MAKNA SIMBOLIS TRADISI MANDI BALIMAU KASAI DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT DESA LANGGAM KABUPATEN PELALAWAN

MAKNA SIMBOLIS TRADISI MANDI BALIMAU KASAI DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT DESA LANGGAM KABUPATEN PELALAWAN

Authors

  • Honi Yuria Universitas Islam Riau
  • Alber Universitas Islam Riau

DOI:

https://doi.org/10.61722/jssr.v4i4.11098

Keywords:

Malay culture; symbolic interactionism; symbolic meaning; Balimau Kasai Bath; cultural preservation., Malay culture, symbolic interactionism, symbolic meaning, Balimau Kasai Bath, cultural preservation.

Abstract

Tradisi Mandi Balimau Kasai merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Melayu yang masih dilestarikan di Desa Langgam, Kabupaten Pelalawan. Tradisi ini dilaksanakan menjelang bulan suci Ramadan sebagai bentuk persiapan diri secara lahir dan batin sekaligus sarana mempererat hubungan sosial masyarakat. Namun, perkembangan modernisasi menyebabkan sebagian generasi muda mulai kurang memahami makna simbolis yang terkandung dalam tradisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis makna simbolis yang terdapat dalam Tradisi Mandi Balimau Kasai serta relevansinya dalam kehidupan masyarakat Desa Langgam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan tokoh adat, tokoh masyarakat, serta masyarakat yang mengikuti tradisi Mandi Balimau Kasai. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap unsur dalam tradisi Mandi Balimau Kasai memiliki makna simbolis yang berkaitan dengan nilai-nilai kehidupan masyarakat Melayu. Limau dimaknai sebagai simbol penyucian diri lahir dan batin, kasai melambangkan persatuan dalam keberagaman, air melambangkan kesejukan hati dan pengendalian diri, sungai dimaknai sebagai simbol pembuangan sifat-sifat buruk dan pembaruan diri, sedangkan prosesi mandi bersama menjadi simbol kebersamaan serta silaturahmi. Makna-makna tersebut terbentuk melalui interaksi sosial yang diwariskan secara turun-temurun dan masih dipertahankan hingga saat ini. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tradisi Mandi Balimau Kasai tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai media pewarisan nilai religius, sosial, dan budaya yang berperan dalam memperkuat identitas masyarakat Melayu serta mendukung pelestarian budaya lokal di tengah arus globalisasi.

References

Andani, P. (2025). Interaksi simbolik kalangan Gen Z pada budaya mandi balimau kasai di masyarakat Melayu Pelalawan. Master’s Thesis / Bachelor Thesis (Pilih Sesuai Yang Ada, Biasanya Thesis). UniversitY Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

Arman, F. J. (2015). Persepsi masyarakat terhadap tradisi balimau kasai di Desa Kuapan Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar. Jurnal Online Mahasiswa Bidang Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 2(2), 1–15.

Asrizal, A., Armita, P., & Rizki, M. (2019). Contextualization of cultural fiqh in the Balimau Kasai tradition: Integration between Islamic values and Kampar local culture. Indonesian Journal of Interdisciplinary Islamic Studies, 3(1), 111–122.

Asrizal, A. (20219). Tradisi Balimau Kasai sebagai Integrasi Budaya Melayu dan Nilai Islam. Jurnal Kebudayaan Melayu, 4(2), 45–56.

Blumer, H. (1969). Symbolic Interactionism: Perspective and Method. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall. 2, 1648–1658.

Edres, B., Copriady, J., & Y. (2024). Perspektif fenomenologi terhadap tradisi Potang Mogang Mandi Balimau Kasai di Kelurahan Langgam Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan. Jurnal Ilmu Budaya, 12(1), 85–94.

Edres, B., Copriady, J., & Yustina. (2024). Perspektif Fenomenologi terhadap Tradisi Potang Mogang Mandi Balimau Kasai di Kelurahan Langgam, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan. Jurnal Ilmu Budaya, 12(1). https://doi.org/10.34050/jib.v12i1.32414

Fadli, M. R. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. Humanika, 21(1), 33–54.

Hardyanti, .p. (2019). Tradisi Mandi Balimau Kasai Potang Mogang Di Kelurahan Langgam Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan. JOM FISIP, 6(1), 4–5.

Hardyanty, P.Rosaliza, M. (2019). Tradisi mandi balimau kasai Potang Mogang di Kelurahan Langgam Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan. Jurnal Online Mahasiswa Bidang Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 6(1), 1–15.

Iballa, D. K. M. (2016). Tradisi Mandi Balimau di Masyarakat Kuntu: Living Hadis Sebagai Bukti Sejarah. Jurnal Living Hadis, 1(2), 275.

Mardeni, P. R., & Copriady, J. (2023). Tradition of Balimau Kasai in Riau Melayu land in perspective phenomenology of Edmund Husserl. Jurnal Filsafat Indonesia, 6(3), 315–322.

Mawarti, S. (2020). Tradisi mandi balimau: Menengok kembali nilai pendidikan agama Islam pada tradisi di Riau. Nusantara: Journal for Southeast Asian Islamic Studies, 16(1), 1–7.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nabil, F. H., Khairiah, N., Syakira, E., Faylesia, S., Salsabila, N. S., Khairida, D., & Putri, C. F. (2025). Pelestarian nilai kearifan lokal melalui tradisi balimau kasai sebagai upaya penyucian diri di Tanah Lancang Kuning. Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis, 2(6), 424–429.

Oktaviani, R. (2019). Muo bakasai: Upacara Balimau Kasai Dalam Karya Tari. JOGED, 13(2), 126–141.

Pane, I. (2024). Penyimpangan nilai-nilai tradisi mandi balimau kasai terhadap nilai-nilai Islam. EDUCATE: Journal of Education and Culture, 2(3), 391–397.

Putri, R.P., Hidayat, W.N., Pertiwi, S., Copriady, J. (2026). “hermeneutika filosofis hans -georg gadamer dalam penafsiran tradisi balimau kasai sebagai ritual penyucian diri masyarakat kampar.” Pemikiran Keislaman Dan Kemanusiaan, 10(1), 275–284.

Rodiah, Copriady, J. . (2025). FENOMENOLOGI EDMUND HUSSERL DALAM MEMAHAMI TRADISI MANDI BALIMAU KASAI DI LUBUK BENDAHARA ,. Jurnal Ilmu Budaya, 13(1), 29–38.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Vadisa, Amalia Putri, R.Istiyanto, S. B. (2024). Ritual Balimau Menyambut Ramadhan : Makna Dan Relevansinya Bagi Masyarakat Minangkabau. Jurnal Ilmu Komunikasi, 5(02), 62–68.

Wulandari, S., & Pane, I. (2022). Tradisi mandi balimau kasai di Desa Batu Belah Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Borneo: Journal of Islamic Studies, 3(2), 145–160.

Downloads

Published

2026-06-17