Pelaksanaan dan Evaluasi Ekstrakurikuler Seni Tari di SDN 1 Bebengan: Studi Kasus Sesi Wajib dan Sukarela

Authors

  • Adinda Oktavia Ramadhani Universitas Negeri Semarang

DOI:

https://doi.org/10.61722/jssr.v4i5.12615

Keywords:

extracurricular activities; dance; program evaluation; CIPP model; elementary school

Abstract

This study aims to analyze the implementation and evaluation of the dance extracurricular program at SDN 1 Bebengan, Boja Subdistrict, Kendal Regency, Central Java. The study employed a descriptive qualitative approach, with the subjects being the dance instructor, homeroom teachers, and students participating in the extracurricular program. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using Stufflebeam’s CIPP (Context, Input, Process, Product) framework. The results showed that the program was divided into two sessions: the first session (grades 2–3) was mandatory with 64 students, and the second session (grades 4–5) was voluntary with 36 students. The dances taught included the Gegala Dance, the Gajah Melin Dance, and the Bebek Dance, choreographed by Drs. Untung Mujiono, M.Hum, from the Kembangsore Indonesia Dance Studio. Assessment was conducted through a final presentation, evaluating the students’ form (wiraga), rhythm (wirama), and expression (wirasa), as well as their effort throughout the process. Major challenges included limited space, an unbalanced instructor–student ratio (1:64), and uneven student interest. The study recommends adding more instructors, optimizing the use of space, and collaborating with homeroom teachers to maintain a conducive learning environment.

 

References

Adawiyah, A. R., & Nurbaeti, R. U. (2023). Pelatihan Tari Kreasi sebagai Bentuk Apresiasi Seni Tari. JAMU: Jurnal Abdi Masyarakat UMUS, 3(02), 150–156. https://doi.org/10.46772/jamu.v3i02.1051

Arikunto, S. (2012). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Bumi Aksara.

Aziz Murof Suharyanto, Wibawa, S., & Zulfiati, H. M. (2023). Strategi pembelajaran seni tari melalui model kooperatif di sekolah dasar. Tuladha: Jurnal Pendidikan Dasar, 2(1), 13–31. https://doi.org/10.30738/tuladha.v2i1.14322

Cahyo, S. D., Wakhyudin, H., & Sundari, R. S. (2022). Analisis Fungsi Ekstrakurikuler Seni Tari Di Sekolah Dasar Negeri Pandeanlamper 01 Semarang. Wawasan Pendidikan, 2(2), 640–650. https://doi.org/10.26877/wp.v2i2.10138

Damayanti, W. R., & Dwikurnaningsih, Y. (2020). Evaluasi Program Ekstrakurikuler Di SDN Candirejo Kabupaten Semarang. Refleksi Edukatika: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 11(1), 59–69. https://doi.org/10.24176/re.v11i1.4772

Eli Masnawati, Didit Darmawan, & Masfufah Masfufah. (2023). Peran Ekstrakurikuler dalam Membentuk Karakter Siswa. PPIMAN Pusat Publikasi Ilmu Manajemen, 1(4), 305–318. https://doi.org/10.59603/ppiman.v1i4.347

Fadhilah, W. S., Sabrina, R. F., Tantri, I. K., Fakhriyah, F., & Ismaya, E. A. (2025). Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Seni Tari di SD Islam. Mateandrau, 4(2). https://badanpenerbit.org/index.php/Mateandrau

Gordon, E. W. (1976). Evaluation in Education: A Review of the Literature. Columbia University.

Gronlund, N. E. (1976). Measurement and Evaluation in Teaching. Macmillan Publishing Co.

Hamalik, O. (2012). Kurikulum dan Pembelajaran. Bumi Aksara.

Lestiana, R. D., Maruti, E. S., & Budiarti, M. (2022). Penanaman Nasionalisme Melalui Ekstrakurikuler Seni Tari Tradisional di Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 6(1), 23–36.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). PT Remaja Rosdakarya.

Mulyani, N. (2016). Pendidikan Seni Tari untuk Anak Usia Dini. UNY Press.

Nurjannah, A., Khutobah, K., & Budyawati, L. P. I. (2021). Manajemen Kegiatan Ekstrakurikuler Tari Di TK Kartika IV-73 Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember. JECER, 2(2), 59. https://doi.org/10.19184/jecer.v2i2.25930

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 62 Tahun 2014 tentang Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

Rifhayati Neli, Munawar Muniroh, & P. D. D. (2024). Analisis Motorik Kasar Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler pada Seni Tari Jaranan Anak Usia Dini 5–6 Tahun di TK Janneta. Αγαη, 15(1), 37–48.

Rishayanti Munawa, & Prasetyawati, N. (2023). Evaluasi Pelaksanaan Ekstrakurikuler Seni Tari di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 12(2), 45–58.

Rochmi, A. F. (2023). Model Pembelajaran Kolaboratif Ekstrakurikuler Seni Tari Di SMK Nahdlatul Ulama (NU) Gresik. Jurnal Pendidikan Sendratasik, 12(1), 46–60.

Stufflebeam, D. L., & Shinkfield, A. J. (1985). Systematic Evaluation: A Self-Instructional Guide to Theory and Practice. Kluwer-Nijhoff Publishing.

Sudjana, N. (2011). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Remaja Rosdakarya.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Tim Abdi Guru. (2007). Pendidikan Seni Tari untuk Sekolah Dasar. Erlangga.

Trimelia, U. W., Yeni, I., & Yaswinda. (2019). Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Tari Tradisional di TK Sani Ashila Padang. Potensia: Jurnal Kependidikan Islam, 4(2), 1–8.

Wirawan. (2012). Evaluasi: Teori, Model, Standar, Aplikasi dan Profesi. Rajawali Pers.

Downloads

Published

2026-09-04