PENGOLAHAN KULIT CEMPEDAK (Artocarpus integer) SEBAGAI PRODUK FERMENTASI KHAS KALIMANTAN
DOI:
https://doi.org/10.61722/jssr.v4i5.12310Keywords:
Cempedak (Artocarpus integer), Fermentasi, Kalimantan Timur, BioteknologiAbstract
Mandai merupakan produk pangan fermentasi tradisional khas Kalimantan yang dibuat dari kulit buah cempedak (Artocarpus integer). Proses fermentasi ini memanfaatkan aktivitas mikroorganisme, terutama Bakteri Asam Laktat (BAL) seperti Lactobacillus plantarum dan Pediococcus pentosaceus, yang berperan dalam mengubah senyawa karbohidrat menjadi asam organik, sehingga menghasilkan cita rasa asam yang khas serta memperpanjang daya simpan produk. Selain berfungsi sebagai metode pengawetan alami, fermentasi mandai juga meningkatkan nilai gizi dan potensi fungsional pangan, karena kandungan senyawa bioaktif seperti antioksidan, flavonoid, dan fenol yang terdapat dalam kulit cempedak dapat dipertahankan atau bahkan ditingkatkan selama proses fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pembuatan mandai serta menganalisis perubahan yang terjadi selama proses fermentasi, meliputi aspek organoleptik (warna, aroma, rasa, dan tekstur) serta potensi manfaat kesehatannya. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial, menggunakan konsentrasi garam 15% dan lama fermentasi selama 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama fermentasi terjadi perubahan fisik dan kimia pada kulit cempedak, seperti pelunakan tekstur, perubahan warna menjadi pucat kekuningan, serta munculnya aroma asam yang khas akibat aktivitas BAL. Garam berperan penting dalam menekan pertumbuhan mikroba patogen dan mendukung proliferasi BAL, sehingga kualitas produk akhir sangat ditentukan oleh kadar garam dan lama fermentasi. Mandai tidak hanya bernilai budaya sebagai kearifan lokal masyarakat Banjar, tetapi juga berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional yang mendukung program diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal Kalimantan.
References
Artia, R. A., Imam, M., & Zulfarina. (2025). Pengembangan LKPD materi inovasi teknologi biologi melalui kajian pembuatan mandai dari fermentasi mesokarp cempedak. Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier, 9(5), 273. https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkii/article/view/11101
Aru, F. A., Indah, W. U., & Nishia, W. M. (2025). Perbandingan aktivitas antioksidan cuka mandai cempedak (Artocarpus champeden) dengan variasi metode fermentasi. Prosiding Seminar SAFANA 2025, 29.
Ayudia, E. I., Pahrul, I., Huntari, H., Denok, T. H., & Rhonaz, P. A. (2025). Pengaruh pemberian ekstrak kulit buah cempedak (Artocarpus integer) terhadap pencegahan penurunan kadar hemoglobin pada tikus putih jantan yang dipapar asap rokok. Jurnal Kesehatan Qamarul Huda, 13(1), 67. https://doi.org/10.37824/jkqh.v13i1.2025.739
Canrika, R. E., Indah, W. U., & Eka, K. R. (2024). Isolasi dan karakterisasi bakteri asam laktat (BAL) dari fermentasi stater (Lactobacillus casei) pada cuka mandai cempedek (Artocarpus champeden). Pharmacia, 2(1), 17. https://journal.universitasmulia.ac.id/index.php/pharmacia/article/view/868
Dianita, F., Akhmad, Dora, D. R. T., Jailani, & Eadvin, R. A. S. (2025). Analisis bakteri coliform, Escherichia coli, dan Salmonella sp. pada olahan makanan mandai dari kulit buah cempedak (Artocarpus integer) di Kota Samarinda. Biolova, 6(2), 150–151. https://doi.org/10.24127/biolova.v6i2.6159
Gozali, G., et al. (2024). Exploring “Mandai”: Gastronomy of Banjar ethnic in Kalimantan, Indonesia. Journal of Ethnic Foods, 11(40), 3. https://doi.org/10.1186/s42779-024-00246-2
Noorwina, S., & Nashihah, S. (2024). Comparison of lactic acid bacterial isolates from variations in time fermentation process of cempedak skin. Jurnal Insan Farmasi Indonesia, 7(2), 175. https://doi.org/10.36387/jifi.v7i2.2077
Puspasari, A., dkk. (2024). Karakteristik dan daya simpan olahan mandai, produk inovasi asal Kalimantan, setelah proses pengalengan suhu tinggi. Journal of Tropical AgriFood, 6(2), 126. http://dx.doi.org/10.35941/jtaf.6.2.2024.16890.125-134
Puspasari, A., Karhani, R., Mawarti, Alviannur, M. R., Nurwahid, A., & Utoro, P. A. R. (2024). Karakteristik dan daya simpan olahan mandai, produk inovasi asal Kalimantan, setelah proses pengalengan suhu tinggi. Journal of Tropical AgriFood, 6(2), 134–136.
Sumardi, N. I., & Mustakim, A. (2025). Mengungkap peran penting bakteri asam laktat dalam fermentasi mandai (Artocarpus integer): Studi isolasi dan karakterisasi. Konstanta: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, 3(3), 64. https://doi.org/10.59581/konstanta.v3i3.5481
Yudistira, S., et al. (2025). Nutritional, chemical, and prospect of “Mandai,” traditional fermented food of Kalimantan. Journal of Ethnic Foods, 12(12), 3. https://doi.org/10.1186/s42779-025-00274-6
Yulianti, I., dkk. (2024). Edukasi pemanfaatan stik kulit buah cempedak terhadap kesehatan anak di wilayah pesisir Kota Tarakan. Jurnal Kesehatan Republik Indonesia, 1(10), 232. https://jurnal.intekom.id/index.php/jkri
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











