Uji Perbedaan Variasi Konsentrasi Larutan Daun Serai Wangi (Cymbopogon nardus) terhadap Angka Kematian Larva Aedes sp

Authors

  • Nanda Dilla Eistyah Politeknik Kesehatan Kemenkes Banjarmasin
  • Abdul Khair Politeknik Kesehatan Kemenkes Banjarmasin
  • Tien Zubaidah Politeknik Kesehatan Kemenkes Banjarmasin

DOI:

https://doi.org/10.61722/jssr.v4i4.11144

Keywords:

Aedes Sp, Daun serai wangi (Cymbopogon nardus), Larvasida nabati

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, sehingga diperlukan upaya pengendalian vektor yang efektif dan ramah lingkungan. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah pengendalian larva Aedes sp (Cymbopogon nardus). menggunakan larvasida alami. Daun serai wangi (Cymbopogon nardus) diketahui mengandung senyawa aktif seperti sitronelal, sitronelol, dan geraniol yang berpotensi sebagai larvasida nabati.               Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi larutan daun serai wangi terhadap angka kematian larva Aedes sp (Cymbopogon nardus). Penelitian menggunakan desain true experimental. Hasil penelitian menunjukkan hubungan dosis-respon yang linear, di mana mortalitas larva meningkat signifikan seiring bertambahnya konsentrasi. Uji One Way ANOVA menghasilkan nilai p < 0,001 (F = 27,747), mengonfirmasi pengaruh nyata perlakuan terhadap kematian larva. Kelompok kontrol (0%) menunjukkan mortalitas nol, sementara konsentrasi 35% teridentifikasi sebagai dosis paling efektif. Uji LSD membuktikan bahwa konsentrasi 35% memiliki perbedaan signifikan secara nyata dibandingkan konsentrasi 25%, 30%, maupun kontrol. Kandungan senyawa aktif pada konsentrasi ini dinilai cukup jenuh untuk mengganggu sistem fisiologis larva dalam paparan 24 jam. Larutan daun serai wangi efektif digunakan sebagai larvasida alami, dengan konsentrasi 35% sebagai dosis yang menghasilkan tingkat mortalitas larva Aedes sp. paling optimal.

References

Chong, D. J. W., Latip, J., Hasbullah, S. A., & Sastrohamidjojo, H. (2015). Optimal Extraction and Evaluation on the Oil Content of Citronella Oil Extracted from Cymbopogon Nardus. Malaysian Journal of Analytical Sciences, 19(1), 71–76.

Dinkes Kabupaten Tanah Laut. (2023). Profil Kesehatan Kabupaten Tanah Laut 2022. Kalimantan Selatan: Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Laut.

Dinkes Provinsi Kalimantan Selatan. (2024). Profil Kesehatan Kalimantan Selatan Tahun 2023. Kalimantan Selatan: Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan.

Ebadollahi, A., Ziaee, M., & Palla, F. (2020). Essential Oils Extracted from Different Species of the Lamiaceae Plant Family as Prospective Bioagents against Several Detrimental Pests. Molecules, 25(7), 1556.

Eden, W. T., Alighiri, D., Cahyono, E., Supardi, K. I., & Wijayati, N. (2018). Fractionation of Java Citronella Oil and Citronellal Purification by Batch Vacuum Fractional Distillation. IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 349(1), 12067. IOP Publishing.

Govere, J., Durrheim, D. N., Baker, L., Hunt, R., & Coetzee, M. (2000). Efficacy of Three Insect Repellents against the Malaria Vector Anopheles Arabiensis. Medical and Veterinary Entomology, 14(4), 441–444.

Gravetter, F. J., & Wallnau, L. B. (2022). Statistics for the behavioral sciences (12th ed.). Cengage Learning.

Guenther, E. (2006). The Essential Oils Jilid I. New York: Robert E Krieger Publishing Co Inc.

Harfriani, H. (2012). Efektivitas Larvasida Ekstrak Daun Sirsak dalam Membunuh Jentik Nyamuk. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(2), 164–169.

Isnaini, N., Faradhila, J., Maysarah, H., Prajaputra, V., Harnelly, E., Zulkarnain, Z., … Muhammad, S. (2023). Trends in Formulation of Night Cream Containing Essential Oil. Journal of Patchouli and Essential Oil Products, 2(2), 33–40. https://doi.org/10.24815/jpeop.v2i2.36090

Kataren, S. (1990). Minyak Atsiri. Jakarta: UI-Press.

Kemenkes RI. (2023). Profil Kesehatan Indonesia 2023.

Kolo, S. M. D., & Oetpah, F. (2017). Aktivitas Biolarvasida Minyak Sereh Wangi (Cymbopogon citratus (DC) Stapf.) terhadap Larva Nyamuk Anopheles sp. SAINTEKBU, 9(2), 76–83.

Kumar, P., Singh, A., & Pandey, R. (2023). Larvicidal and Repellent Activities of Cymbopogon Citratus Essential Oil Against Aedes aegypti: A sustainable approach for vector control. Ournal of Vector Borne Diseases, 60(2), 145–153.

Marby, Y. H. (2019). Efektivitas Ekstrak Batang Serai Wangi (Cymbopogon Nardus) terhadap Kematian Nyamuk Aedes Sp. Poltekkes Kemenkes Kupang.

Oyen, L. P. A., & Dung, N. X. (1999). Plant Resources of South. East Asia, 19, 61–63.

Rosdiani, A. M. (2015). Efek Ekstrak Daun Pepaya (Carica Papaya L) sebagai Larvasida terhadap Larva Nyamuk Culex sp. Universitas Muhammadiyah Malang.

Santos, L. F., Oliveira, M. S., & Pereira, A. M. (2022). Evaluation of lemongrass (Cymbopogon citratus) Oil as a Natural Repellent Against Aedes aegypti Mosquitoes. Parasitology Research, 121(8), 2345–2354.

Sharma, R., Rao, R., Kumar, S., Mahant, S., & Khatkar, S. (2019). Therapeutic Potential of Citronella Essential Oil: A Review. Current Drug Discovery Technologies, 16(4), 330–339.

Silva, F. A., Costa, J. G., & Figueiredo, P. L. (2023). Chemical Composition and Antioxidant activity of lemongrass (Cymbopogon citratus) essential oil from Brazil. Industrial Crops and Products, 191, 115912.

Soegijanto, S. (2006). Demam Berdarah Dengue (2nd ed.). Surabaya: Airlangga University Press.

Suroso, T. (2004). Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue (PSN DBD) Oleh Juru Pemantau Jentik (JUMANTIK). Jakarta: Kemenkes RI.

Sutanto, I., Ismid, I. S., Sjarifuddin, P. K., & Sungkar, S. (2013). Buku Ajar Parasitologi Kedokteran. Jakarta: FKUI Press.

Tawatsin, A., Wratten, S. D., Scott, R. R., Thavara, U., & Techadamrongsin, Y. (2001). Repellency of Volatile Oils from Plants against Three Mosquito Vectors. Journal of Vector Ecology, 26, 76–82.

Wany, A., Jha, S., Nigam, V. K., & Pandey, D. M. (2013). Chemical Analysis and Therapeutic Uses of Citronella Oil from Cymbopogon Winterianus: A Short Review. International Journal of Advanced Research, 1(6), 504–521.

Downloads

Published

2026-06-22