Kompetensi Profesional Guru Matematika sebagai Wujud Profesionalisme Guru dalam Pembelajaran

Authors

  • Febi Aisqil Jamilah Febi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim
  • Cantika Maharani Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim
  • Nurdiana Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim
  • Ade Irma Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim

DOI:

https://doi.org/10.61722/jssr.v4i3.10817

Keywords:

Discovery Learning, guru matematika, kompetensi profesional, pembelajaran berdiferensiasi, pengembangan profesional

Abstract

Abstrak. Penelitian ini mengkaji kompetensi profesional guru matematika berdasarkan wawancara mendalam yang dilakukan di tingkat sekolah menengah. Penelitian berfokus pada empat dimensi: penguasaan materi pembelajaran, pengembangan metode dan strategi pembelajaran, evaluasi dan penilaian pembelajaran, serta pengembangan profesional. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dengan data wawancara yang diperoleh dari seorang guru matematika sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru tersebut memiliki penguasaan konsep matematika yang baik dan menerapkan teknik scaffolding untuk menyederhanakan konten abstrak. Discovery Learning diidentifikasi sebagai model pembelajaran utama, dilengkapi dengan pembelajaran berdiferensiasi untuk mengakomodasi beragam kemampuan siswa. Penilaian dilakukan melalui tes formatif, latihan harian, dan remedial bagi siswa yang belum tuntas. Dalam hal pengembangan profesional, guru aktif mengikuti pelatihan, workshop, dan MGMP. Tantangan utama yang diidentifikasi meliputi beban administratif, perubahan kurikulum yang cepat, dan kebutuhan adaptasi terhadap teknologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kompetensi profesional harus diintegrasikan secara holistik dengan kompetensi pedagogik dan kepribadian untuk menghasilkan guru matematika yang efektif.

References

Republik Indonesia. (2005). Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Jakarta: Sekretariat Negara

Aulia Marisya dan Elfia Sukma, "Konsep Model Discovery Learning pada Pembelajaran Tematik Terpadu di Sekolah Dasar Menurut Pandangan Para Ahli", Jurnal Pendidikan Tambusai, Vol. 4, No. 3, 2020, hlm. 21

Tomlinson, C. A. (2014). The differentiated classroom: Responding to the needs of all learners (2nd ed.). ASCD.

Darling-Hammond, L., & Hyler, M.E. (2017). Effective teacher professional development. Learning Policy Institute. https://doi.org/10.54300/122.311

Vygotsky, L.S. (2009). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.

Aulia Marisya dan Elfia Sukma, "Konsep Model Discovery Learning pada Pembelajaran Tematik Terpadu di Sekolah Dasar Menurut Pandangan Para Ahli", Jurnal Pendidikan Tambusai, Vol. 4, No. 3, 2020, hlm. 21.

Nur Hidayat, Yani Pratiwi, dan Iqbal Mustaqim, "Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka", JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Vol. 8, No. 7, 2025, hlm. 7638.

Wiliam, D. (2011). Embedded formative assessment. Solution Tree Press. (Buku ini mengulas implementasi assessment for learning secara komprehensif di era modern).

Donald A. Schön, The Reflective Practitioner: How Professionals Think in Action (New York: Basic Books, 1983), hlm. 49.

Kementerian Pendidikan Nasional. (2007). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Jakarta: Kemendiknas.

Downloads

Published

2026-06-11

Issue

Section

Articles