalam memberikan ganti rugi. Sebagai pelaku usaha, penyedia jasa ekspedisi memiliki kewajiban menjaga keamanan barang selama proses pengiriman sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan pembatasan tanggung jawab melalui klausula baku maupun penolakan pemberian ganti rugi sehingga perlindungan hak konsumen belum sepenuhnya terpenuhi. Penelitian ini bertujuan menganalisis tanggung jawab hukum penyedia jasa ekspedisi atas kerusakan barang milik konsumen berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen serta keabsahan klausula baku yang membatasi atau mengalihkan tanggung jawab pelaku usaha. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Bahan hukum terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif menggunakan metode deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyedia jasa ekspedisi bertanggung jawab memberikan ganti rugi atas kerusakan barang akibat kesalahan atau kelalaiannya sebagaimana diatur dalam Pasal 19 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Bentuk pertanggungjawaban tersebut dapat berupa penggantian barang, pengembalian biaya pengiriman, atau ganti rugi lain sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Selain itu, klausula baku yang membatasi atau mengalihkan tanggung jawab pelaku usaha bertentangan dengan Pasal 18 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen sehingga batal demi hukum. Konsumen yang mengalami kerugian juga dapat menempuh penyelesaian sengketa melalui jalur nonlitigasi maupun litigasi sesuai ketentuan yang berlaku</p>2026-08-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12441GERAKAN SEHAT CEGAH HIPERTENSI MELALUI PENYULUHAN, PEMERIKSAAN TEKANAN DARAH, DAN SENAM HIPERTENSI PADA LANSIA DI KELURAHAN KARANGANYAR KOTA TASIKMALAYA2026-08-14T14:06:44+00:00Naila Aprillyaninailaapriliani00@gmail.comDila Ananda Herdianadilaanandaherdiana@gmail.comSilvia Rizki Nurcahyanisilviarizkinurcahyanai@gmail.comRina Karlinarinakarlina@gmail.comKania Risnawatikaniarisnawati@gmail.comNajma Fawaz Bilqisthinajmafawazbilqisthi@gmail.comSiti Nafisatul Mutmainahsitinafisatulmutmainah@gmail.comHana Sukmawatihanasukmawati@gmail.comMohamad Tahqiq Abdul Jabbarmohamadtahqiq@gmail.comBeni Ahmad Yunanbeniahmadyunan@gmail.comRois Bustomiroisbustomi@gmail.comLany Prasiska Aprianislanyprasiska@gmail.comHasya Syah Pradiptahasyasyah@gmail.cpmLutfi Barkah Ramadhanlutfibarkah@gmail.comDhiya Aqillah Zaindhiyaaqilah@gmail.comHasna Siti Nur Rahmahhasnasiti@gmail.comLaisya Putri Maulida Rahmilaisyaputri@gmail.comIntan Maulidaintanmaulida@gmail.comHerna Auliahernaaula@gmail.comFiani Septi Mutmainahfianisepti@gmail.com<p>Hypertension is a common health problem often referred to as a "silent killer" because it usually does not show obvious symptoms until complications arise. The Karanganyar Community Health Center (Puskesmas) working area in Kawalu District, Tasikmalaya City, is among the five locations with the highest hypertension rates in the city. The activity aimed to improve participants’ knowledge, awareness, and skills in preventing and controlling hypertension through health education, blood pressure screening, and hypertension exercise. The activity was conducted on August 9, 2026, at Madrasah Al-Muttahid, Karanganyar Village, Kawalu District, Tasikmalaya City, and involved 28 older adults. The activities consisted of preparation, health education, blood pressure screening, hypertension exercise practice, and evaluation through discussion and observation. The results indicated that participants showed better understanding of hypertension-related information and were able to follow the demonstrated hypertension exercise movements. Participants also demonstrated active involvement and enthusiasm throughout the activity. However, changes in blood pressure could not be evaluated optimally because blood pressure measurements were not conducted using a standardized pre- and post-exercise assessment. Therefore, the findings primarily describe participants’ understanding, participation, and ability to perform the exercise after the educational intervention</p>2026-08-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/11922PENGARUH MEDIA AUDIO-VISUAL TERHADAP CAPAIAN KOMPETENSI DASAR TEKNIK MENJAHIT GULBI SISWA SMK2026-07-09T04:14:44+00:00Triananda Sholihahtriananda.22046@mhs.unesa.ac.idMarniati marniati@unesa.ac.id<p><em>This research is motivated by the low achievement of student learning outcomes in the basic competency of gulbi sewing techniques, caused by the limitations of the media used and the large classroom size. Visual limitations and voice range constraints often make it difficult for students to fully capture procedural details, especially in the precise installation of zippers. Based on this, this study aims to describe the feasibility level of audio-visual media in the form of video tutorials and to analyze its effect on improving the achievement of basic competency in gulbi sewing techniques among vocational high school students. This research employs a Classroom Action Research (CAR) approach, conducted over two cycles at SMK Negeri 1 Bojonegoro. The research subjects were 35 Phase E Fashion Design 1 students. Data collection instruments included material and media expert validation sheets, observation sheets on the implementation of teacher and student activities, as well as learning outcome tests covering cognitive and psychomotor domains. Data analysis was carried out using quantitative descriptive techniques to measure the effectiveness of the media. The results of the study show that the video tutorial media was declared highly valid by the validators, with a classical average score of 83.8%. The implementation of learning showed a significant improvement from Cycle I to Cycle II, indicating that the learning process had been carried out very well. A positive impact was also observed in learning outcomes, with classical completeness rising sharply from only 20% (7 students) in Cycle I to 86% (30 students) in Cycle II. In conclusion, the application of audio-visual video tutorial media is proven to be highly effective in improving motivation and the achievement of basic competency in gulbi sewing techniques among vocational high school students.</em></p>2026-07-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12453Penerapan Periodic Review System Untuk Pengelolaan Bahan Baku Produksi Bebek Panggang Di Umkm Papa Zen2026-08-16T11:26:19+00:00Faesal Hermawan fslhermawan98@gmail.comWidya Setiafindari widyasetia@uty.ac.id<p><em>Pawon Papa Zen MSME faces raw material inventory control problems because ordering is still based on estimates, resulting in excess inventory and high inventory costs. This study aims to develop an inventory control policy using the Periodic Review System method to optimize raw material inventory costs. A quantitative approach was employed using raw material usage and ordering data from January to December 2025. The results showed that the existing inventory cost was Rp6,558,763 per year, while the implementation of the Periodic Review System reduced the inventory cost to Rp2,263,530 per year. The proposed method generated cost savings of Rp4,295,233 or 65.49%. Therefore, the Periodic Review System can be used as an effective alternative to improve the efficiency of raw material inventory control at Pawon Papa Zen UMKM.</em></p>2026-08-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12454Validasi dan Evaluasi Psikometrik Alat Ukur Stres Pengasuhan pada Ibu dengan Anak Gangguan Perkembangan2026-08-16T16:31:29+00:00Musyari Rasyidmusyari.rasyid1234@gmail.comSandra Adetyasandra.adetya@dsn.ubharajaya.ac.idMic Finanto Ario Bangunmic.finanto@dsn.ubharajaya.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas psikometrik alat ukur stres pengasuhan pada ibu yang memiliki anak dengan gangguan perkembangan melalui pengujian validitas dan reliabilitas instrumen. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi validasi psikometrik yang melibatkan 32 ibu yang memiliki anak dengan gangguan perkembangan, dipilih menggunakan teknik sampel jenuh. Validitas butir diuji menggunakan Corrected Item-Total Correlation, struktur konstruk dianalisis menggunakan Principal Component Analysis (PCA), dan konsistensi internal diuji menggunakan koefisien Cronbach's Alpha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 15 dari 29 butir memenuhi kriteria validitas (r ≥ 0,30), dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,789 yang menunjukkan konsistensi internal yang baik. Hasil PCA menghasilkan struktur tiga komponen yang mendukung validitas konstruk instrumen. Secara keseluruhan, instrumen dinyatakan layak digunakan sebagai alat ukur stres pengasuhan pada ibu yang memiliki anak dengan gangguan perkembangan, meskipun beberapa butir masih memerlukan revisi sebelum digunakan lebih luas dalam penelitian maupun asesmen psikologis.</p>2026-08-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12462Penegakan Hukum Terhadap Tindak Pidana Kekerasan Dan Penganiayaan Berupa Main Hakim Sendiri Berdasarkan Hukum Pidana Di Indonesia.2026-08-18T08:20:09+00:00Deni Achmad Rizkydeniachmad2002@gmail.comSarman Sarmandeniachmad2002@gmail.com<p style="font-weight: 400;"><strong><em>Abstract</em></strong><em>. Vigilantism remains a legal problem because individuals or groups may replace the authority of law enforcement by using violence or maltreatment against persons suspected of committing crimes. This study aims to analyze criminal law enforcement against violence and maltreatment in the form of vigilantism and the factors influencing its enforcement in Indonesia. The study uses normative legal research with statutory, conceptual, and historical approaches. The findings show that vigilantism can give rise to criminal liability even though the term is not expressly formulated as a separate offense. Under the former Criminal Code, the conduct may be related to Articles 170 and 351, while under Law Number 1 of 2023 it may be related to Articles 262 and 466, depending on the form, number of perpetrators, and consequences of the act. Effective enforcement is influenced by legal substance, law enforcement officials, facilities, society, and legal culture. Therefore, firm, professional, fair, and consistent enforcement, combined with legal education and public awareness, is required.</em></p> <p style="font-weight: 400;"> </p> <p style="font-weight: 400;"><strong>Abstrak. </strong>Praktik main hakim sendiri merupakan persoalan hukum karena individu atau kelompok mengambil alih kewenangan aparat penegak hukum dengan melakukan kekerasan atau penganiayaan terhadap seseorang yang diduga melakukan tindak pidana. Penelitian ini bertujuan menganalisis penegakan hukum pidana terhadap kekerasan dan penganiayaan berupa main hakim sendiri serta faktor yang memengaruhi penegakannya di Indonesia. Penelitian menggunakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan historis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa main hakim sendiri tetap dapat dimintakan pertanggungjawaban pidana meskipun istilah tersebut tidak dirumuskan sebagai tindak pidana tersendiri. Dalam KUHP lama, perbuatan dapat dikaitkan dengan Pasal 170 dan Pasal 351, sedangkan berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 dapat dikaitkan dengan Pasal 262 dan Pasal 466 sesuai bentuk perbuatan dan akibatnya. Penegakan hukum dipengaruhi substansi hukum, aparat penegak hukum, sarana, masyarakat, dan kebudayaan hukum. Karena itu, diperlukan penegakan hukum yang tegas dan peningkatan kesadaran hukum masyarakat.</p>2026-08-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12473ANALISIS YURIDIS KEWENANGAN PENGAWASAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA TERHADAP TUGAS POKOK DAN FUNGSI KEPALA DESA MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 2024 TENTANG DESA2026-08-19T04:11:25+00:00Rizqi Asep Baihaqimyshaaqila2016@gmail.comAkbar SayudiAkbar@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kewenangan pengawasan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) terhadap tugas pokok dan fungsi Kepala Desa serta menganalisis batas kewenangan pengawasan tersebut menurut Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Desa. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewenangan pengawasan BPD telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Desa dan dipertegas melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 110 Tahun 2016 tentang Badan Permusyawaratan Desa. Akan tetapi, pengaturan tersebut masih menyisakan kekaburan norma mengenai ruang lingkup, batas kewenangan, dan mekanisme pelaksanaan pengawasan sehingga berpotensi menimbulkan perbedaan penafsiran dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan desa. Oleh karena itu, diperlukan pengaturan yang lebih jelas mengenai batas kewenangan pengawasan BPD agar tercipta kepastian hukum, hubungan kelembagaan yang harmonis antara BPD dan Kepala Desa, serta penyelenggaraan pemerintahan desa yang efektif, transparan, dan akuntabel.</p>2026-08-19T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12491TINJAUAN HUKUM PERDATA TERKAIT DALAM PENCEMARAN NAMA BAIK DI MEDIA SOSIAL KHUSUS PERDATA2026-08-19T23:13:45+00:00Ropika Purbaropikapurba7@gmail.comMuhammad Luthfi Radianropikapurba7@gmail.com<p>Perkembangan media sosial meningkatkan risiko pencemaran nama baik yang selama ini lebih banyak diselesaikan secara pidana melalui UU ITE. Penelitian ini menganalisis aspek hukum perdata terhadap Perbuatan Melawan Hukum (PMH) berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata dan UU ITE pasca-Putusan MK Nomor 105/PUU-XXII/2024, serta perlindungan dan pemulihan hak korban melalui keadilan restoratif. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus melalui analisis penafsiran norma Putusan MK No. 105/PUU-XXII/2024. Bahan hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer (KUHPerdata, UU ITE No. 1 Tahun 2024, UUD 1945, dan Putusan MK), sekunder, serta tersier. Pengumpulan bahan hukum dilakukan melalui studi kepustakaan dan dokumen elektronik, yang kemudian dianalisis secara kualitatif deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencemaran nama baik di media sosial secara keperdataan memenuhi seluruh unsur Perbuatan Melawan Hukum (PMH) Pasal 1365 KUHPerdata, yaitu adanya perbuatan, sifat melawan hukum, kesalahan, kerugian (materiil dan immateriil), serta hubungan kausalitas. Sanksi hukum perdata tidak berwujud kurungan badan, melainkan kewajiban pemulihan hak. Dalam perspektif keadilan restoratif perdata, bentuk perlindungan hukum dan pemulihan hak korban dicapai melalui pemberian kompensasi ganti rugi yang terukur, kewajiban permohonan maaf secara terbuka melalui platform media sosial terkait, serta eksekusi penghapusan konten (take down) guna menghentikan dampak permanen jejak digital. Penyelesaian secara keperdataan memberikan keadilan yang lebih substantif dan restoratif bagi korban dalam mengembalikan reputasi privat dan kerugian ekonominya.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Pencemaran Nama Baik, Media Sosial, Perbuatan Melawan Hukum, UU ITE, Ganti Rugi, Keadilan Restoratif.</p>2026-08-19T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12456TANGGUNG JAWAB HUKUM ATAS PENYEBARAN DATA PRIBADI NOMOR DARURAT OLEH PENYELENGGARA PINJAMAN ONLINE DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG PERLINDUNGAN DATA PRIBADI DAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN2026-08-17T08:16:24+00:00Lucky ArdianLuckyardian2202@gmail.comWulan Windiarti Wulan@gmail.com<p>Pesatnya perkembangan layanan pinjaman online (pinjol) di Indonesia telah membawa konsekuensi hukum yang serius, salah satunya adalah penyalahgunaan data pribadi nomor darurat (kontak darurat) milik pihak ketiga yang dicantumkan tanpa persetujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pertanggungjawaban hukum penyelenggara pinjaman online atas penyebaran data pribadi nomor darurat, serta mengevaluasi peran pemerintah dalam melindungi privasi pemilik data tersebut. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Bahan hukum dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara kualitatif-deskriptif dengan kerangka teori pertanggungjawaban hukum Hans Kelsen, teori perlindungan hukum Philipus M. Hadjon, teori negara hukum Friedrich Julius Stahl, dan teori keseimbangan kepentingan Roscoe Pound. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanggungjawaban hukum penyelenggara pinjol bersifat multilapis, mencakup pertanggungjawaban perdata berdasarkan perbuatan melawan hukum (Pasal 1365 KUH Perdata), pertanggungjawaban pidana berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta pertanggungjawaban administratif berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan. Adapun peran pemerintah, meskipun telah membangun kerangka regulasi yang cukup komprehensif, masih menghadapi kesenjangan pada aspek implementasi, penegakan hukum yang konsisten, dan aksesibilitas keadilan bagi pemilik kontak darurat sebagai korban. Penelitian ini merekomendasikan penguatan regulasi teknis mengenai mekanisme persetujuan, penguatan kapasitas pengawasan Otoritas Jasa Keuangan, pembangunan mekanisme ganti rugi yang efektif, serta peningkatan literasi hukum digital masyarakat</p>2026-08-20T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12495ANALISIS YURIDIS KEDUDUKAN HUKUM DAN KEKUATAN EKSEKUTORIAL KESEPAKATAN PERDAMAIAN RESTORATIVE JUSTICE DALAM SENGKETA TANAH WARIS2026-08-20T06:57:33+00:00Irfad Fazar Ramadhanirfadramadhan04@gmail.comTrias SaputraTrias@gmail.com<p>Sengketa tanah waris merupakan konflik keperdataan keluarga yang sering kali bergeser ke ranah hukum pidana akibat adanya pelaporan terkait dugaan penyerobotan lahan atau pemalsuan dokumen. Implementasi Restorative Justice (RJ) oleh aparat penegak hukum hadir sebagai solusi humanis untuk menyelesaikan perkara pidana tersebut demi memulihkan hubungan kekeluargaan. Namun, dalam praktiknya, kesepakatan damai yang dihasilkan melalui mekanisme RJ menyisakan permasalahan yuridis, khususnya terkait kepastian hukum dan daya paksa eksekusi atas hak keperdataan tanah yang disepakati. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan hukum kesepakatan perdamaian melalui Restorative Justice dalam sengketa tanah waris berdasarkan hukum positif Indonesia serta mengkaji kekuatan eksekutorial dan kepastian hukum hasil kesepakatan tersebut apabila salah satu pihak melakukan tindakan wanprestasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian hukum normatif (yuridis normatif) dengan menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan pendekatan kasus (case approach). Sumber bahan hukum terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedudukan hukum kesepakatan perdamaian melalui Restorative Justice dalam sengketa tanah waris adalah sah secara keperdataan dan mengikat para pihak sebagai perjanjian di bawah tangan (dading) berdasarkan Pasal 1851 KUHPerdata, di samping berfungsi sebagai dasar penghentian perkara pidana (SP3 atau SKP2). Kendati demikian, regulasi RJ yang ada saat ini masih sektoral dan terbatas pada aspek hukum pidana, sehingga memicu terjadinya legal gap dan ketidakpastian hukum terhadap penguasaan hak atas objek tanah. Selain itu, kesepakatan damai RJ yang dibuat secara sederhana tidak memiliki kekuatan eksekutorial langsung. Apabila terjadi wanprestasi, pihak yang dirugikan tidak dapat mengajukan eksekusi langsung melainkan harus menuntut ulang melalui gugatan wanprestasi ke pengadilan. Guna meminimalisasi sengketa ulang dan memberikan kekuatan eksekutorial setara putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde), hasil kesepakatan perdamaian RJ disarankan untuk diperkuat legalitasnya dengan dituangkan ke dalam akta notaris (akta autentik) atau diajukan ke Pengadilan Negeri untuk disahkan menjadi Akta Perdamaian (Acta van Dading) berdasarkan Pasal 130 HIR.</p>2026-08-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12465PERLINDUNGAN HAK TERGUGAT MELALUI UPAYA HUKUM VERZET TERHADAP PUTUSAN VERSTEK (STUDI PUTUSAN PENGADILAN AGAMA CIKARANG NOMOR PERKARA 3033/PDT.G/2025/PA.CKR)2026-08-18T13:07:32+00:00Putri Kartika Salma putrikartikasalma246@gmail.comSeptiayu Restu WulandariSeptiayu@gmail.com<p>Dalam sistem peradilan agama, ketidakhadiran tergugat dalam persidangan perceraian meskipun telah dipanggil secara sah dan patut dapat mengakibatkan dijatuhkannya putusan verstek. Putusan tersebut membawa konsekuensi hukum serius karena tidak hanya memutus ikatan perkawinan, tetapi juga berdampak terhadap hak nafkah, hak asuh anak, dan status hukum para pihak. Permasalahan serius muncul ketika ketidakhadiran tergugat disebabkan oleh cacat prosedur pemanggilan akibat pencantuman alamat yang tidak sesuai dengan domisili sebenarnya oleh penggugat, sebagaimana terjadi dalam Perkara Nomor 3033/Pdt.G/2025/PA.Ckr di Pengadilan Agama Cikarang. Kondisi demikian bertentangan dengan asas audi et alteram partem dan prinsip due process of law yang menjadi landasan peradilan yang adil. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaturan upaya hukum verzet terhadap putusan verstek serta kedudukan verzet sebagai sarana perlindungan hak tergugat. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, kasus, dan konseptual. Bahan hukum primer meliputi HIR, RBg, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan pola berpikir deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan verzet dalam Pasal 129 HIR dan Pasal 153 RBg telah memberikan perlindungan hukum represif bagi tergugat yang diputus verstek, namun permasalahan keabsahan pemanggilan masih menjadi kendala utama dalam praktik. Verzet berkedudukan sebagai instrumen koreksi terhadap putusan verstek yang mengandung cacat prosedural, sekaligus menjamin terlaksananya asas audi et alteram partem melalui pemeriksaan ulang secara kontradiktor. Dalam perkara Nomor 3033/Pdt.G/2025/PA.Ckr, hakim seharusnya lebih mengedepankan prinsip kehati-hatian dengan menilai secara mendalam apakah pemanggilan benar-benar telah sampai kepada tergugat, guna memastikan bahwa putusan verstek yang dijatuhkan tidak mengandung cacat formil dan mencerminkan keadilan prosedural.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: Verstek, Verzet, Perlindungan Hak Tergugat, Peradilan Agama, Audi Et Alteram Partem.</p> <p><strong> </strong></p>2026-08-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12541TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PUTUSAN KASASI TENTANG WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN JUAL BELI TANAH ( Studi Kasus Putusan Nomor 2004 K/Pdt/2025 )2026-08-26T07:42:32+00:00Abu Bakar Sidiksidikabubakar133@gmail.comJulius Caesar Transon SimorangkirJulius@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menelaah dasar pertimbangan hukum yang diterapkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Pengadilan Tinggi Jakarta, Jungto Mahkamah Agung Putusan Nomor 2004 K/Pdt/2025 dalam menyelesaikan perkara jual beli tanah antara Michel Christopel dan Riani Firmansya, sekaligus menganalisis pengaruh Putusan Mahkamah Agung terhadap jaminan kepastian hukum dalam perjanjian jual beli tanah. Penelitian ini menggunakan metode Yuridis Normatif dengan pendekatan Perundang-Undangan, Jurnal-Jurnal, Pendapat Ahli Hukum Bidang Perdata dan Pendekatan Kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mahkamah Agung menyatakan Terguagat I (Riani Firmansya) telah melakukan perbuatan wanprestasi karena lalai memenuhi kewajiban yaitu gagal dalam menyelesaikan pembayaran jual beli bangunan dan tanah sebagaimana tercantum dalam Surat Perjanjian Jual Beli. Putusan tersebut menegaskan bahwa SPJB yang dibuat secara sah di hadapan kedua belah pihak memiliki kekuatan hukum yang mengikat serta memberikan perlindungan kepada pihak yang beritikad baik, mengakibatkan peralihan hak tanggungan tanpa prosedur hukum yang tidak jelas secara hukum, dinyaatakan cacat hukum, tidak sah dan tidak mengikat serta berkekuatan hukum didalaam Akta Jual Beli (AJB), tidak dilakukan pengukuran dan luas penunjukan batas-batas atas obyek sengketa tersebut, Dampak dari putusan ini memperkuat penerapan <em>asas pacta sunt servanda</em> serta meningkatkan kepastian hukum dalam praktik transaksi jual beli tanah di Indonesia.</p>2026-08-26T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12542Detoks Digital ala Pesantren: Kajian Sistematis (Systematic Literature Review) tentang Pendekatan Konseling Islami dalam Mengatasi Kecanduan Gadget pada Generasi Z2026-08-26T09:12:26+00:00Rahmawati Maisaroh r32644643@gmail.comUlil HidayahUlil@gmail.com<p><em>G</em><em>adget addiction among Generation Z including students in Islamic boarding school environments—is an issue affecting psychological, social, and spiritual aspects. This study aims to map the patterns and impacts of gadget addiction among Gen Z based on a synthesis of current scholarly literature and to analyze the concept of a Islamic boarding school -style digital detox as a form of Islamic counseling approach to address this addiction. In this study, a Islamic boarding school -style digital detox is defined as a lifestyle within the boarding school that indirectly limits and reduces students' reliance on gadgets, while Islamic values such as dhikr (remembrance of God), muhasabah (self-reflection), and tazkiyatun nafs (purification of the soul) serve as the spiritual foundation driving this practice. The study employs a qualitative approach using a Systematic Literature Review (SLR) design based on PRISMA principles. Articles were searched and screened across Google Scholar, Sinta, and DOAJ databases using keywords such as gadget addiction, Generation Z, digital detox, Islamic counseling, and Islamic boarding school, resulting in the selection of 30 key articles for thematic analysis. The findings indicate that gadget addiction among Gen Z is eharacterized by reduced academic concentration, impaired social interaction, anxiety, the "Fear of Missing Out" (FOMO) phenomenon, and diminished spirituality; these patterns are also beginning to emerge among students who have access to digital devices. The literature synthesis reveals that a Islamic boarding school based Islamic counseling approach—incorporating the habitual practice of worship, dhikr, muhasabah, and self-control—holds strong conceptual relevance as a "digital detox" strategy because it simultaneously integrates psychological and spiritual dimensions. As this study is conceptually grounded in existing literature, its findings require future verification through field research involving students who use gadgets.</em></p>2026-08-26T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12544EFEKTIFITAS PUTUSAN HAKIM DALAM PENETAPAN NAFKAH ANAK DENGAN PENDEKATAN PERAN KELUARGA2026-08-26T14:48:46+00:00Trievan Moreno Al Fharabytrievanmoreno8@gmail.comSeptiayu Restu WulandariSeptiayu@gmail.com<p>Perceraian tidak mengahapus kewajiban orang tua, khsusnya ayah untuk memenuhi hak nafkah anak sebagaimana diatur dalam Undang – Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan,Kompilasi Hukum Islam, dan peraturan perundang – undangan lainya. Akan tetapi, dalam praktinya masih banyak putusan pengadilan mengenai nafkah anak yang telah berkekuatan hukum tetap (<em>imkracht</em>) namun belum terlaksana secara optimal. Kondisi tersebut menunjukan adanya kesenjangan antara ketentuan hukum (<em>das sollen</em>) dengan kenyataan di masyarakat (<em>das sein</em>). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hakim dalam menentukan besaran nafkah anak , menganalisis efektifitas putusan hakim dalam penetapan nafkah anak, serta menganalisis peran keluarga dalam mendukung efektifitas pelaksanaan putusan nafkah anak pasca perceraian. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normative dengan pendekatan perundang – undangan (<em>statute approach</em>), pendekatan kasus (<em>case approach</em>), dan pendekatan konseptual (<em>conceptual approach</em>). Bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara dekkriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pertimbangan hakim dalam menentukan besaran nafkah anak didasarkan pada aspek yuridis, sosiologis, dan filosofis dengan memperhatikan kebutuhan anak, kemampuan ekonomi ayah, serta kepentingan terbaik bagi anak. Efektfititas putusan hakim dalam berkuatan hukum tetap. Berdaarkan analisis Putusan Pengadilan Agama Cikarang Nomor 2145/Pdt.G/2022/PA.Ckr dan putusan Pengadilan Agama Bekasi Nomor 4722/Pdt.G/2025/PA.Bks, diketahui bahwa efektifitas putusan hakim belum sepenuhnya tercapai karena masih rterdaoat hambatan berupa factor ekonomi, rendahnya kepatuhan hukum, lemahnya komunikasi antara para pihak, serta tidak adanya mekanisme pengawasan pelaksanaan putusan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan peran keluarga dan peningkatan mekanisme pengawasan serta kepatuhan para pihak agar pemenuhan hak nafkah anak pasca perceraian dapat terlaksana secara efektif.</p> <p> </p>2026-08-27T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12559PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PROFESI GURU ATAS TINDAKAN PEMBERIAN SANKSI KEPADA SISWA YANG MELAKUKAN PELANGGARAN2026-08-28T11:38:49+00:00Mahardika Ulia Ramadhan Harahapramadhanulia229@gmail.comTrias Saputraramadhanulia229@gmail.com<p>This study analyzes the legal protection afforded to the teaching profession in imposing disciplinary sanctions on students who violate school rules under Indonesian positive law. The issue arises from the tension between teachers' pedagogical authority to guide and discipline students and the state's obligation to protect children from violence. This normative legal research employs statutory, conceptual, case, comparative, and philosophical approaches. Primary legal materials include the 1945 Constitution, Law Number 20 of 2003 on the National Education System, Law Number 14 of 2005 on Teachers and Lecturers, Law Number 35 of 2014 on Child Protection, relevant implementing regulations, and Supreme Court Decision Number 1554 K/Pid/2013. The findings show that teachers are normatively entitled to legal protection in carrying out their professional duties, including educational guidance and discipline. Such authority, however, is not absolute. Sanctions must serve an educational purpose, be proportionate to the violation, respect students' dignity, and avoid physical or psychological suffering. Educational disciplinary measures cannot automatically be equated with violence. Conversely, physical abuse, humiliation, intimidation, threats, or degrading treatment may exceed professional authority and trigger legal consequences. Regulatory harmonization, clearer disciplinary guidelines, and effective preventive and repressive protection are therefore necessary to balance teachers' professional interests with children's rights</p>2026-08-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12572Developing Digital Interactive Media for Writing Using LUMI for International Class Students 2026-08-29T16:36:56+00:00Dyas Fairyndo Maesya Putridyasfairyndomp@gmail.comHilda Cahyanihilda.cahyani@polinema.ac.idMariana Ulfa Hoesnymarianah.ulfah@polinema.ac.id<p><em>This study aimed to develop interactive digital media for workplace writing using LUMI for International Class students at State Polytechnic of Malang. The study used Design and Development Research (DDR) and the ADDIE framework, which included five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The product, Clocked In: Workplace Writing Starts Here, was created using LUMI and H5P and covered eight workplace writing topics, such as job applications, professional emails, workplace instructions, meeting minutes, reports, and business pitch decks. The product was reviewed by a language expert and an IT expert and tested by 61 International Class students. The validation scores were 95.45% and 88.75%, while the user satisfaction score was 89.8%. The results showed that the media was valid and practical. Students also found the interactive activities, instant feedback, and repeated practice helpful for learning workplace writing independently.</em></p>2026-08-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12608PENGARUH KENYAMANAN PSIKOLOGIS DAN TINGKAT KELELAHAN KERJA TERHADAP PENERAPAN KAIZEN 5S MENGGUNAKAN REGRESI LINIER2026-09-04T09:38:53+00:00Genta Aditya Pratama pratamagenta13@gmail.com<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya penerapan Kaizen 5S pada operator produksi di PT Industri Mesin Laundry Indonesia, yang ditunjukkan oleh penataan alat dan material yang belum rapi, kebersihan area kerja yang belum konsisten, serta kedisiplinan pekerja yang belum merata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kenyamanan psikologis dan tingkat kelelahan kerja terhadap penerapan Kaizen 5S. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Sampel penelitian berjumlah 6 operator produksi dengan teknik sampling jenuh. Analisis data menggunakan analisis deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenyamanan psikologis dan tingkat kelelahan kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap penerapan Kaizen 5S. Secara parsial, kenyamanan psikologis berpengaruh positif tetapi tidak signifikan, sedangkan kelelahan kerja berpengaruh negatif dan signifikan.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Kaizen 5S, kelelahan kerja, kenyamanan psikologis, operator produksi.</p>2026-09-04T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12616Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa2026-09-04T13:46:54+00:00Muhammad Edi Saputramuhammadedisyahputra45@gmail.comSapri Saprimuhammadedisyahputra45@gmail.comAndina Halimsyahmuhammadedisyahputra45@gmail.com<p><em>Reading comprehension is a crucial aspect of reading, because by understanding a text, we essentially grasp the information contained within it. The main issue addressed in this study is the low reading comprehension skills of fifth-grade students at Nursyamsiani Private Islamic Elementary School. This study was conducted to determine students’ reading comprehension skills before and after instruction using the Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) model and to measure the percentage (%) of its impact on students’ reading comprehension skills. The method used in this study was quantitative, specifically a pre-experimental design in the form of a one-group pretest-posttest design. The research process involved administering a pre-test and a post-test, where the first measurement (pre-test) was conducted to assess the students’ initial condition before the second measurement (post-test), which was administered after instruction using the Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) model. </em><em>The results of this study indicate a highly significant improvement in students’ reading comprehension skills. This is evident from the students’ scores before and after instruction using the Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) model, where the average score prior to the CIRC model was only 68.86%. Furthermore, after instruction using the CIRC model, students’ reading comprehension skills improved, with an average score of 79.09%. Based on the above research results, it can be concluded that students’ reading comprehension skills have improved.</em></p>2026-09-04T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12619ETIKA MIGRASI GLOBAL: TINJAUAN KRITIS MARTABAT MANUSIA DALAM PERSPEKTIF AJARAN SOSIAL GEREJA DAN HUKUM INTERNASIONAL2026-09-05T09:29:15+00:00Petrus Efriem FoniCidifoni@gmail.com<p><em>The current phenomenon of global migration has become a complex social reality with a significant increase in the number of international migrants, reaching 281 million people in 2022. Beyond these figures, migrants often face various humanitarian issues, ranging from human rights violations and discriminatory treatment to state-sponsored anti-immigrant policies. This paper aims to examine the ethics of global migration through a critical review of human dignity from the perspectives of Catholic Social Teaching (CST) and International Law. The method used is descriptive-qualitative with an interdisciplinary approach that combines theological-biblical analysis, a juridical review of international law, and economic sociology. The theological foundation of migration rests on the unity of the human family, as all are created in the image and likeness of God. Consequently, every individual possesses a unique dignity that transcends racial and cultural boundaries. This universal brotherhood mandates that everyone accept and love others without exception, including migrants. Discussion results indicate the importance of integrating legal and moral orders in handling migration. Morally, migrants must be accepted because acceptance is a rightful value, while legally, the aspect of legality remains necessary to ensure protection and legal certainty. The diplomacy of the Holy See and the roles of international organizations such as the IOM are emphasized as means to defend human dignity and encourage international cooperation. Furthermore, migration is viewed as an instrument of economic development that can aid in poverty alleviation and the fulfillment of foreign debt obligations through remittances. As a practical solution, bureaucratic reform is required through a one-roof service system and the involvement of local informal institutions to ensure the migration process operates fairly, safely, and with dignity for all parties.</em></p>2026-09-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12755Evaluasi Tata Kelola Sistem Informasi Manajemen Menggunakan Framework Cobit 5 (Studi Kasus: Rumah Yatim Pemuda Hijrah)2026-09-21T06:19:53+00:00Putri Auliaaulia210205@gmail.comNajlatul Hulwaaulia210205@gmail.comSherly Pitalokaaulia210205@gmail.comArfini Tri Agustinaaulia210205@gmail.comAfif Anantaaulia210205@gmail.comFerry Isnawanaulia210205@gmail.comIdham Tiofandy Hasibuanaulia210205@gmail.com<p><em>Data management in non-profit social organizations such as Rumah Yatim Pemuda Hijrah is predominantly manual, posing risks of data loss and reporting inefficiencies. This study aims to evaluate the organization's information system governance, measure its capability levels, identify gaps, and provide strategic recommendations for improvement. A qualitative approach utilizing the COBIT 5 framework was applied across six selected domains: APO01, APO07, BAI01, DSS01, MEA01, and MEA02. The assessment results indicate that most processes range from Level 0 (Incomplete) to Level 1 (Performed), highlighting the absence of formal policies, minimal IT resource management, and a lack of structured digital systems. The gap analysis recommends achieving Level 2 capability by establishing formal policies, appointing dedicated data personnel, and developing digital information systems. In conclusion, the gradual implementation of COBIT 5 recommendations can significantly enhance accountability and operational service quality in non-profit social organizations.</em></p>2026-09-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12762Prototipe Sistem Monitoring dan Peringatan Dini Bahaya Maling dan Kebakaran Berbasis Internet of Things (IoT)2026-09-21T12:51:59+00:00Muhammad Raffa Haikalmhd.raffahaikal@gmail.comAlmasri Almasrimhd.raffahaikal@gmail.comRyan Fikrimhd.raffahaikal@gmail.comSartika Anorimhd.raffahaikal@gmail.com<p><em>This study aims to design and build a prototype of an Internet of Things (IoT)-based monitoring and early warning system for burglary and fire as an alternative to home security systems that use Passive Infrared (PIR) sensors. The system integrates two ESP32 units that communicate via UART. Unit 1 uses three beam-interruption-based laser/LDR sensors to detect intrusions, an MQ-2 gas sensor to detect gas leaks, and a flame sensor to detect fire, and is equipped with an LCD and a buzzer. Unit 2 uses an ESP32-CAM to send image notifications via Telegram, upload data to ThingSpeak, and provide live camera streaming. The system was developed using the Waterfall model, which includes requirements analysis, design, implementation, and testing. Test results show that the laser/LDR sensors can classify conditions as normal, warning, animal detected, and intruder with a one-second debounce. The MQ-2 sensor can distinguish between normal, alert, and danger conditions using a moving average and hysteresis, while the flame sensor detects fire with a 300-millisecond debounce. UART communication, Telegram notifications, ThingSpeak visualization, and live streaming all functioned properly. Thus, the prototype is capable of providing more targeted intrusion detection and early warnings of fire hazards. </em></p>2026-09-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12763Peran Kemasan Dan Labeling Dalam Meningkatkan Nilai Jual Produk Anggur Laut Di PT Juku Sulawesi Internasional (Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa)2026-09-21T22:50:28+00:00Arman Rasidarmanrasid26@gmail.comAkmal Abdullaharmanrasid26@gmail.comAndi Baso Adil Natsirarmanrasid26@gmail.com<p><em>Sea grapes are among the most profitable marine products; however, current packaging and labeling practices remain factors that limit their market value. This study aims to analyze the role of packaging and labeling in enhancing the market value of sea grapes, employing a descriptive method and a qualitative approach. Data collection involved observation, interviews, and documentation, while analysis proceeded through stages of data collection, data reduction, presentation, and finally, conclusion and verification. Ultimately, packaging plays a crucial role in adding value to sea grapes by ensuring product protection, enhancing visual appeal, facilitating brand development, and easing distribution. Labeling is equally important for providing information, building consumer trust, meeting required standards, and differentiating the product from similar offerings in the market. The product's market value is bolstered by high quality, attractive packaging design, comprehensive label information, and growing consumer awareness regarding food safety; conversely, obstacles include relatively high packaging production costs, limited design innovation, intense competition from similar products, and limited market reach.</em></p>2026-09-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12765Peningkatan Hasil Belajar Murid di SDN Dukuh Kupang III/490 Pada Materi “Daerahku Kebangganku” melalui Penggunaan E-Ensiklopedia Berbasis Kearifan Lokal.2026-09-22T03:22:05+00:00Nanda Pretynpretyamalia@gmail.comDwi Haryantadwi.haryanta@uwks.ac.idPrihatin Andamari prihatinandamari13@guru.sd.belajar.id<p><strong> </strong>This study aimed to improve the learning outcomes of fifth-grade elementary school students on the topic “Daerahku Kebangganku” through the use of a local-wisdom-based E-Encyclopedia. The study employed classroom action research involving 26 fifth-grade students at an elementary school in Surabaya. The research was conducted in two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection. Data were collected through learning outcome tests, observations, and documentation, and were analyzed descriptively by comparing students’ achievement against the minimum mastery criterion (KKTP) of 70. The results showed an increase in the proportion of students achieving the KKTP, from 30.77% in the pretest to 53.85% in Cycle I and 73.08% in Cycle These findings indicate that the E-Encyclopedia can support contextual IPAS learning based on local wisdom.</p>2026-09-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12781Analisis Kesulitan Belajar Siswa dalam Menguasai Kosakata Bahasa Inggris di Kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Darunnajah 5 Pandeglang2026-09-23T09:13:03+00:00Novi Ifankanoviifanka@gmail.comNailil Muna Sholihahnaililmuna8484@gmail.comTaufiq Nur Aziztaufiq.aziz@darunnajah.ac.id<p>Penguasaan kosakata merupakan fondasi keberhasilan pembelajaran bahasa Inggris pada jenjang pendidikan dasar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan gambaran kesulitan belajar siswa dalam menguasai kosakata bahasa Inggris di kelas IV Madrasah Ibtidaiyah An-Nahl Darunnajah 5 Pandeglang sekaligus merumuskan solusinya dalam pembelajaran di kelas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif analisis dengan jenis penelitian lapangan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Kepala Madrasah, guru bahasa Inggris kelas IV, dan dua siswa kelas IV, dilengkapi observasi pembelajaran dan telaah dokumen, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi, dengan keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan yang dialami siswa bersumber pada proses pembelajaran, bukan pada kemampuan individual siswa. Perencanaan pembelajaran, media visual dan audio, serta minat dan keaktifan belajar justru ditemukan memadai; yang belum tersedia adalah kesempatan siswa memproduksi sendiri kosakata yang telah diterimanya. Kesulitan melafalkan dan kesulitan mengeja terbukti merupakan satu gejala yang sama, yaitu pemindahan kaidah hubungan huruf dan bunyi bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris, sedangkan kepercayaan diri siswa bersifat bersyarat dan mengikuti tingkat penguasaannya. Solusi yang diajukan adalah menambahkan tahap latihan produksi kosakata di antara penyajian materi dan pemeriksaan lisan, mengajarkan secara eksplisit perbedaan hubungan huruf dan bunyi kedua bahasa, membiasakan perjumpaan berkala dengan kosakata, serta menerapkan latihan berpasangan dan bimbingan tambahan sebagaimana terbukti berhasil pada les privat.</p>2026-09-23T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12782Strategi Guru dalam Meningkatkan Minat Belajar Matematika pada Siswa Kelas IV MI Darunnajah 2 Cipining Bogor2026-09-23T09:16:15+00:00Nurul Muthi'ahnrmuth09@gmail.comNailil Muna Sholihahnaililmuna8484@gmail.comAal Jalaludinaal.jalaludin@darunnajah.ac.id<p>Matematika merupakan mata pelajaran mendasar dalam pendidikan dasar, namun sebagian siswa masih menunjukkan minat belajar yang rendah sehingga memengaruhi keterlibatan dan pemahaman mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam meningkatkan minat belajar matematika pada siswa kelas IV MI Darunnajah 2 Cipining Bogor, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru dan siswa kelas IV. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan beberapa strategi, yaitu penggunaan metode pembelajaran yang bervariasi, pemanfaatan media pembelajaran konkret, pemberian motivasi dan apresiasi, penciptaan suasana belajar yang menyenangkan, serta pelibatan siswa secara aktif, yang diterapkan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Faktor pendukung meliputi kreativitas guru, ketersediaan media pembelajaran, dan dukungan lembaga, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, anggapan siswa bahwa matematika sulit, dan perbedaan kemampuan siswa. Temuan ini mengimplikasikan bahwa strategi pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada siswa dapat menumbuhkan minat belajar matematika.</p>2026-09-23T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12778PENERAPAN MEDIA KOMIK DIGITAL INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBANGUN SIKAP BERMUSYAWARAH PADA MURID KELAS VI SDN DUKUH KUPANG III/490 SURABAYA2026-09-23T06:23:54+00:00Muchammad Alfi Sihabalfisihab09@gmail.comDwi HaryantaDwiharyanta@gmail.comPrihatin Andamari Prihatin@gmail.com<p><em>This classroom action research aimed to improve the deliberation attitudes of 20 Grade VI students at SDN Dukuh Kupang III Surabaya through interactive digital comics featuring dialogue-based deliberation scenarios. Using Kemmis and McTaggart’s model, the study was conducted in two cycles comprising planning, action, observation, and reflection. Data were obtained through a seven-indicator observation checklist as the primary instrument and a fourteen-item questionnaire as supporting evidence. The mean observation score increased from 68.75 in the pre-cycle to 74.64 in Cycle I and 84.82 in Cycle II. Classical mastery likewise rose from 40% to 50% and then 95%, surpassing the 80% success criterion. Questionnaire scores also improved from 79.42 to 82.14 and 85.18. The greatest gains occurred in active participation and confidence in expressing opinions, whereas respect for differing views developed more gradually. These findings indicate that interactive digital comics effectively strengthen students’ deliberation attitudes.</em></p>2026-09-23T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12792Proses Akomodasi Komunikasi dalam Pembentukan Makna Love Language pada Pasangan Suami Istri Paruh Baya2026-09-23T13:45:43+00:00Khaila Utami Nazzarrudinkhaila17utami@gmail.comFitri Annisa Rachmahkhaila17utami@gmail.com<p>This study analyzes the meaning of love language as a communication accommodation tool among middle-aged married couples in a rural area, and describes the love language symbols used in their marital life. It is motivated by the limited number of studies on love language among middle-aged rural couples and the absence of research linking love language with Communication Accommodation Theory. This study uses a qualitative method with Alfred Schutz's social phenomenology approach. The subjects are two middle-aged married couples (aged 40-60) in Mekarrahayu Village, Margaasih Subdistrict, Bandung Regency, selected through purposive sampling, with triangulation through interviews with one child from each couple. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation studies, analyzed using Interpretative Phenomenological Analysis. Results show love language is interpreted not as a fixed category, but as an evolving communication accommodation process, with acts of service as the dominant love language. Love language symbols form through symbolic convergence into shared rhetorical visions, reinforced by Sundanese cultural values. The study recommends couples understand love language as an ongoing mutual adjustment process.</p>2026-09-24T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12793Transformasi Sistem Pendidikan Nasional dalam Menghadapi Tantangan Abad ke-212026-09-23T13:49:56+00:00Firda Nasrani Jawa BaraFirdarambun@gmail.comNurma Winda HuluFirdarambun@gmail.com<p><em>The transformation of national education demands the active role of teachers as agents of change in facing the challenges of the 21st century. This research focuses on three main pillars of transformation: the implementation of the Independent Curriculum as a flexible and adaptive curriculum strategy, the 4C competencies (Critical Thinking, Creativity, Collaboration, Communication), the reorientation of learning models, and the strengthening of teachers' role as agents of change in human resource transformation. The study results show that the success of educational transformation depends heavily on a paradigm shift from teacher-centered learning to student-centered learning. Teachers are no longer merely transmitters of material, but rather facilitators capable of integrating technology according to students' needs. Curriculum transformation and the quality of educators are key to producing a competitive and integrated golden generation in the future.</em></p>2026-09-24T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12807KETERBUKAAN DIRI IBU DAN PEMBENTUKAN DUKUNGAN SOSIAL DALAM KOMUNITAS PARENTING DIGITAL (STUDI NETNOGRAFI PADA THEASIANPARENT)2026-09-24T14:38:23+00:00Tiara Ayuningtiastiaraayutias19@gmail.comFitri Annisa Rachmahtiaraayutias19@gmail.com<p><em>The development of digital parenting communities provides mothers with a space to share personal experiences, including family conflicts and marital dynamics that are often considered taboo. This study aims to analyze mothers’ self-disclosure practices and the formation of social support through user interactions in the Seputar Bunda category of theAsianparent. Employing a constructivist paradigm and qualitative approach, this study used netnography based on Kozinets’ stages of Investigation, Interaction, Immersion, and Integration. Data were collected through digital observation and documentation of 20 posts and 355 comments published from May 7 to June 13, 2026, and analyzed thematically. Family conflicts and marital dynamics served as empirical contexts for understanding self-disclosure and social support. The findings indicate that self-disclosure occurred through narrative sharing, emotional sharing, and the seeking of solutions and validation, with varying levels of depth from superficial to deep. The semi-anonymous nature of the digital space also encouraged users to disclose personal experiences. User interactions generated social support dominated by appraisal support (132 comments), followed by informational support (127 comments) and emotional support (35 comments). The emergence of me-too responses strengthened digital solidarity and contributed to shared meaning-making through processes of externalization, objectivation, and internalization. Thus, theAsianparent functions not only as a space for sharing experiences but also as a source of social support and collective meaning construction for mothers in digital communication.</em></p>2026-09-24T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12819LANDASAN TEORI DAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK INTEGRATED, IMMERSED, DAN NETWORKED PADA JENJANG MI2026-09-25T08:36:09+00:00Aza Farkhanaazafarkhana@gmail.comAza Zaharaniazazaharani403@gmail.comLatifatul Azizahlatifatulazizah2005@gmail.comYogi Fatihatul Izzahfatihatulizzah260@gmail.com<p><em>Thematic learning is suited to the characteristics of Madrasah Ibtidaiyah (MI) students, who view things as a whole. However, teachers still find it difficult to choose and apply appropriate integration models because they do not yet understand the theoretical foundations and characteristics of each model. This study aims to describe the theoretical foundations of thematic learning, as well as the concepts, characteristics, and application of the integrated, immersed, and networked models in MI. The method used is a literature study, reviewing relevant books, journal articles, and regulatory documents, which were then analyzed using descriptive qualitative analysis. The results show that thematic learning is grounded in philosophical, psychological, and legal foundations. The integrated model combines concepts that overlap across subjects and is teacher-directed, the immersed model places students' interests and experiences at the center of integration, and the networked model extends learning through a network of resource persons and learning resources outside the classroom. It can be concluded that each of the three models has its own strengths and limitations, so their selection should be adjusted to the theme, teacher readiness, and student characteristics.</em></p>2026-09-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12829STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN TERPADU DALAM MEMBANGUN KEPERCAYAAN NASABAH PADA MARKETING MIKRO BANK SYARIAH INDONESIA2026-09-25T18:02:41+00:00Haifan Rahmat Saputrahaifanrahmat6767@gmail.comHendar Rubedohendar@iwu.ac.id<p><em>Competition in the Islamic banking industry demands a well-directed marketing communication strategy, while the implementation of marketing communication elements within the Micro Marketing unit of Bank Syariah Indonesia (BSI) Bandung Suniaraja Branch Office has not necessarily been optimally integrated. This study aims to analyze the planning, implementation, obstacles, and evaluation of the Integrated Marketing Communication (IMC) strategy carried out by BSI Bandung Suniaraja's Micro Marketing unit in building customer trust. This research employs a qualitative descriptive method with a case study approach and a constructivist paradigm, referring to the Integrated Marketing Communication theory of Kotler and Keller (2022) and the three-dimensional trust model of Mayer, Davis, and Schoorman (1995). Data were collected through observation, in-depth interviews with six informants, and documentation, then analyzed through data reduction, display, and conclusion drawing, and validated through source and technique triangulation. The results show that the IMC strategy planning was systematically designed through cross-functional coordination, yet it still leaves a gap between the commitment to transparency and the limitations of the promotional media used. The implementation of the seven IMC elements was uneven, with a strong reliance on personal selling and direct marketing as the primary determinants of communication quality with customers, while the obstacles encountered were largely rooted in issues of information transparency, message inconsistency across branches, and low public financial literacy. The internal evaluation process remains oriented toward conversion target achievement and has not been able to capture the actual depth of trust formed among customers. Ultimately, customer trust is more strongly determined by the consistency and completeness of the information received than by the friendliness of the marketing personnel's personal approach, making message integration across every touchpoint the key factor in building sustainable customer trust.</em></p>2026-09-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12734Peran Keterlibatan Guru dalam Meningkatkan Pengaruh Komunikasi dan Kepemimpinan terhadap Inovasi Mengajar Guru2026-09-18T06:55:53+00:00Nazih Imtihan255361055@student.uwp.ac.idWoro Utariworoutari@uwp.ac.idMei Indrawatimeiindrawati@uwp.ac.id<p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Komunikasi, Kepemimpinan, Keterlibatan Guru, dan Inovasi Mengajar di SMK Negeri 4 Bojonegoro. Untuk menguji dan menganalisis pengaruh antara Komunikasi dan Kepemimpinan terhadap Inovasi Mengajar melalui Keterlibatan Guru sebagai variabel intervening di SMK Negeri 4 Bojonegoro. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksplanatori (explanatory research). Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, karena penelitian ini disajikan dengan angka-angka. Populasi dalam penelitian ini adalah guru ASN dan PPPK di SMK Negeri 4 Bojonegoro yang berjumlah 57 orang. Teknik analisis data menggunakan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian ini didapatkan bahwa Persepsi guru tentang Komunikasi, Kepemimpinan, Keterlibatan Guru, dan Inovasi Mengajar di SMK Negeri 4 Bojonegoro termasuk dalam kategori tinggi. Komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keterlibatan Guru. Kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keterlibatan Guru. Komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Inovasi Mengajar. Kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Inovasi Mengajar. Keterlibatan Guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap Inovasi Mengajar dan merupakan prediktor terkuat. Keterlibatan Guru memediasi secara signifikan pengaruh Komunikasi terhadap Inovasi Mengajar. Keterlibatan Guru memediasi secara signifikan pengaruh Kepemimpinan terhadap Inovasi Mengajar. Ada pengaruh yang signifikan baik secara langsung maupun tidak langsung antara Komunikasi dan Kepemimpinan terhadap Inovasi Mengajar melalui Keterlibatan Guru di SMK Negeri 4 Bojonegoro.</p> <p> </p>2026-09-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12736Inovasi Kerja Guru SMPN 2 Balen: Peran Kepemimpinan dan Budaya Organisasi Melalui Motivasi Kerja2026-09-18T07:02:35+00:00Himatul Aliyah255361068@student.uwp.ac.idWoro Utariworoutari@uwp.ac.idNugroho Mardi Wibowo Nugroho@uwp.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap inovasi kerja guru secara langsung maupun tidak langsung melalui motivasi kerja di SMPN 2 Balen Bojonegoro. Penelitian kuantitatif ini menggunakan seluruh populasi guru SMPN 2 Balen Bojonegoro sebanyak 32 orang sebagai sampel melalui teknik sensus. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares – Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan, budaya organisasi, dan inovasi kerja berada dalam kategori sangat tinggi, sedangkan motivasi kerja dalam kategori tinggi. Kepemimpinan tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja, sedangkan budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja. Kepemimpinan dan motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap inovasi kerja, tetapi budaya organisasi tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap inovasi kerja. Selanjutnya, motivasi kerja tidak memediasi pengaruh kepemimpinan terhadap inovasi kerja, namun secara signifikan memediasi pengaruh budaya organisasi terhadap inovasi kerja guru.</p>2026-09-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12826KETIDAKSEIMBANGAN ANTARA LOKASI STRATEGIS DAN FUNGSI PASAR BAMBARU SEBAGAI PUSAT PERDAGANGAN DAN JASA2026-09-25T15:15:32+00:00Syaharani ZaldinSyaharani123jk@gmail.comAnnisa Zihni KhairanSyaharani123jk@gmail.comAde ArniSyaharani123jk@gmail.comSupriadi TakwimSyaharani123jk@gmail.comMuhammad NajibSyaharani123jk@gmail.com<p>Pasar Bambaru merupakan kawasan perdagangan dan jasa di Kota Palu yang memiliki lokasi strategis dan aksesibilitas eksternal yang relatif baik. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya diikuti oleh optimalnya fungsi internal pasar. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara lokasi strategis dan fungsi internal Pasar Bambaru, khususnya terkait aktivitas perdagangan, fasilitas, dan pemanfaatan ruang perdagangan. Penelitian menggunakan metode gabungan (<em>mixed method</em>) melalui analisis spasial, kualitatif, dan kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, dan kuesioner terhadap 100 responden. Analisis spasial digunakan untuk mengkaji lokasi dan aksesibilitas eksternal, sedangkan analisis kualitatif dan kuantitatif digunakan untuk menganalisis kondisi internal, aktivitas perdagangan, fasilitas, dan pemanfaatan ruang. Teori <em>Central Place</em> digunakan untuk memahami posisi dan fungsi pelayanan pasar terhadap kawasan sekitarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasar Bambaru memiliki lokasi strategis dan aksesibilitas eksternal yang mendukung aktivitas perdagangan, tetapi kondisi internal dan pemanfaatan ruang perdagangan belum sepenuhnya optimal. Kondisi tersebut berkaitan dengan pemanfaatan zona perdagangan, fasilitas, pola aktivitas pedagang dan pengunjung, serta pengelolaan pasar. Temuan ini menunjukkan bahwa lokasi strategis perlu didukung pengelolaan ruang internal yang efektif agar fungsi Pasar Bambaru sebagai pusat perdagangan dan jasa dapat berjalan secara optimal.</p>2026-09-26T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12836Teknik Persuasif dalam Promo Skincare pada Unggahan Instagram @skintificid dan Implikasinya terhadap Pembelajara Bahasa Indonesia2026-09-27T11:38:34+00:00Dinda Anggrahenidindanggraheni@gmail.comHilda HilaliyahHilda@gmail.comSumarti SumartiSumarti@gmail.com<p>Teknik persuasif merupakan strategi komunikasi yang digunakan untuk memengaruhi cara berpikir, sikap, dan keputusan audiens melalui penyampaian pesan yang dirancang secara terarah. Dalam kegiatan promosi, teknik persuasi bertujuan untuk memperkenalkan produk, membangun kepercayaan, menumbuhkan ketertarikan, dan mendorong audiens untuk mempertimbangkan pesan yang disampaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi produk skincare pada unggahan Instagram @skintificid memanfaatkan tujuh aspek teknik persuasi, yaitu rasionalisasi ditemukan sebanyak (41%), identifikasi (9%), sugesti (32%), konformitas (4%), kompensasi (7%), penggantian (4%), dan proyeksi (3%). Setiap aspek memiliki fungsi yang berbeda dalam membangun kekuatan dengan audiens dalam pesan promosi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas promosi tidak hanya ditentukan oleh ajakan secara langsung, tetapi juga oleh kemampuan memadukan pendekatan logis, emosional, dan sosial dalam penyampaian pesan. Hasil penelitian ini juga memberikan implikasi terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP, khususnya pada materi iklan, slogan, dan poster, sebagai sumber belajar yang kontekstual untuk membantu peserta didik memahami penggunaan bahasa persuasif, menganalisis strategi komunikasi dalam iklan, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam menyikapi berbagai bentuk promosi di media digital.</p>2026-09-27T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12852PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM PENGEMBANGAN TANAMAN CABAI DI KELOMPOK TANI TESFALO DAN KELOMPOK TANI NENOBESI SUBUR DESA BESMARAK KECAMATAN NEKAMESE KABUPATEN KUPANG2026-09-28T14:08:15+00:00Gloria A. BungaGloriabunga72@gmail.comSelfius P.N. NainitiGloriabunga72@gmail.comSiska ElvaniGloriabunga72@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penyuluh pertanian dalam pengembangan tanaman cabai serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi penyuluh dalam pelaksanaan penyuluhan pada Kelompok Tani Tesfalo dan Kelompok Tani Nenobesi Subur di Desa Besmarak, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2026 menggunakan metode survei. Responden penelitian terdiri atas 28 orang petani yang ditentukan dengan teknik sampel jenuh serta 1 orang Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sebagai informan kunci. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan skala Likert untuk mengukur persepsi petani terhadap peran penyuluh, sedangkan data mengenai kendala dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh pertanian dalam pengembangan tanaman cabai berada pada kategori baik, dengan 60,71% responden memberikan penilaian baik dan 39,29% menilai sangat baik. Penyuluh telah berperan sebagai edukator, mediator/fasilitator, penggerak dinamika kelompok tani, teladan, konsultan, pelestari lingkungan, serta motivator bagi petani. Kendala utama yang dihadapi meliputi rendahnya partisipasi petani dalam kegiatan penyuluhan, keterbatasan modal usaha, lambatnya adopsi inovasi pertanian, serangan hama dan penyakit tanaman, keterbatasan ketersediaan air pada musim kemarau, serta terbatasnya waktu pendampingan karena banyaknya kelompok tani binaan. Upaya yang dilakukan penyuluh untuk mengatasi kendala tersebut meliputi kunjungan lapangan, penyuluhan secara langsung kepada petani, pendampingan teknis, serta pemberian motivasi agar petani lebih terbuka dalam mengadopsi inovasi dan teknologi pertanian.</p>2026-09-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12858Analisis Bibliometrik: Tantangan Etika Konselor dalam Menjaga Privasi Data Siswa di Era Digital 2026-09-29T13:37:42+00:00Angelina Paskah Br Halohoangelinapaskah14@gmail.comHelda Dwi Emeninta Br Bangunheldaemeninta@gmail.comRivanti Br Sinurayarivantisinuraya7000@gmail.comNindya Ayu Pristantinindyapristanti@gmail.com<p><em>Technological advancements are driving school guidance and counseling services to transition toward digital-based services, which will directly give rise to new security risks regarding the privacy of sensitive student data. This study aims to systematically map the global research trends regarding counselor ethics in addressing this digital shift. The method used is bibliometric analysis, involving the collection of metadata from 129 Scopus-indexed journal articles published between 2021 and 2026. Co-occurrence and clustering analyses were conducted using the VOSviewer software. The results of the mapping visualized four main clusters; the red cluster specifically indicates a strong relationship between ethics, privacy, and counseling services. A temporal trend analysis (overlay visualization) revealed a noticeable shift in research trends-from a focus on online counseling during the pandemic toward challenges related to the ethical use of artificial intelligence (AI) and chatbots in educational services. Further literature density mapping indicates that privacy and practice guidelines tend to be less prominent compared to mental health and AI topics. The study’s conclusions emphasize that digital innovations in Guidance and Counseling services must not disregard the principle of confidentiality. Professional associations are strongly urged to promptly update their codes of ethics to specifically regulate informed consent procedures and limit the use of artificial intelligence (AI), thereby ensuring that clients’ trust in counselors remains secure. </em></p>2026-09-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12862Peningkatan Hasil Belajar IPAS Materi Perubahan Energi melalui Media Digital Energy Mission2026-09-30T03:47:24+00:00Kholifatur Romadanikholifaturromadani@gmail.comDiah Yovita Suryarini Diah@gmail.comRatna Susanti Ratna@gmail.com<p><em>Grade IV science and social studies (IPAS) learning on energy transformation was dominated by teacher explanations, note-taking, and textbook exercises, leaving student engagement low. This study aimed to describe the implementation of the digital medium Energy Mission and the improvement in student activity and learning outcomes. This classroom action research was carried out over a period of 2 weeks in two cycles, each comprising planning, action, observation, and reflection, involving 21 fourth-grade students at SDN Dukuh Kupang III/490 Surabaya. Data were collected through a 15-item multiple-choice test, an activity observation sheet, and documentation, and analyzed descriptively and quantitatively. The mean learning outcome rose from 66.33 in the pre-cycle to 76.52 in cycle I and 88.86 in cycle II, with classical mastery of 14.29%, 52.38%, and 90.48%. Student activity increased from 72.5% (Good) to 87.5% (Very Good). Energy Mission can serve as an alternative digital learning medium for energy transformation.</em></p>2026-09-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12861Maqasid Syari'ah dalam Praktik Jamak Shalat Bagi Pengantin: Tinjauan Fiqh Munakahat Kontemporer2026-09-30T02:26:52+00:00Maruba Rambezulikromi86@gmail.comZul Ikromizulikromi86@gmail.com<p><em>The practice of combining prayers (jamak shalat) by newlyweds during marriage contract ceremonies and wedding receptions is a phenomenon commonly found in society but has not been widely studied from the perspective of maqasid al-shari'ah. This study aims to analyze the legal status of combining prayers for brides and grooms and its relevance to the objectives of Islamic law, particularly within the framework of hifz al-din (preservation of religion) and raf'ul haraj (removal of hardship). This research employs a qualitative method with a descriptive-analytical library research approach, examining the views of the four schools of Islamic jurisprudence regarding the conditions and causes permitting combined prayers, then analyzing them using the maqasid al-shari'ah theories of Al-Shatibi and Jasser Auda. The findings indicate that the busyness and emergency-like conditions experienced by brides and grooms on their wedding day can be categorized as a form of masyaqqah (hardship) that, from a maqasid perspective, may justify the rukhsah (concession) of combining prayers, provided it does not become a habitual neglect of performing prayers on time. Nevertheless, this permissibility is conditional and does not apply absolutely to every wedding procession, but must be measured according to the actual level of difficulty faced. This study recommends the need for contemporary fiqh munakahat education for prospective brides and grooms so that the practice of combining prayers is not misused as an unjustified convenience.</em></p>2026-09-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12853Analisis Keuntungan Usaha Anggur Pisang Di Kelurahan Tarus Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang (Studi Kasus Pada P4S Tungbers Manikin)2026-09-29T07:17:52+00:00Haya’ul Farhaahayaulfarhaa@gmail.comMaria Banohayaulfarhaa@gmail.comMaria Fransiska Darlenhayaulfarhaa@gmail.com<p>Pisang merupakan salah satu produk pertanian yang paling melimpah di Provinsi Nusa Tenggara Timur, penggunaannya masih terbatas pada konsumsi langsung, yang berarti kulit pisang sering kali berakhir sebagai sampah. Padahal kulit pisang mengandung berbagai nutrisi yang berpotensi diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi, salah satunya anggur pisang (<em>banana wine</em>). Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi kegiatan produksi anggur pisang di Kelompok Tani P4S Tungbers Manikin, dan (2) menghitung besar keuntungan usaha anggur pisang di Kelompok Tani P4S Tungbers Manikin. Penentuan lokasi dilakukan secara sengaja (<em>purposive sampling</em>) dengan pertimbangan bahwa P4S Tungbers Manikin merupakan salah satu produsen anggur pisang yang telah mengembangkan agroindustri pengolahan pisang sejak tahun 2005. Populasi petani yang terlibat dalam produksi anggur pisang berjumlah 10 orang, sehingga seluruh petani dijadikan sampel penelitian menggunakan teknik sensus. Data dikumpulkan melalui metode survei menggunakan data primer (wawancara berbasis kuesioner) dan data sekunder dari instansi terkait. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk menggambarkan kegiatan produksi, serta analisis keuntungan menggunakan rumus π = TR - TC, dengan mempertimbangkan biaya eksplisit dan biaya implisit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan produksi anggur pisang di P4S Tungbers Manikin dilakukan melalui tahapan pengadaan bahan baku, pencucian, perebusan (30-45 menit), penyaringan, pencampuran rempah, fermentasi (7-14 hari), pembotolan, pengemasan, dan pemasaran. Total biaya yang dikeluarkan dalam satu kali proses produksi sebesar Rp.819.000, terdiri dari biaya tetap Rp.89.000 (penyusutan peralatan) dan biaya variabel Rp.730.000 (bahan baku pisang, botol, tenaga kerja, dan bahan baku lainnya). Total penerimaan yang diperoleh sebesar Rp.1.130.000 dengan produksi 25 botol per satu kali produksi. Harga jual Rp.50.000 per botol kaca dengan kemasan ukuran 350 ml dan harga jual Rp.40.000 per botol plastik dengan kemasan ukuran 300 ml. Keuntungan sebesar Rp.311.000 per satu kali produksi. Perusahaan pisang anggur di P4S Tungbers Manikin menawarkan potensi masa depan yang menjanjikan, menurut temuan studi. Daya saing dan profitabilitas perusahaan dapat ditingkatkan dengan mengendalikan biaya produksi, meningkatkan kualitas produk, mengembangkan kemasan yang inovatif, dan memperluas ke pasar baru. Oleh karena itu, usaha anggur pisang diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai salah satu agroindustri berbasis komoditas lokal yang mampu meningkatkan pendapatan pemilik usaha sekaligus mendukung pengembangan ekonomi masyarakat di Kelurahan Tarus, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.</p>2026-09-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12869Konsep Adab dalam Filsafat Pendidikan Islam dan Relevansinya Bagi Pendidikan Karakter Kontemporer2026-09-30T14:50:05+00:00Parlin Parlinparlinp36@gmail.comSelvaria Hasniyuniversia8@gmail.comSilvia Rahmadantiyuniversia8@gmail.comJuni Erpida Nasutionyuniversia8@gmail.com<p><em>The development of modernization, globalization, and digital technology presents challenges to students’ character formation, including bullying, academic dishonesty, individualism, and declining respect for educators. This study aims to analyze the concept of adab in Islamic educational philosophy and its relevance to contemporary character education. This research employed a qualitative approach through library research with a philosophical-descriptive approach. The data were derived from classical and contemporary works on Islamic educational philosophy, particularly the thoughts of Al-Ghazali, Ibn Miskawayh, Ibn Khaldun, and Syed Muhammad Naquib al-Attas, as well as relevant scholarly literature. Data were analyzed using content analysis by identifying the etymological, terminological, philosophical, and educational dimensions of </em>adab<em>. The findings indicate that </em>adab<em> serves as a foundation for developing individuals who possess knowledge, morality, and spiritual awareness. The concept of ta'dib emphasizes the integration of faith, knowledge, and deeds, teacher role modeling, spiritual purification, habituation, and </em>adab<em>-based digital literacy. Therefore, the reactualization of </em>adab<em> is relevant as a philosophical foundation for character education in the digital era.</em></p> <p><em> </em></p>2026-09-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12882Analisis Biliometrik: Menemukenali Konsep Etika dan Sikap Konselor Profesional dalam Bimbingan dan Konseling2026-10-01T16:32:30+00:00Sonia Septiani Br Sembiringsoniasembiring157@gmail.comNita Salsabila Br Tariganntasalsa92@gmail.comElza Silalahielzasilalahi.1243151006@mhs.unimed.ac.id Ida Mona Sidabutarmonadabutar@gmail.comNindya Ayu Pristantinindyapristanti@gmail.com<p><em>Counselors are professionals who have responsibilities in providing guidance and counseling services according to clients’ needs. In providing services, counselors require not only knowledge and skills but also personal qualities, professional attitudes, awareness of strengths and limitations, and an understanding of professional ethics. This study aims to map research developments concerning counselors’ personal and professional strengths and limitations from the perspective of professional ethics in guidance and counseling. This study uses bibliometric analysis based on Scopus-indexed publications from 2021 to 2026. The data were analyzed using VOSviewer through keyword co-occurrence mapping presented in network visualization, overlay visualization, and density visualization. Based on the analyzed data, 586 documents produced five major thematic clusters. These themes include counseling and therapy processes, cultural competence and diversity, school counseling, measurement and instrument development, and themes related to genetic counselors, assessment, identity, and life. The mapping results indicate that research on counselors has developed from discussions of counselors, clients, schools, and identity toward cultural competence, community, inclusion, supervision, ethical practice, and instrument development and validation. These findings indicate that counselors’ strengths and limitations are related to personal qualities, professional competence, self-awareness, the ability to deal with diversity, and the ability to adapt to developments in counseling services. </em></p>2026-10-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12883ANALISIS KOLABORASI INTERPROFESIONAL BERJENJANG ANTARA GURU BK DAN KESISWAAN DALAM PERSPEKTIF KODE ETIK BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMA PRAYATNA MEDAN 2026-10-01T17:00:18+00:00Melati Putri Agnesia Lubismelatilubis93@gmail.comSesilia Fransiska Br Gintingsesiliafransiska1@gmail.comEvan Raja Natanael Siregarevansiregar2024@gmail.comArlia Ananta Salsabilaarliaanantasalsabilaa@gmail.comNindya Ayu Pristantinindyapristanti@unimed.ac.id<p><em>This study aims to analyze the implementation of tiered interprofessional collaboration between Guidance and Counseling (BK) teachers and the Student Affairs Department, as well as to examine it from the perspective of the Code of Ethics for Guidance and Counseling at Prayatna High School Medan. This study employs a qualitative approach using a descriptive method. Data collection was conducted through in-depth interviews with guidance and counseling teachers and the distribution of a Guttman-scale questionnaire online via Google Forms to 30 students, primarily from the 11th grade. The data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions and verification. The results of the study indicate that the handling of student issues particularly cases of absenteeism and conflicts among peers follows a structured, tiered process, beginning with subject teachers subject teachers, homeroom teachers, guidance counselors, and the Student Affairs Office, in accordance with the limits of their respective authorities and without any overlap of roles. The handling of sensitive cases is conducted confidentially in a dedicated room to protect student privacy and is supported by the separation of general disciplinary data from personal counseling data in accordance with the need-to-know principle and the ABKIN Code of Ethics. The school implements educational sanctions without physical violence, and the decision to terminate a student’s enrollment rests solely with the Student Affairs Office if the student resists counseling. Ethical compliance and the clarity of this process were confirmed by the results of a student survey, with an approval rate of 93.3% (28 students) who felt safe, understood the handling procedures, and believed that the confidentiality of their issues was maintained in the guidance counseling room. Tiered collaboration that adheres to the code of ethics can create effective guidance services, free from the stigma of school police, and foster trust among students.</em></p>2026-10-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12889PENGGUNAAN EMOJI MENANGIS SEBAGAI HIPERBOLA MELALUI WHATSAPP: ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES2026-10-02T05:18:46+00:00Nasyah Fadillahfadillahnasah@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan penggunaan emoji menangis (????) sebagai hiperbola dalam percakapan WhatsApp di kalangan Generasi Z melalui pendekatan semiotika Roland Barthes. Metode kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivisme digunakan dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah 11 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pengguna aktif WhatsApp dari kalangan Generasi Z yang memiliki kebiasaan menggunakan emoji menangis dalam percakapan digital sehari-hari melalui WhatsApp. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa pada tataran denotasi, emoji menangis dikenali secara universal sebagai representasi visual kesedihan atau tangisan. Pada tataran konotasi, terjadi pergeseran makna yang signifikan di mana emoji menangis telah berfungsi sebagai penanda ekspresi emosi yang berlebih-lebihan atau hiperbolik, meliputi tawa, rasa gemas, terharu, frustasi, hingga sarkasme. Pada tataran mitos, penggunaan hiperbolik emoji menangis telah dinaturalisasi menjadi konvensi budaya digital Generasi Z yang bersifat lintas wilayah, di mana emoji ini telah bergeser dari sekadar simbol emosi menjadi simbol nada bicara dalam komunikasi digital. Dengan demikian, penggunaan emoji menangis dalam percakapan WhatsApp Generasi Z merupakan bentuk hiperbola digital yang maknanya ditentukan oleh konteks percakapan dan konvensi budaya komunikasi digital yang terus berkembang.</p>2026-10-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12896FILSAFAT DARI ZAMAN KE ZAMAN: Transformasi Pemikiran Manusia Dari Filsafat Klasik Hingga Era Kontemporer2026-10-02T12:03:53+00:00Muhamad Nur Ismailmni2017cpa@gmail.comPesman Laiapesman222laia@gmail.comHenry Afrillohenrya8801@gmail.comHartanto Gautama Utamahartanto.gautama.utama@gmail.comNurwayah Nurwayahnurwayah69@gmail.comFaisal Faisalfaisallaw86@gmail.comIskandar Daeng Prattyidplawyers88@gmail.comBoy Nurdindrboynurdin_ppslaw@yahoo.com<p><em>The development of human thought from classical philosophy to the contemporary era reflects evolving understandings of human nature, truth, knowledge, and morality, shaped by social dynamics, scientific progress, and advances in digital technology and artificial intelligence (AI). This study aims to analyze the continuity and transformation of philosophical thought throughout history and examine its relevance in addressing contemporary challenges. The research employs a normative legal research method using conceptual and historical approaches, supported by a literature review. Research materials were collected through an examination of relevant books, scholarly articles, and academic literature, and were subsequently analyzed qualitatively to explore the development of philosophical ideas and their relationship to human life. The findings indicate that the transformation of philosophical thought has occurred through processes of criticism, reinterpretation, and the development of ideas in response to the contexts of different historical periods. Classical philosophy emphasized rationality, the pursuit of truth, and virtue ethics; medieval philosophy explored the relationship between reason and faith; modern philosophy prioritized reason, experience, freedom, and human autonomy; while contemporary philosophy expanded its scope to include language, existence, power, social structures, and technology. From the perspective of the philosophy of law, these developments provide a foundation for understanding justice, legal certainty, moral responsibility, and human dignity, particularly in addressing the challenges of digital ethics and the use of AI. This study concludes that philosophy remains relevant as a framework for critical reflection on civilizational and technological developments based on fundamental human values. Future research should further examine the application of philosophical thought in legal reform, AI regulation, human rights protection, and the development of technology ethics in Indonesia.</em></p>2026-10-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12909ETIKA PROFESI GURU BK DALAM PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMA SWASTA UTAMA MEDAN2026-10-04T03:37:25+00:00Roy Sihombingroisihombing737@gmail.comRifki Ramadhan Sari Sipahutarrifkiramadhansarisipahutar@gmail.comSetyo Rini Winarsihsetyoriniwinarsihsaragih@gmail.comNindya Ayu Pristantinindyapristanti@unimed.ac.id<p><em>This study aims to describe the application of professional ethics of Guidance and Counseling (BK) Teachers in the implementation of guidance and counseling services at SMA Swasta Utama Medan. This study uses a descriptive method with a quantitative approach. The research subjects consisted of 20 grade XI students who received guidance and counseling services. Data collection was carried out through a questionnaire with 24 statements covering six dimensions of professional ethics, namely confidentiality, professional responsibility, competence, relationships with students, integrity, and compliance with the professional code of ethics. In addition to the questionnaire, an interview was conducted with one of the BK Teachers as supporting data. The results showed that students' assessment of the application of professional ethics of BK Teachers obtained an overall percentage of 77.54% and was included in the good category. The highest percentage was in Dimension 3 at 86.50%, while the lowest percentage was in Dimension 4 at 73.25%. The interview results showed that BK Teachers strive to maintain the confidentiality of student information, listen to problems from both parties without judgment, maintain a professional attitude, and involve parents and homeroom teachers when there are differences of opinion in handling student problems. Thus, the implementation of professional ethics for guidance and counseling teachers at SMA Swasta Utama Medan has been successful, although several aspects still require attention and improvement.</em></p>2026-10-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12790INTEGRASI FILSAFAT ILMU DAN PERSPEKTIF ISLAM: Meninjau Ulang Kausalitas, Paradigma Interpretatif, dan Aksiologi Keilmuan2026-09-23T13:09:30+00:00Bahrudin Salimbahrudinsalim201@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ulang fondasi filsafat ilmu meliputi konsep kausalitas, paradigma penelitian, sarana berpikir, hingga aksiologi dan etika keilmuan dengan mengintegrasikannya ke dalam perspektif Islam. Melalui pendekatan studi pustaka (library research) dan analisis filosofis-teologis, kajian ini menunjukkan bahwa pemikiran filosofis klasik seperti Aristoteles dan kritik empirisme David Hume dapat dipertemukan dengan khazanah intelektual Islam, khususnya dalam memandang hukum alam (sunnatullah) dan keteraturan kosmik. Selain itu, paradigma interpretatif dinilai krusial dalam memahami pengalaman keagamaan umat Islam secara holistik, melampaui reduksionisme positivistik. Dari segi aksiologi, sains dalam Islam secara tegas menolak pandangan sekuler yang bebas nilai (value-free), melainkan terikat secara epistemologis dan etis pada nilai-nilai tauhid serta kemaslahatan umat (maslahah).</p>2026-10-04T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12916Penerapan Kode Etik dan Profesionalisme Guru BK Berdasarkan Persepsi Siswa Kelas IX-4 di UPT SMP Negeri 12 Medan2026-10-04T12:00:39+00:00Riffa Hafidzah Hendririffahafidzahhendri@gmail.comMuhammad Husairyhusairymhd@gmail.comNeva Roulita Hutahaeannevaroulitahutahaean2308@gmail.comNaila Aprilianaylaaprilia1747@gmail.comNindya Ayu Pristantinindyapristanti@unimed.ac.id<p><em>Student trust is an important element in the implementation of Guidance and Counseling services because school counselors interact directly with students’ diverse needs and problems. Such trust needs to be supported by the implementation of ethical codes and professional attitudes throughout the counseling process. This study aims to provide an overview of the implementation of the code of ethics and professionalism of school counselors based on the perceptions of Grade IX-4 students at UPT SMPN 12 Medan. This study employed a descriptive quantitative approach, using a questionnaire as the primary data source and an interview with the school counselor as supporting qualitative data. The questionnaire used a five-point Likert scale covering five aspects: confidentiality and privacy, respect for students, competence and professionalism, integrity and responsibility, and professional relationship boundaries. The results showed that the overall implementation of the code of ethics and professionalism of the school counselor was categorized as good, with a mean score of 3.86. Respect for students obtained the highest mean score of 3.94, while competence and professionalism obtained the lowest mean score of 3.73. Although competence and professionalism had the lowest mean score, it remained in the good category and needs to be continuously developed in accordance with the needs and development of Guidance and Counseling services. The interview findings also supported these results through the implementation of services based on student assessments and needs, protection of confidential information, efforts to improve professional competence, case referral, prioritization of student well-being, and maintenance of professional boundaries. The findings indicate that the implementation of the code of ethics and professionalism of the school counselor based on student perceptions was in the good category and can still be improved through continuous evaluation and professional development.</em></p>2026-10-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12920Penerapan Kode Etik ABKIN: Hambatan Guru BK dan Persepsi Siswa IX-3 SMPN 2 Percut Sei Tuan2026-10-04T14:42:58+00:00Annisa Ayuni Zahraannisaayunizahra@gmail.comEster Juliana Amorito Br SamosirSamosire89@gmail.comGrumoaldo Philippus Sipahutargrumoaldosipahutar@gmail.comVirgie Rogabena Sinurayavirgierogabenas@gmail.comNindya Ayu Pristantinindyapristanti@unimed.ac.id<p><em>A professional code of ethics is a crucial foundation for the delivery of high-quality Guidance and Counseling services. The application of the code of ethics is not only related to the delivery of services by guidance and counseling teachers but also encompasses aspects that support the fulfillment of students’ needs. This study aims to describe the application of the five aspects of the ABKIN code of ethics that are the focus of this research and to identify barriers to collaboration with relevant parties and colleagues. The study employed a descriptive quantitative method supplemented by qualitative data from interviews with guidance and counseling teachers and a literature review. The study subjects included 26 students from Class IX-3 at UPT SMP Negeri 2 Percut Sei Tuan and one guidance and counseling teacher as an informant. The data collection instrument consisted of a closed-ended questionnaire with 25 statements divided into five aspects of the ABKIN Code of Ethics: the professional code of ethics and integrity of guidance counselors; counseling services and student support; collaboration with relevant parties and peers; the conduct of assessments and the use of data; and digital ethics and the use of technology. Measurements were taken using a 1–4 Likert scale and analyzed using descriptive statistics to calculate the mean score for each aspect. The research results show that students’ perceptions of the implementation of the ABKIN code of ethics, based on five aspects, fall into the “high” category with an average score of 3.26. The aspect of professional ethics and integrity among guidance counselors received the highest score of 3.41, while the aspect of cooperation with relevant parties and colleagues received the lowest score of 3.05. The interview results reinforce the findings regarding barriers to parental involvement. The study concludes that the five aspects of the code of ethics have been implemented, but cooperation faces obstacles. Recommendations focus on strengthening communication and collaboration among schools, guidance and counseling teachers, and parents.</em></p>2026-10-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12926Peningkatan Keaktifan Belajar Melalui Model Numbered Heads Together Pada Materi Metamorfosis Kelas III SD2026-10-05T09:00:10+00:00Makfiatul Kuliyatimakfialkuliya@gmail.comDiah Yovita Suryarinidyovita_fbs@uwks.ac.idRatna Susantiratna.susanti.sby@gmail.com<p>Learning activeness in 3rd Grade of SDN Dukuh Kupang III/490 Surabaya was still uneven: instruction was teacher-centred, only a few pupils spoke up, and the class average on the metamorphosis topic stood below the minimum mastery criterion. This classroom action research aimed to describe the implementation of the Numbered Heads Together (NHT) cooperative model supported by a teacher-made diorama, and the resulting change in learning activeness. The study followed the Kemmis and McTaggart design of planning, acting, observing, and reflecting, carried out in two cycles on 15 and 16 September 2026 with 16 pupils holding complete observation records. Activeness was measured with an observation sheet covering three indicators derived from Diedrich's oral activities, namely expressing ideas, participating in discussion, and answering questions, each rated on a one-to-four rubric, and analysed descriptively. The mean activeness score rose from 75.00 in Cycle I to 89.58 in Cycle II. Pupils in the very active category doubled from five to ten, while the sufficiently active and less active categories disappeared in Cycle II. All three indicators improved, with discussion participation remaining the weakest. The findings should be read as evidence from this class rather than a generalised claim.</p>2026-10-04T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12929Pengaruh Kepatuhan Minum Obat Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi : Literature Review 2026-10-05T13:43:52+00:00Pramudya Rifki Afrianantapramudyarifki029@gmail.comMuhammad Taufik Rahmatullahrahmatullahtaufik22@gmail.comHera Nadine Safitrihera@gmail.comJihan Pradisti Maharanipradistimaharani@gmail.comSatriya PranataSatriya@gmail.com<p><strong><em>Abstract</em></strong> <em>Hypertension is a global health challenge with an increasing prevalence, and effective blood pressure control is strongly influenced by patients’ adherence to pharmacological therapy. This study aims to analyze the effect of medication adherence on blood pressure reduction among patients with hypertension through a literature review approach. This study employed a literature review method by examining and synthesizing relevant journal articles, which were subsequently analyzed descriptively and narratively. The review included 10 articles, most of which demonstrated a significant association between medication adherence, as measured using instruments such as the Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8), and blood pressure reduction or achievement of target blood pressure levels, particularly systolic blood pressure. In conclusion, medication adherence was positively associated with blood pressure control among patients with hypertension, although other factors, including age, family support, and lifestyle, may also influence overall treatment outcomes.</em></p> <p><em> </em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Hypertension, Compliance, Taking Medication, Blood Pressure</em></p> <p> </p> <p><strong>Abstrak</strong>. Hipertensi merupakan tantangan kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat, sedangkan keberhasilan pengontrolan tekanan darah sangat dipengaruhi oleh kepatuhan pasien dalam menjalani terapi farmakologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepatuhan minum obat terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi melalui pendekatan <em>literature review</em>. Metode penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka (<em>literature review</em>) dengan menelaah dan mensintesis artikel jurnal relevan yang diperoleh dari basis data elektronik seperti Google Scholar, PubMed, dan Garuda, serta dianalisis secara deskriptif-naratif. Hasil dari 10 artikel yang dianalisis, sebagian besar studi menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara kepatuhan minum obat (yang diukur menggunakan instrumen <em>Morisky Medication Adherence Scale-8 </em>atau MMAS-8) terhadap penurunan atau pencapaian target tekanan darah, terutama pada tekanan darah sistolik. Simpulan kepatuhan minum obat berpengaruh positif terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi, meskipun faktor pemicu lain seperti usia, dukungan keluarga, dan gaya hidup turut memengaruhi hasil terapi secara keseluruhan.</p> <p> </p> <p><strong>Kata kunci</strong>: Hipertensi, Kepatuhan, Minum Obat, Tekanan Darah</p>2026-10-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12932Evaluasi Kebijakan Profesi Guru Era Digital dalam Perspektif Administrasi Publik2026-10-06T01:53:52+00:00Firda Nasrani Jawa BaraFirdarambun@gmail.com<p><em>This study aims to evaluate policies regarding teacher professional development in the digital era through a public administration lens, addressing the gap between regulatory documents and operational realities on the ground. Employing a descriptive qualitative method based on a literature review, the analysis focuses on four key cycles: policy formulation, implementation governance, public impact, and evaluation. The findings indicate that the successful digital transformation of educators depends not merely on the provision of technology platforms, but on strengthening bureaucratic governance, aligning regulations, fostering inter-agency coordination, and ensuring equitable digital infrastructure in remote areas. Periodic evaluation serves as a critical instrument for streamlining teachers' administrative burdens and ensuring budgetary accountability. The study recommends governance strategies that are inclusive, adaptive, and transparent to sustain the quality of national education.</em></p>2026-10-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12933LAYANAN GURU BK DALAM PENANGANAN PERMASALAHAN SISWA: PERSPEKTIF SISWA DAN PRAKTIF GURU BK DI UPT SMP NEGERI 29 MEDAN2026-10-06T01:57:45+00:00Ardina TridewiArdinatridewi9@gmail.comEka Putri Naulianaekaputrinauliana97@gmail.comKaterina Br Baruskaterinabarus25@gmail.comNindya Ayu Pristantinindyapristanti@unimed.ac.id<p><em>This study aims to describe students’ experiences with Guidance and Counseling (GC) teacher services in handling student problems at UPT SMP Negeri 29 Medan. This descriptive quantitative study involved 59 students as respondents and one GC teacher as an informant. Data were collected through questionnaires and interviews and analyzed using frequencies, percentages, and descriptive analysis. The results showed that most students received assistance from the GC teacher, had opportunities to express their problems, and experienced attention to confidentiality and privacy. Problem handling was adjusted to students’ conditions and could involve parents or other parties, such as psychologists and health workers. However, students’ experiences regarding the involvement of other parties varied. The study shows that GC teacher services play a role in helping students handle problems according to their needs.</em></p>2026-10-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12919Konstruksi Makna Propaganda dalam Film Pengkhianatan G30S/PKI (1984): Analisis Semiotika Roland Barthes2026-10-05T08:47:13+00:00Syaqina Azzahra Pashaazzahrasyaqina06@gmail.comQisma Khasnaul Khirzaazzahrasyaqina06@gmail.comAndhita Reginaazzahrasyaqina06@gmail.comIkhsan Ahmadazzahrasyaqina06@gmail.com<p>Film pengkhianatan G30S/PKI (1984) adalah salah satu karya audiovisual yang berperan dalam membentuk pemaknaan masyarakat terhadap peristiwa politik yang terjadi pada tahun 1965 pada masa Orde Baru. Dengan menggunakan berbagai tanda audiovisual, film ini tidak hanya menyampaikan cerita tetapi juga dapat menjadi alat untuk mengkonstruksi realitas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana propaganda dikonstruksi dalam film Pengkhianatan G30S/PKI (1984) dari sudut pandang semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan melihat tanda-tanda audiovisual seperti visual, dialog, suara, ekspresi, gerakan tokoh, dan elemen sinematik lainnya. Analisis dilakukan melalui tiga tingkatan pemaknaan Roland Barthes, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi elemen audiovisual dalam film berkontribusi pada pemaknaan tertentu terhadap tokoh, peristiwa, dan kelompok yang direpresentasikan. Akibatnya kombinasi elemen ini menghasilkan konotasi yang mengonstruksi makna propaganda dan menciptakan mitos politik yang khusus. Dengan demikian, tanda-tanda audiovisual dalam film tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetis dan naratif, tetapi juga merupakan bagian dari proses pembuatan makna ideologis yang dapat memengaruhi cara penonton memahami sejarah.</p> <p>Film pengkhianatan G30S/PKI (1984) adalah salah satu karya audiovisual yang berperan dalam membentuk pemaknaan masyarakat terhadap peristiwa politik yang terjadi pada tahun 1965 pada masa Orde Baru. Dengan menggunakan berbagai tanda audiovisual, film ini tidak hanya menyampaikan cerita tetapi juga dapat menjadi alat untuk mengkonstruksi realitas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana propaganda dikonstruksi dalam film Pengkhianatan G30S/PKI (1984) dari sudut pandang semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan melihat tanda-tanda audiovisual seperti visual, dialog, suara, ekspresi, gerakan tokoh, dan elemen sinematik lainnya. Analisis dilakukan melalui tiga tingkatan pemaknaan Roland Barthes, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi elemen audiovisual dalam film berkontribusi pada pemaknaan tertentu terhadap tokoh, peristiwa, dan kelompok yang direpresentasikan. Akibatnya kombinasi elemen ini menghasilkan konotasi yang mengonstruksi makna propaganda dan menciptakan mitos politik yang khusus. Dengan demikian, tanda-tanda audiovisual dalam film tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetis dan naratif, tetapi juga merupakan bagian dari proses pembuatan makna ideologis yang dapat memengaruhi cara penonton memahami sejarah.</p> <p> </p>2026-10-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12936INSTITUSIONALISASI INDIGENOUS CONSTITUTIONALISM MELALUI DEKONSTRUKSI LEGAL MONOISM UNTUK ACCESSIBILITY TO JUSTICE MASYARAKAT HUKUM ADAT2026-10-06T03:30:03+00:00Yehezkiel Diktalasso Bimurtiyehezkieldbimurti@student.uns.ac.idFrissa Nurani Hikmahfrissaaa1131@student.uns.ac.id<p><em>The acceleration of National Strategic Projects (PSN) in Indonesia marginalizes Indigenous Communities (MHA) due to legal monism, which requires Local Regulation as a prerequisite for customary land rights. Consequently, customary territories without Local Regulation may be claimed as state land. This article examines legal protection and accessibility to justice for MHA in PSN land acquisition, institutionalization of Indigenous Constitutionalism through comparative and case studies, and its role as an instrument of remedial justice. This study employs normative legal research using statutory, conceptual, comparative, and case approaches. The findings indicate that Indonesian law remains inadequate in protecting MHA, as reflected in disputes involving the Balik Tribe in Sepaku and Rempang Eco-City. Comparisons with the Philippines, Malaysia, Australia, and Canada support the declaratory nature of indigenous rights preceding state recognition. This article recommends declaratory constitutional interpretation, an Adat State Tribunal, free, prior, and informed consent as a veto right, and ecological restitution.</em></p>2026-10-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12940Gaya Komunikasi Host Podcast The Catch Up Club Dalam Menciptakan Self Improvement2026-10-06T12:41:15+00:00Nilam Devy Nurmalasarinilam.vy74@gmail.comFifit Fitriansyah nilam.vy74@gmail.comMety Titin Herawati nilam.vy74@gmail.com<p><em>The development of new media has encouraged the emergence of various digital platforms, one of which is podcasts, which are increasingly used as a medium for information dissemination and self-development. The Catch Up Club podcast has gained popularity due to its discussions on life, friendship, and self-improvement delivered through a relaxed and relatable communication style. This study aims to analyze the communication style of the hosts of The Catch Up Club podcast and examine its role in fostering self-improvement among audiences. This research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, interviews, documentation, and literature review. The informants consisted of five audience members of the podcast. The findings, based on Joseph A. DeVito’s theory, indicate that the hosts predominantly use an assertive communication style, characterized by clear, open, honest, and respectful message delivery. The use of simple language, humor, personal experiences, and a warm approach makes the messages easier to understand. This communication style encourages self-reflection, enhances motivation, builds self-confidence, and supports the audience's selfimprovement process.</em></p>2026-10-07T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12969Penerapan Desain Universal Pembelajaran (DUP) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Murid Kelas V pada Materi Rantai Makanan di SDN Dukuh Kupang III/4902026-10-08T05:35:36+00:00Nayyirotul Tadz Qironayyirotultadzqiro23@gmail.comDwi HaryantaDwiharyanta@gmail.comPrihatin AndamariPrihatinandamari@gmail.com<p>Learning in fifth-grade classrooms often reveals differences in students' learning needs, both in how<br>they receive information and how they take part in learning activities, so that not all students can learn<br>optimally when instruction is delivered in a single uniform way. This classroom action research aimed to<br>improve the learning outcomes of fifth-grade students at SDN Dukuh Kupang III/490 on food chain material<br>through the implementation of Universal Design for Learning (UDL). The study used the Kemmis and<br>McTaggart action research model carried out in two cycles, each consisting of planning, action and<br>observation, and reflection stages. Data were collected through pretests, posttests, an UDL-implementation<br>observation sheet, a student-activity observation sheet, worksheets, and documentation, then analyzed through<br>class averages and mastery percentages. The findings showed a consistent increase in the average score and in<br>the percentage of students reaching the minimum learning-achievement criteria from the pre-cycle to Cycle I<br>and Cycle II, indicating that UDL implementation effectively improved students' learning outcomes and<br>classroom engagement.</p>2026-10-08T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12964BODY SHAMING PERSPEKTIF BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM (STUDI KASUS PADA REMAJA DESA SAMPA KECAMATAN BAJO)2026-10-07T13:43:25+00:00Meilanda Meilanda2201030026@uinpalopo.ac.idHamdani ThahaHamdanithaha@uinpalopo.ac.idTenrijaya TenrijayaTenrijaya@uinpalopo.ac.id<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena <em>body shaming</em> pada remaja di desa Sampa Kecamatan Bajo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis; 1) Bentuk-bentuk <em>body shaming</em> yang dialami remaja; 2) Dampak <em>body shaming</em> terhadap kondisi psikologis remaja; dan 3) Fenomena <em>body shaming</em> di desa Sampa Kecamatan Bajo dalam perspektif Bimbingan dan Konseling Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi terhadap remaja yang sesuai dengan kriteria penelitian. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data,reduksi data,penyajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan; 1) Bentuk-bentuk <em>body shaming</em> remaja di desa Sampa berupa ejekan verbal seperti panggilan “gendut” atau “gajah”, serta komentar negatif berupa "bentuk tubuhmu tidak sesuai dengan usiamu"; 2) Dampak <em>body shaming</em> terhadap psikologis remaja di desa Sampa meliputi penurunan rasa percaya diri, malu, sedih, minder, sakit hati, menarik diri, dan membatasi interaksi sosial. <em>Body shaming</em> juga memengaruhi <em>body image</em> berupa rasa tidak nyaman terhadap kondisi fisik akibat penilaian orang lain. Upaya yang dilakukan korban ialah menghindari dan membatasi interaksi dengan pihak atau situasi yang membuat mereka tidak nyaman; 3) Fenomena <em>body shaming</em> di desa Sampa jika dianalisi dalam perspektif Bimbingan dan Konseling Islam, <em>body shaming</em> tidak sesuai dengan nilai penghormatan terhadap martabat dan kemuliaan manusia serta akhlak yang baik, karena setiap individu seharusnya dihargai, dijaga perasaannya, dan diperlakukan dengan baik. Dengan demikian, <em>body shaming</em> dapat memberikan dampak negatif terhadap kondisi psikologis, <em>body image</em>, dan kehidupan sosial remaja.</p>2026-10-08T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12973Dana Desa Dan Kemiskinan Studi Kasus Di Desa Kandui Kabupaten Barito Utara2026-10-08T11:50:16+00:00Jahari Jaharijahari28101994@gmail.comNurul Azkarjahari28101994@gmail.com<p><em>This study aims to analyze transparency, accountability, and public involvement in the management of Village Funds in Kandui Village, North Barito Regency, and to identify the factors that have led to the suboptimal poverty alleviation efforts despite the village's independent status. This study employs a descriptive qualitative approach with data collection techniques including in-depth interviews, observation, and documentation. The research informants consist of village officials, beneficiary communities, and community leaders/village consultative body (BPD). Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing, with data validity testing using method and source triangulation. The results show that the management of Village Funds in Kandui Village has applied the principles of transparency through information boards and online media, accountability through the preparation of accountability reports (SPJ) and APBDes realization reports, and public involvement through hamlet deliberations and village deliberations. However, its implementation has not been fully optimal due to obstacles such as differing levels of community understanding, limited capacity of village officials, dynamic changes in poverty data, budget constraints, and the low active participation of some community members in deliberations. Although the village holds independent status with a relatively large Village Fund allocation, the poverty rate in Kandui Village remains relatively high (16.5%), indicating that the management of Village Funds has not been fully able to address structural challenges and significantly improve community welfare. This study recommends strengthening sustainable economic empowerment programs, enhancing the human resource capacity of village officials, and expanding access to information and community participation in the oversight of Village Funds.</em></p>2026-10-09T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12978IMPLEMENTASI SISTEM PREDIKSI BAHAN BAKU PRODUKSI HARIAN BERBASIS ALGORITMA RANDOM FOREST PADA UMKM AYAM GEPREK CHIKTRI2026-10-08T12:39:32+00:00Fadhila Arumtinifadhilaharumtini@gmail.comFatma Sari Hutagalungfadhilaharumtini@gmail.com<p>Pengelolaan persediaan bahan baku merupakan aspek penting dalam menjaga kelancaran proses produksi pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). UMKM Ayam Geprek Chiktri masih menentukan kebutuhan bahan baku berdasarkan perkiraan, sehingga berisiko mengalami kelebihan atau kekurangan persediaan. Penelitian ini bertujuan membangun sistem prediksi kebutuhan bahan baku produksi harian menggunakan algoritma Random Forest untuk membantu memperkirakan jumlah penjualan dan kebutuhan bahan baku secara lebih akurat. Metode penelitian meliputi pengumpulan dan preprocessing data historis penjualan, pelatihan model menggunakan Random Forest Regressor, serta evaluasi model menggunakan MAE, RMSE, MAPE, dan R². Sistem kemudian diimplementasikan dalam bentuk aplikasi berbasis web menggunakan Python, Streamlit, dan MySQL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Random Forest menghasilkan nilai MAE sebesar 4,34 porsi, RMSE sebesar 6,81 porsi, MAPE sebesar 7,29%, dan R² sebesar 94,09%, yang menunjukkan kemampuan model dalam memprediksi penjualan dengan sangat baik. Pengujian yang dilakukan pada sepuluh tanggal prediksi berbeda menghasilkan nilai R² pada rentang 93,95% sampai 94,30%, sehingga model terbukti konsisten dan tidak pernah berada di bawah ambang 80%. Hasil prediksi tersebut digunakan untuk menghitung kebutuhan bahan baku secara otomatis berdasarkan komposisi setiap produk. Sistem yang dibangun dapat membantu pelaku UMKM dalam merencanakan kebutuhan bahan baku secara lebih efektif, mengurangi risiko kelebihan maupun kekurangan stok, serta mendukung pengambilan keputusan dalam proses produksi.</p>2026-10-09T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12975Peningkatan Hasil Belajar IPAS melalui Interactive Flat Panel (IFP) Berbantuan Sketchfab pada materi Bagian-Bagian Mata 2026-10-08T12:15:25+00:00Laila Agustinpeserta.37081@ppg.belajar.idDiah Yovita SuryariniDiah@gmail.comRatna SusantiRatna@gmail.com<p><em>Fifth-grade students at SDN Dukuh Kupang III/490 Surabaya experienced difficulties in identifying the parts of the eye, locating their positions, and explaining their functions, particularly the internal structures that cannot be directly observed. This difficulty was reflected in the initial assessment, in which 15 of 22 students had not achieved the established Learning Achievement Criteria (KKTP). This classroom action research aimed to improve students’ learning outcomes on the topic of the parts of the eye and their functions through the use of an Interactive Flat Panel assisted by Sketchfab. The research employed the Kemmis and McTaggart model, which consisted of a pre-cycle, Cycle I, and Cycle II. Data were collected using learning outcome evaluation sheets and analyzed descriptively by comparing students’ individual and classical mastery against the KKTP score of 75. The results showed an increase in classical mastery from 31.8% in the pre-cycle to 63.6% in Cycle I and 86.4% in Cycle II. These findings indicate that the use of an Interactive Flat Panel assisted by Sketchfab contributed to improving students’ learning outcomes in understanding the parts of the eye and their functions. </em></p> <p> </p> <p><em> </em></p> <p><em> </em></p>2026-10-09T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/12984Pengaruh Struktur Modal, Profitabilitas, Dan Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan Manufaktur Subsektor Otomotif Dan Komponen Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2021-20252026-10-09T12:52:27+00:00Anggi Karya Ambaraanggikarya1@gmail.comInda Alfionitaindaalfio@gmail.comGos Ishakgosishak@tau.ac.idAgung Priyonoagung.priyono@tau.ac.id<p>Industri otomotif dan komponennya memiliki peranan penting dengan berkontribusi memberikan peningkatan yang cukup signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Industri ini membutuhkan dana investasi besar dan sangat sensitif terhadap kondisi makroekonomi seperti inflasi, suku bunga, dan daya beli masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Struktur Modal, Profitabilitas, Kebijakan Dividen terhadap Nilai Perusahaan subsektor otomotif dan komponen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Dengan pengumpulan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sehingga diperoleh 10 perusahaan dengan total observasi sebanyak 50 data selama periode 5 tahun. Didukung oleh program SPSS versi 27. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa variabel X1 Struktur Modal diukur melalui (<em>Dept to Equity Ratio</em>) tidak berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan diukur melalui (<em>Price to Book Value</em>), X2 Profitabilitas diukur melalui (<em>Return On Assets</em>) berpengaruh positif signifikan terhadap Nilai Perusahaan diukur melalui (<em>Price to Book Value</em>), X3 Kebijakan Dividen diukur melalui (<em>Dividend Payout Ratio</em>) berpengaruh positif signifikan terhadap Nilai Perusahaan diukur melalui (<em>Price to Book Value</em>), Namun Secara simultan ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan diukur melalui PBV. Bagi penelitian selanjutnya memperbanyak variabel bebas yang berpotensi guna mempengaruhi nilai perusahaan contohnya, ukuran perusahaan, pertumbuhan perusahaan, likuiditas, risiko bisnis, kondisi makroekonomi, maupun variabel lain.</p>2026-10-09T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/13024RANCANG BANGUN SISTEM PAKAN KUCING OTOMATIS DENGAN NOTIFIKASI TELEGRAM UNTUK MONITORING KETERSEDIAAN PAKAN2026-10-12T02:07:23+00:00Wahyuni Fegiwahyunifegi06@gmail.comRikki VitriaRikki@gmail.comAmelia YolandaAmelia@gmail.com<h2><em>Regular cat feeding is often hindered by the owner's busy schedule, especially when away from home, making it difficult to monitor food availability and risking the cat running out of food without the owner's knowledge. This study aims to design an automatic cat feeding system with Telegram notifications to monitor food availability. The system uses an Arduino Uno as the main controller, an RTC DS3231 for feeding schedule management, a servo motor to dispense the food, and an ultrasonic sensor to detect food availability. In addition, an ESP32-CAM is used to monitor the food condition through image processing, classifying it into three categories: sufficient, low, and empty. The research was conducted through hardware design, software design, system integration, and testing stages. The test results show that the system is able to dispense food according to the predetermined schedule, monitor the food condition using the ESP32-CAM, and send food condition notifications via Telegram, allowing the owner to monitor the cat's food availability remotely.</em></h2>2026-10-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/13036KAJIAN KAWASAN AKSES TOL BEKASI TIMUR DALAM KONSEP PENATAAN LALU LINTAS2026-10-12T15:20:09+00:00Atsari Fildzah Zulhusniatsarifildzah@gmail.comZefri Zefriatsarifildzah@gmail.comSiska Ameliaatsarifildzah@gmail.com<p>Penelitian ini mengkaji kinerja lalu lintas pada koridor akses Tol Bekasi Timur sepanjang 500 meter yang berada di Kecamatan Rawalumbu dan Jalan Jatimulya. Melalui pendekatan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2023) dan analisis spasial berbasis SIG, penelitian ini menganalisis pengaruh variabel independen berupa geometri jalan (X1), hambatan samping (X2), dan volume kendaraan (X3) terhadap variabel dependen kinerja jalan (Y). Hasil analisis menunjukkan bahwa koridor ini mengalami degradasi pelayanan akibat fenomena <em>bottleneck </em>dan tingginya aktivitas komersial di sempadan 50 meter yang menciptakan hambatan samping kategori sangat tinggi. Dominasi lahan ruko tanpa area parkir memadai serta pangkalan transportasi informal menyebabkan kapasitas jalan tereduksi signifikan, menghasilkan nilai derajat kejenuhan (DS) di atas 1,00 dengan tingkat pelayanan (LOS) kategori F. Kondisi ini diperparah oleh karakteristik topografi datar dan tanah aluvial yang mendukung kepadatan bangunan namun rentan genangan. Penelitian menyimpulkan bahwa penataan ulang tata guna lahan dan sinkronisasi regulasi sempadan antar wilayah administrasi diperlukan untuk mengoptimalkan kembali fungsi koridor akses tol tersebut.</p>2026-10-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/13044Konstruksi Citra Pemerintah dalam Pemberitaan Kelanjutan Kebijikan Efisiensi APBN: Analisis Framing Pan dan Kosicki dalam Persepktif Pancasila2026-10-13T09:33:28+00:00Siti Wulansari6662240031@student.untirta.ac.idLaura Sandi Widya6662240031@student.untirta.ac.idImelda Fani Rizky Fauziah6662240031@student.untirta.ac.idAndini Damayanti6662240031@student.untirta.ac.idIkhsan Ahmad6662240031@student.untirta.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pemerintah digambarkan dalam berita tentang kelanjutan kebijakan efisiensi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) di media Kompas.com dan Tempo.co. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki yang terdiri dari empat struktur: sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Sebanyak empat artikel berita tahun 2026 dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompas.com cenderung membingkai efisiensi anggaran sebagai upaya pembenahan tata kelola dan peningkatan efektivitas program, sedangkan Tempo.co lebih menonjolkan tindakan pemangkasan dan proses penghematan anggaran. Dalam perspektif Pancasila, kedua media memperlihatkan kepedulian terhadap keberlanjutan program masyarakat, namun masih memiliki keterbatasan dalam keragaman sumber dan keterbukaan dampak pemangkasan.</p>2026-10-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/13047Metode Keteladanan Dalam Meningkatkan Perilaku Jujur Siswa Mts Guppi Padas Ngawi2026-10-13T11:45:37+00:00Dyah Setyo Kinasihsetyokinasihd@gmail.comRido Kurniantosetyokinasihd@gmail.comSyamsul Arifinsetyokinasihd@gmail.com<p><em>This study aims to analyze the role model method in improving honest behavior in students at MTs GUPPI Padas Ngawi. Honesty is a fundamental character value that must be instilled from an early age, and teachers play a crucial role as role models in shaping this attitude. This research used a qualitative approach with a case study. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation involving teachers, students, and the madrasah principal. The results showed that the role model method was highly effective in fostering honest behavior in students. Teachers' role models were evident in their attitudes, words, and concrete actions, such as keeping promises, being fair, and giving students confidence during exams without close supervision. Furthermore, the supportive school environment and religious activities such as congregational prayer, tadarus (Islamic religious study), and morning sermons (kultum) also strengthened students' honesty values. Supporting factors for implementing this method include emotional closeness between teachers and students, consistent teacher behavior, and parental and community involvement. Meanwhile, inhibiting factors included a lack of control over the outside-of-school environment, the influence of social media, and students' weak awareness of the importance of honesty. The conclusion of this study is that teacher role models have a significant influence on the development of students' honest character. Role models are not only a learning method but also the most effective foundation for character education. Therefore, synergy between teachers, parents, and the school environment is needed to create a sustainable culture of honesty</em><em>.</em></p>2026-10-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/13051DAMPAK PSIKOLOGIS POSITIF ANAK PADA BLENDED FAMILY DI DUSUN TANIMBA KECAMATAN BONE-BONE KABUPATEN LUWU UTARA2026-10-13T14:22:26+00:00Putri Magfira. R2201030017@uinpalopo.ac.idSubekti MasriSubektimasri@uinpalopo.ac.idJumriani JumrianiJumriani@uinpalopo.ac.id<p>Penelitian ini dilatar belakangi oleh perubahan struktur keluarga akibat perceraian, kematian pasangan, atau pernikahan kembali yang membentuk <em>blended family</em>. Kondisi tersebut dapat memengaruhi perkembangan psikologis anak, baik secara positif maupun negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak psikologis positif yang dialami anak pada <em>blended family</em> serta faktor-faktor yang memengaruhi terbentuknya dampak psikologis positif tersebut di Dusun Tanimba, Kecamatan Bone-Bone, Kabupaten Luwu Utara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap informan yang memenuhi kriteria penelitian. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak dalam <em>blended family </em>dapat mengalami dampak psikologis positif berupa meningkatnya rasa percaya diri, kemampuan beradaptasi, keterampilan sosial, serta rasa aman dan nyaman dalam lingkungan keluarga baru. Faktor-faktor yang memengaruhi terbentuknya dampak positif tersebut meliputi dukungan emosional dari orang tua dan orang tua tiri, pola pengasuhan yang baik, komunikasi yang efektif, hubungan keluarga yang harmonis, serta penerimaan anak dalam lingkungan keluarga. Dengan demikian, kualitas hubungan dan pola pengasuhan dalam <em>blended family</em> memiliki peran penting dalam mendukung kesejahteraan psikologis anak.</p>2026-10-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/13061Manajemen Asuhan Kebidanan Komprehensif dengan Pendekatan Dokumentasi SOAP pada Ny S. Masa Kehamilan 2026-10-14T10:55:06+00:00Puri Famili Sarirandisalimsosiologi@gmail.com<p>Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator utama derajat kesehatan masyarakat. Kelainan kontraksi uterus seperti inersia uteri sekunder pada masa persalinan berpotensi memicu fase aktif memanjang hingga penyulit obstetri. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan dan mendokumentasikan asuhan kebidanan secara komprehensif (<em>Continuity of Care</em>) dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan Keluarga Berencana (KB). Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan manajemen kebidanan berbasis alur berpikir kritis serta pendokumentasian SOAP. Subjek penelitian adalah Ny. S, usia 32 tahun (G2P1A0), di RSUD dr. Dradjat Prawiranegara. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumen rekam medis, dan studi kepustakaan. Pemeriksaan antenatal Ny. S (39 minggu) berjalan fisiologis sesuai standar 10T dengan keluhan nyeri punggung. Pada Kala I persalinan, ditemukan inersia uteri sekunder yang ditangani melalui kolaborasi bersama dokter Sp.OG berupa penatalaksanaan augmentasi drip oksitosin dan pengosongan kandung kemih, sehingga persalinan berlangsung spontan. Kala II, III, dan IV berjalan fisiologis. Bayi lahir bugar (BB 3.350 g, PB 49 cm) dan mendapatkan asuhan esensial mencakup IMD, vitamin K1, imunisasi Hb0, serta skrining hipotiroid kongenital. Masa nifas berlangsung normal dengan proses involusi uterus, lokia rubra, dan laktasi yang berjalan baik. Asuhan kebidanan komprehensif berkesinambungan berbasis SOAP terbukti efektif mendeteksi dan menangani komplikasi inersia uteri serta mendukung adaptasi fisiologis ibu dan bayi baru lahir. Kedisiplinan pemantauan partograf dan kolaborasi multidisiplin sangat penting untuk meningkatkan keselamatan maternal dan neonatal.</p>2026-10-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/13062Analisis Framing Pemberitaan RUU Perampasan Aset Tahun 2026 pada Kompas.com dan Detik.com Ditinjau dari Perspektif Pancasila2026-10-14T11:07:29+00:00Syifa Thania Aliffahthaniaaliffah@gmail.comAzizah Fitriyantithaniaaliffah@gmail.comNaila Rahma Rosyadithaniaaliffah@gmail.comIkhsan Ahmadthaniaaliffah@gmail.com<p>Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset menimbulkan dukungan sekaligus polemik, dan media daring turut membentuk pemahaman publik terhadapnya melalui framing. Penelitian ini bertujuan membandingkan framing pemberitaan RUU Perampasan Aset tahun 2026 pada Kompas.com dan Detik.com serta mengkajinya berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis framing model Robert N. Entman terhadap 6 artikel berita yang terbit pada 1 Agustus hingga 30 September 2026 dan dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua media memosisikan RUU ini sebagai instrumen penegakan hukum yang perlu diperkuat melalui regulasi. Kompas.com menekankan cakupan tindak pidana dan batas kewenangan, sedangkan Detik.com menekankan urgensi pengesahan dan pemulihan kerugian negara disertai catatan mengenai pembuktian dan asas praduga tak bersalah. Ditinjau dari sila kedua, keempat, dan kelima Pancasila, framing kedua media berkaitan dengan upaya menyeimbangkan kepentingan negara dan perlindungan hak masyarakat. Temuan ini berimplikasi pada perlunya pemberitaan yang berimbang dan pembacaan lintas sumber, dengan catatan hasilnya terbatas pada enam artikel sehingga tidak dapat digeneralisasikan.</p>2026-10-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/13064PERAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP RESILIENSI EMOSIONAL MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM DALAM PENYELESAIAN SKRIPSI DI UIN PALOPO2026-10-14T11:17:29+00:00Nur Fadilah2201030004@uinpalopo.ac.idHamdani Thahahamdani_thaha@uinpalopo.ac.idSabaruddin Sabaruddinsabaruddin@uinpalopo.ac.id<p>Skripsi ini membahas tentang Peran Dukungan Sosial Terhadap Resiliensi Emosional Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam dalam Penyelesaian Skripsi di UIN Palopo. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui kondisi emosional mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam dalam penyelesaian skripsi di UIN Palopo; 2) Menganalisis peran dukungan sosial dalam membantu mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam menghadapi dan mengelola berbagai tekanan emosional selama proses penyelesaian skripsi di UIN Palopo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Kondisi emosional mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam dalam penyelesaian skripsi di UIN Palopo meliputi kesedihan, amarah, rasa takut, kenikmatan, dan cinta; 2) Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam memperoleh empat bentuk dukungan sosial yaitu dukungan emosional, dukungan penghargaan, dukungan instrumental, dan dukungan informasi. Dukungan tersebut berperan dalam membantu mahasiswa menghadapi tekanan dan mampu mengelola emosional yang tidak stabil selama menyelesaikan skripsi.</p>2026-10-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/13066Eksplorasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Novel Laut Bercerita Karya Leila S. Chudori: Analisis Semiotika Roland Barthes terhadap Sila Kemanusiaan dan Keadilan2026-10-14T12:40:37+00:00Khairani Azka Mardhiyyah6662240239@untirta.ac.idShafa Dwi Juliana6662240022@student.unitrta.ac.idOscadeon Oscadeon6662240039@student.untirta.ac.idIkhsan Ahmadikhsan@untirta.ac.id<p><em>The novel Laut Bercerita by Leila S. Chudori tells the story of the struggle of student activists during the New Order era who experienced kidnapping, torture, and enforced disappearance, as well as the struggle of the victims' families in seeking truth and justice. The story represents humanitarian issues, abuse of power, and injustice that are closely related to the values of Pancasila. This study aims to analyze the denotative, connotative, and mythical meanings in the novel and to interpret their connection to the Second Principle, Humanity that is Just and Civilized, and the Fifth Principle, Social Justice for All Indonesian People. This study uses a descriptive qualitative approach with a textual analysis method based on Roland Barthes' semiotic theory. Data were collected through library research using reading and note-taking techniques, then analyzed through the identification of signs, the interpretation of denotation, connotation, and myth, and the connection of the interpretation results with the values of Pancasila. The results of the analysis show that the signs of kidnapping, confinement, torture, and enforced disappearance represent dehumanization as well as criticism of the normalization of violence and impunity. Meanwhile, solidarity among prisoners, an empty plate at the family dining table, and black umbrellas in the Kamisan Action represent efforts to defend human dignity, collective memory, and the struggle to obtain justice. These representations reflect the values of the Second Principle through the affirmation of the importance of respecting human dignity and protecting human rights, and the values of the Fifth Principle through the demand for equality before the law and the fulfillment of the rights of victims and victims' families to truth and justice. Thus, the novel Laut Bercerita not only represents suffering caused by humanitarian violations, but also conveys social criticism of the abuse of power and emphasizes the importance of applying the values of Pancasila in the life of the nation and state.</em></p>2026-10-15T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/13092Model Terjemahan dalam Teologi Kontekstual: Prinsip, Tantangan, dan Penerapannya dalam Konteks Indonesia2026-10-16T07:42:17+00:00Cantika Sari Depicantikasaridepi008@gmail.comSusanto Susantosantostram06@gmail.comSarmauli Sarmaulisarmauli@stakn-palangkaraya.ac.id<p><em>Contextual theology is an important approach to communicating the Gospel to communities with diverse languages, cultures, and social backgrounds. One approach within contextual theology is the Translation Model, which seeks to communicate the Gospel through functional equivalents appropriate to the cultural context of the recipients without altering the essence of Christian teachings. This study aims to examine the definition, fundamental principles, strengths, limitations, and application of the Translation Model in contextual theology, particularly within Indonesia's culturally diverse society. This study employs a qualitative approach using a literature review method by examining relevant literature on contextual theology, missiology, and Bible translation. The findings indicate that the Translation Model emphasizes dynamic equivalence in communicating the Gospel so that its message can be understood and embraced by people from different cultural backgrounds. Its strengths include preserving the integrity of the Gospel, drawing on a long-standing tradition of Christian mission, and providing a relatively accessible framework for church ministry. However, its application also presents several challenges, including determining the transcultural core of the Gospel, the tendency to position recipient cultures as passive objects, the risk of syncretism, and insufficient attention to the sociopolitical dimensions of culture. Therefore, the application of the Translation Model requires a thorough understanding of biblical texts and the cultural contexts of recipient communities. This approach is expected to support culturally relevant church ministry while maintaining faithfulness to the essence of the Gospel.</em></p>2026-10-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/13094Etika Penggunaan Generative AI oleh Mahasiswa PAI: Integrasi Pendidikan Akhlak Islam dan Literasi Digital Kritis2026-10-16T08:34:54+00:00Rhafayfa Rhafayfarhafayfa270406@gmail.comAlmuja Adillahalmujaadillah@gmail.comYazid Yazidyazidganteng3107@gmail.com<p>Perkembangan penggunaan generatif Al dalam aktivitas akademik menuntut siswa Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki kemampuan memanfaatkannya secara jujur, bertanggung jawab, dan kritis berdasarkan nilai-nilai akhlak Islam serta prinsip literasi digital. Penelitian ini menganalisis etika penggunaan generatif Al oleh mahasiswa PAI dengan mengintegrasikan nilai-nilai akhlak Islam dan literasi digital kritis dalam kegiatan akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus; data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis secara tematik dari perspektif pendidikan akhlak Islam dan literasi digital kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al generatif dimanfaatkan siswa PAI untuk mencari ide, merangkum materi, dan membantu tugas penyusunan, namun penggunaannya masih menghadapi masalah berupa ketidakjelasan batas etis, risiko ketergantungan, serta lemahnya verifikasi terhadap akurasi dan sumber informasi. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa nilai kejujuran, amanah, tanggung jawab, dan tabayun perlu dipadukan dengan kemampuan memverifikasi informasi serta mengenali keterbatasan keluaran Al. Dengan demikian, penggunaan Al generatif oleh mahasiswa PAI perlu diarahkan melalui integrasi nilai akhlak akhlak Islam dan literasi digital kritis agar Al berfungsi sebagai pendukung pembelajaran, bukan pengganti kejujuran, tanggung jawab, dan kemandirian akademik.</p>2026-10-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIKhttps://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/view/13097Analisis Pendidikan Ibadah Shalat dalam Menunjang Kelancaran Tugas dan Ketenangan Hidup2026-10-16T14:18:58+00:00Melva Habibah RiskinaMelva@gmail.comIsmi KhairaniIsmikhairani6@gmail.comRisky Rafandiriskyrafandi@gmail.com<p><sub><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Shalat merupakan kewajiban harian umat Islam, tetapi sering dianggap bersaing dengan tuntutan pekerjaan dan studi, dan pengamalannya tidak selalu konsisten meskipun pengetahuan tentang kewajibannya sudah ada. Penelitian ini bertujuan menganalisis pendidikan ibadah shalat dalam kelancaran tugas dan ketenangan hidup. Penelitian menggunakan studi pustaka kualitatif dengan pendekatan deskriptif-naratif terhadap jurnal terdahulu berbahasa Indonesia terbitan 2023-2026 yang membahas shalat dalam kaitannya dengan kesehatan mental, ketenangan jiwa, disiplin, kualitas hidup, serta fungsi sosial-spiritual, dilengkapi dua artikel pendukung tentang pengamalan shalat siswa dan pembelajaran berdiferensiasi pada pendidikan Islam anak usia dini. Artikel dipilih secara purposif dan dianalisis secara tematik melalui familiarisasi, pengodean, pembentukan tema, dan analisis lintas sumber. Jurnal tersebut merupakan studi empiris primer, dan studi pustaka atau studi tafsir. Hasil sintesis menunjukkan lima temuan. Pertama, waktu shalat lima kali sehari membentuk struktur waktu yang melatih disiplin, pengendalian diri, dan tanggung jawab sebagai prasyarat penyelesaian tugas yang tertib. Kedua, shalat, terutama yang dilakukan dengan khusyuk, berfungsi sebagai koping spiritual yang berkaitan dengan penurunan stres dan kecemasan, regulasi emosi yang lebih baik, serta peningkatan konsentrasi dan efikasi diri. Ketiga, ketenangan hidup tumbuh dari perpaduan gerakan ritmis, zikir, pemaknaan, dan, pada shalat berjamaah, dukungan sosial. Keempat, ketenangan dan kelancaran tugas tampak saling memperkuat dalam siklus timbal balik. Kelima, pendidikan ibadah melalui bimbingan, pembiasaan, keteladanan, dan pembelajaran yang memperhatikan perbedaan gaya belajar menjadi hulu yang menentukan konsistensi dan kualitas shalat yang menjadi syarat manfaat tersebut. Meskipun demikian, bukti yang ada bersifat heterogen, sebagian besar berdasarkan laporan diri atau korelasional, dan tidak satu pun studi primer mengukur kinerja tugas secara objektif. Sejumlah klaim terapeutik juga belum didukung bukti klinis, dan shalat bukan pengganti layanan kesehatan mental profesional. Artikel ini mengusulkan model konseptual terpadu serta merekomendasikan agar institusi pendidikan dan tempat kerja memfasilitasi waktu dan ruang shalat serta memperkuat pendidikan ibadah yang berkelanjutan, dan agar penelitian lanjutan menggunakan desain longitudinal dan eksperimental dengan ukuran kinerja dan kesejahteraan yang tervalidasi.</span></span></sub></p>2026-10-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK