Karakteristik Organoleptik, Kadar Air dan Kadar Abu Daging Bulu Babi ( Echinoidea ) Dari Pesisir Pantai Talawaan Bajo
DOI:
https://doi.org/10.61722/jssr.v4i5.12240Keywords:
Diadema setosum, skrining fitokimia, maserasi, metabolit sekunder, ekstrak etanolAbstract
Bulu babi (Echinoidea), khususnya Diadema setosum, merupakan salah satu biota laut yang melimpah di perairan Indonesia dan berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif alami. Namun, pemanfaatannya sebagai bahan baku farmasi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan skrining fitokimia terhadap ekstrak etanol 96% simplisia bulu babi hasil maserasi guna mengidentifikasi golongan senyawa metabolit sekunder yang terkandung di dalamnya, meliputi alkaloid, saponin, tanin, steroid, terpenoid, dan senyawa fenolik. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Identifikasi golongan senyawa dilakukan secara kualitatif melalui reaksi warna dan pengendapan menggunakan pereaksi spesifik untuk masing-masing golongan senyawa. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol simplisia bulu babi memberikan hasil positif terhadap alkaloid, saponin, steroid, dan senyawa fenolik, sedangkan hasil negatif diperoleh pada uji tanin dan terpenoid. Keberadaan alkaloid dikonfirmasi melalui pembentukan endapan pada pereaksi Mayer dan Dragendorff, sedangkan pereaksi Wagner menunjukkan hasil negatif. Temuan ini menunjukkan bahwa simplisia bulu babi mengandung berbagai metabolit sekunder yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai kandidat senyawa bioaktif untuk aplikasi di bidang farmasi.
References
Birahy, D., Siahaya, G. C., Bustomi, B., Seumahu, C. A., Nindatu, M., Mainassy, M. C., & Huwae, L. M. C. (2024). Skrining fitokimia dan antibakteri cangkang dan duri bulu babi Diadema setosum. Biofaal Journal, 5(1), 44–52. https://doi.org/10.30598/biofaal.v5i1pp044-052
Majid, N., Majid, A., & Paulus, A. (2022). Identifikasi golongan senyawa tanin, Dragendorff , alkaloid dan saponin sebagai senyawa antibakteri pada ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L.) asal Kota Kupang. CHMK Applied Scientific Journal, 5(2), 209–214. https://cyber-chmk.net/ojs/index.php/sains/article/view/1133
Nurjannah, I., Mustariani, B. A. A., & Suryani, N. (2022). Skrining fitokimia dan uji antibakteri ekstrak kombinasi daun jeruk purut (Citrus hystrix) dan kelor (Moringa oleifera L.) sebagai zat aktif pada sabun antibakteri. SPIN: Jurnal Kimia & Pendidikan Kimia, 4(1), 23–36. https://doi.org/10.20414/spin.v4i1.4801
Putra, M. Y. (2023). Keanekaragaman senyawa bahan alam dari invertebrata laut Indonesia dan potensinya sebagai bahan baku obat (Orasi Pengukuhan Profesor Riset). Badan Riset dan Inovasi Nasional. https://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/924
Putri, F. E., Diharmi, A., & Karnila, R. (2023). Identifikasi senyawa metabolit sekunder pada rumput laut cokelat (Sargassum plagyophyllum) dengan metode fraksinasi. Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia, 15(1), 40–46. https://doi.org/10.17969/jtipi.v15i1.23318
Royani, S., & Yuliyanti, S. S. (2025). Identifikasi kualitatif senyawa metabolit sekunder pada rimpang kunyit (Curcuma longa L.) di Kabupaten Banyumas melalui skrining fitokimia. Jurnal Bina Cipta Husada, 21(2), 49–55. https://jurnal.stikesbch.ac.id/index.php/jurnal/article/download/202/210
Triyanti, Wulandari, D., & Kusuma, R. (2025). Pengaruh metode ekstraksi maserasi, sonikasi, dan sokletasi terhadap nilai rendemen sampel kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus). Jurnal Sains dan Edukasi Sains, 8(1), 71–78. https://ejournal.uksw.edu/juses/article/view/12173
Yolanda, J., Nastiti, K., & Hidayah, N. (2023). Pengaruh pelarut etanol 70% dan metanol terhadap kadar Dragendorff total ekstrak daun sirsak (Annona muricata Linn). Journal of Pharmaceutical Care and Sciences, 3(2), 20–29. https://ejurnal.unism.ac.id/index.php/jpcs/article/download/235/148
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











