Relasi Kekuasaan dalam Penentuan Prioritas Infrastruktur Jalan dan Tata Kelola Nagari di Kabupaten Solok
DOI:
https://doi.org/10.61722/jssr.v4i3.10721Keywords:
relasi kekuasaan, infrastruktur jalan, tata kelola nagari, pembangunan berkelanjutanAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis relasi kekuasaan dalam penentuan prioritas infrastruktur jalan dan tata kelola nagari di Kabupaten Solok. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi dokumen dan literatur terarah. Data utama bersumber dari Kabupaten Solok Dalam Angka 2026, terutama mengenai luas wilayah, jumlah kecamatan, jumlah nagari dan jorong, kondisi jalan kabupaten, kemiskinan, Indeks Pembangunan Manusia, Gini Ratio, serta jumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Teori relasi kekuasaan Michel Foucault digunakan untuk membaca bagaimana kekuasaan bekerja melalui aktor, data, dokumen perencanaan, anggaran, forum musyawarah, dan praktik administratif pembangunan daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penentuan prioritas infrastruktur jalan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga merupakan arena relasi kekuasaan antara pemerintah daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Organisasi Perangkat Daerah, pemerintah nagari, elite lokal, masyarakat, dan pelaku ekonomi. Kondisi jalan rusak berat yang lebih panjang dibandingkan jalan dalam kondisi baik menunjukkan adanya tantangan konektivitas dan ketimpangan spasial. Selain itu, nagari menjadi ruang penting partisipasi masyarakat, tetapi juga berpotensi menjadi arena dominasi elite lokal apabila tata kelola tidak transparan. Penelitian ini menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Solok membutuhkan tata kelola berbasis data, transparan, partisipatif, kolaboratif, dan berkeadilan wilayah.
References
Andreastuti, D., & Ayu, K. P. (2025). Adaptive co-management kearifan lokal dalam tata kelola lingkungan berkelanjutan di Kabupaten Gunung Mas. Jurnal Masyarakat dan Desa. https://jurnal.apmd.ac.id/index.php/JMD/article/view/730
Aysyah, N., Tsabitah, Z. H., et al. (2026). Power relations in mangrove ecosystem management: The authority of Kotawaringin village government amid environmental policy structures. Journal of Social and Political Issues. https://doi.org/10.58835/jspi.v6i1.698
Badan Pusat Statistik Kabupaten Solok. (2026). Kabupaten Solok dalam angka 2026. BPS Kabupaten Solok. https://solokkab.bps.go.id/id/publication/2026/02/27/3b82fc962bc6e6845206400e/solok-regency-in-figures-2026.html
Daaris, Y. Y., & Marwah. (2024). Sinergi kebijakan publik dan pengelolaan sumber daya alam dalam pembangunan berkelanjutan di wilayah pesisir Kabupaten Bima. Jurnal Ilmu Administrasi Negara, 21(2), 14–28. https://doi.org/10.59050/jian.v21i2.251
Dona, T. R., Mukhlis, M., & Budiono, P. (2025). Ketimpangan kekuasaan dalam konflik agraria: Menelaah resolusi konflik berbasis teori Foucault di Kabupaten Tebo. Journal Publicuho, 8(1), 371–384. https://doi.org/10.35817/publicuho.v8i1.605
Enala, S. H., Jalal, N., & Adam, A. F. (2025). Analisis peran dan kewenangan aktor administrasi publik dalam proyek pangan nasional di Papua Selatan: Perspektif multi-level governance. Musamus Journal of Public Administration. https://doi.org/10.35724/mjpa.v7i2.7116
Handini, N., Darwina, M., et al. (2025). Peran pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi ekonomi lokal melalui inovasi kebijakan pembangunan berkelanjutan. Jurnal Ilmiah Nusantara. https://doi.org/10.61722/jinu.v2i5.5793
Harahap, F. R. (2026). Praktik governmentality dalam skema hutan tanaman energi (HTE) pada Suku Jerieng di Kabupaten Bangka Barat. Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner. https://ojs.ruangpublikasi.com/index.php/jpim/article/view/976
Jaya, M., Epriadi, D., & Sari, M. D. K. (2025). Implementasi program Dumisake dan dinamika politik pembangunan daerah: Studi kebijakan UMKM di Kecamatan Rimbo Bujang. Jurnal Politik dan Pemerintahan Daerah. https://doi.org/10.36355/jppd.v7i1.233
Kabuam, W. (2025). Tata kelola perbatasan yang berkelanjutan: Sinergi lintas sektor untuk pembangunan dan keamanan di Merauke. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora. https://doi.org/10.63822/wgcp4m13
Kebubun, R. J. M. (2026). Partisipasi masyarakat dalam tata kelola ketahanan pangan daerah perbatasan: Model collaborative governance di Kabupaten Merauke. Jejak Digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin. https://doi.org/10.63822/wgnsq286
Lazar, F. C. T., Tokan, F. B., & Niron, E. S. (2024). Relasi kuasa pemerintah desa dan masyarakat dalam pengelolaan keuangan desa di Desa Lamabelawa. Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial, 8(2), 219–239. https://doi.org/10.38043/jids.v8i2.5345
Lubis, E. F., Yuliani, F., & Marta, A. (2025). Dimensi policy network dalam pengembangan kawasan minapolitan di Kecamatan XIII Koto Kampar, Provinsi Riau. PUBLIKA: Jurnal Ilmu Administrasi Publik. https://doi.org/10.25299/jiap.2025.23810
Mahlella, N. (2025). Strategi penguatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah berkelanjutan. Jurnal Administrasi Publik. https://publikasi.nexusjurnal.com/index.php/japu/article/download/26/27
Maulana, R., Warganegara, A., et al. (2025). Dinamika hubungan politik antaraktor dalam pengelolaan dana desa: Studi perbandingan kinerja keuangan desa. NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial. https://doi.org/10.31604/jips.v12i9.2025.3644-3658
Pantola, B. R. S., Ola, U., & Boro, V. I. A. (2025). Dominasi supradesa dalam pembangunan desa: Implementasi asas subsidiaritas di Desa Oelnunuh. NeoRespublica: Jurnal Ilmu Pemerintahan. https://doi.org/10.52423/neores.v6i2.1123
Sahetapy, F., Sabaat, Y. Y., & Lopo, Y. H. L. (2026). Politik tata ruang dalam proyek strategis nasional: Studi kasus proyek pembangunan Rempang Eco-City Pulau Rempang, Batam. Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial. https://pchukumsosial.org/index.php/pchs/article/view/231
Sandrio, L., Rudiyanto, R., Seran, M. Y., et al. (2026). Beyond policy rhetoric: Tata kelola pariwisata berkelanjutan berbasis masyarakat di Desa Wae Lolos. Journal of Science Education and Management Business. https://rcf-indonesia.org/home/index.php/JOSEAMB/article/view/1000
Setyanto, W. (2025). Data tunggal sosial ekonomi, penurunan kemiskinan, dan pembangunan berkelanjutan: Pengalaman Indonesia. KRITIS. https://doi.org/10.24246/kritis.v34i1p266-284
Shabira, L., Muhtadi, T. B. Y., et al. (2026). Analisis relasi kekuasaan dan kesenjangan kewenangan antar stakeholder dalam pengelolaan sampah di TPA Cipeucang Kota Tangerang Selatan. Publicness: Journal of Public Administration Studies. https://doi.org/10.24036/publicness.v5i1.324
Sholikin, A. (2025). Politik tata kelola sumber daya alam di era reformasi: Jejaring elite, konflik kepentingan, dan ketimpangan ekologis. Madani: Jurnal Politik dan Sosial Kemasyarakatan. https://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/MADANI/article/view/12667
Sutisna, A., Wulansari, R. D., & Furqon, W. (2026). Desa sebagai subyek pembangunan: Studi desentralisasi, kelembagaan, dan partisipasi warga. Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan. https://doi.org/10.25157/moderat.v12i1.5745
Syahadi, A. F., & Makhya, S. (2026). Analisis kebijakan pembangunan jalan provinsi dalam meningkatkan konektivitas wilayah di Provinsi Lampung. Journal Publicuho. https://doi.org/10.35817/publicuho.v9i2.1119
Villadsen, K. (2024). The subject and power—Four decades later: Tracing Foucault's evolving concept of subjectivation. Foucault Studies, 36, 293–321. https://doi.org/10.22439/fs.i36.7220
Yusri, N., Wardi, Y., & Evanita, S. (2025). Komunikasi dalam perencanaan pembangunan: Suatu kajian kritis dalam kebijakan lingkungan dan partisipasi publik. Jurnal Salingka Nagari. https://doi.org/10.24036/jsn.v4i1.319
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











