UJI KUALITATIF KANDUNGAN MERKURI PADA SEDIAAN KOSMETIK
DOI:
https://doi.org/10.61722/jssr.v4i4.11810Keywords:
analisis kualitatif, kosmetik, merkuri, kalium iodida, logam beratAbstract
Merkuri adalah logam berat berbahaya yang dilarang penggunaannya dalam produk kosmetik karena dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk iritasi kulit, kerusakan ginjal, dan gangguan sistem saraf. Namun, produk kosmetik yang diduga mengandung merkuri masih ditemukan di pasaran, sehingga pengujian keamanan menjadi perlu. Studi ini bertujuan untuk menentukan secara kualitatif keberadaan merkuri dalam sediaan kosmetik menggunakan reagen Kalium Iodida (KI) 0,5 N. Empat sampel kosmetik dianalisis setelah dicerna dengan aqua regia, diikuti dengan penambahan larutan KI 0,5 N. Hasil positif ditunjukkan oleh pembentukan endapan berwarna merah-oranye karena pembentukan merkuri(II) iodida (HgI₂), sedangkan hasil negatif ditunjukkan oleh tidak adanya pembentukan endapan. Hasil menunjukkan bahwa satu dari empat sampel yang diuji positif mengandung merkuri, sedangkan tiga sampel lainnya negatif. Pembentukan endapan berwarna merah-oranye pada sampel positif menunjukkan adanya ion merkuri (Hg²⁺) yang bereaksi dengan ion iodida (I⁻), sedangkan tidak adanya endapan pada sampel negatif menunjukkan bahwa merkuri tidak terdeteksi oleh metode kualitatif yang digunakan. Dapat disimpulkan bahwa uji kualitatif menggunakan Kalium Iodida (KI) 0,5 N merupakan metode skrining yang sederhana dan efektif untuk mendeteksi merkuri dalam sediaan kosmetik, dengan satu sampel positif dan tiga sampel negatif terhadap merkuri.
References
Azizah, L. N., Balfas, R. F., & Rahmawati, Y. D. (2022). Analisis kualitatif merkuri pada krim malam yang digunakan oleh mahasiswa Universitas Muhadi Setiabudi. JOPHUS: Journal of Pharmacy UMUS, 4(1), 36–43. https://doi.org/10.46772/jophus.v4i01.699
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (1979). Farmakope Indonesia (Edisi III). Jakarta: Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (1995). Farmakope Indonesia (Edisi IV). Jakarta: Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan.
Hidayah, N., & Ningrum, R. S. (2022). Identifikasi Kandungan Merkuri pada Krim Pemutih Wajah yang Beredar di Pasar Online. Jurnal Farmasi dan Kesehatan, 11(2), 85–92.
Nisa, K., Rahma, A., & Saputra, D. (2023). Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan dan Dampak Toksikologi Logam Berat Merkuri (Hg) dalam Kosmetik. Jurnal Toksikologi Indonesia, 7(1), 34–43.
Putri, M. E., & Lestari, P. (2022). Bahaya Akumulasi Logam Berat Merkuri pada Sediaan Kosmetik Pemutih Ilegal terhadap Sistemik Tubuh. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(4), 210–218., 15(1), 56-6
Rahmawati, E., Hasanah, N., & Fitriani, A. (2022). Optimalisasi Penggunaan Reagen Spesifik dalam Uji Pendahuluan Analisis Kualitatif Sediaan Farmasi. Jurnal Praktikum Laboratorium, 5(2), 67–74.
Rohmayani, T., & Subaidah, S. (2024). Metode Analisis Kualitatif Bahan Berbahaya (Hidrokuinon dan Merkuri) pada Sediaan Kosmetik Krim Pencerah yang Beredar di Marketplace. Jurnal Pengawasan Obat dan Makanan, 3(1), 15–26.
Rosita, P., Amalia, R., & Wahyuni, S. (2024). Pengawasan Peredaran Kosmetik Tanpa Izin Edar oleh BPOM di Era Digital Marketplace. Jurnal Regulasi Kebijakan Kesehatan, 6(2), 98–107.
Sari, A. N., Marwah, S., & Mefrina, S. I. (2022). Analisis kualitatif kandungan merkuri pada krim pemutih wajah mahasiswa biologi. KENANGA: Journal of Biological Sciences and Applied Biology, 2(1). https://doi.org/10.22373/kenanga.v2i1.1922
Suak, M. J., Rundengan, G., & Wongkar, P. (2022). Aplikasi Analisis Kualitatif sebagai Uji Skrining Awal Bahan Kimia Berbahaya pada Produk Konsumsi. Jurnal Sains dan Teknologi, 11(1), 45–51.
Suharyani, I., Sanuddin, M., & Jannah, M. (2021). Profil Penggunaan dan Tingkat Pengetahuan Masyarakat terhadap Kosmetik Perawatan Wajah (Skincare) di Indonesia. Jurnal Sains Farmasi & Klinis, 8(3), 280–289
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











