PEMBUATAN TERASI UDANG GALAH SEBAGAI PRODUK BIOTEKNOLOGI KONVENSIONAL

Authors

  • Nur Hesty Safitri Universitas Mulawarman
  • Meilia Naswa Azahra Universitas Mulawarman
  • Evi Nur Fadhilah Universitas Mulawarman
  • Farah Erina Safitrah Universitas Mulawarman
  • Auliya Shobibah Savitri Universitas Mulawarman
  • Nabilah Azatil ‘Ismah Universitas Mulawarman
  • Sonja Verra Tinneke Lumowa Universitas Mulawarman
  • Dora Dayu Rahma Turista Universitas Mulawarman

DOI:

https://doi.org/10.61722/jssr.v4i4.11110

Keywords:

Bioteknologi, Bioteknologi Konvesional, Terasi Udang, Fermentasi

Abstract

Terasi merupakan salah satu produk pangan tradisional yang dihasilkan melalui proses fermentasi dan termasuk dalam bioteknologi konvensional. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan terasi serta peran mikroorganisme dalam fermentasi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan analisis deskriptif terhadap tahapan pembuatan terasi, mulai dari pencucian udang rebon, pencampuran dengan garam, penjemuran, penghalusan, hingga proses fermentasi dan pencetakan. Hasil menunjukkan bahwa selama fermentasi terjadi perubahan fisik dan kimia, seperti perubahan warna, aroma, dan tekstur, yang disebabkan oleh aktivitas mikroorganisme dalam menguraikan protein menjadi senyawa sederhana. Proses ini menghasilkan terasi dengan cita rasa khas serta daya simpan yang lebih lama. Dengan demikian, pembuatan terasi merupakan contoh penerapan bioteknologi konvensional yang memanfaatkan fermentasi untuk meningkatkan kualitas dan nilai tambah bahan pangan

References

Andalia, N., dkk. (2025). Bioteknologi. Sumatera Barat: Get Press Indonesia.

Endang, S., Jumiono, A., & Akil, S. (2020). Identifikasi titik kritis kehalalan gelatin. Jurnal Ilmiah Pangan Halal, 2(1), 17–22. https://ojs.unida.ac.id/JIPH/article/view/4421/2597⁠

Faithong, N., & Benjakul, S. (2014). Changes in antioxidant activities and physicochemical properties of Kapi, a fermented shrimp paste, during fermentation. Journal of Food Science and Technology, 51(10), 2463–2471. https://doi.org/10.1007/s13197-012-0762-4

Handayani, B.R., Zainuri, Ariyana, M.D., Rahayu, T.I., Amaro, M., & Ulfa, L.R. (2021). Quality profiles of the traditional shrimp paste of Lombok. International Conference on Bioscience and Biotechnology, 931(1), 45–52. https://doi.org/10.1088/1755-1315/913/1/012033

Mutamimah, D., Novitasari, A., Maulana, W. R., & Hasanah, F. (2023). Fermentasi perikanan tradisional terasi rebon (Acetes sp.) pada UMKM Famili dan Poklahsar Cahaya Jaya Kecamatan Muncar, Banyuwangi. Jurnal Lemuru: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia, 5(1), 83–88. https://doi.org/10.36526/jl.v5i1.2557

Suryani, Y., Hernaman, I., & Ningsih. (2017). Pengaruh Penambahan Urea dan Sulfur pada Limbah Padat Bioetanol yang Difermentasikan EM-4 Terhadap Kandungan Protein dan Serat Kasar. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu, 5(1), 13-16. https://doi.org/10.23960/jipt.v5i1.p13-17

Sumardianto, S., Wijayanti, I., & Swastawati, F. (2019). Karakteristik fisikokimia dan mikrobiologi terasi udang rebon dengan variasi konsentrasi gula merah. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 22(2), 287–298. https://doi.org/10.17844/jphpi.v22i2.27678

Ukhty, N., Rozi, A., & Sartiwi, A. (2017). Mutu kimiawi terasi dengan formulasi udang rebon (Acetes sp.) dan ikan rucah yang berbeda. Jurnal Perikanan Tropis, 4(2), 166–176. https://jurnal.utu.ac.id/jptropis/article/view/792

Wahyuni, F. D., Novianti, T., Saraswati, H., & Seprianto. (2020). Pengenalan bioteknologi dan metode kultur jaringan sebagai upaya peningkatan wawasan siswa di SMA Yayasan Persiapan Generasi Baru. Jurnal Abdimas, 7(1), 23–28. https://doi.org/10.47007/abd.v6i3.3333

Downloads

Published

2026-06-21