PEMBUATAN TERASI UDANG GALAH SEBAGAI PRODUK BIOTEKNOLOGI KONVENSIONAL
DOI:
https://doi.org/10.61722/jssr.v4i4.11110Keywords:
Bioteknologi, Bioteknologi Konvesional, Terasi Udang, FermentasiAbstract
Terasi merupakan salah satu produk pangan tradisional yang dihasilkan melalui proses fermentasi dan termasuk dalam bioteknologi konvensional. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan terasi serta peran mikroorganisme dalam fermentasi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan analisis deskriptif terhadap tahapan pembuatan terasi, mulai dari pencucian udang rebon, pencampuran dengan garam, penjemuran, penghalusan, hingga proses fermentasi dan pencetakan. Hasil menunjukkan bahwa selama fermentasi terjadi perubahan fisik dan kimia, seperti perubahan warna, aroma, dan tekstur, yang disebabkan oleh aktivitas mikroorganisme dalam menguraikan protein menjadi senyawa sederhana. Proses ini menghasilkan terasi dengan cita rasa khas serta daya simpan yang lebih lama. Dengan demikian, pembuatan terasi merupakan contoh penerapan bioteknologi konvensional yang memanfaatkan fermentasi untuk meningkatkan kualitas dan nilai tambah bahan pangan
References
Andalia, N., dkk. (2025). Bioteknologi. Sumatera Barat: Get Press Indonesia.
Endang, S., Jumiono, A., & Akil, S. (2020). Identifikasi titik kritis kehalalan gelatin. Jurnal Ilmiah Pangan Halal, 2(1), 17–22. https://ojs.unida.ac.id/JIPH/article/view/4421/2597
Faithong, N., & Benjakul, S. (2014). Changes in antioxidant activities and physicochemical properties of Kapi, a fermented shrimp paste, during fermentation. Journal of Food Science and Technology, 51(10), 2463–2471. https://doi.org/10.1007/s13197-012-0762-4
Handayani, B.R., Zainuri, Ariyana, M.D., Rahayu, T.I., Amaro, M., & Ulfa, L.R. (2021). Quality profiles of the traditional shrimp paste of Lombok. International Conference on Bioscience and Biotechnology, 931(1), 45–52. https://doi.org/10.1088/1755-1315/913/1/012033
Mutamimah, D., Novitasari, A., Maulana, W. R., & Hasanah, F. (2023). Fermentasi perikanan tradisional terasi rebon (Acetes sp.) pada UMKM Famili dan Poklahsar Cahaya Jaya Kecamatan Muncar, Banyuwangi. Jurnal Lemuru: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia, 5(1), 83–88. https://doi.org/10.36526/jl.v5i1.2557
Suryani, Y., Hernaman, I., & Ningsih. (2017). Pengaruh Penambahan Urea dan Sulfur pada Limbah Padat Bioetanol yang Difermentasikan EM-4 Terhadap Kandungan Protein dan Serat Kasar. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu, 5(1), 13-16. https://doi.org/10.23960/jipt.v5i1.p13-17
Sumardianto, S., Wijayanti, I., & Swastawati, F. (2019). Karakteristik fisikokimia dan mikrobiologi terasi udang rebon dengan variasi konsentrasi gula merah. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 22(2), 287–298. https://doi.org/10.17844/jphpi.v22i2.27678
Ukhty, N., Rozi, A., & Sartiwi, A. (2017). Mutu kimiawi terasi dengan formulasi udang rebon (Acetes sp.) dan ikan rucah yang berbeda. Jurnal Perikanan Tropis, 4(2), 166–176. https://jurnal.utu.ac.id/jptropis/article/view/792
Wahyuni, F. D., Novianti, T., Saraswati, H., & Seprianto. (2020). Pengenalan bioteknologi dan metode kultur jaringan sebagai upaya peningkatan wawasan siswa di SMA Yayasan Persiapan Generasi Baru. Jurnal Abdimas, 7(1), 23–28. https://doi.org/10.47007/abd.v6i3.3333
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











