ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA NY. D DENGAN GANGGUAN SISTEM ENDOKRIN: DIABETES MELITUS DI DESA KARANG JATI KABUPATEN BREBES

Authors

  • Syifa Fazia Akademi Keperawatan Al Hikmah 2 Brebes
  • Slamet Wijaya Akademi Keperawatan Al Hikmah 2 Brebes

DOI:

https://doi.org/10.61722/jssr.v4i4.11115

Keywords:

Diabetes Melitus, Asuhan Keperawatan Keluarga, Seduhan Kayu Manis, Senam Kaki Diabetik

Abstract

Hiperglikemia adalah ciri khas diabetes melitus (DM), penyakit metabolik kronis yang disebabkan oleh penggunaan hormon insulin yang tidak efektif. Kasus DM di wilayah kerja Puskesmas Tonjong terus mengalami fluktuasi yang signifikan. Peran keluarga dan perawat selaku educator sangat esensial dalam manajemen perawatan mandiri lansia dengan DM. Tujuan: Melaksanakan asuhan keperawatan keluarga komprehensif pada Ny. D dengan Diabetes Melitus di Desa Karang Jati, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes. Metode: Desain penelitian menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses asuhan keperawatan keluarga yang meliputi pengkajian, perumusan diagnosis, intervensi, implementasi, hingga evaluasi selama dua kali kunjungan rumah. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Hasil: Pengkajian menemukan Ny. D (70 tahun) mengalami badan lemas, kaki kesemutan, dan nilai GDS awal mencapai 545 mg/dl. Diagnosis prioritas. yang. ditegakkan. adalah. ketidakstabilan. kadar. glukosa. darah .dan. defisit pengetahuan. Implementasi keperawatan difokuskan pada manajemen hiperglikemia, edukasi kesehatan terstruktur, aplikasi terapi komplementer seduhan bubuk kayu manis, dan pengajaran senam kaki diabetik. Hasil evaluasi akhir menunjukkan masalah defisit pengetahuan teratasi penuh, sementara masalah ketidakstabilan kadar glukosa darah teratasi sebagian dengan penurunan nilai GDS menjadi 448 mg/dl disertai berkurangnya rasa lemas dan kesemutan. Kesimpulan: Penerapan asuhan keperawatan keluarga dengan kombinasi terapi farmakologis dan non-farmakologis (seduhan kayu manis dan senam kaki) efektif dalam menurunkan kadar gula darah serta meningkatkan kemandirian keluarga.

References

American Diabetes Association. (2023). Standards of Care in Diabetes—2023. Diabetes Care, 46(1), S1-S291.

Ammirudin, M. (2023). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah: Sistem Endokrin. Jakarta: EGC.

Andaresta, R. (2022). Asuhan Keperawatan pada Pasien Diabetes Melitus. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Andriani, L., & Hasanah, U. (2023). Diagnosis Utama pada Penderita Diabetes Melitus Terkait Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah. Jurnal Keperawatan, 15(2), 120-128.

Anggraini, D., et al. (2023). Gangguan Sensorik dan Pusing pada Pasien Hiperglisemia. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 11(3), 45-52.

Antar, M., et al. (2022). Proses Pengangkutan Vesikuler pada Sekresi Enzim Pankreas. Jurnal Biomedis Indonesia, 8(1), 14-22.

Anton, B. (2023). Fisiologi Sistem Endokrin dan Mekanisme Hormonal. Jakarta: Trans Info Media.

Antoro, B., et al. (2023). Peran Educator Perawat dalam Kepatuhan Kontrol Pasien Diabetes Melitus. Jurnal Pendidikan Keperawatan, 9(2), 88-95.

Ardiansyah, R., et al. (2024). Terapi Nutrisi Medis Sebagai Penatalaksanaan Diabetes Komprehensif. Jurnal Gizi Klinis Indonesia, 20(3), 112-119.

Audina, M., et al. (2018). Pengaruh Latihan Fisik Terhadap Kecepatan Pemulihan Gula Darah Otot. Jurnal Olahraga dan Kesehatan, 6(2), 74-81.

Bahtiar, A. (2024). Anatomi Kelenjar Pankreas dan Sistem Eksokrin. Bandung: Alfabeta.

Cicih, S., et al. (2022). Efektivitas Terapi Metformin dan Glibenklamid pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Farmasi Klinik, 14(1), 33-41.

Daniel, S. (2023). Hiperglikemia Kronik dan Komplikasi Metabolik Diabetes Melitus. Surabaya: Airlangga University Press.

Daniel, S. (2024). Sistem Kelenjar Endokrin dan Reseptor Spesifik Jaringan. Jakarta: Salemba Medika.

Dayaningsih, T., et al. (2021). Resistensi Insulin dan Penurunan Sekresi Sel Beta Pankreas pada DM Tipe 2. Jurnal Keperawatan Klinis, 13(2), 201-209.

Dewi, R. (2025). Mekanisme Sekresi Hormon dan Homeostasis Internal Tubuh. Yogyakarta: Deepublish.

Dhamaryanti, A., et al. (2024). Keperawatan Kesehatan Komunitas: Pendekatan Holistik Promotif dan Preventif. Jakarta: Penerbit Buku Komunitas.

Dwi, A., et al. (2024). Regulasi Sistem Fisiologis Kelenjar Kompleks Endokrin. Semarang: Universitas Diponegoro Press.

Fadhila, N., et al. (2024). Homeostasis Kalsium dan Peran Hormon Paratiroid. Jurnal Sains dan Kesehatan, 10(2), 65-72.

Fadilah, R., et al. (2025). Pengendalian Fungsi Tubuh oleh Hipotalamus dan Kelenjar Pituitari. Jurnal Neurosains Indonesia, 7(1), 12-19.

Fatimah, S., et al. (2023). Pengaruh Dukungan Keluarga Terhadap Motivasi Mengontrol Kadar Glukosa Darah. Jurnal Psikologi Kesehatan, 12(4), 310-318.

Febtian, A., et al. (2022). Gangguan Metabolisme Karbohidrat, Protein, dan Lemak pada Penyakit Kencing Manis. Jurnal Medika Utama, 4(2), 85-92.

Filarma, T., et al. (2023). Karakteristik Asimtomatik Retinopati Diabetik Tahap Ringan. Jurnal Oftalmologi Indonesia, 18(1), 40-47.

Gladis, M., et al. (2025). Keseimbangan Homeostasis dan Peran Insulin Pankreas. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 21(1), 55-63.

Gotera, W., et al. (2024). Karakteristik Hiperglikemi pada Pasien Diabetes Melitus. Jurnal Endokrinologi Indonesia, 15(2), 99-106.

Hadinata, M., & Abdillah, F. (2021). Aplikasi Komponen SOAP dalam Evaluasi Praktik Keperawatan. Jurnal Dokumentasi Keperawatan, 5(2), 77-84.

Handayani, S. (2021). Pengkajian Karakteristik Lingkungan dan Sanitasi Rumah Tangga. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 13(3), 150-158.

Hartono, R., et al. (2024). Diabetes Melitus Tipe 1 pada Anak dan Remaja. Jurnal Pediatri Indonesia, 64(2), 101-108.

Hendrika, W., et al. (2025). Pelepasan Hormon Adrenalin dan Respon Sistem Saraf Simpatis. Jurnal Fisiologi Klinis, 9(1), 24-31.

International Diabetes Federation (IDF). (2025). IDF Diabetes Atlas 2025. Brussels: International Diabetes Federation.

Iranna, J., et al. (2023). Patofisiologi Kerusakan Sentral dan Resistensi Insulin pada DM Tipe 2. Jurnal Patologi Indonesia, 31(2), 142-149.

Karina, T., & Sabrian, F. (2025). Peran Strategis Perawat dalam Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM). Jurnal Keperawatan Komunitas, 7(1), 34-42.

Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes). (2020). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 Provinsi Jawa Tengah. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan RI. (2021). Pencegahan Komplikasi Mikrovaskuler dan Makrovaskuler pada Penyandang Diabetes. Jakarta: Direktorat P2PTM.

Kemit, N., et al. (2024). Fungsi Eksokrin Pankreas dan Sekresi Enzim Pencernaan. Jurnal Biokimia Kedokteran, 12(1), 50-57.

Khoirunnisa, A., & Hastuti, W. (2023). Hubungan Hiperglikemia dengan Kejadian Neuropati Diabetik. Jurnal Saraf Perifer, 6(2), 115-122.

Kirnantoro, & Maryana. (2021). Anatomi Fisiologi Kelenjar Tiroid dan Metabolisme Karbon Dioksida. Yogyakarta: Fitramaya.

Laksono, B., et al. (2022). Klasifikasi Komplikasi Mikrovaskuler dan Makrovaskuler pada Diabetes Melitus. Jurnal Medis Indonesia, 27(3), 180-188.

Lestari, P. (2021). Faktor Risiko Diabetes Melitus dan Pola Hidup Tidak Sehat. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 16(2), 95-103.

Letelay, J., et al. (2019). Penebalan Dinding Pembuluh Darah Otak dan Risiko Stroke pada Pasien DM. Jurnal Neurologi Indonesia, 24(1), 12-19.

Lukman, H. (2023). Metode Pengumpulan Data dalam Riset Keperawatan Keluarga. Jakarta: Trans Info Media.

Magdalena, S., et al. (2025). Perubahan Metabolisme Pankreas pada Penyakit Kronis Diabetes Melitus. Jurnal Riset Kesehatan, 14(1), 66-73.

Mahdia, F., et al. (2018). Penggunaan Bubuk Kayu Manis Sebagai Terapi Herbal Penurun Gula Darah. Jurnal Obat Herbal Indonesia, 5(2), 89-96.

Mahendra, D., et al. (2024). Aliran Darah Perifer dan Masalah Perfusi pada Ulkus Diabetikum. Jurnal Bedah dan Luka, 10(1), 44-51.

Mareta, R., et al. (2023). Gaya Hidup Tidak Sehat Sebagai Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular (PTM). Jurnal Promosi Kesehatan, 11(2), 134-141.

Nasution, S. (2023). Panduan Pemeriksaan Fisik Lengkap dalam Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Novita, S. (2020). Perubahan Gaya Hidup dan Manajemen Terapi Hipoglikemik Oral Pasien DM. Jurnal Keperawatan Utama, 8(3), 210-217.

Perhimpunan Endokrinologi Indonesia (Perkeni). (2021). Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia. Jakarta: PB Perkeni.

Pertiwi, A., & Hardiyanti, E. (2023). Persepsi Perawat dalam Akurasi Pengkajian dan Anamnesa Data Klien. Jurnal Administrasi Keperawatan, 6(1), 22-29.

Potter, P. A., & Perry, A. G. (2020). Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses, dan Praktik. Jakarta: EGC.

PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI): Definisi dan Indikator Diagnostik. Jakarta: DPP PPNI.

Pramono, A., et al. (2021). Penilaian Klinis Respons Klien dan Diagnosis Keperawatan. Jurnal Sains Keperawatan, 9(2), 104-111.

Purnama, I., et al. (2024). Karakteristik Klinis Gejala Metabolik Kronis Menurut WHO. Jurnal Kesehatan Dunia, 13(1), 58-65.

Puskesmas Tonjong. (2025). Data Prevalensi Kasus Diabetes Melitus Kecamatan Tonjong. Brebes: Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes.

Downloads

Published

2026-06-22